Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Review: Pengaruh Konsentrasi Garam Terhadap Produk Fermentasi Sayuran: Review: Effect of Salt Concentration on Fermented Vegetable Products Leny Anggraeni; Novriyanti Lubis; Effan Cahyati Junaedi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.459

Abstract

Sayuran mudah layu dan busuk setelah panen. Sebagai metode pengawetan makanan, fermentasi telah diterapkan pada fermentasi sayuran: kimchi, sauerkraut, dan pickle. Proses penambahan garam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses fermentasi. Fokus artikel ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi garam terhadap sayuran yang difermentasi (kimchi, sauerkraut, dan acar). Artikel ini membahas pengaruh konsentrasi garam terhadap kadar air, total asam yang dititrasi (asam laktat), total bakteri asam laktat, dan uji organoleptik untuk produk fermentasi sayuran.
Penentuan Kualitas Madu Ditinjau dari Kadar Sukrosa dengan Metode Luff Schoorl: Determination of Honey Quality in terms of Sucrose Content with the Luff School Method Novriyanti Lubis; Sofi Sofiyani; Effan Cahyati Junaedi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i3.1050

Abstract

Determining of the quality of honey reviewed from sucrose level with Luff Schoorl method had been done. On this research, 4 samples was taken and obtained from center market in Garut city. The samples were tested quantitatively by luff schoorl method. The principle of this method was iodometry because of iodide ion used as the basis for the determination of sugar levels. The results showed that sucrose level from 4 samples, such as A, B, C, and D honey were of 1.29; 9.12; 13.91; and 5.64% sequentially. These things showed that only A honey samples had sucrose level which corresponds to the rules of standard quality of honey, while the other three samples such as B, C, and D honey had the sucrose level did not match to the rules of standard quality.The quality standard of honey accordance to SNI 01-3545-2004 was ? 5%.
Review: Potensi Nitrogen Cair dalam Mempertahankan Kualitas Vitamin C dan Kadar Air pada Buah Beku: Review: Potential of Liquid Nitrogen in Maintaining Vitamin C Quality and Water Content of Frozen Fruit Tiara Sri Yulviani; Effan Cahyati Junaedi; Novriyanti Lubis
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i5.1052

Abstract

Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kasus positif COVID-19 per-tanggal 22 Juli 2021, di Indonesia sebanyak 3.033.339 jiwa dengan angka kematian 79.032 jiwa. Imunostimulan merupakan zat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, termasuk untuk menangkal infeksi virus corona. Imunostimulan dapat berasal dari bahan sintetis atau bahan alam.  Tanaman famili Malvaceae sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati diare, batuk, dan menjaga daya tahan tubuh. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai famili Malvaceae yang memiliki aktivitas imunostimulan. Metode yang digunakan dalam review artikel yaitu studi literatur secara online melalui berbagai database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil review menunjukan tanaman Abelmoschus esculentus, Abelmoschus manihot L., Hibiscus sabdarifa L., Hibiscus rosa-sinensis L., Sterculia villosa Roxb., Luehea divaricata Mart. & Zucc., dan Sida cordifolia, menunjukan aktivitas imunostimulan. Spesies paling berpotensi sebagai agen imunostimulan, yaitu Sterculia villosa Roxb., karena mampu meningkatkan berbagai mediator dan sitokin pada sistem imun, serta telah dilakukan pengujian secara in vitro, in vivo, dan in silico terhadap senyawa lupeol dari Sterculia villosa Roxb., yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
KADAR ANTIOKSIDAN DAN FENOL TOTAL PADA SIMPLISIA DAGING BUAH KUPA (Syzygium polycephalum) Novriyanti Lubis; Syihabbudin; Shendi Suryana
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 9 No. 5 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/bj6neb41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik simplisia dan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daging kupa serta menentukan aktivitas antioksidan dan kadar fenol total yang belum pernah dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan meliputi karakteristik simplisia, penapisan fitokimia, ekstraksi, pengujian aktivitas antioksidan DPPH dan penetapan kadar fenol total dengan asam galat sebagai bahan baku pembanding. Hasil pengujian karakteristisasi diperoleh kadar air 4%, sari larut air 24,08%, sari larut etanol 12,74%, abu total 2,46%, abu tidak larut asam 0,24%, abu larut air 0,48% dan susut pengeringan 5,27%. Hasil penapisan fitokimia terdapat adanya kandungan senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, terpenoid, dan fenol. Hasil pengujian antioksidan daging buah kupa (Syzygium polycephalum (Miq.) Merr. & L.M.Perry memiliki nilai IC50 yang kuat yaitu 58,082 ppm dan pada pengujian kadar fenol total diperoleh sebesar 8,3686 mg GAE/g
Peningkatan pengetahuan santri dalam mengatasi penyakit dan penerapan PHBS di lingkungan pesantren melalui penyuluhan kesehatan Niknik Handayani; Fizri Zahrah; Dinda Abdillah Maulani; Helsa Alia Nurani; Salma Nurul Qolbi; Rida Khaznasari; Nufaysa Aulia Az Zahra; Syahda Putri Salsabilla; Alfiah Rahmi Wibowo; Novriyanti Lubis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28933

