Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Deteksi Dini Sebagai Upaya Preventif Penyakit Hipertensi dan Diabetes Melitus Melalui Program Pojok Sate Gurah Muzaenah, Tina; Riyaningrum, Wahyu; Yulistiani, Mustiah; Sulaeman, A
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i1.226

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang dapat meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisme, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Diabetes melitus juga menjadi masalah kesehatan di dunia karena penyakit ini merupakan salah satu dari keempat PTM di dunia. Penyakit hipertensi dan diabetes melitus juga masih menjadi priotitas utama pengendalian PTM di Jawa Tengah. Upaya preventif PTM hendaknya dilakukan secara efektif serta efisien sehingga dapat meningkat derajat kesehatan masyarakat. Tujuan: untuk melakukan deteksi dini dan upaya preventif penyakit hipertensi dan diabetes melitus melalui program pojok sadar tensi dan gula darah (pojok sate gurah). Metode: Pada kegiatan ini, tim membuka pojok sate gurah untuk memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah pada ibu-ibu anggota PRA Kebanggan sebagai upaya deteksi dini dan preventif terhadap penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan edukasi tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi dan diabetes melitus yang diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest. Hasil: Mayoritas ibu-ibu anggota PRA Kebanggan berusia 46-55 tahun dan 56-65 tahun dengan tingkat pendidikan sekolah dasar. Mayoritas tekanan darah ibu-ibu anggota PRA Kebanggan termasuk dalam kategori normal dan pre hipertensi sedangkan kadar gula darah sewaktunya mayoritas termasuk dalam kategori belum pasti DM dan rata-rata nilai pengetahuannya sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengalami peningkatan dari 48,39 menjadi 63,55. Kesimpulan: Pojok Sate Gurah dapat dijadikan sebagai salah satu tempat untuk melakukan deteksi dini dan pemantauan tekanan darah dan gula darah sebagai upaya preventif penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Kata kunci: diabetes mellitus, hipertensi, penyakit tidak menular, pojok sate gurah ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (NCD) that can increase the risk of stroke, aneurysm, heart attack, and kidney damage. Diabetes mellitus is also a health problem in the world because this disease is one of the four NCDs in the world. Hypertension and diabetes mellitus are also still a top priority for controlling NCD in Central Java. Preventive efforts for NCD should be carried out effectively and efficiently so that the degree of public health can be increased. Objective: to carry out early detection and preventive efforts for hypertension and diabetes mellitus through a blood pressure and blood sugar awareness corner program (pojok sate gurah). Method: In this activity, the team opened the ‘pojok sate gurah’ to provide services for checking blood pressure and blood sugar levels for women who are members of PRA Pride as an effort to detect early and prevent hypertension and diabetes mellitus. By providing education about efforts to prevent hypertension and diabetes mellitus beginning with the pretest and ending with the posttest. Result: The majority of female members of PRA Kebanggan are aged 46-55 years and 56-65 years with an elementary school education level. The majority of the blood pressure of the women who were members of the PRA Kebanggan were included in the normal and pre-hypertensive categories, while the majority of intermittent blood sugar levels were included in the uncertain category of DM and the average value of knowledge before and after being given education increased from 48.39 to 63.55. Conclusion: Pojok Sate Gurah can be used as a place for early detection and monitoring of blood pressure and blood sugar as a preventive measure for hypertension and diabetes mellitus. Keywords: diabetes mellitus, hypertension, non-communicable diseases, pojok sate gurah
Pendidikan Kesehatan Dengan Media Menarche Flashcard Islami Tentang Menarche Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kecemasan Siswi Amadeaz, Ivanica Anggi; Hikmawati, Isna; Aprilina, Happy Dwi; Muzaenah, Tina
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2023.20097

