Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH DOSIS PUPUK PETROGANIK DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA (Citrulus vulgaris SCARD) Putu Parmila; Jhon Hardy Purba; Luh Suprami
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.229 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.407

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk petroganik, dosis pupuk kalium dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil semangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juli 2016 di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dengan ketinggian ± 7 meter dari atas permukaan laut. Rancangan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk petroganik yang tediri atas tiga tingkatan, yaitu: tanpa pupuk petroganik, pupuk petroganik dosis 4 ton.ha-1 (160 g/tanaman/1,6 kg/petak), dan pupuk petroganik dosis 8 ton.ha-1 (320 g/tanaman/3,2 kg/petak). Faktor ke dua dosis pupuk kalium yang terdiri atas tiga tingkatan, yaitu: tanpa pupuk kalium KNO3, pupuk kalium KNO3 dosis 80 kg.ha-1 (16 g/ tanaman/160 g/petak), dan pupuk kalium KNO3 dosis 160 kg ha-1 (32 g/tanaman/320 g/petak). Penggunaan pupuk petroganik pada dosis 8 ton/ha (P2) dan 4 ton/ha memberikan hasil buah segar per hektar secara berurut sebesar 19,189 ton dan 15,844 ton, atau terdapat peningkatan hasil buah segar per hektar secara nyata sebesar 32,24% dan 9,19% bila dibandingkan dengan hasil buah segar per hektar pada tanpa penggunaan pupuk petroganik. Hasil buah segar per hektar menunjukkan bahwa dengan pupuk kalium dosis 160 kg/ha dan 80 kg/ha memberikan hasil buah segar per hektar secara berurut sebesar 18,789 ton dan 16,844 ton, atau secara nyata lebih berat 35,07% dan 21,08% dibandingkan dengan hasil buah segar per hektar pada tanpa pemupukan kalium. Pengaruh interaksi antara dosis pupuk petroganik dan pupuk kalium berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap semua variabel pengamatan.
HASIL KAJIAN BADAN USAHA DESA (BUMDESA) SEBAGAI LEMBAGA MASA DEPAN DESA DI DESA MUNDUK I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa
Jnana Karya Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.723 KB)

Abstract

Analisis potensi desa merupakan salah satu modal dalam mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng merupakan desa dengan tipologi perkebunan dan pertanian yang sekarang sudah menjadi desa wisata dengan obyek wisata alam yang sangat indah, air terjun yang tinggi hutan dan danau tamblingan yang sangat alami potensi di bidang pertanian terdapat perkebunan cengkeh, Kopi, Bunga pecah seribu, padi dan palawija dengan sumber air yang cukup besar. Sumberdaya kelembagaan memiliki subak, kelompok tani dan kelompok wanita tani dan sanggar seni. Dengan potensi ini maka akan dapat mendukung badan usaha yang layak. Tujuan khusus pendirian BUMDes adalah (a) Meningkatkan perekonomian desa (b)Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa (c) Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuh layanan umum warga dan lapangan kerja dan (d) Meningkatkan kesejahteraamasyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan Asli Desa (APD). Tulisan ini merupakan hasil analisa dan kajian potensi secara detail dan utuh yang akan dijadikan pedoman dalam mengelola Badan Usaha desa. Hasil kajian dan analisa potensi desa ini dilakukan penilaian idikator - indikator dengan skoring jika hasil komulatif lebih besar dari 3.maka potensi tersebut layak dijadikan unit usaha BUMdesa. Sehingga untuk potensi kegiatan usaha pertanian, kegiatan pariwisata, air minum dan pasar desa mempunyai penilaian 3 , sedangkan potensi lain masih di bawah 3.
IDENTIFIKASI KOPI WANAGIRI SECARA BOTANI DAN AGROEKOLOGI SEBAGAI PRODUK UNGGULAN BULELENG DALAM MENDUKUNG PARIWISATA DESA WANAGIRI Putu Shantiawan; I Putu Parmila; Made Suarsana; Putu Suwardike; Jhon Hardy Purba; Putu Sri Wahyuni
Jnana Karya Vol 1, No 01 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1335.796 KB)