Abstract

Abstrak Salah satu jenis penyakit yang banyak terjadi di lingkungan pesantren adalah terdapat para santri dan santriwati yang mengalami masalah kesehatan, khususnya kasus penyakit kulit. Penyuluhan tentang penyakit kulit dilakukan di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Yumna yang dilakukan oleh tim PKM Farmasi Uniga, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan kulit khususnya penyakit scabies. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media brosur dan presentasi langsung.  Lingkungan pesantren yang mengharuskan santri tinggal bersama di asrama menjadi faktor risiko penyebaran penyakit kulit seperti scabies. Masalah kebersihan lingkungan, pakaian dan perlengkapan pribadi yang menjadi penyebab utamanya. Berdasarkan evaluasi kegiatan frekuensi membersihkan asrama cukup tinggi yaitu sebesar 84% yang dilakukan setiap hari, namun masih perlu edukasi tambahan mengenai pencegahan penyakit. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman santri terhadap penyakit kulit, termasuk penyebab dan cara penularan scabies. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya kebersihan pribadi dan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit sehingga dapat menciptakan perilaku hidup sehat di pesantren. Kata kunci: kesehatan; penyuluhan; penyakit kulit; scabies; pesantren. Abstract One type of disease that often occurs in Islamic boarding school environments is that there are male and female students who experience health problems, especially cases of skin disease. The counseling on skin diseases was conducted at Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Yumna by PKM team of pharmacy is aiming to enhance students knowledge of skin health, particularly scabies. The counseling utilized brochures and direct presentations as media. The pesantren environment, which requires students to live together in dormitories, poses a risk factor for the spread of skin diseases such as scabies. Issues related to environmental cleanliness, clothing, and personal belongings are the primary causes. Based on the activity evaluation, the frequency of dormitory cleaning was relatively high at 84%, conducted daily. However, additional education on disease prevention is still necessary. The counseling results showed an improvement in students' understanding of skin diseases, including the causes and transmission of scabies. This activity successfully raised students' awareness of the importance of personal and environmental hygiene in preventing disease transmission, thereby fostering healthy living behavior within the pesantren. Keywords: health; counseling; skin disease; scabies; pesantren.
Edukasi kesehatan dan peningkatan literasi vitamin terhadap siswa di SDN 3 Cimurah Garut Novriyanti Lubis; Raissa Priscila Az-Zahra; Yukafi Mazidha Khaira; Rara Fandifa; Aulia Nadilla Alting; Bunga Suci Nurdini; Muhammad Abdurrofiq Wibowo; Shalma Dera Pratiwi; Tia Wulansari; Widya Chandra Winata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38086

Abstract

Abstrak Vitamin merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh, berkembang, dan berfungsi dengan normal, yang harus diperoleh dari makanan atau suplemen. Vitamin dibagi menjadi dua kelompok utama: vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) yang disimpan ditubuh, dan vitamin larut air (C dan B kompleks) yang tidak dapat disimpan dan untuk kelebihannya dibuang melalui urine. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, sementara kelebihan konsumsi, terutama vitamin larut lemak, dapat berbahaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi dan memberikan informasi kepada siswa tentang berbagai definisi, manfaat vitamin, jenis vitamin dan waktu terbaik untuk minum/makan vitamin. Kegiatan pelaksanaan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, yang dilakukan oleh tim mahasiswa serta kolaborator yang dibantu oleh kepala sekolah dan dosen pembimbing. Peserta dalam kegiatan penyuluhan ini adalah siswa SDN 3 Cimurah, Kp. Cibulu, Desa Cimurah, Kec. Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44182. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 30 siswa/siswi. Hasil pre test menunjukkan bahwa 67% siswa telah mempelajari tentang vitamin, dan hasil post test menunjukkan bahwa 73% siswa telah mempelajari tentang vitamin. Berdasarkan penyuluhan ini, terlihat bahwa siswa-siswi dapat menerima materi dengan baik sehingga terjadi peningkatan pengetahuan. Kata kunci: vitamin; edukasi; informasi. AbstractVitamins are essential nutrients that the body needs for normal growth, development, and function, which must be obtained from food or supplements. Vitamins are divided into two main groups: fat-soluble vitamins (A, D, E, and K) which are stored in the body, and water-soluble vitamins (C and B complex) which cannot be stored and excess is excreted through urine. Vitamin deficiencies can cause various health problems, while excessive consumption, especially of fat-soluble vitamins, can be harmful. The purpose of this activity is to educate and provide information to students about various definitions, benefits of vitamins, types of vitamins and the best time to take/take vitamins. This implementation activity is divided into two stages: the preparation stage and the implementation stage, which are carried out by a team of students and collaborators assisted by the principal and supervising lecturer. Participants in this outreach activity were students of SDN 3 Cimurah, Kp. Cibulu, Cimurah Village, Karangpawitan District, Garut Regency, West Java 44182. The number of participants who took part in this activity was 30 students. The pre-test results showed that 67% of students had learned about vitamins, and the post-test results showed that 73% had learned about vitamins. Based on this outreach, it appears that the students were able to absorb the material well, resulting in an increase in knowledge. Keywords: vitamins; education; information.
PENYULUHAN KESEHATAN DI SDN 5 SUKAGALIH DALAM MEWUJUDKAN KESADARAN SISWA PENTINGNYA POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT Asep Kokom; Alya Luluk Luthfiyah; Sahrul Wildani; Raden Elfa Shafira Maulina; Hilda Marliyani; Dewi Cahya Nuraini; Novriyanti Lubis
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2085-2095

