Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Eksistensi Tari Kabela pada Masyarakat Bolaang Mongondow Mokodompit, Ismail; Djafar, Nurlia; Pulukadang, Mimy Astuti; Karlan, La Ode
Jurnal Cerano Seni : Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Cerano Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Juli 2025)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jcs.v4i1.45130

Abstract

Tari Kabela merupakan tarian tradisional khas masyarakat Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, yang mengandung nilai filosofis sebagai simbol penyambutan tamu dan persatuan. Tarian ini dapat di temukan di beberapa kegiatan masyarakat yang dilakukan secara rutin seperti pada acara pernikahan, peresmian, kunjungan pemerintah, ataupun kegaiatn seni daerah seperti Kabela fest. Kegiatan-kegiatan itu dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata, Sanggar, dan Komunitas-komunitas yang ada di daerah Bolaang Mongondow.  Hal ini dilakukan sebagai bentuk atau langkah yang dilakukan untuk menjaga kelestarian seni dan budaya daerah khususnya tari Kabela ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji eksistensi Tari Kabela dalam konteks dinamika budaya masyarakat di era modern. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan pelaku seni, komunitas adat, dan dokumentasi sejarah. Hasil menunjukkan bahwa Tari Kabela masih dipertahankan sebagai identitas budaya lokal, meskipun menghadapi tantangan seperti minimnya minat generasi muda dan adaptasi terhadap kebutuhan komersial. Temuan utama menyebutkan bahwa revitalisasi peran dalam ritual adat (tumatandu ), integrasi dalam kurikulum seni sekolah, dan pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi augmented reality menjadi strategi efektif pelestarian. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberlanjutan Tari Kabela memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas seni untuk menjaga relevansi tarian dalam transformasi budaya kontemporer.
Tari Tradisi Gorontalo Tidi Lo O’ayabu Dalam Persprektif Humanisme Djafar, Nurlia
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025): (Mei 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i2.34180

Abstract

The traditional dance Tidi Lo O’ayabu is one of Gorontalo’s cultural heritages, rich in social, spiritual, and aesthetic values. This study aims to examine Tidi Lo O’ayabu from a humanistic perspective, focusing on how the dance represents respect for human dignity, social solidarity, and the harmony of life. The research employed a qualitative approach through literature review, performance observation, and interviews with Gorontalo artists and cultural figures. The findings reveal that Tidi Lo O’ayabu is not merely an artistic expression of movement but also a manifestation of humanistic values that emphasize togetherness, respect for women, and a harmonious relationship between humans and their environment. The dance functions as an educational and cultural medium that strengthens Gorontalo’s identity while demonstrating the relevance of traditional arts in addressing modern humanitarian challenges. Thus, Tidi Lo O’ayabu can be understood as a living practice of humanism within local culture.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MATERI TARI TRADISIONAL TIDI LO O’AYABU PADA SISWA KELAS VIII-B DI SMP NEGERI 7 KOTA GORONTALO Mois, Lisna; Pulukadang, Mimy Astuty; Djafar, Nurlia; Sitharesmi, Riana Diah; Karlan, La Ode
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, September 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i9.1841

Abstract

This study aims to describe the Differentiated learning process on Traditional Dance material using the Problem Based Learning Model for Class VIII-B Students at SMP Negeri 7 Gorontalo City. This research method is a descriptive qualitative study. The population in the study were class VIII students of SMP Negeri 7 Gorontalo City and the sample was 9 female students. The results of this study indicate that the Problem Based Learning model (group practice) for tidi lo o'ayabu can be said to be successful as seen from the evaluation of the theory of all students who have been able to master the material taught by the researcher and the evaluation of good practice is considered successful because there are only 2 out of 9 people who are not very able to demonstrate or practice tidi lo o'ayabu. The process of learning arts and culture, especially dance using the Problem Based Learning model (group practice), can improve skills and increase students' enthusiasm for learning. In addition, with this Problem Based Learning model, it can help students to support each other and work together in solving problems, if there are still some students who have not mastered the dance movements, students who are able to demonstrate the dance movements help friends who have not been able to demonstrate them properly and correctly
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR AKTING TEATER DALAM OLAH RASA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 6 BOLIYOHUTO Patila, Sartika; Pulukadang, Mimy A.; Semiaji, Trubus; Sitharesmi, Riana Diah; Djafar, Nurlia
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 10 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v2i10.1888

