Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MELALUI PROGRAM SOSIALISASI PEMANFAATAN SERBUK PENGAWET NABATI DAN KIT UJI TANAH UNTUK MEWUJUDKAN FOOD RESILIENCE Tanjung, Yulia Windi; Lisa, Oviana; Aminah, Siti; Afrija, Nur; Carlos, Roberto
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i2.2175

Abstract

Food resilience is a shared responsibility between the government and the community to meet the food needs of all Indonesian citizens, particularly from West Aceh. One effort to optimize food resilience is to increase superior natural resources (SDA) such as rice. The use of chemicals to prevent rice weevil pests from attacking rice stores and ineffective fertilization management in rice fields often have negative impacts on both health and the environment. This socialization activity aimed to introduce the use of plant preservative powder as an alternative to controlling rice weevil pests in rice storage and the use of soil test kits to independently measure nutrient conditions in rice fields. This activity was carried out in Peunia Village, Kaway XVI District by involving members of the Ingin Maju Farmers Group as service partners. The results of this empowerment activity showed the importance of understanding the actual condition of the soil through soil analysis using soil test kits, such as pH meters and BWD tools. This knowledge aimed to minimize the possibility of a decline in soil carrying capacity (degradation) which can have an impact on rice production. The production of rice reserves can also be controlled from pest attacks such as rice weevils (Sitophilus oryzae) by using preservative powder made from aromatic leaves. Increasing farmer skills in these two methods were expected to support the realization of food resilience and more sustainable and environmentally friendly agricultural management.
Efikasi Serbuk Daun Belimbing Wuluh dan Pandan Wangi Sebagai Insektisida Nabati dalam Pengendalian Hama Kutu Beras (Sitophilus oryzae) Lisa, Oviana; Lizmah, Sumeinika Fitria; Sari, Putri Mustika; Rosmanita, Rosmanita
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v27i1.16883

Abstract

Kutu beras (Sitophilus oryzae) menjadi hama utama yang menyerang produk simpanan beras di gudang sehingga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas beras. Diperlukan upaya pengendalian hama kutu beras yang bersifat ramah lingkungan seperti pemanfaatan bioinsektisida berbahan alami dari tumbuhan agar mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida sintetik terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mortalitas dan antifidan hama kutu beras setelah diaplikasikan serbuk daun belimbing wuluh dan pandan wangi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data penghambatan konsumsi pakan diperoleh melalui perhitungan kehilangan bobot beras selam 21 Hari Setelah Aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan serbuk daun belimbing wuluh dan daun pandan wangi efektif sebagai insektisida nabati dalam mengendalikan hama kutu beras dengan persentase mortalitasnya melebihi 50%. Persentase mortalitas tertinggi pada aplikasi daun belimbing wuluh dengan konsentrasi 50 g dan pandan wangi 40 g. Uji penghambatan makan memperlihatkan hasil bahwa semakin tinggi konsentrasi serbuk diberikan, maka nilai persentase kerusakan beras akan semakin menurun akibat aktivitas senyawa metabolit sekunder saponin, flavonoid, dan tanin yang terdapat pada tanaman. Senyawa metabolit sekunder saponin dan flavonoid pada daun belimbing wuluh dan pandan wangi bekerja sebagai senyawa antifeedant yang dapat menghambat aktivitas makan hama kutu beras. 
Pengaruh Pemberian Berbagai Taraf Dosis Biochar terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) di Tanah Gambut Aminah, Siti; Bancin, Salsabila; Weihan, Rayhan Amadius; Sari, Putri Mustika; Lisa, Oviana
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2164

Abstract

Pakcoy umum dibudidayakan di Indonesia, namun produksinya harus seimbang dengan ketersediaan lahan. Meskipun kaya akan bahan organik, lahan gambut memiliki tingkat keasaman yang tinggi, sehingga menyulitkan ketersediaan unsur hara makro dan mikro. Biochar, seperti yang berasal dari tongkol jagung, dikenal mampu meningkatkan kualitas tanah. Tujuan percobaan adalah untuk menentukan dosis terbaik Biochar terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy pada tanah gambut. Percobaan ini dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Teuku Umar, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada bulan Agustus hingga November 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan dosis Biochar tongkol jagung terdiri dari 4 taraf dosis yaitu kontrol, 100 g/polybag, 150 g/polybag, dan 200 g/polybag dengan 5 kali ulangan. Berdasarkan hasil percobaan diketahui bahwa pemberian berbagai taraf dosis Biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy pada seluruh parameter amatan. Taraf dosis terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 100 g/polybag dan 200 g/polybag pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang. Lebih lanjut pada parameter diameter batang ditunjukkan oleh perlakuan 200 g/polybag.