Abstract

Kebersihan tangan merupakan salah satu tindakan sederhana namun sangat efektif dalam mencegah penularan berbagai macam penyakit menular. Anak-anak kerap melakukan berbagai aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan lingkungan, seperti bermain di luar ruangan, berbagai makanan, serta menggunakan fasilitas umum. Kurangnya kesadaran dan kebiasaan mencuci tangan memakai sabun dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang menarik, interaktif, dan aplikatif untuk menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sejak dini, khususnya kepada siswa SDN 5 Sukagalih Garut melalui program penyuluhan kepada masyarakat (PKM) dengan kolaborasi antara Universitas Garut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Institut Pendidikan Indonesia Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun, mengetahui langkah-langkah yang benar, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi pendekatan penyuluhan dan edukasi partisipatif. Pelaksanaan dilakukan melalui beberapa langkah sistematis, yaitu pre-test, penyampaian materi, demonstrasi, permainan edukatif, dan post test. Hasil penyuluhan menunjukkan tingkat pengetahuan siswa mengenai PHBS sebelum penyuluhan 94,5% dan sesudah penyuluhan 98,1%. Perilaku siswa dalam menerapkan PHBS sebelum penyuluhan 92,6% dan sesudah penyuluhan 96,3%, sedangkan pengetahuan siswa mengenai kuman sebelum penyuluhan 92,1% dan sesudah penyuluhan 97,5%. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif – partisipasif yang interaktif dan aplikatif mampu menumbuhkan kesadaran serta kebiasaan hidup bersih pada anak sejak dini yang berkontribusi pada upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan sekolah.
PENETAPAN KADAR ASAM TOTAL DAN GULA TOTAL PADA FORMULASI MINUMAN FERMENTASI KOMBUCHA SIMPLISIA BUAH KUPA (Syzygium polycephalum) Novriyanti Lubis; Atris Sutrisna; Effan Cahyati Junaedi
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v11i1.606

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang dihasilkan melalui aktivitas kultur simbiotik bakteri dan khamir yang dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Proses fermentasi kombucha umumnya berlangsung selama 7–14 hari dan menghasilkan berbagai senyawa metabolit yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Buah kupa (Syzygium polycephalum) termasuk tanaman dari genus Syzygium yang dilaporkan memiliki kandungan senyawa bioaktif, terutama antioksidan, namun pemanfaatannya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, dilakukan inovasi pengembangan minuman kombucha dengan penambahan simplisia buah kupa sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan nilai pemanfaatannya dengan lama fermentasi 14 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam total dan gula total pada minuman kombucha yang diformulasikan dengan simplisia buah kupa (Syzygium polycephalum). Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa kadar asam total pada kombucha simplisia buah kupa sebesar 3,10%, sedangkan kadar gula total yang diperoleh adalah sebesar 354,16 ppm.
PEMBERDAYAAN KONSUMEN CERDAS: EDUKASI MEMILIH PRODUK PANGAN UMKM KERUPUK LAPIS YANG AMAN DAN BEBAS PEWARNA MAKANAN SINTETIS Novriyanti Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 9 No 3 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v9i3.8080