Abstract

This research was motivated by class VII students who were not yet able to perform basic theater acting techniques, especially in sports, so that when performing theater performances they were not optimal. So the researcher formulated the problem of how to learn the basic techniques of theater acting in taste through innovative learning strategies for class VII students at SMP Negeri 6 Boliyohuto. In implementing the learning of basic acting techniques in taste, researchers used innovative learning strategies. This strategy is to facilitate students in building their own knowledge in the context of a process of changing behavior towards a better one according to their individual potential. This research uses qualitative methods which are descriptive analysis. The data collection technique used is through a process of observation, interviews and documentation which will later be presented in the form of a research description. This learning was carried out within 2 months or 8 meetings. The sample that the researchers used was class VIII of SMP Negeri 6 Boliyohuto, totaling 16 students. Based on the results obtained from this research, it can be said to be successful. learning basic theater acting techniques in taste through innovative learning strategies for class VII students at SMP Negeri 6 Boliyohuto makes students more creative, innovative and active from the experiences they gain by studying outside the classroom and in the living environment around the students. From this experience, students are more active and diligent in studying than before.
Pembelajaran Berkarya Tari Kreasi Menggunakan Metode Group Investigation pada Siswa Kelas XI Mia 1 SMA Negeri 3 Kotamobagu Mokodompit, Shanaz Nureyka Ayu; Karlan, La Ode; Djafar, Nurlia
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.769

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang ditemui dalam proses pembelajaran, khususnya terkait pembelajaran seni budaya dengan berfokus pada seni tari di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Kotamobagu. Permasalahan yang muncul dalam proses berkarya tari kreasi siswa belum mampu dalam mencipta karya tari yang dapat dilihat melalui proses pembelajaran dalam tahapan eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan komposisi. Dalam hal ini, siswa belum dapat melakukan secara praktek karena pada proses pembelajaran tari siswa hanya lebih dominan menerima materi secara teoritis saja, belum mengaplikasikanya secara praktikal materi pembelajaran, sebagaimana dalam buku seni budaya dengan materi pokok pembelajaran seni tari untuk kelas XI sesuai dengan kurikulum dan silabus yang ada siswa diharapkan untuk mampu mencipta karya tari kreasi berdasarkan konsep teknik dan prosedur. Dengan adanya permasaalahan tersebut, Peneliti menggunakan metode group investigation dalam proses pembelajaran dan teori dari sumandiyo hadi dalam proses berkarya tari kreasi yakni eksplorasi, improvisasi, evaluasi dan komposisi, guna untuk meningkatkan kreativitas siswa, pemahaman materi seni, dan keterampilan sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan proses pembelajaran dalam berkarya tari kreasi. Hasil penelitian menggunakan metode group investigation dan teori berkarya tari efektif dalam proses berkarya tari kreasi, dari satu kelas XI MIA 1 yang dijadikan sampel dan dibagi menjadi 4 kelompok menunjukan kemajuan yang cukup baik. Peserta didik mampu mencipta gerak tari kreasi, masing-masing kelompok bekerja sama untuk melahirkan gerak tari yang baru dengan mengikuti tahap-tahap yang telah ditetapkan dalam buku seni budaya. Pada proses evaluasi hasil akhir masing-masing kelompok mampu menampilkan karya tari, berdasarkan hasil evaluasi peserta didik suda cukup baik dalam penguasaan materi seni tari terutama dalam proses berkarya tari kreasi.
Pembelajaran Penerapan Gerak Tari Kreasi Monamot Menggunakan Model Kooperatif Tipe Think Pair Share di Kelas XI SMA Negeri 1 Karamat Amin, Rana Nadia; Djafar, Nurlia; Sitharesmi, Riana Diah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.770

