Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Memetakan Garis Pertahanan Melawan Leptospirosis: Pendekatan Spasial untuk Meningkatkan Respons dan Pencegahan Subiakto, Yuli; Giyantolin, Giyantolin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 3 (2024): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.96779

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini menjadi perhatian serius di banyak negara, termasuk Indonesia, khususnya di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Demak memiliki topografi dan iklim yang mendukung pertumbuhan bakteri Leptospira, ditambah dengan pola perilaku yang dapat meningkatkan risiko paparan terhadap penyakit ini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memetakan garis pertahanan dalam mencegah dan mengendalikan penyakit leptospirosis melalui pendekatan spasial.Metode: Penelitian ini menggunakan cross-sectional yang melibatkan analisis spasial terhadap data kasus leptospirosis yang dilaporkan di Kabupaten Demak dari tahun 2014-2023. Data yang dianalisis mencakup daerah spasial kasus dan informasi demografis terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis geospasial seperti peta choropleth, analisis hotspot, dan analisis klaster.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014, hanya sebagian kecamatan (57%) yang mengalami kejadian leptospirosis (35 kasus), namun pada 2018 semua kecamatan (100%) terdampak (112 kasus). Analisis spasial menunjukkan bahwa penyakit ini lebih sering terjadi di daerah utara dibandingkan daerah selatan Kabupaten Demak, terutama di daerah rendah atau dekat perairan.Kesimpulan: Penyebaran penyakit ini dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa wilayah utara lebih rentan. Melalui pendekatan spasial, intervensi kesehatan masyarakat yang tepat sasaran dapat diimplementasikan untuk mengurangi insiden leptospirosis dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit leptospirosis.
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS Berlian Yogi Ananto, Timotius; Subiyanto, Adi; Subiakto, Yuli; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358

Abstract

Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.
Kesiapan Teknisi Awak Pesawat Udara Menghadapi Pajanan Bahan Toksik di Bandar Udara Subiakto, Yuli
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/qekzjv96

Abstract

Transportasi udara merupakan sarana transportasi secara cepat ke daerah yang jauh.    Pada masa pandemi Covid-19 yang terjadi tahun 2020 sampai dengan pertengahan tahun 2022 terjadi penurunan jumlah penumpang dan barang, tetapi pasca pandemi Covid-19 tahun 2022 s.d 2023 terjadi peningkatnya jumlah penumpang dan barang domestik dan penerbangan internasional. Bandar udara sebagai area penyiapan pesawat udara dan pergerakan sarana transportasi pendukung terjadi polusi udara akibat pembakaran mesin pesawat dan transportasi pendukung.  Semakin banyaknya jumlah penerbangan di bandar udara berdampak terhadap peningkatan polutan berupa sisa pembakaran, sisa pelumas, sisa pembakaran bahan bakar berupa Karbon monoksida (CO), Hidrogen sianida (HCN), Natrium dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), dan bahan lain.  Kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan personel penerbangan khususnya teknisi awak pesawat. Efek tersebut dapat mengganggu kinerja dan kesehatan teknisi awak pesawat mulai dari gangguan pernafasan, gangguan mata, gangguan kulit, gangguan darah, gangguan saraf, gangguan sistem imun, kanker dll.   Teknisi awak pesawat diharapkan memiliki derajat kesehatan yang tinggi agar tidak mempengaruhi kinerja dan memiliki kesiapan yang tinggi dalam menyiapkan pesawat udara. Sehingga teknisi pesawat udara harus memiliki derajat kesehatan yang tinggi terbebas dari paparan bahan bakar, sisa bahan bakar, dan bahan pelumas pada saat mempersiapkan pesawat di bandar udara. Langkah yang disiapkan untuk mencegah paparan bahan toksik di bandar udara tersebut dilakukan langkah promotive, preventif, kuratif dan rehabilitative.  Air transportation is a means of transportation that is capable of moving people and goods quickly to distant areas.    During the Covid-19 pandemic which occurred in 2020 to mid-2022, there was a decrease in the number of passengers and goods, but after the Covid-19 pandemic in 2022 to 2023, there was an increase in the number of domestic passengers and international flights.    Airports as an area for preparing aircraft and the movement of supporting transportation means cause air pollution due to the combustion of aircraft engines and supporting transportation.  The increasing number of flights at airports has an impact on increasing pollutants in the form of combustion residue, lubricant residue, fuel combustion residue in the form of carbon monoxide (CO), hydrogen cyanide (HCN), sodium dioxide (NO2), sulfur dioxide (SO2), and other materials. This condition has an impact on the health of flight personnel, especially flight crew technicians.   These effects can interfere with the performance and health of flight crew technicians, ranging from respiratory problems, eye problems, skin disorders, blood disorders, nervous disorders, immune system disorders, cancer, etc.   Flight crew technicians are expected to have a high level of health so as not to affect performance and have high readiness in preparing the aircraft. Aircraft technicians must have a high level of health free from exposure to fuel, residual fuel and lubricants when preparing the aircraft at the airport.   The steps taken to prevent exposure to toxic materials at airports include promotive, preventive, curative and rehabilitative.
Analisis Dampak Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Usia Sekolah Terhadap Keamanan Nasional Dalam Persepktif Intelijen Nugroho, Aji Rizkika Hasma; Wulansari, Catharina Dewi; Subiakto, Yuli
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.7947

