Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PERAN GURU TERHADAP EGOSENTRISME ANAK USIA DINI Rizqi Syafrina; Reni Ardiana; Mahkamah Brantasari; Yuliana Inuq
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i4.14948

Abstract

ABSTRACT Early childhood social development involves learning to understand others’ perspectives, regulate emotional responses, and establish social interactions, while egocentric tendencies remain a characteristic feature of development during this stage. Within this context, the quality of teachers’ involvement warrants attention, as children’s experiences in the school environment may shape the ways in which they respond to social situations. This study examines the influence of teachers’ roles on the level of egocentrism among young children, involving 156 parents as respondents. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a 4-point Likert scale, consisting of 24 items measuring teachers’ roles and 12 items assessing children’s egocentrism. Following validity, reliability, normality, and linearity testing, the data were analyzed using simple linear regression with the assistance of Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 25. The analysis produced a correlation coefficient of 0.666 and a coefficient of determination of 0.443, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that teachers’ roles are significantly associated with variations in children’s levels of egocentrism, contributing 44.3% to the model, while the remaining 55.7% is associated with factors beyond the scope of this study. Substantively, strengthening teachers’ functions as educators, role models, learning designers, consultants, and mediators may support children’s social development. ABSTRAK Perkembangan sosial anak usia dini berlangsung melalui proses belajar memahami perspektif orang lain, mengelola respons emosional, dan membangun interaksi sosial, sementara kecenderungan egosentris masih menjadi bagian dari karakteristik perkembangan pada fase ini. Dalam konteks tersebut, kualitas keterlibatan guru menjadi aspek yang perlu dikaji karena pengalaman anak di lingkungan sekolah dapat membentuk cara mereka merespons situasi sosial. Penelitian ini menelaah pengaruh peran guru terhadap tingkat egosentrisme anak usia dini dengan melibatkan 156 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 4 poin yang mencakup 24 butir untuk mengukur peran guru dan 12 butir untuk mengukur egosentrisme anak. Setelah pengujian validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas, data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25. Analisis menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,666 dan koefisien determinasi sebesar 0,443, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menempatkan peran guru sebagai faktor yang berkaitan secara signifikan dengan variasi tingkat egosentrisme anak, dengan kontribusi sebesar 44,3%, sedangkan 55,7% lainnya berkaitan dengan faktor di luar model penelitian. Secara substantif, penguatan fungsi guru sebagai edukator, teladan, perancang pembelajaran, konsultan, dan mediator dapat menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan sosial anak.