Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Mekanisme Penegakan Hukum Hak Asasi Manusia ASEAN: Studi Perbandingan Mekanisme Penegakan Hukum Hak Asasi Manusia ASEAN dan UE Dwi Saputra, Rangga; Estyy Pratiwi, L.ya; Eric, Eric; Stansyah, Dedy
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 7, No 2 (2021): Agustus, Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v7i2.38704

Abstract

In ASEAN and the EU, there is a social problem that underlies a similar problem that occurred in ASEAN and the EU regarding the authority of regional human rights institutions in deciding a case of human rights violations. ASEAN also does not have an independent judicial institution that functions to enforce human rights law independently. These factors are certainly an obstacle in the enforcement and protection of human rights in ASEAN in particular. This is different from the EU which has a more integrative law enforcement mechanism. In terms of upholding and protecting human rights, the EU has the European Court of Human Rights (ECHR). The judicial institution has a function to ensure that the human rights of the EU people are not violated and give the EU community the right to be heard in court for cases of human rights violations experienced.
Analisis Pengendalian Bahan Baku Sandal Karakter Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan dengan Menggunakan Metode Lagrange Multiplier di CV. Manik Moyo Sidoarjo Dwi Rangga Saputra; Dwi Sukma Donoriyanto; Nur Rahmawati
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.485 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.128

Abstract

Manik Moyo adalah salah satu produsen alas kaki di Indonesia dengan produk yang dihasilkan adalah sandal. Permasalahan yang dialami oleh CV. Manik Moyo adalah kelebihan bahan baku yang disimpan sehingga menyebabkan bengkaknya biaya persediaan. Pengelolaan persediaan yang kurang tepat dapat menimbulkan bahan baku menjadi over stock atau over capacity sehingga gudang penyimpanan bahan baku tidak dapat menampung bahan baku yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan dan kelancaran perusahaan dalam penyediaan bahan baku yang tepat serta dapat dihasilkan biaya total persediaan menjadi minimum. Upaya pengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode Lagrange Multiplier agar tujuan penelitian bisa tercapai. Kesimpulan dari penelitian didapatkannya jumlah pemesanan bahan baku yang optimal Spon Eva 2mm Motif Polos = 595 Lembar, Spon Eva 8mm Motif Polos = 293 Lembar, dan Sol Anti Slip 2mm = 532 Lembar, Tali Bisban = 465 Roll, Benang = 215 Roll, Lem = 69 Kaleng, dengan penghematan pada total biaya persediaan sebesar 7,93 %.
MENGEDUKASI USAHA” CILOK “MELALUI KEGIATAN PENINGKATAN AKSES UMKM DI PASAR STASIUN GONDANGDIA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK Prasetyo, Tanjung; Saputra, Rangga Dwi
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan, Pengetahuan serta Pelatihan terkait pemasaran melalui media sosial Tiktok kepada pedagang cilok yang membuka usaha dagang cilok yang berlokasi di Jalan Srikaya no 1,Kelurahan Kebon Sirih , kecamatan menteng , kota Jakarta Pusat , Daerah khusus Ibu Kota Jakarta . sekarang sudah banyak pedagang atau pengusaha yang melakukan transaksi jual beli menggunakan media sosial salah satunya menggunakan aplikasi Tiktok , tetapi masih banyak pedagang atau pengusaha yang tidak mempromosikan dagangan nya atau produknya dengan media sosial , di karenakan kurang nya pengetahuan ,seperti pedagang cilok yang berada di pasar Stasiun Gondangdia , permasalahan lain di karenakan cilok yang di tawarkan tidak berbagai varian rasa , sebab karena itu , pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk membantu atau mengedukasi pedagang atau pengusaha cilok mengetahui cara mempromosikan dagangan nya atau produk nya melalui media sosial Tiktok , dan serta memberitahu tentang banyak varian rasa cilok yaitu cilok isi ayam , cilok isi keju ,dll , yang lebih berinovatif , dalam metode kegiatan kali ini berkesempatan melakukan secara pendampingan langsung , hasil dari kegiatan ini agar pedagang atau pengusaha melakukan promosi atau memasarkan produknya melalui media sosial dan lebih bervariatif dalam membuat suatu ide makanan.
Mekanisme Penegakan Hukum Hak Asasi Manusia ASEAN: Studi Perbandingan Mekanisme Penegakan Hukum Hak Asasi Manusia ASEAN dan UE Dwi Saputra, Rangga; Estyy Pratiwi, L.ya; Eric, Eric; Stansyah, Dedy
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 7 No 2 (2021): Agustus, Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v7i2.38704

Abstract

In ASEAN and the EU, there is a social problem that underlies a similar problem that occurred in ASEAN and the EU regarding the authority of regional human rights institutions in deciding a case of human rights violations. ASEAN also does not have an independent judicial institution that functions to enforce human rights law independently. These factors are certainly an obstacle in the enforcement and protection of human rights in ASEAN in particular. This is different from the EU which has a more integrative law enforcement mechanism. In terms of upholding and protecting human rights, the EU has the European Court of Human Rights (ECHR). The judicial institution has a function to ensure that the human rights of the EU people are not violated and give the EU community the right to be heard in court for cases of human rights violations experienced.
REVOLUSI INDUSTRI DARI MASA KE MASA Ely Arintha Maharani; Ridho Ramanda Nasution; Rangga Dwi Saputra; Diah Mukminatul Hasimi
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 3 No. 3 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v3i3.6472

Abstract

Revolusi industri merupakan rangkaian perubahan besar dalam sistem produksi, teknologi, dan struktur sosial yang terjadi secara bertahap dari era mekanisasi hingga cmasyarakat cerdas. Kajian ini bertujuan menjelaskan perkembangan revolusi industri mulai dari Revolusi Industri 1.0 hingga 5.0 serta dampaknya terhadap kehidupan manusia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber buku, artikel ilmiah, dan dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Revolusi Industri 1.0 ditandai penggunaan mesin uap dan air, Revolusi 2.0 ditandai pemanfaatan listrik dan produksi massal, Revolusi 3.0 dimulai dengan hadirnya komputer dan teknologi digital, Revolusi 4.0 memunculkan integrasi dunia fisik dan digital melalui teknologi siber, dan Revolusi 5.0 menekankan kolaborasi manusia–mesin untuk menciptakan masyarakat cerdas yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, evolusi revolusi industri menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga mengubah pola kerja, struktur ekonomi, dan kualitas hidup manusia.
GREEN TRADE, FAIR TRADE, HALAL TRADE Achmad Arya Safutra; Rangga Dwi Saputra; Erdia Indriawati; Madu Rahayu; Anita Dwiutami Handayani; Ahmad Elsafrudin; HalimahTussa’diyah; Lis Yulitasari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6687

Abstract

Perdagangan global mengalami pergeseran paradigma dari orientasi keuntungan semata menuju perdagangan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan beretika. Perkembangan ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran terhadap degradasi lingkungan, ketimpangan sosial, serta tuntutan penerapan nilai-nilai moral dan agama dalam aktivitas ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep Green Trade, Fair Trade, dan Halal Trade sebagai bagian dari kerangka ekonomi hijau dalam perdagangan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis studi kasus yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Green Trade berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, Fair Trade menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan produsen, sementara Halal Trade memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan etika bisnis. Integrasi ketiga konsep tersebut berpotensi menciptakan sistem perdagangan yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan, adil, dan bermartabat.