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dikalangan anak usia sekolah menjadi salah satu ancaman kemanan nasional. Hal ini karena anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu untuk dijaga dan dikembangkan supaya menjadi generasi unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dalam persepktif intelijen terhadap ancaman keamanan nasional. Jenis penelitian ini adalah studi kasus (case study). Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 terdiri dari Akademisi Intelejen, Direktorat Intelijen Bidang Pemberantasan BNN, Guru Besar Bidang sosiologi Intelijen dari STIN, Dosen Bidang Keamanan Nasional dari STIN, Pengurus Yayasan Pendidikan, Akademis Intelijen dan Dosen Bidang Hukum dan Ham dari STIN. Hasil analisis didapatkan bahwa pendistribusian penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dikendalikan oleh mafia dan disalurkan melalui teman sendiri. Dampak dari penyalahgunaan narkoba dapat mengancam keamanan nasional karena anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan calon pemimpin negara ini. Selain itu, penyalahunaan narkoba sendiri dapat merusak kesehatan mental pada anak usia sekolah. Intelejen memiliki peran dalam melakukan pemantauan, identifikasi, analisis, kerjasama antar kelembagaan kementrian, dan memberikan edukasi. Penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dapat berdampak mengancam keamanan nasional, dimana anak sekolah sebagai penerus bangsa.
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS Berlian Yogi Ananto, Timotius; Subiyanto, Adi; Subiakto, Yuli; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358

Abstract

Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.
Implementasi Materi Pendekatan One Health Melalui Pembelajaran Biologi di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Giyantolin, Giyantolin; Subiakto, Yuli; Nalut, Felisiana; Lattu, Joma Chyntia; Patmawati, Patmawati; Panengah, Novy Sandhyana; Sinaga, Poltak Fajar Kasih Amman Donna
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37639

