Kota kompak dapat menjadi jawaban dari permasalahan perkotaan berupa pembangunan yang menyebar dengan memberi sinergi kepadatan penduduk yang ideal, kegiatan ekonomi dan sosial yang terkonsentrasi, dan intensifikasi transportasi umum yang lebih baik. Pembangunan Kota Banda Aceh yang cenderung ke arah Selatan merupakan dampak dari kejadian tsunami tahun 2004, sehingga menjadikannya sebagai wilayah Pusat Kota Baru di masa depan, tepatnya di Kawasan Batoh-Lamdom. Pembangunan tersebut memberikan dampak berupa pembangunan yang menyebar. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan perencanaan pembangunan di wilayah Pusat Kota Baru Batoh-Lamdom. Penelitian ini bertujuan melihat kesesuaian wilayah untuk menjadi kota kompak. Beberapa hal dasar yang dilihat berupa kependudukan, prasarana, hingga kebencanaan wilayahnya. Pusat Kota Baru Batoh-Lamdom memiliki penduduk dengan usia produktif, prasarana yang telah memenuhi, dan tingkat bahaya bencana yang minim. Beberapa hal tersebut dapat menjadi modal dasar untuk penerapan konsep kota kompak.