Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Memetakan Garis Pertahanan Melawan Leptospirosis: Pendekatan Spasial untuk Meningkatkan Respons dan Pencegahan Subiakto, Yuli; Giyantolin, Giyantolin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.96779

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini menjadi perhatian serius di banyak negara, termasuk Indonesia, khususnya di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Demak memiliki topografi dan iklim yang mendukung pertumbuhan bakteri Leptospira, ditambah dengan pola perilaku yang dapat meningkatkan risiko paparan terhadap penyakit ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan garis pertahanan dalam mencegah dan mengendalikan penyakit leptospirosis melalui pendekatan spasial.Metode: Penelitian ini menggunakan cross-sectional yang melibatkan analisis spasial terhadap data kasus leptospirosis yang dilaporkan di Kabupaten Demak dari tahun 2014-2023. Data yang dianalisis mencakup daerah spasial kasus dan informasi demografis terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis geospasial seperti peta choropleth, analisis hotspot, dan analisis klaster.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014, hanya sebagian kecamatan (57%) yang mengalami kejadian leptospirosis (35 kasus), namun pada 2018 semua kecamatan (100%) terdampak (112 kasus). Analisis spasial menunjukkan bahwa penyakit ini lebih sering terjadi di daerah utara dibandingkan daerah selatan Kabupaten Demak, terutama di daerah rendah atau dekat perairan.Kesimpulan: Penyebaran penyakit ini dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa wilayah utara lebih rentan. Melalui pendekatan spasial, intervensi kesehatan masyarakat yang tepat sasaran dapat diimplementasikan untuk mengurangi insiden leptospirosis dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit leptospirosis.
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS Berlian Yogi Ananto, Timotius; Subiyanto, Adi; Subiakto, Yuli; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358

Abstract

Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.
Kesiapan Teknisi Awak Pesawat Udara Menghadapi Pajanan Bahan Toksik di Bandar Udara Subiakto, Yuli
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/qekzjv96

Abstract

Transportasi udara merupakan sarana transportasi secara cepat ke daerah yang jauh.    Pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi tahun 2020 sampai dengan pertengahan tahun 2022 terjadi penurunan jumlah penumpang dan barang, tetapi pasca pandemi Covid-19 tahun 2022 s.d 2023 terjadi peningkatnya jumlah penumpang dan barang domestik dan penerbangan internasional. Bandar udara sebagai area penyiapan pesawat udara dan pergerakan sarana transportasi pendukung terjadi polusi udara akibat pembakaran mesin pesawat dan transportasi pendukung.  Semakin banyaknya jumlah penerbangan di bandar udara berdampak terhadap peningkatan polutan berupa sisa pembakaran, sisa pelumas, sisa pembakaran bahan bakar berupa Karbon monoksida (CO), Hidrogen sianida (HCN), Natrium dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), dan bahan lain.  Kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan personel penerbangan khususnya teknisi awak pesawat. Efek tersebut dapat mengganggu kinerja dan kesehatan teknisi awak pesawat mulai dari gangguan pernafasan, gangguan mata, gangguan kulit, gangguan darah, gangguan saraf, gangguan sistem imun, kanker dll.   Teknisi awak pesawat diharapkan memiliki derajat kesehatan yang tinggi agar tidak mempengaruhi kinerja dan memiliki kesiapan yang tinggi dalam menyiapkan pesawat udara. Sehingga teknisi pesawat udara harus memiliki derajat kesehatan yang tinggi terbebas dari paparan bahan bakar, sisa bahan bakar, dan bahan pelumas pada saat mempersiapkan pesawat di bandar udara. Langkah yang disiapkan untuk mencegah paparan bahan toksik di bandar udara tersebut dilakukan langkah promotive, preventif, kuratif dan rehabilitative.  Air transportation is a means of transportation that is capable of moving people and goods quickly to distant areas.    During the Covid-19 pandemic which occurred in 2020 to mid-2022, there was a decrease in the number of passengers and goods, but after the Covid-19 pandemic in 2022 to 2023, there was an increase in the number of domestic passengers and international flights.    Airports as an area for preparing aircraft and the movement of supporting transportation means cause air pollution due to the combustion of aircraft engines and supporting transportation.  The increasing number of flights at airports has an impact on increasing pollutants in the form of combustion residue, lubricant residue, fuel combustion residue in the form of carbon monoxide (CO), hydrogen cyanide (HCN), sodium dioxide (NO2), sulfur dioxide (SO2), and other materials. This condition has an impact on the health of flight personnel, especially flight crew technicians.   These effects can interfere with the performance and health of flight crew technicians, ranging from respiratory problems, eye problems, skin disorders, blood disorders, nervous disorders, immune system disorders, cancer, etc.   Flight crew technicians are expected to have a high level of health so as not to affect performance and have high readiness in preparing the aircraft. Aircraft technicians must have a high level of health free from exposure to fuel, residual fuel and lubricants when preparing the aircraft at the airport.   The steps taken to prevent exposure to toxic materials at airports include promotive, preventive, curative and rehabilitative.
Analisis Dampak Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Usia Sekolah Terhadap Keamanan Nasional Dalam Persepktif Intelijen Nugroho, Aji Rizkika Hasma; Wulansari, Catharina Dewi; Subiakto, Yuli
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.7947