Abstract

Abstract:  Student education to date is not only related to theory, but requires an implication in the real world. One of the subjects that is closely related to the surrounding environment is biology. Biology is also closely related to health, but the problem is that students only learn about theory. Therefore, it is necessary to implement the One Health approach in biology education at senior high schools (SMA). This initiative aims to enhance students’ understanding of the interconnections between human, animal, and environmental health. This program was implemented at SMA Negeri 1 Kembang in Jepara, where health education remains limited. The implementation methods used included identification and planning, integration of biology content with the One Health framework, applied learning activities, as well as mentoring and evaluation. The evaluation results showed a significant increase in students' understanding of health, with the average pre-test score increasing from 49.80 to 79.70 in the post-test. The program not only increased students' awareness of global health issues, but also encouraged collaboration with teachers and the development of practical skills. Hopefully, through this approach, the younger generation can be more aware of the importance of health and be able to apply the knowledge gained in their daily lives.Abstrak: Pendidikan Siswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan teori, namun dituntut adanya suatu implikasinya didunia nyata. Salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan lingkungan sekitar adalah biologi. Ilmu biologi juga sangat berkaitan dengan kesehatan, namun yang menjadi masalah adalah siswa hanya belajar yang berkaitan dengan teori saja. Oleh karena itu diperlukan implementasi pendekatan One Health dalam pembelajaran biologi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Program ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kembang, Jepara, yang masih minim pendidikan kesehatan. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup identifikasi dan perencanaan, integrasi materi biologi dengan One Health, kegiatan pembelajaran aplikatif, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang kesehatan, dengan rata-rata nilai pre-test meningkat dari 49,80 menjadi 79,70 pada post-test. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa tentang isu kesehatan global, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan guru dan pengembangan keterampilan praktis. Diharapkan, melalui pendekatan ini, generasi muda dapat lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
The Role of Local Government in Non-Structural Mitigation of Hydrometeorological Disasters for Tourism Infrastructure Resilience in Batam City Nurfa, Sherly Arianti; Adi Subiyanto; Yuli Subiakto
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 02 (2026): International Journal of Technology and Education Research (IJETER)
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i02.3228

Abstract

Hydrometeorological disasters are the most dominant type of disasters in Indonesia and have been increasing due to climate change. Batam City, as an archipelagic region highly dependent on the tourism sector, faces significant risks to infrastructure disruption caused by such disasters. This study aims to analyze the role of local government in non-structural mitigation and its implications for the resilience of tourism infrastructure. This research employs a qualitative approach using descriptive-analytical methods based on literature review and policy analysis. The findings indicate that local governments play a strategic role in regulatory formulation, institutional capacity building, public education, and cross-sectoral coordination. However, the implementation of non-structural mitigation still faces several challenges, including limited resources, weak inter-agency coordination, and low public participation. This study recommends strengthening disaster risk governance through collaborative approaches and integrating mitigation policies into tourism development planning to enhance sustainable infrastructure resilience.
Integrating psychological reinforcement modalities to enhance the therapeutic efficacy of physical rehabilitation for disaster survivors Dhiraj Kelly Sawlani; Yahdiana Harahap; Yuli Subiakto; Sutanto; Faonaso Harefa
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v7i1.379

Abstract

Background: Post-disaster physical rehabilitation programs in Sumatra have been running, but survivors still receive limited psychological support. Therefore, this study integrated spiritual guidance and light physical exercise to strengthen the psychological recovery process of disaster survivors. Methods: This study applied a mixed-method approach with an exploratory design where qualitative analysis utilizes NVivo 12 to examine data sourced from online media and interviews with 15 participants representing the Regional Government and psychology experts, while quantitative analysis used the structural equation modeling partial least squares – 4 (SEM PLS-4) on data collected from 150 health workers of Universitas Pertahanan, Indonesia who served in disaster-affected areas with a structured questionnaire as a research instrument. Results: The results of the NVivo 12 analysis identified stress, loss, uncertainty about the future, and various health problems, such as respiratory infections, diarrhea, skin diseases, and a high need for emotional support became important factors for implementing psychological recovery interventions. Based on the results of the SEM PLS-4 analysis, this finding was strengthened by showing that the integration of spiritual methods, psychosocial approaches, light physical activity, and fulfillment of basic needs had a positive and significant impact on psychological strengthening and recovery (β = 0.529; p = 0.000; T = 8.651; R² = 0.280; F² = 0.389). Furthermore, the developed model showed strong predictive capacity, as indicated by the Q²predict value of 0.267, with a lower PLS loss than the indicator average (IA) loss (0.149 < 0.204). Conclusion: Light physical activity, spiritual guidance, psychosocial support, and provision of basic needs were crucial factors in strengthening and restoring the psychological well-being of disaster survivors. Implementing holistic interventions in evacuation centers and at home has been shown to reduce stress levels, aid emotional regulation, restore physical function, and strengthen long-term mental resilience.