Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Kapasitas Eksisting Tandon Air Bersih di Desa Wringinsongo, Kabupaten Malang Harsanti, Winda; Hanggara, Ikrar; Wahiddin; Raharjo, Nain Dhaniarti; Lestari, Agustin Dita; Cahyani, Kharisma Nur
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v1i1.2023.32-42

Abstract

Desa Wringinsongo merupakan salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki sumber daya air dengan debit yang memadahi yang saat ini dimanfaatkan untuk sumber air bersih dan tenaga listrik skala mikro. Di desa ini juga sudah memiliki tandon air bersih yang berkapasitas 32 m3. Namun dengan kapasitas ini belum mampu menampung debit kebutuhan warga, sehingga kapasitas tandon harus diperbesar. Oleh karena itu pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan evaluasi kapasitas eksisting volume air yang tersedia untuk memberikan rekomendasi pemenuhan kebutuhan air bersih di desa. Berdasarkan perhitungan kebutuhan air pada jam puncak, besarnya debit kebutuhan air sebesar 4,949 lt/detik. Dengan menggunakan pompa eksisiting yang dapat memompa air sebesar 3 lt/detik, maka defisit air yang terjadi selama operasional sebesar 217,3 m3. Untuk memenuhi kebutuhan air pada masa defisit air tersebut, maka dimensi tandon yang dibutuhkan sebesar 7 m ´ 7 m ´ 5 m.
Bimbingan Teknis Desain Kanopi Balai Pertemuan RT. 03 RW. 03 Bandulan Kota Malang Lestari, Agustin Dita; Naibaho, Armin; Ratnaningsih, Dwi; Raharjo, Nain Dhaniarti; Qomariah; Hapsari, Ratih Indri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v1i1.2023.9-20

Abstract

Pertemuan Rukun Tetangga (RT) sebagai salah satu tempat untuk mendukung tugas-tugas RT. Dalam pertemuan RT ini dapat digunakan untuk rapat atau diskusi penentuan program-program pembangunan, pelaksanaan kegiatan, ataupun penyampaian informasi-informasi. Pertemuan RT di wilayah RT. 03 RW. 03 Bandulan diadakan satu kali dalam sebulan secara rutin pada minggu ke-2. Pertemuan ini dilaksanakan di depan atau halaman salah satu warga sampai dengan poros jalan sehingga saat pertemuan, fungsi jalan tersebut ditutup sementara. Melalui kegiatan pengabdian ini, akan diberikan alternatif desain kanopi balai pertemuan agar balai pertemuan tersebut menjadi nyaman. Desain kanopi balai pertemuan menggunakan material baja ringan, dengan rangka utama berupa profil C75 x 0,75 mm dan reng R33 – 0,45 mm. Atap kanopi yang digunakan berupa atap spandek dengan tebal 0,25 mm.
STUDI KELAYAKAN LALU LINTAS SIMPANG 5 BYPASS MOJOKERTO TERHADAP PERENCANAAN UNDERPASS Rofi'ah, Nailur; Subagyo, Udi; Raharjo, Nain Dhaniarti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3603

Abstract

Meningkatnya mobilisasi masyarakat menyebabkan volume kendaraan dan kepadatan lalu lintas meningkat di Simpang 5 Bypass Mojokerto. Kemacetan terjadi akibat volume kendaraan yang terus meningkat tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas jalan. Simpang 5 Bypass Mojokerto memiliki 5 lengan yakni Jalan Bypass Mojokerto pada arah utara, Jalan Jayanegara pada arah barat, Jalan Totok Kerot pada arah selatan, Jalan Kuwung pada barat laut dan Jalan Gempol-Mojokerto pada arah timur. Kondisi eksisting simpang menunjukkan bahwa tundaan per-kendaraan mencapai 80,8 detik dimana hal tersebut menjadikan tingkat pelayanan simpang pada LOS F, kemudian direncanakan 2 skenario penanganan dimana skenario 1 adalah pembangunan underpass pada lengan utara dan selatan tanpa pengaturan ulang fase dan skenario 2 adalah pembangunan underpass pada lengan utara dan selatan dengan pengaturan ulang fase. Didapatkan skenario penanganan terbaik adalah skenario 2 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kinerja simpang dari tingkat layanan F menjadi B. Nilai kemacetan dan biaya operasional kendaraan juga dapat dikurangi dengan solusi ini. Skenario tersebut memiliki tingkat kelayakan terbaik dengan perbedaan biaya operasional sebesar Rp. 11.354.644/jam dari kondisi eksisting. Tingkat pelayanan simpang akan optimal selama 3 tahun dengan LOS B.
ANALYSIS OF ROAD DAMAGE LEVEL BASED ON THE INDEKS KONDISI PERKERASAN METHOD ON THE MOJOKERTO-JOMBANG ROAD SECTION Lestari, Indri; Raharjo, Nain Dhaniarti; Sholeh, Moch.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3688

Abstract

Mojokerto-Jombang Road section is a national road that connects the main use areas in Mojokerto and has a high vehicle intensity. This damage to the road caused the decrease in quality and disturb in comfort of road users. Therefore this study aims to analyze the level of damage, provide handling, and find out the Cost Budget Plan needed for handling the damage. The calculation method used Indeks Kondisi Perkerasan Method (IKP). The primary data in this study is visual damage condition survey, while the secondary data are average daily traffic data, road technical data, CBR data, and PUPR 2022 unit prices. The results of the study are road damage Patching by approximately 41,8%, Edge Cracking around 4,3%, Potholes by approximately 8,9%, Aligator Cracking around 33,7%, Block Alligator by approximately 4,6%, Bleeding around 0,6%, Longitudinal Cracking by approximately 5,2%, Polished Aggregate around 0,5%, and Rutting by approximately 0,3% with a pavement surface condition value a 19,4% Good, 14,2% Satisfactory, 20,1% Fair, 17,2% Poor, 11,9% Very Poor, 14,9% Serious, and 2,2% Failed. On the other hand, the types of handling in this study obtained Routine Maintenance 19%, Periodic Maintenance 14%, Rehabilitation 19%, and Reconstruction/ Recycling 47%. The budget estimate plan for all repair works is about Rp. 63,562,961,000,-.
Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Bondowoso dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Raharjo, Nain Dhaniarti
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i1.2261