Abstract

Adolescence is a transitional period from childhood to adolescence. Menarche is the first menstruation experienced by adolescents at the age of 10-16 years. Anxiety about menarche is anxiety in adolescents caused by a lack of knowledge about menarche. The purpose of this study was to determine the effect of health education using Islamic menarche flashcard media on the level of knowledge and anxiety in facing menarche. Quantitative research method pre-experimental one-group-pretest-posttest design. The population and sample used amounted to 50 respondents with the total sampling method. The statistical test used is the Wilcoxon test. The results showed that the level of knowledge before the intervention was 56.08 and after the intervention the score increased to 90.28. The result of the anxiety level before the intervention was 30.40 and after the intervention the score decreased to 16.40. The conclusion is that there is an influence by providing health education with Islamic menarche flashcard media to increase knowledge and reduce student anxiety in facing menarche.
The influence of module-based coronary heart disease risk factor education on the level of patient knowledge at Hospital of PKU Muhammadiyah Yogyakarta Muzaenah, Tina; Sriyati, Sriyati
Indonesian Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan, Politeknik Negeri Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31962/inj.v2i1.162

Abstract

Background: Coronary heart disease (CHD) is a leading cause of morbidity and mortality worldwide. Effective patient education regarding CHD and its risk factors is essential for prevention and management. Purpose: This study aims to evaluate the effectiveness of a module-based educational intervention on improving patient knowledge of CHD risk factors. Methods: This quasi-experimental study employed a pre-test and post-test control group design. A total of 34 participants were selected via quota sampling, with 17 assigned to the intervention group and 17 to the control group. Participants' knowledge levels were measured using the Heart Disease Facts Questionnaire (HDFQ) before and after receiving education on CHD risk factors through a structured booklet and Counselling Events Units (SAP). Results: Statistical analysis using the Mann-Whitney test revealed a significant increase in the knowledge levels of the intervention group compared to the control group (p = 0.001), indicating the effectiveness of the module-based education. Conclusion: Module-based education on CHD risk factors significantly improves patient knowledge. This approach can be an effective educational tool in clinical settings for enhancing patient understanding and reducing CHD risk.
PENGARUH SENAM DIABETES DAN DIET KARBOHIDRAT TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS. Hastiti, Witna; Muzaenah, Tina; Khasanah, Nur
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v10i2.255

Abstract

Latar Belakang: Menurut International diabetic Indonesia berada di peringkat ketujuh diantara 10 negara dengan jumlah penderita sebanyak 10,7 juta. Senam diabetes merupakan pengobatan dan pencegahan diabetes militus. Diet berpengaruh dalam perbaikan serta mencegah kadar gula darah yang naik dan turun secara drastis, serta mencegah kelemahan. Tujuan: Menganalisa pengaruh senam diabetes dan diet karbohidrat terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes militus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre pos test two group with control. Populasi adalah seluruh pasien diabetes militus yang aktif mengikuti kegiatan prolanis berjumlah 62 pasien, dengan teknik total sampling. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi sampel yang lolos berjumlah 45 responden dengan masing-masing kelompok berjumlah 15 responden. Kelompok 1 diberikan intervensi senam diabetes, kelompok 2 dilakukan intervensi penyuluhan diet karbohidrat, dan kelompok 3 yaitu kelompok kontrol. Uji statistik menggunakan paired T-Test Hasil: penelitian ini didapatkan hasil p-value 0,000 pada kelompok senam maupun kelompok diet karbohidrat, pada kelompok kontrol ialah 0,009. Maknanya senam diabetes dan diet karbohidrat berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Kesimpulan: Terdapat pengaruh intervensi senam diabetes dan edukasi diet karbohidrat terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes militus.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Lingkungan Rumah Tangga Cing, Marta Tania Gabriel Ching; Hardiyani, Tati; Muzaenah, Tina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.446

