Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Internasional dan Nasional Nor Yelly; Muhammad Syahrul; Amara Azahra
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2025): MEI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bzafxr98

Abstract

Penelitian ini mengkaji upaya perlindungan dan pemajuan Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat nasional dan internasional. Fokus utama adalah pada instrumen hukum dan lembaga yang berperan dalam perlindungan HAM, peran pemerintah Indonesia, serta tantangan dan strategi dalam mewujudkan pemenuhan HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya perlindungan HAM dilakukan melalui regulasi, pembentukan lembaga khusus, edukasi, dan penegakan hukum. Instrumen hukum seperti UUD 1945, UU HAM, dan instrumen internasional menjadi landasan penting, sementara lembaga seperti Komnas HAM dan Pengadilan HAM menjadi pengawas pelaksanaannya. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi instrumen HAM internasional dan mengimplementasikannya dalam hukum nasional. Namun, tantangan seperti pelanggaran HAM, kemiskinan, konflik, dan degradasi lingkungan masih harus diatasi melalui strategi yang komprehensif, melibatkan kerjasama berbagai pihak secara global. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya koordinasi antara lembaga pemerintah dan non-pemerintah, ketersediaan sumber daya, dan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan perlindungan HAM yang efektif.
Analisa Kekuatan Dan Ketangguhan Material Plastik Pa Tipe 6 Dan Alumunium Alloy 2018 Rangka Drone Quapcopter Menggunakan Finite Element Analysis (FEA) Jefri Purnawan; Nur Rohmat; Muhammad Rio Ferdiansyah; Muhammad Syahrul; Muliyadi
Strength : Jurnal Penelitian Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan dan keamanan dalam operasi sebuah pesawat terbang tanpa awak (drone) merupakan elemen yang sangat penting dalam sistem penerbangannya. Untuk mencapai kondisi ini, diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai beberapa parameter, seperti nilai batas maksimum beban, stress, Strain, Displacement dan Safety factor pada material yang digunakan. Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis kekuatan material plastik dan alumunium yang sesuai untuk drone quadcopter dan menganalisis ketangguhan material rangka drone quapcopter menggunakan Finite Element Analysis (FEA). Tahapan analisis dimulai dengan persiapan simulasi menggunakan FEA. Model rangka drone 2D dan 3D dibuat dengan software Solidworks, diikuti oleh pemilihan material (Aluminium Alloy 2018 dan Plastik PA tipe 6) yang melibatkan karakteristik dari rangka drone. Proses pre-processing mencakup pemodelan geometri, pemilihan material, pemilihan elemen, dan pembuatan mesh. Proses processing FEA mencakup penentuan kondisi batas, penyelesaian persamaan, dan analisis hasil. Jenis kekuatan frame yang dilakukan dalam penelitian ini adalah model fixed geometri. langkah selanjutnya dilakukan analisa tegangan von mises, stress, Strain, displacement dan Safety factor pada 2 variasi beban yaitu 1 kg, dan 3 kg. Hasil penelitian ini pada material Alloy 2018 tegangan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 1.294,695 N/m2 , sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 1.690.748 N/m2. Material Plastic PA-type 6 tegangan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 1.294.027 N/m2, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 3.882.082 N/m2. Tegangan minimum untuk kedua material adalah 0 N/m2 pada semua pembebanan. Displacement (Perpindahan) material Alloy 2018: Perpindahan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.019 0.025 mm, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah mm. Material Plastic PA-type 6 Perpindahan maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.532 mm, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 1.595mm. Perpindahan minimum untuk kedua material adalah 0.000 mm pada semua pembebanan. Strain material Alloy 2018 Strain maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.000011, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah 0.000014. Material Plastic PA-type 6 Strain maksimum pada pembebanan 1 kg adalah 0.000303, sedangkan pada pembebanan 3 kg adalah max 0.000908. Strain minimum untuk kedua material adalah 0.000000 untuk semua pembebanan. Safety factor (Faktor Keamanan) material alumunium alloy 2018 memiliki nilai Safety factor 6.797.097 N/m2 pada pembebanan 1kg dan 8.876,430 N/m2 pada pembebanan 3kg. Untuk material plastik PA-type 6 memiliki nilai Safety factor 6.793,641 N/m2 pada pembebanan 1kg dan 20.380.983 N/m2 untuk pembabanan 3kg. Kata kunci: Frame Drone, Aluminium Alloy 2018, Plastik PA tipe 6, Finite Element Analysis
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SHALAT BERJAMAAH SISWA SMP PONPES MUHAMMADIYAH TORAJA Sulis, Sulistiawati; Andi Bunyamin; Muh Aidil Sudarmono R; Mustamin; Muhammad Syahrul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27336

Abstract

This study examines how Islamic Religious Education (PAI) teachers at SMP Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja improve students' congregational prayer discipline. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation, in-depth interviews with PAI teachers and students in grades VII-IX, and analysis of school religious activity documents. The research findings identified several effective strategies. First, a consistent persuasive approach in providing advice, emphasizing the importance of congregational prayer as a main pillar of Islam and building students' spiritual awareness. Advice is delivered wisely, considering the age and understanding of students. Second, the routine integration of religious activities, such as tadarus Al-Qur'an and congregational prayer, into the school schedule. This creates an environment that supports and encourages active participation in congregational prayer. Third, the role model of PAI teachers in carrying out worship, including congregational prayer, is a key factor in shaping student behavior. This role model has a significant positive influence. Fourth, structured supervision, through recording attendance and direct monitoring, is not only for sanctions, but as a corrective and coaching effort. An educative and dialogical approach is applied, so that students feel appreciated and guided. In conclusion, the combination of strategies has proven effective in improving students' congregational prayer discipline, as seen from the increase in their motivation, behavior, and spiritual awareness. This study recommends the implementation of this strategy in other schools as a best practice.