Abstract

Pada kurikulum 2013 mengacu pada buku seni budaya edisi 2017 salah satu sub materi yaitu menerapkan gerak tari kreasi. Namun, pada proses pembelajaran tari di SMA Negeri 1 Karamat masih banyak peserta didik yang belum mengetahui tentang gerak tari kreasi monamot karena materi penerapan belum pernah diajarkan dan masih banyak peserta didik yang kurang ikut serta aktif dalam proses pembelajaran seni budaya. Penggunaan model kooperatif tipe think pair share diasumsikan menjadi solusi terhadap permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskiptif. Data-data dalam penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara dan instrument penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas XI SMA Negeri 1 Karamat, dan yang menjadi sampel penelitian yaitu peserta didik kelas XI, berjumlah 20 Peserta didik, yang terdiri dari 4 peserta didik laki-laki dan 16 peserta didik perempuan. Hasil yang diperoleh yaitu, Metode pembelajaran tipe think pair share berhasil membuat seluruh peserta didik ikut aktif dalam pembelajaran seni budaya, terlebih pada saat peserta didik melakukan praktek gerak tari kreasi monamot. Pada evaluasi dan penilaian akhir pada peserta didik terdapat 2 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 100, 3 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 90, 10 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 80, 2 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 70, 2 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 60 dan 1 peserta didik memperoleh nilai rata-rata 50. Adapun aspek-aspek penilaian pada penelitian ini Peserta didik mampu mendeskripsikan secara umum fungsi tari, bentuk dan jenis, nilai estetis dan iringan tari dan peserta didik mampu memperagakan gerak tari kreasi monamot berdasarkan hitungan dan iringan.
GELANGGANG SENI PERTUNJUKAN WUJUD INOVASI PENGUATAN IDENTITAS NASIONAL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL JURUSAN PENDIDIKAN SENDRATASIK FAKULTAS SASTRA DAN BUDAYA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Djafar, Nurlia
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 12, No 3 (2022): (September 2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v12i3.24677

Abstract

Tujuan utama penerapan pendekatan multikultural di tingkat nasional hendaknya dititikberatkan pada pemahaman dan penghargaan peserta didik terhadap budayanya sendiri dan budaya orang lain, mencakup agama, berlandaskan semboyan bhinneka tunggal ika serta Pancasila. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hasil pembelajaran seni baik dibidang kelimuan tari, musik dan drama berbasis kearifan lokal dan sebagai penguatan hasil nilai-nilai multikultural mahasiswa S1 Pendidikan Seni, Drama Tari dan Musik Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo melalui wadah pagelaran Gelanggang Seni Pertunjukan. Gelanggang Seni Pertunjukan adalah wujud inovasi Jurusan Pendidikan Sendratasik event tahunan yang di adakan di panggung Jurusan Sendratasik. Menampilkan keseluruhan hasil mata kuliah karya-karya mahasiswa dan mengundang beberapa penampilan seni budaya paguyuban yang terdapat di provinsi Gorontalo. Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal memiliki peran yang strategis untuk memperkuat identitas bangsa melalui eksplorasi dan elaborasi nilai-nilai budaya lokal. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan warga negara yang memiliki kesadaran kewarganegaraan multikultural. Penguatan identitas nasional melalui pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal dapat dilakukan melalui integrasi pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal dalam desain kurikulum. Menambah wawasan pengetahuan akan adat istiadat, budaya dan seni tradisi yang berkembang di Gorontalo dan di luar Pulau Sulawesi. Mengapresiasi seni tari Nusantara, mengetahui asal usul, makna, kostum dan busana menjadi pengetahuan kebudayaan yang universal. Sehingga tujuan yang diharapkan dalam UU tentang pendidikan multikultural tepat sasaran sesuai pelaksanaannya.
INOVASI PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PENANAMAN NILAI KARAKTER MAHASISWA SENDRATASIK FSB UNG SEBAGAI UPAYA MENJAWAB TANTANGAN PENDIDIKAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Djafar, Nurlia
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 13, No 1 (2023): (Januari 2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v13i1.24692

