Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kinerja Lapis Pondasi Semen Komposit Tanah Dengan Bahan Tambah Matos Soil Stabilizer Pada Ruas Entikong – Rasau 2 Diana, Nur Ayu; Widodo, Teguh; Asep Syarip Hidayat
AGREGAT Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v9i1.22180

Abstract

The challenge of implementing a soil cement composite foundation layer (LFSKT) in Indonesia is the availability of soil crushing and soil cement mixing equipment as well as compaction equipment following SKh-2.5.4. especially in remote areas, and quarry soil with a grain content passing sieve no. 200 of less than 35% which met the required UCS value with a maximum cement stabilization of 8%, so additives were needed to achieve the required strength. This paper presents an evaluation of the performance of LFSKT with the addition of Matos soil stabilizer on the Entikong – Rasau 2 Sta. 75 + 000 up to Sta. 90+000. Laboratory mix design to determine the composition of the LFSKT material by carrying out free compression tests of soil-cement and soil-cement-matos mixture specimens. The stages of implementing LFSKT work in the field are carried out following S.Kh. 2.5.4. Free compressive strength tests of field mix, sand cone, and Dynamic Cone Penetrometer, DCP using the Scala Penetrometer were carried out to control the strength and homogeneity of LFSKT. The composition of LFSKT resulting from a laboratory mix design is 8% cement and 2% mate. Based on the UCS value of the field mixture, relative density, SPR and CBR determine the minimum effective thickness limit for LFSKT to meet the strength requirements according to SKh-2.5.4.
PERENCANAAN PONDASI DINAMIS MESIN PRODUKSI TEMBAGA PT. BATUTUA KHARISMA PERMAI Ahab, Julen Jessica; Diana, Nur Ayu; Widodo, Teguh
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4572

Abstract

Pondasi merupakan elemen struktural yang memiliki peran penting dalam menopang dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah dasar secara aman dan stabil. Dalam konteks mesin produksi, terutama mesin yang bekerja secara kontinu seperti generator set, perencanaan pondasi tidak hanya memperhatikan beban statis, tetapi juga beban dinamis yang ditimbulkan selama proses operasional. Beban dinamis dapat menimbulkan getaran yang berpotensi mengganggu kenyamanan, merusak struktur, atau menurunkan kinerja mesin jika tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang pondasi dinamis yang mampu meredam getaran dan menjaga stabilitas sistem. Metode yang digunakan mencakup perhitungan gaya dinamis mesin, analisis respons dinamis pondasi, serta evaluasi amplitudo getaran baik secara vertikal maupun horizontal. Studi kasus dilakukan pada mesin generator set dengan frekuensi operasi 450 rpm. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pondasi dengan dimensi 1,5 m × 1 m × 1 m mampu meredam getaran dengan baik. Amplitudo vertikal yang dihasilkan sebesar 0,00000157 in, tergolong dalam kategori “not noticable to persons”, sedangkan amplitudo horizontal sebesar 0,00000083 in berada dalam zona “extremely smooth”. Kedua nilai tersebut masih dalam batas aman sesuai standar perencanaan pondasi dinamis, sehingga desain yang diusulkan dinyatakan layak secara teknis dan efektif untuk mendukung mesin produksi
PEMODELAN STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS 2D PADA PROJECT JEMBATAN DI HALMAHERA Fatchurrohman, Rois Muflich; Widodo, Teguh; Diana, Nur Ayu
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4618

Abstract

Pembangunan jalan akses tambang di Halmahera yang melibatkan metode cut and fill menuntut perhatian serius terhadap stabilitas lereng untuk mencegah longsoran yang dipicu oleh karakteristik geologi dan sifat tanah suboptimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak Plaxis 2d serta metode Fellenius, membandingkan kondisi lereng eksisting dengan lereng yang diperkuat Sheet Pile dan kombinasi Sheet Pile dengan Ground Anchor di bawah pembebanan lalu lintas. Data parameter tanah dan perkuatan diperoleh dari studi literatur dan hasil pengujian laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa lereng eksisting dengan pembebanan memiliki Faktor Keamanan (SF) 1,503 (Plaxis 2d) dan 1,483 (Fellenius), yang mengindikasikan potensi kerentanan. Penerapan Sheet Pile secara signifikan meningkatkan SF menjadi 1,825 (Plaxis 2d) dan 1,740 (Fellenius). Peningkatan stabilitas paling optimal tercapai dengan kombinasi Sheet Pile dan Ground Anchor, menghasilkan SF 2,021 (Plaxis 2d) dan 1,961 (Fellenius), melampaui kriteria keamanan minimum (SF lebih besar 1,5). Hal ini membuktikan bahwa kombinasi kedua perkuatan sangat efektif dalam menahan deformasi lateral dan meningkatkan tegangan normal, menghasilkan lereng yang aman dan stabil untuk operasional tambang jangka panjang.
ANALISIS INTEGRATIF DEEP STABILIZATION MENGGUNAKAN DIFA DENGAN VALIDASI UJI LABORATORIUM DAN PEMODELAN GEO5 Diana, Nur Ayu; Widodo, Teguh; Muflich, Rois
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.5010