Abstract

Food safety is an important aspect of protecting public health, particularly in food products produced by Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM). The misuse of prohibited synthetic food colorants remains a concern due to their potential adverse effects on consumer health. This community service activity aimed to educate consumers and UMKM producers on the importance of selecting safe food products and understanding the risks associated with synthetic food colorants. The program was conducted through industrial visits, direct observation of the production process, educational counseling, questionnaire distribution, and evaluation of respondents’ knowledge regarding food safety. A total of 30 respondents participated in the survey. The results showed that 56.7% of respondents believed that the layered crackers were produced using natural food colorants, while 16.7% assumed that synthetic colorants were used. Furthermore, 73.3% of respondents understood the concept of food safety, and 80% were aware of the dangers associated with prohibited synthetic food colorants. However, consumer consideration of hygiene aspects during food production remained relatively low. The educational activities contributed positively to improving public awareness and knowledge regarding food safety and encouraged consumers to make more informed choices when selecting food products. In conclusion, the program successfully enhanced respondents’ understanding of food safety and the potential health risks associated with prohibited synthetic food colorants. Continuous education is necessary to support the development of informed consumers and to encourage UMKM to maintain the safety and quality of their products
Education on The Dangers of Using Staples on Food Packaging Effan Cahyati Juanedi; Novriyanti Lubis
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment (Februari)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v7i1.1139

Abstract

Otoritas kesehatan telah melarang atau menyarankan untuk tidak menggunakan staples untuk kemasan makanan karena masalah keamanan. Sebagai alternatif, para pelaku bisnis kuliner didorong untuk menggunakan alternatif seperti menggunkan karet atau selotip untuk menjaga keamanan makanan. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha makanan, mengenai bahaya penggunaan staples sebagai pengikat kemasan makanan. Meskipun praktis, penggunaan staples dapat menimbulkan risiko kesehatan berupa luka pada saluran pencernaan dan potensi keracunan logam apabila terlepas dan tertelan bersama makanan. Selain itu, penggunaan staples juga melanggar aspek regulasi keamanan pangan serta menimbulkan keraguan dari sisi kehalalan. Metode penyuluhan dilakukan melalui survei lapangan, wawancara pedagang, dan pembagian brosur yang memuat informasi sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha maupun masyarakat untuk menghindari penggunaan staples serta beralih pada metode pengemasan yang lebih aman, sehat, dan sesuai ketentuan.
Co-Authors Abdullah Abdul Azfar Bin Mohd Roslan Agung Muhamad Irwansyah Alfiah Rahmi Wibowo Alya Luluk Luthfiyah Asep Kokom Asmufadiya Asmufadiya Atris Sutrisna Atun Qowiyyah Aulia Nadilla Alting Benny Permana Bilqis Nurul Rofqi Bunga Suci Nurdini Citra Puja Dewi Cahya Nuraini Dinda Abdillah Maulani Effan Cahyati J Effan Cahyati Juanedi Effan Cahyati Junaedi Effan Cahyati Junaedi Erina Aenia Farhatun Esty Rahayu Pangestika Fariz Jauhari Fatimah Nasution Fatimah Nasution Fizri Zahrah Gilang Rahmat Gugup Prasetiyo Helsa Alia Nurani Hilda Marliyani Idrus Kadir Ihsan Saputra Ikbal Taufikurohman Ikbal Taufikurohman Ikbal Taufikurrohman Ilmiaty Rahmi Indah Eka Fariza Ira Aulia Karina Pitriani Lindayani Lindayani Lindayani Lindayani Lulu Anandita Aprilia Muhammad Abdurrofiq Wibowo Muhammad Arideira Muhammad Fadly Amin Muhammad Fikri Muhammad Henli Saputra Muhammad Tegar Nadia Dewi Zafirah Naila Nur Aeni Nazwa Hasni Arrofah Nazwa Nabila Nenden Fauziah Niknik Handayani Nisa Shifa Abdillah Nova Savira Novita Rosalia Novita Rosalia Novita Rosilia Nuari, Doni Anshar Nufaysa Aulia Az Zahra Nur Syafiqah Binti Bakhitin Pingka Putri Putri Widia Putri Widia Raden Elfa Shafira Maulina Rahmayanti Rahmayanti Raissa Priscila Az-Zahra Rara Fandifa Rida Khaznasari Riska Prasetiawati Rizqi Ismail Al-Baasith Robi Asran Nugraha Robi Asran Nugraha Sahrul Wildani Salma Nurul Qolbi Sandi Setiadi Seni Oktaviani Setiadi Ihsan Shalma Dera Pratiwi Silviyanita Isna Seftila Siva Hamdani Sofi Sofiyani Soni, Dang Suryana, Shendi Sution Sution sution Sution Sution Syahda Putri Salsabilla Syifa Aladawi Syifa Aladawi Syihabbudin Tia Wulansari Tiara Sri Yulviani Triana Ramadhanty Vingki Pratiwi Ganenggara Widya Chandra Winata Wita Nur Khairani Wiwin Winingsih Yukafi Mazidha Khaira