Abstract

Desa Wanagiri adalah salah satu desa yang terdapat di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng. Posisi yang berada di bagian hulu dari kabupaten Buleleng menempatkan desa Wanagiri sebagai kawasan perlidungan alam dan Kawasan suci di Bali. Sekitar 70,95% penduduknya bekerja  di sektor pertanian, sekitar 4,23% bekerja di sektor pariwisata, dan selebihnya berusaha di sektor lainnya. Sesuai dengan kondisi geografisnya umumnya penduduk sebagai petani lebih banyak menjadi petani kopi Arabika yang hanya cocok tumbuh pada ketinggan 900-1400 mdpl. Kelompok tani yang telah mendapatkan sertifikat Rainforest untuk kopi Arabikanya adalah Kelompok Tani Leket Sari. Namun permasalahan yang muncul selanjutnya adalah mulai menurunnya produktivitas kopi Wanagiri sedangkan BUM Desa Eka Giri Karya Utama sebagai badan yang mengelola kelompok tani kopi berencana akan membentuk sebuah Agrowisata Kopi Wanagiri. Sehingga dipandang perlu dilaksanakan kegiatan identifikasi dan karakterisasi varietas kopi Arabika di desa Wanagiri sebagai bahan edukasi petani. Metode yang digunakan: pelatihan partisipatif dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Target yang ingin dicapai: anggota kelompok tani mampu memahami perbedaan jenis, keunggulan dan kekurangan dari masing-masing varietas kopi Arabika yang dibudidayakan. Hasilnya adalah seminar dan sosialisasi pada kelompok tani Leket Sari dan peningkatan pemahaman anggota kelompok tani tentang kopi Arabika.
KAJIAN PERTANIAN ORGANIK DALAM UPAYA MENYUSUN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BULELENG I Putu Parmila; Putu Suardike; Putu Shantiawan Prabawa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 3 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i3.2188

Abstract

Isu penting dalam pembangunan dewasa ini adalah pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan adalah suatu proses yang memanfaatkan sumberdaya pertanian secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat masa kini tanpa harus mengorbankan kebutuhan dan kesejahteraan generasi yang akan datang. Penerapan sistem pertanian organik dari aspek ekonomi dan kesejahtraan petani dalam jangka pendek akan mendatangkab keuntungan yang tinggi, namun dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan keberlangsungan kegiatan budidaya pertanian akibat degradasi dan menurunnya daya dukung lahan. Kajian ini dilaksanakan di 8 kecamatan di kabupaten Buleleng dari Februari sampai April 2021. Tujuan kajian ini adalah menghasilkan bahan untuk: (1) menjaga keberlangsungan semua aspek kehidupan dalam lingkungan yang sehat melalui penerapan pertanian organik yang berkelanjutan (2) merumuskan kerangka acuan kerja serta kriteria penyusunan kebijakan dan pedoman pertanian organik berkelanjutan di kabupaten Buleleng (3) mendorong percepatan implementasi pelaksanaan pertanian organik sesuai potensi di Kabupaten Buleleng. Hasil kajian menunjukkan masih sangat terbatasnya kegiatan pertanian organik pada masing-masing kecamatan karena beberapa kendala seperti kendala saprodi, pengetahuan petani yang belum memadai, keterjaminan harga, proses yang relatif lama, dan dukungan manajemen pihakpihak terkait termasuk pemerintah yang belum maksimal. Dari 8 kecamatan hanya 6 kecamatan dengan 13 desa yang sudah menerapkan sistem pertanian organik
Pemanfaatan Pekarangan Untuk Ketahanan Pangan Keluarga Pada Kelompok Wanita Tani Di Desa Alasangker Made Suarsana; I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Putu Suwardike; Luh Pastiniasih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.791 KB)

