Gede Danu Setiawan
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM PAKAR KONSELING ALTERNATIF TREATMENT UNTUK KONSULTASI SISWA BERMASALAH Luh Putu Ary Sri Tjahyanti; Gede Danu Setiawan
Daiwi Widya Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v5i3.185

Abstract

Teknologi dan Informasi berkembang seiring dengan keinginan manusia untuk mencari terobosan baru dalam pencarian informasi. Salah satu perkembangan dunia teknologi dan informasi adalah aplikasi sistem pakar untuk bimbingan konseling dalam mengatasi siswa yang memiliki masalah di sekolah. Sistem ini nantinya membutuhkan seorang pakar bimbingan konseling dan guru bimbingan konseling SMP N 3 Banjar yang lebih mengetahui faktor-faktor atau permasalahan dan bisa memberikan solusi disetiap permasalahan yang dialami siswa. Tahapan dalam proses penelitian ini adalah tahap akuisisi pengetahuan, tahap representasi pengetahuan, tahap implementasi sistem pakar, tahap pengujian. Pada tahapan proses penelitian diperoleh faktor-faktor beserta dugaan-dugaan yang didapatkan dari pakar. Metode yang digunakan untuk meningkatkan nilai kebenaran dari hasil pencarian fakta faktor masalah siswa SMP menggunakan metode foward chaining. Hasil dari penelitian ini dihasilkan Sistem Pakar Bimbingan Konseling menggunakan metode foward chaining, yang bisa memberikan solusi terhadap masalah siswa dengan cara yang lebih efektif dan tanpa bertatap muka secara langsung dengan guru BK.
EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MODEL CIPP DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA Gede Danu Setiawan
Daiwi Widya Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i1.199

Abstract

Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner CIPP yang disesuai dengan aspek-aspek yang akan di evaluasi. Responden yang digunakan adalah kepala sekolah, wakasek, guru bidang studi, guru bimbingan dan konseling serta siswa. Berdasarkan dari arah T-Skor yang diperoleh dari masing-masing aspek maka ditranspormasi kedalam Kuadaran Glickman sehingga evaluasi berbasis CIPP pada responden guru dan siswa berada pada tingkatakan Sangat Efektif (SE). Pada evaluasi program BK di SMA Negeri 2 Singaraja berbasis CIPP juga menentukan tingkat kesenjangan program BK yang dilaksanakan untuk lebih jelas meilhat tingkat keefektifan program BK yang telah dilajankan. Untuk melihat tingkat kesenjangan tersebut menggunakan Kriteria Discrepansi yaitu didapatkan bahwa Kriteria Discrepansi pada Data Siswa Aspek Konteks menunjukan nilai 13,34% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, Aspek Input menunjukan nilai 13,26% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, dan Aspek Proses dengan nilai 13,27% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil. Sedangkan pada data guru pada Aspek Konteks didapatkan nilai 12,06% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil,Aspek Input dengan nilai 9,85% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, Aspek Proses dengan nilai 14,42% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, dan pada Aspek Produk mendapatkan nilai 12,03% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil dengan melihat tingkat kesenjangan yang kecil ini berarti bahwa tingkat kefektifan program BK di SMA Negeri 2 Singaraja sangatlah efektif.
“Im Oke You Are Oke” KONSEP PENGASUHAN ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT) UNTUK MENANGGULANGI PERILAKU SEKSUAL MENYIMPANG DI KALANGAN REMAJA SE-PROVINSI BALI (STUDI PADA SEKOLAH YANG MEMILIKI SISWA TERINDIKASI) Gede Danu Setiawan
Daiwi Widya Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v6i3.223

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D). Penelitian ini bertujuan untuk mencari informasi di kalangan remaja SMP/SMA seProvinsi Bali tentang harapan remaja dari perlakuan orang tua, harapan orang tua terhadap perilaku remaja, pendapat remaja terhadap perilaku seksual menyimpang, faktor-faktor penyebab utama terjadinya perilaku seksual menyimpang, dan harapan remaja dalam memecahkan masalah perilaku seksual menyimpang. Berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan di lima sekolah dapat disimpulkan tentang harapan orang tua dan remaja, yang diantaranya; pendapat remaja tentang perilaku seksual menyimpang yaitu (a) melakukan hubungan seksual sebelum waktunya sangat berbahaya dan (b) supaya mengikuti ajaran agama agar terhindari dari perilaku seksual menyimpang. Faktor penyebab pendorong remaja melakukan perilaku seksual/nikah dini yaitu: (a) pengawasan orang tua kurang maksimal, (b) masyarakat terlalu cuek-cuek saja, (c) perlu tindakan tegas dari aparat agar pelanggarnya bisa kapok, dan (d) teknologi (porno). Pola Analisis Transaksional digunakan untuk analisis Transaksional Komplementer agar terciptanya ”Im Oke You Are Oke” antara orang tua dan anak.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN DRILL BERBASIS MODEL SISTEM PERILAKU DALAM MENDUKUNG ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA Gede Danu Setiawan; I Gusti Agus Alit Astrawan
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2712

