Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Literasi Kesehatan Mental melalui Psikoedukasi Kolaboratif bagi Guru dan Siswa SMPN 3 Depok Pusvitasari, Putri; Wati, Krisna Mutiara; Pradana, Wina Driyan; Aryani, Aulia; Mubarok, Akbar; Febiasari, Tasya Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7157

Abstract

Penguatan literasi kesehatan mental di SMPN 3 Depok bertujuan untuk membekali guru dan siswa dengan pemahaman, keterampilan, dan sikap yang tepat dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan sekolah. Psikoedukasi kolaboratif dipilih sebagai metode utama karena mampu melibatkan guru dan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran mengenai isu-isu kesehatan mental. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan stres, kecemasan, depresi, bullying, serta keterampilan regulasi emosi melalui teknik relaksasi, mindfulness, dan role play. Psikoedukasi ini memiliki keunggulan karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui praktik manajemen emosi. Kendala yang ditemui adalah keterbatasan waktu sehingga pendalaman materi masih perlu ditindaklanjuti secara mandiri oleh guru dan siswa melalui Pojok LITKESMA yang telah didirikan sebagai pusat informasi literasi kesehatan mental. Output yang dicapai dari kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas guru sebagai agen pendukung kesehatan mental di sekolah, serta peningkatan literasi kesehatan mental siswa. Secara keseluruhan, kegiatan ini relevan dengan kebutuhan sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, suportif, dan tangguh menghadapi tantangan psikososial.
STRATEGI REGULASI EMOSI DAN RESILIENSI PADA IBU YANG MENDAMPINGI ANAK STUDY FROM HOME (SFH) DI MASA PANDEMI COVID-19 Pusvitasari, Putri; Yuliasari, Hesty
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v4i2.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji secara empiris hubungan antara strategi regulasi emosi terhadap resiliensi pada Ibu yang sedang mendampingi anak Study from Home (SFH) di masa pandemi Covid-19.  Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya perbedaan tingkat resiliensi Ibu yang mendampingi anak SFH ditinjau dari strategi regulasi emosi yang dimiliki. Alat ukur yang digunakan adalah skala strategi regulasi emosi sejumlah 10 aitem yang mengacu pada teori Gross (2002) dengan dua dimensi, yaitu Suppression dan Cognitive Reappraisal. Kemudian skala yang kedua adalah skala resiliensi sebanyak 47 aitem yang mengacu pada aspek resiliensi dari teori Reivich & Shatte (2002) dengan tujuh dimensi, yaitu : emotion regulation, impulse control, optimism, causal analysis, empathy, self efficacy, dan reaching out. Pemilihan subjek dilakukan dengan cara purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan dari penelitian. Partisipan dalam penelitian ini adalah Ibu yang sedang mendampingi anak belajar dari rumah (Study from Home) di masa pandemi Covid-19, baik itu Ibu yang bekerja maupun yang Ibu yang tidak bekerja atau Ibu Rumah Tangga. Berdasarkan analisis One Way Anova, hasilnya menunjukkan bahwa adanya perbedaan tingkat resiliensi ditinjau dari strategi regulasi emosi yang dimiliki oleh ibu yang mendampingi anak SFH dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p < 0,05) dengan nilai F hitung 7,349.
Mental Health of Violence Survivors: Analysis of Resilience Levels with Emotion Regulation as a Moderator Pusvitasari, Putri; Mumpuni, Niken Wahyuning Retno; Arifani, Hasnatya Adya
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v8i1.8262

Abstract

Abstract :The acts of violence that are currently occurring are attracting enough public attention, be it physical, psychological, sexual, or domestic violence. Violence that occurs can have an impact on psychological disorders, thus affecting a person's mental health. To face this condition, survivors of violence need resilience, which is expected to help them survive so they can continue to live their daily lives well. The problems experienced by survivors of violence also involve emotions; where when individuals are able to regulate their emotions well, they will be able to achieve better mental health. This research aims to examine the moderating effect of emotional regulation on the relationship between resilience and mental health in survivors of violence. The research was conducted by distributing the scale to 101 female and male survivors of gender violence in Yogyakarta. Resilience was measured using the resilience scale, mental health was measured using the mental health scale (SKM-12), and emotional regulation used the emotion regulation scale. Data was processed using moderated regression analysis using the absolute difference test method. The results show that resilience (p = 0.000) directly influences mental health. Meanwhile, emotional regulation (p = 0.208) does not influence mental health. However, emotional regulation has been proven to moderate the relationship between resilience and mental health in survivors of violence.
BIJAK MENJAGA FINANSIAL MELALUI KETERAMPILAN PENGELOLAAN EMOSI SEBAGAI PENGENDALIAN PERILAKU PEMBELIAN IMPULSIF MASYARAKAT DI KALURAHAN NGARGOSARI KULONPROGO Pusvitasari, Putri; Tri Cahyono, Edhy; Okta Viyani, Ari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.682-691

