Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Internasional dan Nasional Nor Yelly; Muhammad Syahrul; Amara Azahra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bzafxr98

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya perlindungan dan pemajuan Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat nasional dan internasional. Fokus utama adalah pada instrumen hukum dan lembaga yang berperan dalam perlindungan HAM, peran pemerintah Indonesia, serta tantangan dan strategi dalam mewujudkan pemenuhan HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perlindungan HAM dilakukan melalui regulasi, pembentukan lembaga khusus, edukasi, dan penegakan hukum. Instrumen hukum seperti UUD 1945, UU HAM, dan instrumen internasional menjadi landasan penting, sementara lembaga seperti Komnas HAM dan Pengadilan HAM menjadi pengawas pelaksanaannya. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi instrumen HAM internasional dan mengimplementasikannya dalam hukum nasional. Namun, tantangan seperti pelanggaran HAM, kemiskinan, konflik, dan degradasi lingkungan masih harus diatasi melalui strategi yang komprehensif, melibatkan kerjasama berbagai pihak secara global. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya koordinasi antara lembaga pemerintah dan non-pemerintah, ketersediaan sumber daya, dan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan perlindungan HAM yang efektif.
Analisa Kekuatan Dan Ketangguhan Material Plastik Pa Tipe 6 Dan Alumunium Alloy 2018 Rangka Drone Quapcopter Menggunakan Finite Element Analysis (FEA) Jefri Purnawan; Nur Rohmat; Muhammad Rio Ferdiansyah; Muhammad Syahrul; Muliyadi
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan dan keamanan dalam operasi sebuah pesawat terbang tanpa awak (drone) merupakan elemen yang sangat penting dalam sistem penerbangannya. Untuk mencapai kondisi ini, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai beberapa parameter, seperti nilai batas maksimum beban, stress, Strain, Displacement dan Safety factor pada material yang digunakan. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis kekuatan material plastik dan alumunium yang sesuai untuk drone quadcopter dan menganalisis ketangguhan material rangka drone quapcopter menggunakan Finite Element Analysis (FEA). Tahapan analisis dimulai dengan persiapan simulasi menggunakan FEA. Model rangka drone 2D dan 3D dibuat dengan software Solidworks, diikuti oleh pemilihan material (Aluminium Alloy 2018 dan Plastik PA tipe 6) yang melibatkan karakteristik dari rangka drone. Proses pre-processing mencakup pemodelan geometri, pemilihan material, pemilihan elemen, dan pembuatan mesh. Proses processing FEA mencakup penentuan kondisi batas, penyelesaian persamaan, dan analisis hasil. Jenis kekuatan frame yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model fixed geometri. langkah selanjutnya dilakukan analisa tegangan von mises, stress, Strain, displacement dan Safety factor pada 2 variasi beban yaitu 1 kg, dan 3 kg. Hasil penelitian ini pada material Alloy 2018 tegangan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 1.294,695 N/m2 , sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 1.690.748 N/m2. Material Plastic PA-type 6 tegangan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 1.294.027 N/m2, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 3.882.082 N/m2. Tegangan minimum untuk kedua material adalah 0 N/m2 pada semua pembebanan. Displacement (Perpindahan) material Alloy 2018: Perpindahan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.019 0.025 mm, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah mm. Material Plastic PA-type 6 Perpindahan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.532 mm, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 1.595mm. Perpindahan minimum untuk kedua material adalah 0.000 mm pada semua pembebanan. Strain material Alloy 2018 Strain maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.000011, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 0.000014. Material Plastic PA-type 6 Strain maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.000303, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah max 0.000908. Strain minimum untuk kedua material adalah 0.000000 untuk semua pembebanan. Safety factor (Faktor Keamanan) material alumunium alloy 2018 memiliki nilai Safety factor 6.797.097 N/m2 pada pembebanan 1kg dan 8.876,430 N/m2 pada pembebanan 3kg. Untuk material plastik PA-type 6 memiliki nilai Safety factor 6.793,641 N/m2 pada pembebanan 1kg dan 20.380.983 N/m2 untuk pembabanan 3kg. Kata kunci: Frame Drone, Aluminium Alloy 2018, Plastik PA tipe 6, Finite Element Analysis
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SHALAT BERJAMAAH SISWA SMP PONPES MUHAMMADIYAH TORAJA Sulis, Sulistiawati; Andi Bunyamin; Muh Aidil Sudarmono R; Mustamin; Muhammad Syahrul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27336

