Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF LOYALTY AND WORK ENVIRONMENT TO ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) EMPLOYEES OF PT MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA Elisabeth Gracia Virluna Naku; Nenny Anggraini; Rutman Lumbantoruan
Fundamental Management Journal Vol. 9 No. 2p (2024): ISSN:2540 -9816 EDISI PRINT, OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/fjm.v9i2p.6315

Abstract

Organizational citizenship behavior (OCB) is an employee's actions to help coworkers outside of their core job. A decrease in OCB can result in a lack of loyalty and an insufficient and motivating job scope. The purpose of this research is to determine: (1) the relationship between employee loyalty and organizational citizenship behavior (OCB) of PT Mirae Asset Securitas Indonesia, (2) the relationship of work environment with organizational citizenship behavior (OCB) of PT Mirae Asset Securitas Indonesia employees, (3) PT Mirae The Relationship between Loyalty and Work Environment in Organizational Citizenship Behavior (OCB) of Employees in Asset Securitas Indonesia. This research uses quantitative methods. Data collection uses a questionnaire. Data analysis used Spearman rank correlation and multiple correlation. This research states (1) that there is a significant and positive relationship between loyalty to organizational citizenship behavior (OCB) of 0.559 and 0.000 <0.05. (2) Work environment and Organizational Citizenship Behavior (OCB) have a positive relationship of 0.337 and significant at 0.002 <0.05. (3) Organizational Citizenship Behavior (OCB) of 0.617 has a positive relationship between loyalty and work environment.
THE INFLUENCE OF BRAND AMBAS THE INFLUENCE OF BRAND AMBASSADOR, BRAND IMAGE AND ADVERTISING ON PURCHASING DECISIONS AT SHOPEE: - , Feronika Verawati Samosir; Rutman Lumbantoruan; Netty Laura
Fundamental Management Journal Vol. 9 No. 2 (2024): ISSN:2540-9220 (Online) OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/fjm.v9i2.6170

Abstract

This research is quantitative research used to see the influence of brand ambassadors, brand image and advertising on purchasing decisions at Shopee in the people of Puri Kembangan Selatan Subdistrict. Determining as many samples as determined in the Taro Yamane formula where the population is known. The research results at the significant level for (1) variable (X1) are 0.275 > 0.05 with a calculated t value < t table of (1.107 < 1.990), meaning that Brand Ambassador is partially positive but not significant in purchasing decisions. (2) The significant level of Brand image (X2) is 0.000 < 0.05 with a calculated t value > t table of (6.213> 1.990) which means that it partially has a positive and significant effect on purchasing decisions. (3) The significant level of advertising is 0.000 < 0.05 with a calculated t value > t table of (11.624 > 1.990). The results of the simultaneous test show that the calculated f value is 337.469 > 2.72 and the significance is 0.000 < 0.05, which means that X1, The researcher's suggestions for Shopee E-commerce where the Brand Ambassador variable section has the lowest score, so Shopee should be able to increase the Brand Ambassador value by appointing Brand Ambassadors who are very popular so that they can attract more consumer attention, especially to Shopee E-commerce in the future. Keywords: Brand Ambassador, Brand image, Advertising, Purchase Decision
Sosialisasi Policy Brief: Program Penanaman Satu Juta Pohon Malapari Berbasis Komunitas sebagai Solusi Rehabilitasi Lahan dan Pemberdayaan Ekonomi di Kabupaten Lembata Posma Sariguna Johnson Kennedy; Alexander Benedictus Bala T; Ktut Silvanita Mangani; Rutman Lumbantoruan; Budi Leksono; Anastasia Zefanya; Ignatius Abraham Enga Tifaona
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5630

Abstract

Artikel ini menyajikan kegiatan pengabdian masyarakat (community engagement) yangdirancang dan diimplementasikan sebagai bagian dari Program Penanaman Satu JutaPohon Malapari di Kabupaten Lembata. Kegiatan sosialisasi policy brief ini berfokus padapemberdayaan komunitas lokal melalui pendekatan agroforestri berbasis komunitas:pelatihan teknis budidaya, pembangunan pusat pembibitan, penanaman massalterkoordinasi, serta mekanisme partisipatif untuk pengelolaan manfaat—termasuk akses kepasar karbon dan pengembangan biofuel. Program ditujukan untuk merehabilitasi lahanterdegradasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil sosialisasi menunjukkanantusiasme masyarakat meningkat terhadap budidaya, pembibitan, dan pengelolaan rantainilai Malapari. Hal ini menegaskan pentingnya integrasi aspek lingkungan, ekonomi, dansosial dalam model agroforestri berbasis komunitas yang berkelanjutan.Kata kunci: Malapari, agroforestri, community engagement, rehabilitasi lahan,perdagangan karbon, Penta-Helix, Kabupaten Lembata
Pembibitan oleh Komunitas untuk Rehabilitasi Lahan Melalui Pengembangan Bibit Unggul Malapari di Lembata, NTT Posma Sariguna Johnson Kennedy; Ignatius Abraham Enga Tifaona; Budi Leksono; Alexander Benedictus Bala T; Ktut Silvanita Mangani; Rutman Lumbantoruan; Anastasia Zefanya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.5651

Abstract

Kegiatan ini bertujuan merespons kebutuhan masyarakat pesisir dan pemilik lahan marginal akanbibit berkualitas untuk rehabilitasi ekologi dan diversifikasi mata pencaharian. Bukti ilmiah danpengalaman lapang menunjukkan bahwa pohon Malapari (Pongamia Pinnata) tahan kekeringan,toleran terhadap berbagai tipe tanah, dan berpotensi sebagai sumber minyak non-pangan untukbioenergi; namun adopsi teknologi pembibitan dan praktik agroforestry di komunitas masihrendah. Untuk menjembatani kesenjangan ini, kegiatan difokuskan pada tiga lini terpadu:inventarisasi genetik partisipatif dan pembentukan bank vegetatif; transfer teknik perbanyakanvegetatif yang sederhana dan dapat direplikasi oleh kelompok tani); dan penerapan biofertilizerserta demonstrasi agroforestry pada plot percontohan. Pendekatan partisipatif diharapkanmempercepat produksi bibit adaptif-lokal, meningkatkan survival bibit, serta menguatkankapasitas ekonomi dan kelembagaan komunitas.Kata Kunci: Pongamia pinnata; pembibitan komunitas; perbanyakan vegetatif;biofertilizer; rehabilitasi lahan.