Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROTEKNOSAINS

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN TANAMAN HIAS (FLORIKULTURA) DI KABUPATEN KARO Simbolon, Sri Hara Bintang; Karo, Seringena; Sembiring, Swati; Sembiring, Riduan
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i1.1284

Abstract

Besarnya potensi dan peluang bisnis tanaman hias di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo akan tetapi belum mampu menjamin kesejahteraan para pelaku bisnisnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan bisnis tanaman hias di Kabupaten Karo.   Penelitian ini dilakukan di desa Raya yang merupakan salah satu daerah sentra tanaman hias di Kabupaten Karo.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus – November 2023. Populasi penelitian ini adalah pelaku bisnis tanaman hias di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Sampel penelitian ini ditentukan dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel responden yang diambil sebanyak 30 orang pelaku bisnis tanaman hias yang memang menjadikan bisnis tanaman hias sebagai pekerjaan utama. Pengumpulan data dilakukann dengan wawancara baik secara lisan maupun tertulis dengan menggunakan kuisioner, observasi dan juga dokumentasi. Metode Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan Analisis SWOT. Hasil dari Matriks Internal-Eksternal (IE Matriks) menunjukkan bahwa bisnis berada pada posisi sel nomor IV (grow and build strategy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi intensif, strategi integratif, dan strategi konsentrasi. Pelaku bisnis tanaman hias perlu lebih memanfaatkan faktor strategis kekuatan dan faktor strategis peluang yang dimiliki yaitu persediaan lahan yang luas, iklim yang mendukung serta lokasi yang merupakan pusat wisata dengan tidak lupa menjaga kualitas tanaman hias dan terus melakukan inovasi terhadap jenis dan warna tanaman hias untuk mendapatkan peningkatan keuntungan atau profit dari bisnis tanaman hias yang dijalankan.
Respon Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor) Oleh POC Hasil Fermentasi Kulit Buah Pisan Lilin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sembiring, Riduan; Sinaga, Robert; Zega, Rusman
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v7i2.1222

Abstract

Limbah kulit pisang dapat menjadi POC mengandung makro dan mkro yang bermanfaat  pertumbuhan dan hasil pada tanaman, dan di aplikasikan kepada tanaman bayam merah. Tujuannya untuk mengetahui  lama fermentasi, kosentrasi, dan interaksinya  POC  Fermentasi kulit buah pisang lilin terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman bayam merah. Metode RAK dengan 2 faktor. Faktor I Lama Fermentasi kulit Pisang, dengan simbol L, taraf L0  (tanpa hari), L1 (1 Minggu), L2 (2 Minggu), L3 (3 Minggu). Faktor II Kosentrasi, simbol K dengan taraf K0 : 0 ml ( kontrol), K1 (15 ml),K2 (25 ml), K3 (35 ml).  Hasil penelitian lama fermentasi  POC terhadap pertumbuhan  tidak beda nyata  kecepatan tumbuh dan jumlah daun,  tinggi tanaman 7 sampai 12 HST dan beda nyata 18 sampai 28 HST,  diameter batang  7, 12 18 HST dan beda nyata  24 sampai 28 HST. Konsentrasi,  tinggi tanaman tidak beda nyata 7 sampai15, dan   beda nyata 18, 14 dan 28 HST, serta diameter batang tidak beda nyata 7, 12, 18 HST dan beda nyata 24, 28. HST. Hasil,    fermentasi 3 minggu (L3) berat kotor 103,33 g/sampel, 868,18 g/plot dan berat bersih 82,19 g/sampel, 666,27 g/plot.  Lama fermentasi 3 minggu (L3) yang terbaik,  konsentrasi pengaruh beda nyata parameter yang diujikan, terbaik menggunakan konsetrasi 35 ml (K3) rata-rata 72,81, konsentrasi 15 ml dengan rata-rata 66,82. Untuk pertumbuhan yang baik. Tidak ada pengaruh  interaksi semua parameter yang diamati adalah dengan menggabungkan yang terbaik  (L3K3).
ANALISIS PENDAPATAN DAN RESIKO USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN MEREK KABUPATEN KARO Sembiring, Riduan; Sembiring, Swati; br Karo, Seringena
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1501

Abstract

Tomat adalah salah satu produk pertanian dengan potensi besar untuk dikembangkan dan dibudidayakan karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Selain manfaat nutrisinya yang baik untuk kesehatan, tomat juga memberikan beberapa keuntungan bagi konsumen, produsen, dan masyarakat. Namun, fluktuasi harga tomat di tingkat produsen dapat mempengaruhi pendapatan petani, dan ini berpotensi menimbulkan resiko pendapatan. Contohnya, pada panen raya bulan Juli 2024, harga tomat mengalami penurunan drastis. Penurunan harga yang signifikan ini berpotensi mengurangi pendapatan petani dan meningkatkan resiko usaha pertanian. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mengenai pendapatan petani dan tingkat resiko usaha pertanian tomat, terutama dalam konteks fluktuasi harga seperti yang terjadi pada panen raya tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dengan lokasi yang dipilih secara sengaja. Metode survei digunakan dengan 56 sampel yang diambil melalui pengambilan sampel acak sederhana. Alat analisis yang digunakan untuk menilai pendapatan petani adalah rasio R/C (Revenue to Cost Ratio), sedangkan tingkat resiko pendapatan dianalisis dengan menghitung varians, deviasi standar, dan koefisien variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio R/C adalah 3,03, yang berarti usaha pertanian ini umumnya menguntungkan dan layak. Namun, berdasarkan nilai koefisien variasi sebesar 0,86, ada indikasi adanya tingkat resiko yang signifikan dihadapi petani, terutama dalam kondisi seperti penurunan harga pada panen raya Juli 2024. Batas pendapatan terendah dari usaha pertanian tomat adalah Rp -5.985.235, menunjukkan potensi kerugian yang mungkin dihadapi petani jika harga tomat turun drastis atau ada resiko lain yang berdampak pada usaha pertanian.