Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery

PENGARUH MODUL ASUHAN PERSALINAN KALA III DENGAN METODE PRECEPTORSHIP TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MAHASISWA DIII KEBIDANAN HILINTI,  YATRI; SULASTRI, MEPI; PUTRI, YESI
Journal Of Midwifery Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v8i2.1203

Abstract

Pendahuluan: suatu bahan ajar yang dibuat untuk dapat digunakan oleh mahasiswa dalam proses belajar mandiri disebut dengan modul. Keterampilan mahasiswa yang rendah akan berpengaruh pada kualitas lulusan, salah satunya pada keterampilan dalam memberikan asuhan persalinan kala III. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh modul asuhan persalinan kala III terhadap keterampilan mahasiswa DIII Kebidanan. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu quasy eksperiment dengan menggunakan rancangan pre-posttest design, Besaran sampel dalam penelitian ini yaitu 94 orang mahasiswa semester IIIAKBID Pelamonia Kesdam VII Wirabuana Makassar dilakukan sejak bulan November hingga Desember 2019. Keterampilan diukur sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan setelah dilakukan pembelajaran praktikum dengan metode demonstrasi sebanyak 3 kali pertemuan selama 2x60 menit/pertemuan. Setiap pertemuan diberikan selang waktu selama 7 hari untuk pertemuan selanjutnya. Data yang didapatkan tersebut kemudian dianalisis menggunakan Uji chi square dan Mann-Whitney Hasil dan Pembahasan: hasil yang didapatkan adalah terbitnya modul asuhan persalinan kala III sebagai panduan bagi mahasiswa DIII Kebidanan. Dari hasil analisis didapatkan pembelajaran pada kelompok modul asuhan persalinan kala III lebih baik meningkatkan keterampilan saat memberikan asuhan bayi baru lahir, melakukan manajemen aktif kala III dan melakukan pemantauan perdarahan. Peningkatan keterampilan kelompok modul dengan metode demonstrasi yaitu 52,1%, 60,4%, 43,7%. Kesimpulan: Modul Asuhan Persalinan kala III lebih baik dalam membantu meningkatkan keterampilan mahasiswa melakukan asuhan persalinan kala III dibandingkan dengan kelompok pembelajaran tanpa menggunakan modul.
KAITAN STRES DENGAN KELAHIRAN PREMATURE SAAT WABAH VIRUS CORONA 2019 (COVID-19) DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Sulastri, Mepi; Hilinti, Yatri
Journal Of Midwifery Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v9i1.1345

Abstract

COVID-19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyebar di antara manusia setelah interaksi fisik yang erat. Gejalanya meliputi menggigil, batuk, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, mialgia, muntah, dan diare, ibu hamil merupakan populasi yang rentan, wanita hamil dan janinnya dianggap berisiko tinggi tertular penyakit menular selama wabah walaupun dari beberapa penelitian ibu hamil yang menderita COVID-19 tidak terdapat penularan secara vertikal ke janinnya. Dalam waktu singkat diperkirakan secara global sekitar 10% wanita hamil menderita gangguan jiwa, terutama stres dan bahkan lebih tinggi (16%) di negara berkembang Ini dapat diperburuk selama pandemi COVID-19 ketika wanita hamil mungkin memiliki akses terbatas ke layanan kesehatan mental. Dampak kesehatan mental dari pandemi COVID-19 pada wanita melahirkan merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang utama, yang membutuhkan dukungan perawatan kesehatan yang tepat dan tepat waktu untuk mencegah hasil kesehatan yang merugikan, oleh karena itu wanita hamil tidak hanya berisiko mengalami masalah terkait medis tetapi juga berisiko mengalami masalah psikologis karena strategi kesehatan masyarakat seperti jarak social. Selama kehamilan, wanita mungkin mengalami stres dan kecemasan yang terkait dengan hasil kebidanan yang berpotensi merugikan sebagai kematian janin atau kelainan janin. Meskipun tidak ada kematian akibat COVID-19 yang terjadi pada ibu hamil, namun COVID-19 menimbulkan efek pada kesejahteraan psikologis wanita hamil dan menunjukkan kemungkinan komplikasi mental jangka panjang dari pandemi COVID-19. Stres kehamilan merupakan tantangan yang muncul dari pandemi COVID-19 saat ini, oleh karena itu, mengatasi tekanan psikologis pandemi COVID-19 selama kehamilan harus lebih disarankan untuk mencegah efek buruk pada pertumbuhan janin dan gangguan perkembangan saraf pada keturunannya. Diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan psikososial kepada ibu hamil selama krisis ini. Tenaga kesehatan harus lebih memperhatikan mental ibu hamil di masa pandemi COVID-19, jika tidak di perhatikan dengan baik, maka dampak dari stres pada ibu hamil selama pandemi COVID-19 dapat meningkatkan angka kejadian kelahiran prematur.
HUBUNGAN ANTARA ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM DI RUMAH SAKIT UMMI KOTA BENGKULU SULASTRI, MEPI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Neonatal (AKN) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan di dalam Sustainable Development Goal (SDGs). Goals SDGs ke tiga yaitu “Ensure healthy lives and promoting well being for all at all ages” menjelaskan bahwa salah satu dampak yang diharapkan yaitu dituntaskannya kematian bayi dan balita melalui pencegahan yang ditaregetkan pada tahun 2030. Semua Negara termasuk Indonesia, diharapkan berpartisipasi untuk menekan AKN menjadi 12 per 1000 KH serta AKB menjadi 25 per 1000 KH. Perhatian terhadap upaya penurunan AKN menjadi penting karena kematian neonatal menjadi kontribusi terhadap 59% kematian bayi (Ermalena, 2017).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil dan kejadian persalinan preterm di rumah Sakit Ummi Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu bersalin tahun 2021 yang tercatat di Buku Register RSU Ummi Kota Bengkulu yaitu berjumlah 89. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan 89 orang responden ditemukan sebanyak 35 orang (39%) Anemia dan sebanyak 54 orang (61%) ibu Tidak anemia. 89 orang responden ditemukan sebanyak 20 orang (22%) dengan persalinan preterm, sebanyak 69 orang (78%) ibu tidak persalinan preterm. Setelah dilakukan analisis Chi Square anemia terhadap kejadian persalinan pretem, pada uji statistic diperoleh nilai signifikansi (p value) 0,000 atau lebih kecil dari (alpha) = 0,05 yang menunjukkan bahwa secara statistik ada Hubungan Antara Anemia Pada Ibu Hamil Dan Kejadian Persalinan Preterm Di Rumah Sakit Ummi Kota Bengkulu.