Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peduli Stunting Dengan Pelatihan Pengolahan Makanan Dari Daun Kelor Bagi Kader Kesehatan Di Desa Tonasa Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar Husnah, Nurul; Abeng, Andi Tenri; Hamang, Sitti Hadriyanti
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1019

Abstract

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai selama 1000 hari pertama kehidupan seorang anak, sejak pembuahan sampai usia dua tahun. Seorang anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badan menurut usianya lebih dari dua standar deviasi, di bawah ketetapan Standar Pertumbuhan Anak WHO. World Health Organization (WHO) stunting pada anak adalah salah satu hambatan paling signifikan bagi perkembangan manusia, secara global mempengaruhi sekitar 162 juta anak di bawah usia 5 tahun. Salah satu masalah kesehatan yang terdapat di Desa Tonasa yang merupakan salah satu kelurahan dalam wilayah Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar yaitu masih tingginya angka kejadian stunting. Data tahun, 2022) ditemukan ada sekitar 101 orang anak yang dinyatakan mengalami stunting. Bertolak dari permasalahan ini diperlukan adanya pemahaman masyarakat tentang makanan bergizi dan penanggulanagan stunting. Hasil pretest pengetahuan yang meliputi stunting, daun kelor dan olahannya didapatkan hasil pengetahuan Baik 6 orang (40%), Cukup 8 orang (53%) dan Kurang 7 orang (46%), setelah pretest dilakukan langkah selanjutnya adalah pemberian edukasi mengenai stunting, daun kelor dan olahannya.Setelah informasi diberikan langkah selanjutnya post test dengan hasil pengetahuan Baik 20 orang (100%), Cukup 0 orang (0%), dan Kurang 0 orang (0%). Langkah selanjutnya adalah membentuk demonstrasi langsung mengenai pengolahan makanan dengan daun kelor agar informasi yang didapatkan dapat lebih mudah untuk depraktikkan ke ibu-ibu masyarakat desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.
PENINGKATAN STATUS KESEHATAN ANAK MELALUI LOMBA BALITA SEHAT Nurhayati, Nurhayati; Husnah, Nurul; Hamang, Sitti Hadriyanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.687-690

Abstract

Masa Balita merupakan masa paling menentukan dalam perkembangan manusia yang dapat diandalkan, karena Masa Balita merupakan masa paling kritis terutama dari segi aspek tumbuh kembang. Pemberian simulasi pada anak 3 tahun pertama sangat penting bagi kehidupan anak karena merupakan masa dimana otak merupakan organ yang sangat cepat tumbuh dan berkembang. Kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan rencana, kegiatan ini mendapat respon yang baik dan antusias yang tinggi dari para orang tua, balita dan pemerintah daerah dalam lomba balita sehat sebagai upaya peningkatan derajat kesehatan anak. Hasil lomba balita sehat menunjukkan rata-rata anak tumbuh dan berkembang dalam kondisi baik serta tumbuh dan berkembang sesuai usianya Kegiatan lomba balita sehat di Desa Borikamase Kabupaten Maros dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran ibu balita. tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, memotivasi ibu balita dalam meningkatkan status gizi balita.  
Gadget Use Duration, Sleep Quality, and Anaemia Among Adolescent Girls: A Cross-Sectional Study in Makassar, Indonesia Sharief, Suchi Avnalurini; Hamang, Sitti Hadriyanti; Nurhayati, Nurhayati
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 6 No 1 (2026): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v6i1.2463

Abstract

The increasing duration of gadget use among adolescent girls has raised concerns regarding its potential impact on sleep quality and nutritional health, including anaemia. Prolonged exposure to electronic screens may disrupt normal sleep patterns, which can interfere with physiological processes involved in haemoglobin synthesis. This study aimed to examine the association between gadget use duration, sleep quality, and anaemia among adolescent girls in Makassar, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among adolescent girls in Makassar. Data on gadget use duration were collected using a structured questionnaire, while sleep quality was assessed using a validated sleep quality instrument. Haemoglobin levels were measured to determine anaemia status. Data were analysed using descriptive statistics and bivariate analysis to assess associations between variables. The results showed that a considerable proportion of participants reported prolonged gadget use, particularly more than three hours per day. Poor sleep quality was more common among adolescents with longer gadget use duration. Anaemia was identified in a notable proportion of participants. Statistical analysis revealed a significant association between gadget use duration and sleep quality, as well as between sleep quality and anaemia status. Adolescents with prolonged gadget use and poor sleep quality were more likely to experience anaemia. In conclusion, prolonged gadget use is associated with impaired sleep quality, which may increase the risk of anaemia among adolescent girls. These findings highlight the importance of promoting healthy gadget use habits and adequate sleep as part of anaemia prevention strategies in adolescent populations.