Abstract

Transformasi pendidikan melalui Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang selaras dengan elemen Capaian Pembelajaran (CP) secara utuh, mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap, namun pada praktiknya tidak semua kompetensi dapat dicapai optimal melalui pendekatan konstruktivistik atau berbasis proyek. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas metode pembelajaran drill berbasis model sistem perilaku dalam mendukung elemen CP Kurikulum Merdeka, khususnya pada kompetensi yang menuntut ketepatan, konsistensi dan penguasaan keterampilan dasar. Kajian pustaka mengacu pada teori behaviorisme Watson, Thorndike, dan Skinner, serta pandangan Joy, Weil dan Calhoun mengenai karakteristik model sistem perilaku dan efektivitas metode drill dalam pembentukan kebiasaan belajar. Hasl kajian menunjukan bahwa integrasi model sistem perilaku dengan metode drill relevan dan efektif untuk memperkuat keterampilan prosedural, kedisiplinan, serta otomatisasi kompetensi esensial, terutama bagi peserta didik dengan kemampuan awal rendah atau kebutuhan khusus. Pembahasan menegaskan bahwa pendekatan ini tidak bertentangan dengan prinsip merdeka belajar, melainkan berfungsi sebagai fondasi pembentukan prilaku belajar positif yang menunjang kemandirian peserta didik secara bertahap. Implikasi kajian ini merekomendasikan guru menerapkan metode drill secara proporsional dan kontekstual, didukung penguatan positif, umpan balik langsung serta asesmen formatif berbasis observasi kinerja untuk memastikan pencapaian CP secara optimal.
EFEKTIVITAS TEORI BEHAVIORAL DENGAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA Kadek Widya Handayani; Gede Danu Setiawan; Dyah . Siswanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2724

Abstract

Tanggung jawab belajar merupakan kesadaran siswa dalam melaksanakan kewajiban akademik secara mandiri, disiplin, dan penuh inisiatif. Kajian ini bertujuan menguji apakah teori behavioral dengan strategi saat manajemen efektif dalam menumbuhkan tanggung jawab belajar siswa kelas VII G di SMP Negeri 1 Seririt. Kajian ini termasuk penelitian eksperimen yang pendekatannya secara pra-eksperimental menggunakan penelitian one group pretest-posttest. Kajian yang dilaksanakan mengambil subjek sejumlah 5 siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025 dengan tingkat tanggung jawab belajar dalam kategori rendah. Metode pengumpulan data mempergunakan angket dan teknik analisis datanya yakni analisis deskriptif serta statistik inferensial. Hasil dari kajian ini adalah terdapat kenaikan skor tanggung jawab belajar siswa sebelum serta setelah memperoleh perlakuan dalam bentuk layanan konseling individual menggunakan strategi self management. Skor pretest dan posttest menunjukkan perubahan kategori dari rendah menjadi sedang dan tinggi. Uji hipotesis dibantu SPSS didapat nilai thitung yang lebih tinggi dari ttabel yakni 8,390 ≥ 2,776 yang berarti bahwa penerapan strategi self-management berbasis teori behavioral efektif dalam meningkatkan tanggung jawab belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Seririt.
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES KARYAWAN BUMDesa “KARTIKA LESTARI” (STUDI EX- POST FACTO PADA UNIT PENGELOLAAN SAMPAH) I Gusti Ngurah Puger; Gede Danu Setiawan; Kadek Putri Anggaraningtiasih
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2729

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi tingkat stres kerja karyawan Unit Pengelolaan Sampah BUMDesa “Kartika Lestari”. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel berjumlah 28 orang dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi karyawan pada unit tersebut dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui Angket atau kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya guna menjamin. instrumen dapat mengukur variabel secara tepat. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson untuk melihat keeratan hubungan antarvariabel, serta Uji t digunakan untuk menilai signifikansi pengaruh setiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interpersonal merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi tingkat stres kerja, sedangkan beban kerja dan dukungan sosial memiliki pengaruh relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun interaksi yang positif, komunikasi yang efektif, dan dukungan emosional antarpegawai maupun antara pegawai dengan atasan. Peningkatan kualitas hubungan interpersonal diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, mengurangi konflik, serta menurunkan tingkat stres karyawan secara signifikan.
PENERAPAN PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF DENGAN TEORI ABCD UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PELAKU BULLYING Gede Danu Setiawan; Dyah Siswanti Sukardhi; I Gusti Ayu Sri Susanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat meningkatkan Regulasi Emosi Siswa pelaku Bullying pada siswa kelas VIID di SMP Negeri 1 Seririt. Hipotesis penelitian ini jika pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat diupayakan dengan maksimal maka Regulasi Emosi Siswa dapat ditingkatkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 20 orang siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan Teori ABCD melalui metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Pencapaian untuk meningkatkan Regulasi Emosi pada siswa di siklus I sampai siklus II menunjukkan peningkatan Regulasi Emosi siswa yaitu pada siklus I diperoleh peningkatan Regulasi Emosi terhadap 20 orang siswa yaitu sebesar 48,8% menjadi 29,3%. Dari data tersebut, ternyata 12 orang siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan sehingga dilanjutkan siklus II. Pada siklus II pencapaian Regulasi Emosi siswa meningkat yaitu sebesar 48,8% menjadi 12,2% dengan dengan rata-rata peningkatan sebesar 10%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat untuk meningkatkan Regulasi Emosi Siswa.