Abstract

Stabilitas pondasi jembatan pada akses tambang sering terganggu oleh kondisi tanah dasar labil akibat kadar air tinggi, kemiringan lereng, dan rendahnya daya dukung. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas DIFA Soil Stabilizer (DIFA SS) sebagai metode deep stabilization yang lebih efisien dibanding perkuatan konvensional. Perbaikan tanah dilakukan dengan mengganti lapisan tanah lunak hingga kedalaman −6,00 m menggunakan campuran DIFA SS semen berukuran 9×6×6 m, serta stabilisasi in-situ mixing hingga kedalaman ±7 m dengan volume rata-rata 423,5 m³. Evaluasi dilakukan melalui uji laboratorium (kuat geser, CBR, dan modulus elastisitas) serta pemodelan numerik Geo5.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan parameter mekanik tanah yang berdampak pada penurunan deformasi dan peningkatan stabilitas pondasi. Analisis menunjukkan abutmen aman terhadap guling dan geser dengan faktor keamanan >1,50, aman terhadap daya dukung, serta kestabilan lereng belakang abutmen memenuhi kriteria dengan faktor keamanan 1,75. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap gaya lateral, direkomendasikan penggunaan sembilan blok beton berdiameter 0,9 m dan kedalaman 1,8 m dengan jarak antar sumbu 2,5 m. Analisis preloading menunjukkan total penurunan konsolidasi sebesar 1,790 m memerlukan waktu 171,20 tahun untuk mencapai 90% konsolidasi, dengan penurunan selama umur rencana jembatan 20 tahun hanya sekitar 1,61 cm. Secara keseluruhan, DIFA SS terbukti efektif, aman, dan ekonomis, dengan efisiensi biaya hingga 25% serta pengurangan potensi downtime operasional tambang hingga 20%.
Analisis Karakteristik Marshall pada Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan Aspal Pen 60/70 Campur Serbuk Ban Karet Fransiska Dona Artha; Gaffar Ali Akbar; Risdiyanto; Nur Ayu Diana
Jurnal Anggapa Vol 5 No 1 (2026): ANGGAPA Volume 5 No 1 April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v5i1.943

Abstract

The Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) layer directly bears traffic loads, thus requiring high stability and durability. One of the efforts to improve the performance of the mixture while supporting the concept of sustainable construction is by utilizing rubber tire dust waste as an asphalt modifier. This study aims to determine the optimum asphalt content (KAO) and the optimum rubber content (KKO), as well as to analyze the effect of varying rubber tire dust content on Marshall characteristics. The research was conducted experimentally in the laboratory using the Marshall method according to the General Specifications of Bina Marga 2018. Variations in asphalt content for determining the KAO were 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, and 7%. After obtaining the KAO, variations of rubber tire dust addition were made using the wet mixing method at 0%, 2%, 4%, 6%, and 8% by weight of asphalt. The parameters analyzed include stability, flow, Marshall Quotient (MQ), VITM, VFWA, and VMA. The addition of rubber tire dust improved stability and MQ, with the optimum values at a content of 4%, showing a stability of 1394 kg and an MQ of 449.68 kg/mm, which is about 24.6% higher than the mixture without rubber. However, at an 8% content, a decrease in VITM was observed to 2.78%, which is below the specification limit. The optimum rubber tire dust content of 4% significantly enhances Marshall characteristics and meets technical specifications, making it a promising alternative for stronger and more sustainable AC-WC mixtures.
Stabilitas Timbunan Pembangunan Infrastruktur Perumahan bagi Warga Eks Pejuang Timor – Timur dengan Menggunakan Software Geo5 dan Geostudio Nur Ayu Diana; Reysha Rizki Amanda Lubis; Heri Budianto
Jurnal Anggapa Vol 5 No 1 (2026): ANGGAPA Volume 5 No 1 April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v5i1.947

Abstract

Embankmentswere constructed to increase land elevation, necessitating an evaluation of landslide potential. The analysis was conducted using the limit equilibrium method using the Morgenstern-Price method. Soil parameters were obtained from laboratory testing, including compaction tests (Standard Proctor), California Bearing Ratio (CBR) tests, and gradation analysis. These were then supplemented with empirical correlations to determine cohesion and angle of internal friction. Modeling was performed using GEO5 and GeoStudio software (SLOPE/W), considering the original soil layer, embankment soil, and a stabilization layer using additives. The analysis results showed a factor of safety of 58.30 (GEO5) and 69.74 (GeoStudio), both of which are greater than the minimum required value (SF > 1.5). This indicates that the embankment is very stable and safe from potential landslides. This study confirms that the use of stabilization materials can significantly increase soil strength and support safe and reliable construction planning.