Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Harnessing Local Potential in Dusun Bengkung for STEAM Education: A Case Study Of Literacy Advancement at TBM Pelopor Literasi Dusunku Jannana, Nora Saiva; Danuri, Danuri; Wardani, Ajeng Kusuma
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/manageria.2024.92-11

Abstract

This study explores the potential of Dusun Bengkung's local resources to develop Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM)-based educational activities aimed at enhancing literacy and creativity among school-aged children. Employing a qualitative case study methodology, data were gathered through focus group discussions (FGDs) involving 15 community stakeholders and document analysis. The findings reveal three key local potentials: (1) strong social collaboration rooted in the village's cultural traditions, (2) abundant natural resources such as bamboo, rice, and fishponds, and (3) a substantial demographic of school-aged children eager for creative engagement. STEAM activities tailored to these local resources included bamboo-based string art, water filtration techniques, and natural dyeing using local plants. The Taman Bacaan Masyarakat (Community Reading Center) Pelopor Literasi Dusunku and its associated Rumah Belajar (Learning House) served as central hubs for facilitating these activities, supported by thematic community service programs and literacy initiatives aligned with the National Literacy Movement. The study highlights the impact of integrating local wisdom into STEAM education to foster literacy, creativity, and cultural sustainability. However, its focus on a single rural community limits generalizability. Future research should investigate the scalability of such models across diverse cultural and ecological contexts. Additionally, integrating digital tools into these localized frameworks offers opportunities for advancing digital literacy in rural education.
MECARU DALAM KEBUDAYAAN BALI PADA MASYARAKAT TRANSMIGRAN BALIDI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO BARAT: MENELUSURI JEJAKSEJARAH DIGITAL 1968-2023 Hasan, Hasni; Hasrat, Hasrat; Wardani, Ajeng Kusuma; Daus, Rahman; Ismi, Muhammad
Journal Idea of History Vol 8 No 1 (2025): Volume 8, Nomor 1, Januari-Juni 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/5xsj4v97

Abstract

Keberadaan masyarakat transmigran Bali di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan membawa kekhasan tersendiri. Eksistensi ritual mecaru bernuansa Bali menjadi pelengkap nilai eksotik masyarakatnya yang hidup di tengah-tengah daratan Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri bagaimana ritual ini bertahan, berubah, atau mungkin mengalami penurunan makna di tengah tantangan zaman. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan historis. Penelitian ini mengacu pada metode penulisan sejarah yang mencakup empat tahapan utama: heuristik (pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh adat, warga, serta generasi muda transmigran Bali, dan studi pustaka terhadap literatur dan dokumen arsip), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Rentang waktu 1968–2023 digunakan sebagai kerangka periodisasi untuk menelusuri secara kronologis jejak, perubahan, dan kesinambungan praktik mecaru dalam konteks sosial budaya masyarakat transmigran Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mecaru pada masyarakat Bali yang bertransmigrasi di Sulawesi Tenggara menandakan kebertahanan eksistensi budayanya. Penelitian ini membahas dinamika pelaksanaan mecaru pada masyarakat transmigran Bali di Desa Jati Bali sejak tahun 1968 hingga 2023. Penelitian ini dilakukan karena terdapat kesenjangan antara harapan pelestarian budaya leluhur dengan kenyataan di lapangan, di mana modernisasi, perubahan generasi, dan interaksi budaya dengan masyarakat lokal mulai memengaruhi intensitas dan makna pelaksanaan tradisi mecaru.
Peningkatkan Pemahaman Jenis Tari Nusantara Melalui Model Kooperatif Team Game Tournament (TGT) di Kelas VIII C SMP Negeri 189 Jakarta Purwinanti, Wiwin; Roekmana, Giri Mustika; Wardani, Ajeng Kusuma
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31588

Abstract

Fokus penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 189 Jakarta, yang bersekolah pada tahun ajaran 2024–2025, yang mengalami kesulitan untuk memahami materi yang berkaitan dengan budaya tradisional Indonesia. Studi ini melihat 36 siswa, 16 di antaranya perempuan dan 20 di antaranya laki-laki, menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa pada tahap pra-siklus adalah 59,30%. Setelah menerapkan model Turnamen Pertandingan Tim (TGT), tingkat pemahaman siswa pada Siklus I meningkat menjadi 70,63%, tingkat pemahaman siswa pada Siklus II meningkat menjadi 84,63%, dan semua siswa menunjukkan tingkat pembelajaran yang sangat baik pada kedua mata pelajaran. Karena itu, model pembelajaran kooperatif TGT membantu siswa memahami materi Nusantara. Selain itu, model ini dapat digunakan untuk menawarkan pendekatan pengajaran yang lebih inovatif.