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi saat ini telah berkembang secara pesat karena didukung oleh peran internet dalam mengakses informasi dan komunikasi yang bisa dilakukan dimana saja serta kapan saja. Kondisi ini kemudian menjadikan konsumen menjadi terlena dengan kemudahan-kemudahan yang ada serta penawaran yang diberikan, sehingga tidak menutup kemungkinan konsumen akan memesan produk yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan. Keterlibatan emosi dalam pengambilan keputusan konsumen untuk membeli barang secara impulsif merupakan suatu pertanda bahwa konsumen kurang mampu dalam mengontrol emosinya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi melalui keterampilan mengelola emosi untuk dapat mengendalikan perilaku pembelian impulsif pada masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menguji seberapa besar efektivitas keterampilan pengelolaan emosi dalam mengendalikan perilaku pembelian impulsif pada masyarakat yang sebagian besar merupakan konsumen produk atau barang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 8 November 2024 di Balai Kalurahan Ngargosari Kulonprogo. Sebanyak 20 orang peserta antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah psikoedukasi tentang pengelolaan emosi ini terbukti efektif dalam menurunkan keinginan para kader dalam melakukan pembelian impulsif. Para kader cukup antusias dan inisiatif dalam mengikuti kegiatan psikoedukasi dan mampu mempraktekkan beberapa teknik dalam mengelola emosi dengan sangat baik.
PENINGKATAN ACADEMIC RESILIENCE MELALUI KONSELING KELOMPOK BERBASIS SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELLING (SFBC) PADA SISWA SMA Pusvitasari, Putri; Yuliasari, Hesty
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1189-1197

Abstract

Resiliensi merupakan bagian penting yang menentukan keberhasilan diri individu karena resiliensi menunjukan seberapa tangguh individu untuk bangkit dan mampu bertahan dalam situasi apapun. Resiliensi akademik berhubungan dengan pola adaptif individu untuk segera bangkit dari keterpurukan ketika mengalami kegagalan atau penurunan prestasi akademik. Siswa yang resilien harus mampu bertahan dan bangkit ditengah kondisi yang sulit dikarenakan adanya protective factors yaitu minat, motivasi harapan siswa untuk tetap mempertahankan kinerja akademik. Salah satu permasalahan yang terjadi pada siswa SMA adalah munculnya kondisi ketidaksiapan siswa dalam menghadapi ujian kelulusan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membantu siswa dalam meningkatkan resiliensi akademik melalui konseling kelompok berbasis Solution Focused Brief Counselling (SFBC). Pengabdian ini dilaksanakan pada 3 Juni 2022. Sedangkan tempat pengabdian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngaglik dengan jumlah peserta sebanyak 8 siswa. Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah konseling kelompok berbasis Solution Focused Brief Counselling (SFBC) ini mampu meningkatkan resiliensi akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Ngaglik. Selain itu, melalui konseling kelompok ini para siswa mampu memunculkan solusi-solusi yang dapat membantu mereka dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan akademik di sekolah.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PESISIR MELALUI LITERASI KESEHATAN MENTAL DI DESA BANARAN Yuliasari, Hesty; Nirmalasari, Novita; Fatimah, Malida; Pusvitasari, Putri
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3510

Abstract

One of the problems experienced by coastal communities in Banaran Village is limited access to education, health care, and public services, which impact the dynamics and well-being of life. The limited access to health care, particularly mental health, significantly impacts the community's quality of life. This is especially true in villages far from the city and experiencing economic instability. Individuals with a quality of life are better able to manage themselves and the problems they face. Therefore, knowledge about mental health is needed so that coastal communities have the same knowledge as other communities. Coastal communities are a vulnerable group due to a lack of mental health literacy. Therefore, mental health literacy is one solution to improving the quality of life of coastal communities. The goal of this activity is to improve the quality of life of coastal communities through Mental Health Literacy. The method used is training that includes education and role-play through self-assessment. The results showed a difference in participants' understanding and skills after being provided with education and role-play on mental health literacy. This increase in cognitive skills allows individuals to think clearly and identify alternative solutions to their problems, thus encouraging them to seek the most effective solutions to avoid conditions that cause mental disorders. Mental health literacy is an alternative solution to problems that can improve the community's quality of life.