Abstract

Desa Alasangker mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan pertanian, baik di areal lahan maupun pada areal pekarangan. Berdasarkan potensi tersebut, pemerintah desa berkeinginan untuk memanfaatkan lahan tersebut melalui program P2L untuk ketahanan pangan dengan ujung tombak kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Rejeki. Pemerintah desa, selanjutnya melalui kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng dan Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti melaksanakan penyuluhan dan pelatihan kepada KWT Sari Rejeki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam melakukan budidaya tanaman di lahan pekarangan sebagai sumber ketahanan pangan keluarga. Berdasarkan hasil kegiatan disimpulkan bahwa anggota KWT secara umum telah memahami teknis budidaya tanaman di pekarangan, namun masih perlu peningkatan pengetahuan terkait pengendalian serangan hama dan penyakit serta pemanfaatan irigasi yang efektif. Sehingga melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan ketarampilan anggotan kelompok telah semakin meningkat dan selanjutnya perlu dilakukan monitoring dan evaluasi.
PERAN GENERASI MILENIAL DALAM MENANGANI KRISIS PANGAN DI ACARA INTERAKTIF RRI SINGARAJA STUDIO PRO 1 I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Made Suarsana
Jnana Karya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena iklim yang sangat ekstrim akibat dari pemanasan global dan kerusakan lingkungan , menyusutnya lahan pertanian yang produktif untuk tanaman pangan akbibat dari alih fungsi lahan dan degradasi lahan akibat pemakaian kimia berlebih dengan sistim pertanian monokultur menyebabkan ada ancaman dan krisis pangan global yang mengkawatirkan dunia saat ini. Sementara ledakan jumlah penduduk menjadikan keseimbangan antara produksi pangan dan kebutuhan pangan menjadi tidak seimbang. Ledakan penduduk dunia dimana tahun 2020 berjumlah 7,753 miliar dan diperkirakan 2022 menjadi 8. Miliar. Yang menjadi potensi yang bisa menjawab krisis pangan adalah dalam jangka pendek berupa perbaikan manajemen distribusi dan pengelolaan pangan, dalam jangka menengah peningkatan produksi, keanekarangaman hayati lokal dan hilirisasi pangan sedangkan untuk jangka panjang perbaikan teknologi, perbaikan lingkungan, peningatan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian khususnya pangan dan yang menjadi sangat penting adalah menyusun strategi pelestarian dan pemanfaatan pangan lokal sebagai pangan unggulan dimasing-masing daerah. Tujuan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Bali khusunya masyarakat di wilayah kabupaten Buleleng melalui RRI tentang krisis pangan yang berpotensi mengacam di tahun 2023, Strategi Jangka pendek yaitu melalui gerakan bersama yang dimulai dari rumah tangga, kelompok , desa adat dan desa dinas dengan melaksanakan kegiatan nyata. Gerakan pemanfaatan pekarangan untuk pangan utama seperti biji - bijian dan pangan pendukung, seperti umbi-umbian dan buah-buahan termasuk sayur-sayuran, Strategi jangka menengah dan jangka panjang dengan menyusun Peraturan perlindungan lahan pertanian atau yang lebih spesifik lagi adalah peraturan lahan yang diperuntukan untuk penanaman pangan dan juga pelestarian subak. pengembangan teknologi pemuliaan yang modern dan canggih sehingga dapat menghasilkan varietas yang tahan terhadap perubahan iklim kampanye tentang kandungan gizi dari usia dini sampai perguruan tinggi tentang pangan dan pentingnya diversifikasi pangan peraturan tentang perlindungan pangan lokal dan mengembalikan sebagai budaya kuliner dimasing masing daerah asalnya. Untuk meningkatkan animo generasi muda di buat program agrosociopreneur. Agrosociopreneur adalah berwirausaha dibidang pertanian yang tetap mengedepankan aspek sosial di masyarakat, dalam hal ini diharapkan wirausahawan muda pertanian tidak hanya mengejar pada keuntungan semata, namun juga peduli pada lingkungan masyarakat utamanya petani kecil, harapannya melalui pemuda yang menjadi agrosociopreneur ini dapat memberikan sentuhan teknologi dan ilmu-ilmu baru bagi para petani dalam penyediann pangan.
PEMBERIAN DOSIS BIOURIN SAPI DAN PUPUK MAGNESIUM SULFAT DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KUALITAS BUAH MELON (Cucumis melo L.) VARIETAS GOLDEN YURIKA I Putu Parmila; Putu Shantiawan Prabawa; Made Suarsana; Putu Suwardike
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3129