Abstract

Studi kelayakan dalam sebuah perencanaan pembangunan wilayah merupakan salah satu tahapan yang perlu dilaksanakan. Salah satu parameter dalam penentuan kelayakan pembangunan wilayah adalah keamanan daerah dari ancaman bencana. Dewasa ini, kerentanan suatu wilayah terhadap banjir menjadi sorotan utama. Kurang selektifnya pemilihan kawasan pembangunan, hingga kesalahan desain pembangunan di lapangan seringkali terjadi, hal ini diakibatkan kurangnya informasi dan kajian mengenai daerah tujuan pembangunan tersebut. Mapping area terhadap potensi bencana, salah satunya terhadap kerentanan banjir, merupakan hal yang harus ada dan perlu dilakukan dalam setiap tahap awal perencanaan pembangunan maupun pengembangan wilayah, sebagai salah satu poin dalam proses kajian studi kelayakan. Dukungan teknologi informasi dalam upaya menyediakan data real time guna keperluaan pemetaan wilayah terus berkembang pesat. Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat diperlukan  sebagai alat untuk membantu mengolah, menggabungkan, overlay, dan menyimpan berbagai data spasial maupun data non spasial. Kabupaten Bondowoso merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur yang akhir-akhir ini mulai giat mengembangkan wilayahnya, terutama untuk daerah pemukiman, namun terkendala dengan minimnya informasi mengenai tingkat kesesuaian lahan. Keberadaan pemetaan dan analisa wilayah rawan banjir tentu akan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pemilihan wilayah yang tepat untuk keberlanjutan pembangunan. Salah satu instrumen penentuan tingkat kesesuaian lahan yaitu dengan menggunakan metode pengharkatan (scoring) dan proses overlay terhadap beberapa data peta tematik sebagai parameter penentu. Melalui analisis SIG tersebut diperoleh beberapa zonasi tingkat kerawanan banjir, yaitu daerah Rawan dan Aman. Luasan area yang terdefinisi sebagai daerah aman seluas 1.154 km2 (74,10 %) dan untuk daerah rawan (merah) seluas 403 km2 (25,889 %).ABSTRACTA feasibility study in a regional development plan is one of the stages that need to be carried out. One of the parameters in determining the feasibility of regional development is regional security from the threat of disaster. Today, the vulnerability of a region to flooding is the main focus. Lack of selectivity in the selection of development areas, so that development design errors in the field often occur, this is due to a lack of information and studies regarding the development target areas. Mapping areas for potential disasters, one of which is flood vulnerability, is a must and needs to be done in a very early stage of development planning and regional development, as one of the points in the feasibility study review process. Information technology support to provide real-time data for regional mapping needs continues to grow rapidly. Geographical Information System (GIS) technology is needed as a tool to help the process, combine, overlay, and store various spatial and non-spatial data. Bondowoso Regency is a district in East Java that has recently begun to actively develop its territory, especially for residential areas, but is constrained by the lack of information on land suitability levels. The existence of mapping and analysis of flood-prone areas will certainly be able to contribute to efforts to select the right areas for sustainable development. One of the instruments for determining the level of land suitability is by using the scoring method and the overlay process of several thematic map data as the determining parameters. Through the GIS analysis, several zoning levels of flood hazard were obtained, namely the Prone and Safe areas. The area defined as a safe area it is 1,154 km2 (74,10 %) and for the vulnerable area (red) is 403 km2 (25,889 %). 
Evaluasi Kapasitas Tampungan Air Bersih Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Hanggara, Ikrar; Harsanti, Winda; Wahiddin, Wahiddin; Lestari, Agustin Dita; Raharjo, Nain Dhaniarti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.5144

Abstract

Perkembangan Desa Wringinsongo berdampak pada bertambahnya penduduk sehingga kebutuhan air bersih juga ikut bertambah. Peningkatan kebutuhan air perlu untuk dikaji ulang dan dilakukan upaya agar kebutuhan dapat terlayani dengan maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat gambar desain usulan tampungan guna memenuhi peningkatan kebutujan air bersih. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pengukuran lapangan dengan melakukan survei dan pengambilan data di kantor desa. Hasil kegiatan ini adalah direncanakannya tampungan baru dengan kapasitas lebih besar untuk dapat melayani kebutuhan air baku masyarakat Desa Wringinsongo sebesar 3.47166 liter/detik atau setara dengan 0.00347 m3/detik. Dimensi tampungan atau reservoir yang diusulkan sebesar 96 m3 dengan rincian panjang tampunngan sebesar 4 m lebar tampungan sebesar 4 m, tinggi atau kedalaman tampungan sebesar 6 m. Bentuk tampungan berbentuk elevated reservoir dimana tampungan memiliki struktur bagian bawah untuk menaikkan elevasi agar dapat menjangkau area layanan yang lebih luas. Elevasi dasar tampungan berada di elevasi + 565.86 mdpl sedangkan untuk puncak tampungan berada pada elevasi 576.26 mdpl. Perencanaan volume tampungan direncakan dapat melayani kebutuhan air baku masyarakat Desa Wrinignsongo sampai dengan proyeksi pertumbuhan penduduk tahun 2036.