Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aksiologi Upacara Tabuik Sebagai Tradisi Religius di Kota Pariaman Maggara, Tomi Satria; Ofianto, Ofianto
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat aksiologi upacara tabuik sebagai tradisi religius di Kota Pariaman. Festival Tabuik sudah berlangsung sejak puluhan tahun, disebutkan bahwa festival ini sudah berlangsung sejak abad ke-19 Masehi. Festival Tabuik ini kini tidak hanya menjadi bagian dari adat minangkabau semata melainkan juga menjadi salah satu bagian dari komoditas pariwisata daerah. Artikel ini menerapkan metode kualitatif dengan menerapkan sistem deskriptif analisis dalam menuangkannya. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah studi kepustakaan library research yang bersumber dari berbagai literatur bacaan dan artikel penelitian terdahulu mengenai aksiologi upacara tabuik di Kota Pariaman. Makna Tabuik yang terbentuk oleh masing-masing pihak. Oleh masyarakat, tabuik dijadikan sebagai ajang hiburan. Oleh pemerintah, tabuik dijadi kan sebagai agenda pariwisata, sedangkan oleh urang tabuik, tabuik masih dijadikan sebagai tradisi budaya yang patut dilestarikan. Proses desakralisasi terjadi akibat adanya tantangan zaman tabuik berkembang sesuai dengan ideology nya. Pelaksanaan tabuik sudah jauh bergeser, namun masih tetap dipertahankan sebagai tradisi budaya masyarakat Pariaman.
INOVASI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAH: MEMBANGUN BIROKRASI YANG RESPONSIF DAN ADAPTIF DI ERA KONTEMPORER Maggara, Tomi Satria; Syamsir, Syamsir
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.28896

Abstract

Inovasi dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) pemerintah menjadi penting di era kontemporer untuk membangun birokrasi yang responsif dan adaptif. Artikel ini menganalisis persepsi pegawai pemerintah terhadap inovasi dalam manajemen SDM serta dampaknya terhadap motivasi dan kinerja mereka. Pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap inovasi cenderung meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai, sementara persepsi negatif dapat menghambat kinerja dan mengurangi efektivitas organisasi. Saran yang diajukan termasuk perbaikan dalam komunikasi, partisipasi pegawai, dan peningkatan program pelatihan. Dengan implementasi yang tepat, inovasi dalam manajemen SDM dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja birokrasi pemerintah di masa depan.
PROBLEMATIKA PELAYANAN PUBLIK DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN DI ERA KRISIS IKLIM Maggara, Tomi Satria; Putri, Nora Eka; Umar, Genius
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.40990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika pelayanan publik dalam pengelolaan lingkungan di era krisis iklim, serta mencari solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan melalui observasi dan studi kasus dari berita terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan mencakup kurangnya koordinasi antar lembaga pemerintah, rendahnya partisipasi masyarakat, dan isu kesehatan akibat pencemaran. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi juga menghambat efektivitas kebijakan lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan beberapa solusi inovatif, termasuk pengembangan Program Kampung Iklim, pemanfaatan teknologi informasi, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat. Evaluasi berkala terhadap program pengelolaan lingkungan dan penciptaan insentif bagi masyarakat juga dianggap penting untuk mendorong partisipasi aktif. Dengan melibatkan semua pihak dalam pengelolaan lingkungan, diharapkan kebijakan yang dihasilkan menjadi lebih responsif dan berkelanjutan, sehingga mampu menghadapi tantangan perubahan iklim secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.