Abstract

global warming can cause shifts in seasons, extreme temperatures, this causes many pests and diseases to attack plants, causing disruption to the growth of melon plants and reducing the production and quality of melons. Biourin or Liquid Organic Fertilizer (POC). Is a fertilizer made with organic materials that are no longer used or organic remains that can still be processed and fermented to produce compounds and minerals needed by decomposing microorganisms which are then used by plants in the soil. Melon plants require high levels of nutrients. in the generative and reproductive phases so that it is susceptible to deficiencies of macro and micro elements in the distribution of nutrients and their photosynthetic results. Thus in this study to obtain good growth and yield of quality melons were given magnesium sulfate (MAG-S) dose treatment. The aims of this research were as follows: To determine the effect of doses of Cow Biourine (POC) on the growth and quality of melons and to determine the effect of doses of Magnesium sulfate (MAG-S) fertilizer on the growth and quality of melons. This research method is a field experiment in polybags with a non-factorial Randomized Group Design (RAK), namely: Dosing (Bio cow urine) with MAG-S (magnesium Sulfur): (PS0), 0.pot-1, (PS1) 15 ml. and 1 g., (PS2) 30 ml. Beef Biourine .pot-1 and 2 g., (PS3) 45. ml. 3 g (PS4) 60. ml. 1 and 4 g. magnesium sulfate. pot-1, (PS5) 75. ml. and 5g. and (PS5) 90. ml. and 6g. The results of statistical analysis showed that the treatment of Biourin and Magnesium sulfur (MAG-S) doses had no significant effect on the 5% F test level on growth variables except for plant height at 35 days after planting (dap), number of leaves aged 14 after planting and had a very significant effect real F 1%. plant height 14 hst. The treatment of the doses of Biourin and Magnesium sulfur had a very significant effect on the F1% test on the outcome variables except for the thickness of the fruit and the thickness of the skin which had no significant effect on the 5% F test.INTISARIPemanasan dan perubahan  suhu secara global merupakan tantangan terbesar dalam budidaya melon karena pemanasan global dapat menyebabkan bergesernya musim, suhu yang ekstrim, hal ini menyebabkan banyak hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sehingga menyebabkan gangguan  pertumbuhan tanaman melon dan menurunkan produksi serta kwalitas buah melon. Biourin atau Pupuk organik Cair (POC ). Merupakan pupuk yang dibuat dengan bahan-bahan organik yang sudah tidak digunakan atau sisa-sisa organik yang masih dapat diolah dan difermentasi sehingga menghasilkan senyawa-senyawa dan mineral yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pengurai selanjutnya dimanfaatkan oleh tanaman dalam tanah.. Tanaman melon membutuhkan unsur hara tinggi dalam fase generative dan fase reproduktif sehingga  rentan  terhadap kekurangan unsur makro dan mikro dalam distrubusi unsur hara dan hasil fotosintatnya dengan demikian pada penelitian ini untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik dan hasil melon yang berkwalitas diberikan perlakuan dosis magnesium sulfat (MAG-S). Tujuan penelitan ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis Biourine Sapi (POC) terhadap pertumbuhan dan kwalitas buah melon dan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk Magnesium sulfat (MAG-S ) terhadap pertumbuhan dan kwalitas Buah Melon.Metode Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dalam dalam polybag dengan rancangan Acak Kelompok   (RAK) non faktorial , yaitu: pemberian  Dosis (Bio urine Sapi) dengan MAG-S (magnesium Sulfur) : (PS0), 0.pot-1 , (PS1) 15  ml. dan 1 g., (PS2)  30 ml. Biourine Sapi   .pot-1 dan 2 g.  , (PS3)  45. ml. 3 g.  , (PS4) 60. ml. 1 dan 4 g.  magnesium sulfat.pot-1, ( PS5)  75. ml. dan 5 g. dan (PS5)  90. ml. dan 6 g. Hasil analisis statistika menunjukan bahwa perlakuan dosis Biourin dan Magnesium sulfur (MAG-S) berpengaruh tidak nyata pada taraf  uji F 5% terhadap variable pertumbuhan kecuali pada tinggi tanaman pada umur 35  Hari setelah tanam (hst) , jumlah daun umur 14 hst dan berpengaruh sangat nyata F 1%.  tinggi tanaman umur 14 hst . Perlakuan dosis Biourin dan Magnesium sulfur berpengaruh  sangat nyata uji F1 % terhadap  variable hasil kecuali terhadap tebal buah dan tebal kulit berpengaruh tidak nyata uji F 5 %..
TIPE EMBRIONI PLASMA NUTFAH MANGGA (Mangifera sp.) LANDRACES BALI Putu Suwardike; I Putu Parmila; P Shantiawan Prabawa; Made Suarsana; Jhon Hardy Purba
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3134

