Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Factors Affecting the Price of Curly Chili at the Producer Level in West Bandung Regency Euis Dasipah; Nataliningsih; Titin Sriyogasari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8429

Abstract

Fluctuations in chili prices often occur due to the uneven availability of chili supply throughout the year, so the price of chili will jump up when the supply is low. The decline in the amount of cayenne pepper crop production in West Bandung Regency is an indicator that there is a decrease on the supply side. This study aims to analyze the effect of total harvested area, production costs, and yields/production of curly red chili on the price of curly red chili at the farm level. This research uses quantitative research methods. Data analysis using multiple linear regression. The types of data in this study are secondary data and primary data. The method of determining the sample in this study is a survey method with random sampling techniques selected randomly. The total respondents were 68 farmers, so the number of samples in this study was 35 farmers and consumers. The results showed that simultaneously, there was no significant and simultaneous influence between area, production costs, and yields/production on the price of curly red chili peppers in Parongpong District. While partially independent, the independent variables (area, production costs, and yields/production) have a real effect on the price of curly red chili peppers in Parompong District
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Tomat (Suatu Kasus di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang) Edang Juliana; Nataliningsih Nataliningsih; Gijanto Purbo Suseno; Sinta Rahayu
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v26i1.4374

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang pada bulan Maret-April 2025, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usahatani tomat, pengaruh secara simultan variabel luas lahan, benih dan pupuk terhadap produksi tomat, pengaruh secara parsial variabel luas lahan, benih dan pupuk terhadap produksi tomat di Desa Genteng. Pengumpulan data primer dengan wawancara menggunakan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari literatur dan jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan fungsi regresi linear berganda yang ditransformasikan dari fungsi Cobb-Douglas, kemudian menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, benih dan pupuk berpengaruh secara signifikan dan berhubungan positif terhadap produksi tomat. Secara parsial luas lahan berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap produksi tomat. Sedangkan benih dan pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi tomat Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Koefisien determinasi (R square) sebesar 0,940 yang artinya luas lahan, benih dan pupuk berpengaruh terhadap produksi tomat sebesar 94%, sedangkan sisanya yaitu 6 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kata Kunci : Luas lahan, benih dan pupuk
BALANCE SCORECARD DALAM ANALISIS KINERJA KOPERASI (Studi Kasus pada Koperasi Unit Desa (KUD) Bayongbong Kabupaten Garut, Jawa Barat) Gijanto Purbo Suseno; Nataliningsih Nataliningsih; Nuni Wahyuni
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol. 2 No. 2 (2018): page 106 - 205
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v2i2.37

Abstract

Village Unit Cooperative (KUD) Bayongbong Garut Regency, Wes Java, is a livestock cooperative whose business activities are multi purpose. The purpose of cooperatives is to improve the welfare of members in particular and society in general, in accordance with the interests and needs of its members. The purpose of this study is to measure the performance of cooperatives by using Balanced Scorecard and efforts to be done so that cooperatives can improve its performance. Balanced Scorecard is a rapid measurement and control management system, precise and comprehensive, consisting of four perspectives: financial, customer, internal business processes and learning and growth. The results showed that the non-financial perspective of internal business consisting of livestock food business, cooperation business with State Electricity Company (PLN), Convenience Store, have a better perspective with score score 372, compared with other perspective that is customer perspective with value 832 and growth learning perspective with score 492. Suggestions that can be submitted are independent KUD Bayongbong must be able to improve service for customers and employee satisfaction, provide adequate information system and provide learning or training for its employees
Penyuluhan Pengolahan Sukun Menjadi Beberapa Jenis Olahan Makanan pada Kelompok Tani Amanah, Desa Cipanileman, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung Gijanto Purbo Suseno; Nataliningsih Nataliningsih; Edang Juliana
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 1 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberi solusi pada masyarakat Desa Cipanileman untuk mengolah sukun menjadi beberapa jenis olahan makanan sehingga menghasilkan nilai tambah yang berdampak pada peningkatan pendapatan kelompok tani. Penyajian materi dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas dan partisipatif. Sebagai alat bantu memahami tahapan pengolahan digunakan gambar yang berisi tahapan pengolahan atau media dua dimensi, sedangkan untuk meningkatkan keterampilannya dilakukan demonstrasi secara langsung. Materi yang disampaikan terdiri dari: pengolahan sukun menjadi abon sukun, pengolahan sukun menjadi cookies dan pengolahan sukun menjadi cake., Antusiasme peserta dalam mengikuti penyuluhan cukup tinggi dalam mengikuti pelatihan. Penyuluhan pengolahan sukun menjadi abon, cookies dan cake , dapat dikembangkan untuk membuka usaha baru dalam bidang pengolahan makanan. Oleh karena itu perlu pembinaan lanjutan agar rintisan usaha pengolahan sukun menjadi abon, cookies dan cake dapat berjalan dan berkembang dengan lancar. Analisis kebutuhan masih perlu ditingkatkan. Selain pelatihan teknis juga diberikan penyuluhan yang berkaitan dengan pemahaman Kewirausahaan dan Perhitungan Harga Jual, serta Pemahaman Perkoperasian. Pelaksanaan pembinaan (pendampingan) lapangan perlu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan efektifitas pelatihan.