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dikalangan anak usia sekolah menjadi salah satu ancaman kemanan nasional. Hal ini karena anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu untuk dijaga dan dikembangkan supaya menjadi generasi unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dalam persepktif intelijen terhadap ancaman keamanan nasional. Jenis penelitian ini adalah studi kasus (case study). Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 terdiri dari Akademisi Intelejen, Direktorat Intelijen Bidang Pemberantasan BNN, Guru Besar Bidang sosiologi Intelijen dari STIN, Dosen Bidang Keamanan Nasional dari STIN, Pengurus Yayasan Pendidikan, Akademis Intelijen dan Dosen Bidang Hukum dan Ham dari STIN. Hasil analisis didapatkan bahwa pendistribusian penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dikendalikan oleh mafia dan disalurkan melalui teman sendiri. Dampak dari penyalahgunaan narkoba dapat mengancam keamanan nasional karena anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan calon pemimpin negara ini. Selain itu, penyalahunaan narkoba sendiri dapat merusak kesehatan mental pada anak usia sekolah. Intelejen memiliki peran dalam melakukan pemantauan, identifikasi, analisis, kerjasama antar kelembagaan kementrian, dan memberikan edukasi. Penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dapat berdampak mengancam keamanan nasional, dimana anak sekolah sebagai penerus bangsa.
Hospital Wastewater Pharmaceutical Residues and Their Impact on Community Microbial Resistance: An Epidemiological and Pharmaceutical Systematic Review Giyantolin, Giyantolin; Subiakto, Yuli; Simorangkir, Timbul Partogi Haposan; Widyati, Widyati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.7148

Abstract

Releases from healthcare facilities account for a large portion of environmental pollution, with wastewater carrying a cocktail of pharmaceutical contaminants, especially antibiotics. These compounds accelerate the accumulation of antimicrobial resistance. Objective: The study synthesizes the scientific record on the concentration, fate, and effects of pharmaceutical compounds within hospital wastewater; it foregrounds the links to growing microbial resistance and delineates the threat to public health. The review adhered to the 2020 PRISMA framework. The search strategy applied a combination of keywords ("pharmaceutical residues" OR "antibiotic residues") AND ("hospital wastewater") AND ("antimicrobial resistance") AND ("environmental impact" OR "community"). The search was restricted to titles and abstracts of studies published 2015-2025. The article selection process consisted of title and abstract screening, full-text evaluation, and consensus-based discussion. Of the 405 articles initially identified, 21 met the eligibility criteria and were narratively synthesized. Hospital wastewater was found to contain a variety of antibiotics, particularly β-lactams, fluoroquinolones, tetracyclines, macrolides, and sulfonamides, at concentrations higher than those observed in domestic wastewater. Several ARGs including blaNDM, blaKPC, blaOXA, sul1, sul2, qnr, tet, and mcr were frequently detected, alongside resistant pathogenic isolates such as Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, and Pseudomonas aeruginosa. Conventional wastewater treatment processes were shown to be only partially effective, achieving removal efficiencies of 16-50% for pharmaceutical residues and ARGs. Consequently, resistant bacteria and ARGs were still detected in receiving water bodies several kilometers downstream from discharge points. Hospital wastewater serves as a major source of pharmaceutical contamination and plays a critical role in the amplification of microbial resistance in the environment. These findings highlight the urgent need for advanced wastewater treatment technologies, strengthened antibiotic stewardship programs, and the integration of environmental and epidemiological surveillance within the One Health framework to curb the spread of antimicrobial resistance.
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS Berlian Yogi Ananto, Timotius; Subiyanto, Adi; Subiakto, Yuli; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358

Abstract

Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.
Studi Pengaruh Penggunaan Obat Antihistamin Untuk Mengatasi Motion Sickness Pada Penumpang Pesawat Jemaah Umrah di Provinsi Jawa Barat: A Study of the Effect of Antihistamine Drug Use to Overcome Motion Sickness in Umrah Pilgrims in West Java Province Ainur Saputri, Yasinta; Edi Sukmayadi, Asep; Subiakto, Yuli
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.379