Abstract

Melakukan pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang dilakukan sepanjang waktu dan rutin Karena dianggap pekerjaan rutinaitas dan biasa dilakukan, maka ada kecenderungan dilakukan dengan tidak memperhatikan factor- factor yang menimbulkan kecelakaan. Beberapa kejadian seperti luka bakar atau kejadian seperti tersedak yang membutuhkan penanganan yang segera. Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan terhadap cara pertolongan pertama pada kondisi kecelakaan yang bisa terjadi dirumah maka diharapkan dapat meningkatkan ketepatan penanganan kecelakaan tersebut sehingga dapat mencegah terjadinya cedera yang lebih serius, dengan mendapatkan penanganan segera korban memiliki banyak waktu untuk diselamatkan sambil menunggu penanganan dari tim medis. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara offline pada 85 anggota Aisyiah dengan metode diskusi, demonstrasi dan diskusi tentang penangan luka bakar dan tersedak. Keberhasilan program dilihat dari pre dan post test dan peserta mampu melakukan redemonstrasi tentang penanganan luka bakar dan tersedak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dari skor 65 menjadi 80. kemudian para peserta mampu mempraktekkan cara penanganan tersedak dengan penolong, tanpa penolong dan pada orang gemuk/ hamil.
HUBUNGAN ANTARA MASKULINITAS DENGAN TINGKAT ALEXITHYMIA PADA MAHASISWA LAKI-LAKI S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Lyianitha, Alifia; Muzaenah, Tina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.33367

Abstract

Stigma masyarakat terhadap laki-laki yang membatasi ruang ekspresi mereka, seperti larangan untuk menangis dan kewajiban untuk lebih dominan dibandingkan perempuan. Laki-laki yang melanggar norma tersebut sering kali dianggap tidak cukup maskulin. Stigma maskulinitas ini berpotensi mempengaruhi kecenderungan laki-laki untuk memendam perasaan, yang dapat menyebabkan penarikan diri dari sosial dan berujung pada kesulitan dalam mengenali emosi, bahkan mengabaikannya. Kondisi ini berisiko memicu terbentuknya Alexithymia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas dan tingkat Alexithymia pada mahasiswa laki-laki S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa laki-laki S1 Keperawatan UMP angkatan 2019-2022, dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 211 responden. Analisis data dilakukan dengan teknik univariat dan bivariat (uji Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20-23 tahun (64,5%) dan berasal dari suku Jawa (74,88%). Sebagian besar responden memiliki maskulinitas tinggi (67,8%) dan tingkat Alexithymia tinggi (68,2%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara maskulinitas dan tingkat Alexithymia dengan p value 0,000 dan OR 9,565. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara maskulinitas dengan tingkat Alexithymia pada mahasiswa laki-laki S1 Keperawatan UMP, di mana maskulinitas yang lebih tinggi berhubungan dengan tingkat Alexithymia yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa stigma maskulinitas dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam mengenali dan mengungkapkan perasaan pada laki-laki
AROMATERAPI PEPPERMINT UNTUK MENURUNKAN POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (POVN) PADA PASIEN POST OPERASI GENERAL ANESTESI Firdaus, Muhammad Aulia Iqbal; Isnaini, Nur; Santosa, Agus; Muzaenah, Tina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 20, No 2 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v20i2.1494

Abstract

Latar Belakang:  Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan kondisi saat pasien mengalami mual dan muntah setelah menjalani prosedur operasi. PONV dapat menimbulkan komplikasi  seperti dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi, perdarahan, dan ruptur esofageal. Penanganan PONV selama ini menggunakan pengobatan farmakologi melalui pemberian antiemetik. Namun, penggunaan obat-obatan farmakologi yang berlebihan dapat berakibat buruk pada pasien. Penanganan PONV melalui teknik non farmakologi salah satunya dengan pemberian aromaterapi. Aromaterapi peppermint berperan  mempengaruhi sistem limbik otak serta bersifat menenangkan dan memiliki efek anti-mual.Tujuan : Mengetahui efektivitas aromaterapi terhadap penurunan kejadian PONV pada pasien post operasi dengan general anestesi.Metode Penelitian: Rancangan penelitian menggunakan Non-Equivalent Control Grup Design. Populasi penelitian adalah pasien post operasi dengan general anestesi di RSUD.Prof. dr Margono Soekarjo Purwokerto. Jumlah sampel 43 kelompok eksperimen yang diberikan aromaterapi dan 43 kelompok kontrol yang tidak diberikan aromaterapi. Teknik sampling menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data pada tahap pretest dan posttest menggunakan lembar observasi RINVR. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas berada pada usia dewasa (19-59), jenis kelamin perempuan, tidak bekerja, dan mayoritas pendidikan SD dan SMA. Penurunan rata=rata skor PONV  kelompok eksperimen 5,56 dan kelompok kontrol 0,37. Terdapat perbedaan signifikan pada  kelompok eksperimen yang diberikan aromaterapi dibanding kelompok kontrol yang tidak diberikan aromaterapi dengan p value =0.000 (<0.05).Kesimpulan: Aromaterapi efektif untuk menurunkan kejadian PONV  pada pasien post operasi dengan general anestesi.
In House Training Upaya Peningkatan Kemampuan Perawat Dalam Memenuhi Kebutuhan Spiritual Care Pasien Muzaenah, Tina; Yulistiani, Mustiah; Nurjanah, Siti; Istianah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.72