Abstract

This study examines how Islamic Religious Education (PAI) teachers at SMP Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja improve students' congregational prayer discipline. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation, in-depth interviews with PAI teachers and students in grades VII-IX, and analysis of school religious activity documents. The research findings identified several effective strategies. First, a consistent persuasive approach in providing advice, emphasizing the importance of congregational prayer as a main pillar of Islam and building students' spiritual awareness. Advice is delivered wisely, considering the age and understanding of students. Second, the routine integration of religious activities, such as tadarus Al-Qur'an and congregational prayer, into the school schedule. This creates an environment that supports and encourages active participation in congregational prayer. Third, the role model of PAI teachers in carrying out worship, including congregational prayer, is a key factor in shaping student behavior. This role model has a significant positive influence. Fourth, structured supervision, through recording attendance and direct monitoring, is not only for sanctions, but as a corrective and coaching effort. An educative and dialogical approach is applied, so that students feel appreciated and guided. In conclusion, the combination of strategies has proven effective in improving students' congregational prayer discipline, as seen from the increase in their motivation, behavior, and spiritual awareness. This study recommends the implementation of this strategy in other schools as a best practice.
Menanamkan Perspektif Global pada Anak melalui Pembelajaran Kontekstual di Sekolah Dasar Aryan Trisna Wibisono; Hana Arikah; Muhammad Syahrul; Vatma Vadilatun Nisa; Bny Dwi Lukitoaji5
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi menuntut siswa sekolah dasar memiliki perspektif global sejak dini tanpa kehilangan identitas budaya lokal. Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) menjadi pendekatan yang relevan karena menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata murid. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan implementasi pembelajaran kontekstual dalam menumbuhkan pemahaman siswa terhadap isu-isu global di sekolah dasar. Metode yang dipakai ialah kualitatif deskriptif lewat kajian pustaka. Hasil kajian memperlihatkan bahwasanya pembelajaran kontekstual mampu membantu siswa memahami isu global melalui keterhubungan konteks lokal dan global, penghargaan terhadap keberagaman budaya, serta penanaman nilai etika sosial dan kemanusiaan. Pembelajaran ini dilaksanakan melalui integrasi lintas mata pelajaran, penggunaan media kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, dan penilaian autentik. Dengan demikian, pembelajaran kontekstual berperan penting dalam membentuk siswa yang berwawasan global dan berkarakter.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI UNTUK MENINGKATKAN MAHARAH AL ISTIMA’ PADA SISWA KELAS VII.10 DI MTSN 2 MAKASSAR Muhammad Reski Mubarak Ranga; Rosmiati; Muhammad Syahrul; Abdul Qahar Zainal; Muh. Azhar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41253

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of expository learning strategies in improving the ability of maharah al-istima' (Arabic listening skills) of grade VII.10 students at MTsN 2 Makassar and identify supporting and inhibiting factors for its implementation. The research used the Kemmis and McTaggart model Class Action Research (PTK) which was carried out in two cycles with 36 students. Each cycle includes the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection. Data was collected through observation, interviews, documentation, and learning outcome tests. The results of the study showed a significant increase in students' listening skills. The average value increased from 42.80% in the pre-cycle to 65.75% in the first cycle and reached 84.25% in the second cycle. The percentage of learning completeness also increased from 22.22% to 86.11%. Qualitatively, students show more active participation, increased confidence, and better understanding of oral texts. The application of expository strategies is considered to be able to create an interactive learning atmosphere and facilitate the understanding of vocabulary and sentence structure. Based on these results, expository learning strategies have proven to be effective in improving students' maharah al-istima' and can be used as an alternative method of learning Arabic at the madrasah level.
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Inovatif (Experiental Learning, Learning by Doing, Research, Project Based Learning) dalam Penumbuhan Karakter Siswa SDIT Nurul Islam Yogyakarta Nada Khalista; Stephani Saputra; Alifah Nisa Azzahra; Niken Dwi Lestari; Vika Ardian; Diyah Nur Arafah; Ayu Dwi Astuti; Muhammad Syahrul; Zahra Althafia Yuna; Taufik Muhtarom
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): December
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inovatif dalam penumbuhan karakter siswa di SDIT Alam Nurul Islam Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada proses pembelajaran yang berlangsung secara alami di lingkungan sekolah. Model pembelajaran yang dikaji meliputi: 1) Experiential Learning, yang menekankan pengalaman langsung siswa dalam kegiatan belajar berbasis alam dan kehidupan sehari-hari; 2) Learning by Doing, yang mengarahkan siswa pada keterlibatan aktif melalui praktik nyata sehingga nilai karakter berkembang melalui tindakan; 3) Model Research, yang melibatkan siswa dalam kegiatan pengamatan, pengumpulan data, dan penyimpulan sederhana untuk menumbuhkan sikap kritis, teliti, dan bertanggung jawab; serta 4) Project Based Learning, yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek untuk melatih kerja sama, kreativitas, dan tanggung jawab siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait pelaksanaan pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi dari berbagai informan dan hasil pengamatan lapangan dengan data dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap, meliputi reduksi data untuk memilah informasi relevan, penyajian data dalam bentuk deskriptif naratif, serta penarikan kesimpulan berdasarkan keterkaitan antar data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keempat model pembelajaran inovatif tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penumbuhan karakter siswa, seperti kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan kerja sama. Integrasi pembelajaran dengan lingkungan alam memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual. Penelitian ini memberikan gambaran praktik pembelajaran inovatif yang berorientasi pada penguatan karakter siswa di sekolah dasar. Kata kunci: experiential learning; learning by doing; research; project based learning
PERAN BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS V SD INPRES MONCONGLOE KABUPATEN GOWA Nurannisa; Martini; Hasan, Salim; Muhammad Syahrul; Muh. Aidil Sudarmono R
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43235

Abstract

This study aims to analyze the role of school culture in shaping the character of fifth-grade students at SD Inpres Moncongloe, Gowa Regency, and to identify the obstacles in its implementation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, students, and parents. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that school culture plays an important role in character building through the habituation of positive values, teacher role modeling, and the consistent implementation of school norms and traditions. The character values developed include religiosity, discipline, responsibility, nationalism, and social awareness. However, several obstacles were identified, such as inconsistent implementation of school culture, differences in teachers’ understanding, limited time management, diverse student backgrounds, and limited parental involvement. Overall, school culture is an effective strategy for supporting character development when implemented consistently and supported by all members of the school community and families.