Abstract

The embryonic type of mango accession needs to be known because it has an important role in its development, especially in the propagation of mango plants. Polyembryonic mango cultivars have the potential to produce zygotic embryos that can show morphological and genetic diversity. Research with the aim of knowing the embryonic type of Bali landraces mango germplasm as the basis for its development, especially in selecting cultivars that have potential as rootstocks, was carried out in Banyuning Village, Singaraja in July-September 2022. A total of 34 landraces accessions and 10 non-landraces Bali came from Buleleng, Karangasem, Klungkung and Badung districts were used as research materials, involving 10 seeds per accession each. The seeds were sown in polybags filled with river sand. Germinated seeds were removed from the seedling, the number of sprouts that grew on each seed was counted. The results showed that there were monoembryonic and polyembryonic types of Bali landraces accessions. A total of 32 accessions or 94.12% of Bali landraces accessions showed the polyembryonic type, and 2 landraces accessions, namely Pakel Sibetan and Pakel Sulangai showed monoembryonic. Introduced accessions, such as Brazil, Parkit, Shaigon, and Apel are classified as monoembryonic.INTISARITipe embrioni aksesi mangga perlu diketahui karena memiliki peran penting dalam pengembangannya, khususnya dalam perbanyakan tanaman mangga. Kultivar mangga poliembrionik berpotensi menghasilkan embrio zigotik yang dapat menunjukkan keanekaragaman morfologi dan genetik. Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui tipe embrioni plasma nutfah mangga landraces Bali sebagai dasar pengembangannya, khususnya dalam memilih kultivar yang berpotensi sebagai batang bawah telah dilakukan di Kelurahan Banyuning, Singaraja pada Juli-September 2022. Sebanyak 34 aksesi landraces dan 10 aksesi non landraces Bali yang berasal dari Kabupaten Buleleng, Karangasem, Klungkung dan Badung digunakan sebagai bahan penelitian, melibatkan masing-masing 10 benih per aksesi. Benih disemai dalam polybag berisi media pasir sungai. Benih berkecambah dikeluarkan dari semaian, dihitung banyaknya kecambah yang tumbuh pada setiap benih. Hasil penelitian menunjukkan, tipe embrioni aksesi landraces Bali ada yang monoembrioni maupun poliembrioni. Sebanyak 32 aksesi atau 94,12% aksesi landraces Bali menunjukkan tipe poliembrioni, dan 2 aksesi landrases yaitu Pakel Sibetan dan Pakel Sulangai menunjukkan monoembrioni. Aksesi introduksi, seperti Brazil, Parkit, Shaigon, dan Apel tergolong monoembrioni.
PENINGKATAN KAPASITAS PKK KELURAHAN BERATAN UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI BUDIDAYA CABAI DALAM POT Wiryanata, I Wayan Gede; Parmila, I Putu; Prabawa, Putu Shantiawan; Suwardike, Putu; Suarsana, Made; Purba, Jhon Hardy
Jnana Karya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai  (Capsicum frutescens L.) mempunyai peranan penting dalam menunjang ketahanan pangan. Penanaman dalam pot merupakan cara alternatif untuk mendiversifikasi budidaya tanaman, sehingga masyarakat dapat menanam cabai secara efisien dalam wadah yang terkontrol. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anggota PKK dalam mengembangkan keterampilan budidaya cabai dalam pot guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kapasitas pertanian di tingkat kelurahan. Analisis situasi meliputi potensi daerah dan sumber daya lokal, situasi ketahanan pangan, kapasitas PKK Kelurahan Beratan, keadaan sosial ekonomi masyarakat, pola konsumsi masyarakat,  permasalahan yang dihadapi masyarakat. Permasalahan di lapangan antara lain kurangnya keterampilan praktis dalam budidaya tanaman cabai dalam pot, keterbatasan akses terhadap sumber daya, ketidakpastian harga cabai terkait perubahan iklim, dan kurangnya kesadaran akan pentingnya diversifikasi pangan. Solusi yang diusulkan antara lain program pelatihan  komprehensif untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis, pemberdayaan masyarakat, penggunaan varietas cabai yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, dan diversifikasi pangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan transfer Iptek adalah berupa kombinasi penyuluhan, pembinaan dan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami materi dengan baik. Program menghasilkan publikasi, transfer ilmu, dan produk berupa tanaman cabai dalam pot. Proses transfer ilmu melibatkan penyuluhan, pelatihan, dan diskusi interaktif. Program tersebut berhasil memperkuat kapasitas PKK dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga. Keberhasilan tersebut mencakup penguatan anggota PKK sebagai agen perubahan. Rekomendasi keberlanjutan mencakup peningkatan sumber daya manusia, penjangkauan masyarakat, dan pengembangan program diversifikasi berkelanjutan.
PEMANFAATAN BIOCHAR DAN PEMUPUPUKAN BERIMBANG SEBAGAI STRATEGI UNTUK PEMULIHAN PRODUKTIVITAS BUNGA HORTENSIA DI DESA GOBLEG, BANJAR, BULELENG Parmila, I Putu; Prabawa, Putu Shantiawan; Suarasana, Made; Suwardike, Putu; Wiryanata, I W G
Jnana Karya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Gobleg merupakan salah satu desa di kecamatan Banjar yang termasuk desa yang berada padadaerah dataran tinggi. Desa Gobleg terbagi atas 4 (empat) banjar dinas secara administratif yaitubanjar dinas Unusan, banjar dinas Tengah, banjar dinas Jembong dan banjar dinas Asah. Denganluas wilayah mencapai 1.915,710 ha, desa Gobleg memiliki batas wilayah yang berbatasanlangsung dengen beberapa desa diantaranya batas sebelah Utara berbatasan dengan desa Pedawa,desa Selat dan desa Tegallinggah. Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Munduk, sebelah timurberbatasan dengan desa Wanagiri, Pancasari dan Panji Anom, serta disebelah barat berbatasandengan desa Kayu Putih dan Tirtasari. Namun sejak 1 (satu) tahun terakhir petani bunga Hortensiadi desa Gobleg mulai diresahkan oleh adanya serangan penyakit yang menyebabkan bungaHortensia milik petani mati perlahan-lahan dan ditemukan pada beberapa lokasi. Tanaman yangmengalami serangan penyakit menunjukkan gejala layu, kemudian pertumbuhannya terhambat danakhirnya mati. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan P2M yang telah dilaksanakanmendapat kesimpulan bahwa permasalahan yang dihadapi yaitu penurunan produktivitas tanamanbunga Hortensia terindikasi diakibatkan oleh kondisi hara tanah dan serangan hama penyakit.Permasalahan yang dihadapi diberikan solusi berupa uji kesuburan tanah melalui laboratoriumdengan pelatihan pembuatan biochar sebagai bahan pembenah tanah yang dapat diperkaya denganpenambahan pupuk anorganik. Luaran akhir yang diberikan sebagai bentuk program pengabdiankepada masyarakat adalah hasil analisis kandungan hara dan bahan organik tanah, serta keahliandalam membuat biochar sebagai ameliorant atau pembenah tanah menggunakan limbah-limbahtanaman disekitar desa Gobleg.