Abstract

Latar belakang: Perawat adalah tenaga kesehatan profesional yang memiliki kesempatan paling banyak berinteraksi dengan pasien dan kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan berupa asuhan keperawatan komprehensif dengan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik termasuk kebutuhan spiritual. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta untuk mendapatkan maaf (pengampunan), mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan. Perawatan spiritual diyakini dapat menurunkan tingkat depresi pasien-pasien dengan penyakit kronik dan dijadikan sebagai kekuatan dan koping individu yang dapat memberikan dukungan moril, semangat hidup dalam menghadapi kenyataan tentang penyakitnya. In House Training diselenggarakan untuk memberikan pelatihan asuhan perawatan ibadah praktis kepada perawat-perawat RSI Purwokerto sehingga memiliki kompetensi khusus untuk memenuhi kebutuhan spiritual pasien selama dirawat di rumah sakit.  Perawatan ibadah praktis yang diajarkan meliputi tata cara berwudlu bagi orang yang sakit, tayamum, dan sholat orang sakit. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat-perawat RSI Purwokerto dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual. Metode: Tim Pengmas memberikan edukasi dengan metode penyuluhan kesehatan dan demonstrasi yang diakhiri dengan evaluasi ibadah praktis orang sakit (wudlu dengan spray, tayamum, sholat orang sakit). Hasil: Adanya peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat-perawat RSI Purwokerto setelah mengikuti kegiatan yaitu rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 57 menjadi 77 dan kemampuan ketrampilan dalam melakukan parktek ibadah orang sakit baik ketrampilan tayamum, wudlu dengan spray maupun sholat dengan posisi duduk yaitu meningkat dari skor 60 menjadi 86, 67 menjadi 82 dan 55 menjadi 87. Kesimpulan: In House Training dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat tentang asuhan keperawatan spiritual. Kata Kunci: ibadah praktis, kebutuhan spiritual, kemampuan perawat, perawatan spiritual _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Nurses are professional health workers who have the most opportunities to interact with patients and the greatest opportunities to provide health services in the form of comprehensive nursing care by helping patients meet basic holistic needs including spiritual needs. Spiritual needs are the need to maintain or restore faith and fulfill religious obligations and get forgiveness, love, and have a trusting relationship with God. Spiritual care is believed to be able to reduce the depression level of patients with chronic illnesses and serve as a strength and individual coping that can provide moral support and enthusiasm for life in facing the reality of their illness. In-House Training is held to provide practical worship care training to nurses at RSI Purwokerto so that they have special competence to meet the spiritual needs of patients while in the hospital. Practical worship treatments that are taught include procedures for ablution for sick people, tayammum, and prayers for sick people. Objective: to increase the knowledge and skills of nurses at RSI Purwokerto in providing spiritual nursing care. Method: The Community Service Team provides education using health education methods and demonstrations that end with an evaluation of the practical worship of sick people (ablution with spray, tayammum, prayers for sick people). Result: There was an increase in the knowledge and skills of the nurses at RSI Purwokerto after participating in the activity, namely the average knowledge score increased from 57 to 77, and the skills in carrying out the practice of praying for sick people, both tayammum skills, ablution with spray and prayer in a sitting position, namely increased from a score of 60 becomes 86, 67 becomes 82 and 55 becomes 87. Conclusion: In House Training can increase the knowledge and skills of nurses regarding spiritual nursing care. Keywords: practical worship, spiritual needs, ners skill, spiritual care
The Education Effects Of The "Ketuk Pintu Waspada Tb" Program On Knowledge And Attitude Of Tuberculosis Transmission Prevention In Banjarsari Kulon, Sumbang Anggiyani, Santi; Muzaenah, Tina
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 5 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10545040