Abstract

Di tengah arus percepatan menuju era revolusi industri 4.0 berbicara tentang nilai, maka setiap masyarakat memilikinya. Kearifan lokal dibangun dan ditumbuhkan dari pandangan hidup dan nilai-nilai yang menjadi pedoman masyarakat dalam menyelenggarakan kehidupannya. Kekayaan budaya tersebut harus dilestarikan sebagai jalan menjadi bangsa yang berkarakter. Masing-masing kekayaan budaya tersebut menunjukkan nilai yang luhur dari setiap masyarakat. Ichwal (2011) dalam buku Restorasi Pendidikan, menyebutkan bahwa pentingnya pendidikan budaya sama pentingnya seperti membangun karakter bangsa. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Fajarini (2014) bahwa menggali dan melestarikan berbagai unsur kearifan lokal, tradisi dan pranata lokal, termasuk norma dan adat istiadat yang bermanfaat dapat berfungsi efektif dalam pendidikan karakter. 
PERBANDINGAN PENDIDIKAN SENI TARI DI DALAM DAN LUAR NEGERI Djafar, Nurlia; Panai, Abdul Haris; Mas, Sitti Roskina; Zulystiawati, Zulystiawati
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.25674

Abstract

Artikel ini membahas perbandingan pendidikan seni tari di dalam dan luar negeri dengan fokus pada kurikulum, metode pengajaran dan fasilitas. Penelitian ini bersifat konseptual dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber. Analisis dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk memahami perbedaan sistem pendidikan, kualitas pendidikan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi output pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni tari di luar negeri cenderung lebih terstruktur dengan kurikulum yang komprehensif, fasilitas yang lebih memadai, dan dukungan finansial yang signifikan. Di sisi lain, pendidikan seni tari di dalam negeri seringkali menghadapi keterbatasan dana dan fasilitas, namun memiliki kekayaan budaya lokal yang kuat. Dengan memperhatikan hasil analisis, artikel ini menyajikan kontribusi penting dalam pemikiran dan pembaharuan pendidikan di Indonesia, dengan menyoroti area-area yang perlu diperbaiki dan model-model yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan seni tari di dalam negeri, diperlukan peningkatan investasi dalam infrastruktur pendidikan, serta adaptasi metode pengajaran yang telah terbukti efektif di luar negeri, sambil tetap mempertahankan kekayaan budaya lokal
Inovasi Pembelajaran Seni Tari Berbasis Kearifan Lokal dalam Penanaman Nilai Karakter Mahasiswa Sendratasik FSB UNG Sebagai Upaya Menjawab Tantangan Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 Djafar, Nurlia
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.24678

Abstract

AbstrakDi tengah arus percepatan menuju era revolusi industri 4.0 berbicara tentang nilai, maka setiap masyarakat memilikinya. Kearifan lokal dibangun dan ditumbuhkan dari pandangan hidup dan nilai-nilai yang menjadi pedoman masyarakat dalam menyelenggarakan kehidupannya. Kekayaan budaya tersebut harus dilestarikan sebagai jalan menjadi bangsa yang berkarakter. Masing-masing kekayaan budaya tersebut menunjukkan nilai yang luhur dari setiap masyarakat. Ichwal (2011) dalam buku Restorasi Pendidikan, menyebutkan bahwa pentingnya pendidikan budaya sama pentingnya seperti membangun karakter bangsa. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Fajarini (2014) bahwa menggali dan melestarikan berbagai unsur kearifan lokal, tradisi dan pranata lokal, termasuk norma dan adat istiadat yang bermanfaat dapat berfungsi efektif dalam pendidikan karakter.Kata kunci : Inovasi pembelajaran, seni berbasis kearifan lokal, penanaman nilai karakter