Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Biaya Perawatan (Cost of illness Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Pasien Rawat Inap di SUD Pannembahan Senopati Setiani, Setiani; Rimba, Imram Radne; Dwinta, Eliza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2021.007.01.5

Abstract

      Stroke termasuk dalam penyakit katarostropik  yang dapat mengancam jiwa, dan memiliki resiko tinggi serta membutuhan pertolongan segera. Stroke dapat menyebabkan penderitanya memiliki faktor resiko morbiditas seusia hidupnya yang dapat menimbulkan Burden disease sehingga menyebabkan kematian, cedera, hilangnya produktifitas dan membutuhkan biaya penanganan yang cukup tinggi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total biaya perawatan dan selisish biaya perawatan stroke iskemik dan stroke hemoragik pasien rawat inap di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional study menurut perspektif penyedia layanan kesehatan (provider). Biaya yang diperhitungkan adalah biaya langsung (direct cost) menggunakan pendekatan bottom up. Subyek penelitian adalah semua pasien stroke rawat inap yang terdaftar sebagai pasien umum di rumah sakit yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan software Excel dan SPSS. Hasil penelitian melibatkan 50 sampel yang terdiri dari 32 pasien stroke iskemik dan 18 pasien stroke hemoragik menunjukan dengan analisis regresi linear variabel bebas berpengaruh terhadap biaya stroke sebesar 49,1%. Lama rawat inap menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap tingginya biaya dengan nilai p 0,00 (<0,05). Total direct health cost perawatan stroke adalah sebesar Rp151.633.600,00 Sedangkan material cost sebesar Rp113.954.918,00. Total rata-rata  biaya stroke iskemik  Rp4.625.511.006, stroke hemoragik  Rp6.531.786.277 dengan selisih Rp1.906.275.271.
Analisis Hubungan Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Luaran Klinis Pasien PROLANIS Program Rujuk Balik Diabetes dengan Hipertensi di Puskesmas Minggir pada Masa Pandemi COVID-19: Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat terhadap Luaran Klinis Pasien PROLANIS Diabetes dengan Hipertensi di Masa Pandemi COVID-19 Apristina, Ana; Nurinda, Eva; Kusumawardani, Nurul; Yugistyowati, Anafrin; Dwinta, Eliza
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2023.008.02.6

Abstract

Kepatuhan pengobatan menjadi faktor penting pada pengobatan jangka panjang yang dapat mempengaruhi luaran klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes dengan hipertensi di Puskesmas Minggir pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian kuantitatif non-eksperimental secara purposive sampling berjumlah 79 responden, variabel independen diukur menggunakan metode tidak langsung berupa kuesioner dan pill count, variabel dependen berupa Gula Darah Puasa (GDP), HbA1c dan tekanan darah dilihat melaui rekam medik. Analisis statistik menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan terhadap luaran klinis (p-value ≤0,05). Berdasarkan hasil karakteristik sosio-demografi responden penelitian menunjukkan mayoritas kategori usia lansia (93,7%), berstatus pendidikan tidak tamat sekolah (57%) dan status pekerjaan tidak bekerja (64,6%). Hasil penelitian menunjukkan Tingkat Kepatuhan pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Program Rujuk Balik diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir sebanyak 36 pasien (45,6%) termasuk kategori patuh dan 43 pasien (54,4%) tidak patuh menggunakan obat. Hasil Luaran klinis GDP, HbA1c dan tekanan darah sebanyak 13 pasien (16,5%) dikatakan terkontrol dan 66 pasien (83,5%) dikatakan tidak terkontrol. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan terhadap luaran klinis diabetes (p=0,435); dan luaran klinis hipertensi (p=0,199) serta tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien diabetes dengan hipertensi (p=0,963). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara tingkat kepatuhan penggunaan obat terhadap luaran klinis pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes dengan hipertensi di Puskesmas Minggir pada masa pandemi COVID-19.