Abstract

  Motion sickness merupakan gangguan umum yang dialami sebagian jemaah umrah selama penerbangan. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin, yang dapat mengganggu kenyamanan jemaah. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan obat antihistamin dalam mengatasi motion sickness pada penumpang pesawat jemaah umrah, gejala yang dialami, serta efek samping yang timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 34 responden jemaah umrah di Provinsi Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap responden yang terbagi dari tiga biro umrah. Hasil menunjukkan bahwa 24% responden mengalami motion sickness dengan gejala seperti mual, muntah, pusing, dan keringat dingin. Dari 19% responden yang mengkonsumsi obat antimabuk, mayoritas menggunakan Dimenhydrinate, dengan rata-rata waktu kerja obat sekitar satu jam. Sebanyak 64,3% menyatakan obat sangat membantu, namun efek samping seperti kantuk disampaikan oleh responden sebanyak 35,3%. Selain penggunaan obat, untuk mengatasi motion sickness digunakan metode seperti konsumsi obat herbal, permen, aromaterapi, dan tidur selama perjalanan dilakukan responden sebagai upaya pencegahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa antihistamin generasi pertama cukup efektif dalam menangani motion sickness meskipun memiliki efek mengantuk. Diperlukan edukasi kepada jemaah mengenai penggunaan obat yang tepat serta metode alternatif yang aman dan efektif sebagai pencegahan tambahan. Motion sickness is a common condition experienced by some Umrah pilgrims during flights. This condition is characterized by symptoms such as nausea, vomiting, dizziness, and cold sweats, which can disrupt the comfort of the pilgrims. This study aims to determine the effectiveness of antihistamine use in overcoming motion sickness among Umrah airplane passengers, the symptoms experienced, and the side effects that arise. The research method used is descriptive with a cross-sectional approach, involving 34 Umrah pilgrims in West Java Province. Data were collected through direct interviews with respondents from three Umrah travel agencies. The results showed that 24% of respondents experienced motion sickness with symptoms such as nausea, vomiting, dizziness, and cold sweats. Among 19% of respondents who consumed anti-motion sickness drugs, the majority used Dimenhydrinate, with an average onset of action of about one hour. A total of 64.3% stated that the medication was very helpful, although side effects such as drowsiness were reported by 35.3% of respondents. In addition to medication use, respondents also used methods such as consuming herbal remedies, candies, aromatherapy, and sleeping during the flight as preventive measures. This study concludes that first-generation antihistamines are quite effective in managing motion sickness, although they have drowsiness as a side effect. Education is needed for pilgrims regarding the proper use of medication as well as safe and effective alternative preventive methods.
Implementasi Materi Pendekatan One Health Melalui Pembelajaran Biologi di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Giyantolin, Giyantolin; Subiakto, Yuli; Nalut, Felisiana; Lattu, Joma Chyntia; Patmawati, Patmawati; Panengah, Novy Sandhyana; Sinaga, Poltak Fajar Kasih Amman Donna
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37639

Abstract

Abstract:  Student education to date is not only related to theory, but requires an implication in the real world. One of the subjects that is closely related to the surrounding environment is biology. Biology is also closely related to health, but the problem is that students only learn about theory. Therefore, it is necessary to implement the One Health approach in biology education at senior high schools (SMA). This initiative aims to enhance students’ understanding of the interconnections between human, animal, and environmental health. This program was implemented at SMA Negeri 1 Kembang in Jepara, where health education remains limited. The implementation methods used included identification and planning, integration of biology content with the One Health framework, applied learning activities, as well as mentoring and evaluation. The evaluation results showed a significant increase in students' understanding of health, with the average pre-test score increasing from 49.80 to 79.70 in the post-test. The program not only increased students' awareness of global health issues, but also encouraged collaboration with teachers and the development of practical skills. Hopefully, through this approach, the younger generation can be more aware of the importance of health and be able to apply the knowledge gained in their daily lives.Abstrak: Pendidikan Siswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan teori, namun dituntut adanya suatu implikasinya didunia nyata. Salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan lingkungan sekitar adalah biologi. Ilmu biologi juga sangat berkaitan dengan kesehatan, namun yang menjadi masalah adalah siswa hanya belajar yang berkaitan dengan teori saja. Oleh karena itu diperlukan implementasi pendekatan One Health dalam pembelajaran biologi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kembang, Jepara, yang masih minim pendidikan kesehatan. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup identifikasi dan perencanaan, integrasi materi biologi dengan One Health, kegiatan pembelajaran aplikatif, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang kesehatan, dengan rata-rata nilai pre-test meningkat dari 49,80 menjadi 79,70 pada post-test. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa tentang isu kesehatan global, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan guru dan pengembangan keterampilan praktis. Diharapkan, melalui pendekatan ini, generasi muda dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
The Role of Local Government in Non-Structural Mitigation of Hydrometeorological Disasters for Tourism Infrastructure Resilience in Batam City Nurfa, Sherly Arianti; Adi Subiyanto; Yuli Subiakto
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 02 (2026): International Journal of Technology and Education Research (IJETER)
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i02.3228

Abstract

Hydrometeorological disasters are the most dominant type of disasters in Indonesia and have been increasing due to climate change. Batam City, as an archipelagic region highly dependent on the tourism sector, faces significant risks to infrastructure disruption caused by such disasters. This study aims to analyze the role of local government in non-structural mitigation and its implications for the resilience of tourism infrastructure. This research employs a qualitative approach using descriptive-analytical methods based on literature review and policy analysis. The findings indicate that local governments play a strategic role in regulatory formulation, institutional capacity building, public education, and cross-sectoral coordination. However, the implementation of non-structural mitigation still faces several challenges, including limited resources, weak inter-agency coordination, and low public participation. This study recommends strengthening disaster risk governance through collaborative approaches and integrating mitigation policies into tourism development planning to enhance sustainable infrastructure resilience.