Abstract

Tuberculosis (TB) is a lung disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacteria transmitted through droplets/saliva. To prevent and break the chain of TB transmission, it is essential to have good knowledge and attitude towards TB prevention. Education activities of the "Ketuk Pintu Waspada TB" program serve as a strategic step in improving knowledge and attitude towards TB transmission prevention in the community. This research aims to determine the effects of education in the "Ketuk Pintu Waspada TB" program on knowledge and attitude towards TB transmission prevention. Method: This quantitative study with a pre-experimental design used a one-group pretest-posttest design. The population in this research is all households (KK) in Banjarsari Kulon Village, Sumbang District, with a sample of 50 respondents using the Cluster Sampling technique with the sampling fraction per cluster formula. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: Knowledge and attitude showed significant results for each with (p = 0.0001). Education significantly affected knowledge and attitude towards TB transmission prevention. Respondent characteristics showed that the majority were aged 20-30 years (38%), with the majority being female (56%). Most respondents had a primary education level (38%), and most were housewives (34%). Conclusion: Education in the "Ketuk Pintu Waspada TB" Program affects knowledge and attitude towards TB transmission prevention in Banjarsari Kulon Village, Sumbang.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi dengan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Sugianto, Noormalita Dewi Riana Sari; Isnaini, Nur; Muzaenah, Tina
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1452

Abstract

Hypertension remains a major contributor to illness and death worldwide, and the limited success in achieving optimal blood pressure control is closely linked to patients’ inconsistent use of prescribed medications. This study seeks to explore the association between adherence to antihypertensive therapy and blood pressure outcomes among individuals diagnosed with hypertension at the Pekuncen I Community Health Centre in Banyumas Regency. Employing an analytical case-control observational design, the research involved 88 Prolanis participants whose adherence levels were evaluated using the MMAS-8 instrument, while blood pressure categories were determined based on JNC VIII criteria. Participants were selected through purposive sampling, and the relationship between variables was examined using the Chi-Square test to ensure statistical rigor. Findings revealed that 65.91% of respondents demonstrated adequate adherence, whereas 64.77% successfully maintained controlled blood pressure levels, highlighting a significant statistical association between adherence and blood pressure regulation (p = 0.000). Furthermore, individuals categorized as nonadherent exhibited a substantially higher likelihood 31 times greater of experiencing uncontrolled blood pressure (OR = 31, 95% CI: 4.508–213.168), underscoring the clinical importance of medication compliance. Overall, the study emphasizes that consistent adherence to antihypertensive therapy is a critical determinant of successful hypertension management and should be strengthened through targeted education, continuous monitoring, and supportive interventions from healthcare professionals. Hipertensi merupakan salah satu kontributor terbesar terhadap angka kesakitan dan kematian di seluruh dunia, di mana rendahnya tingkat pengendalian penyakit ini kerap berkaitan dengan masalah ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini berupaya menggambarkan keterkaitan antara kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dan kondisi tekanan darah pada penderita hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Pekuncen I Kabupaten Banyumas. Desain yang digunakan yaitu observasional analitik tipe Case-control pada 88 peserta Prolanis, tingkat kepatuhan dievaluasi melalui instrumen MMAS-8, sedangkan status tekanan darah ditentukan berdasarkan kriteria JNC VIII. Proses pemilihan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling, dan analisis hubungan variabel menggunakan uji Chi-Square. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa 65,91% peserta menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara 64,77% berhasil mempertahankan tekanan darah dalam kategori terkontrol. Analisis lebih lanjut mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kepatuhan dan kontrol tekanan darah (p-value = 0,000), bahkan menunjukkan bahwa individu yang tidak patuh memiliki kemungkinan hingga 31 kali lebih besar untuk mengalami tekanan darah tidak terkontrol (OR = 31, 95% CI: 4,508-213,168). Secara keseluruhan, hasil ini menegaskan bahwa kepatuhan minum obat menjadi elemen kunci dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi, sehingga memerlukan peningkatan melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan aktif dari tenaga kesehatan.