Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penilaian Kriteria Green Building Pada Gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa: Indonesia Balqist, Rafika; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.457

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan dating dari bidang jasa konstruksi. Mengingat juga aspek pembangunan di Kota Langsa yang semakin meningkat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat, salah satunya adalah gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa. Maka diperlukannya suatu tolok ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan tersebut. Pemilihan gedung ini didasari karena bangunan ini merupakan salah satu perkantoran yang digunakan sejak 2010 dengan luas keseluruhan bangunan 2.500 m2, terdiri dari 2 lantai, dan belum menggunakan standar kriteria green building pada perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan perkantoran ini sudah menerapkan konsep green building berdasarkan standar Greenship, juga untuk mengetahui peringkat pada bangunan (platinum, gold, silver, atau tidak green). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa memperoleh poin sebesar 30 poin dari poin maksimal 117 poin atau sebesar 25,64%, diantaranya adalah Tepat Guna Lahan 6 poin, Efisiensi Energi dan Konservasi 17 poin, Konservasi Air 2 poin, Siklus dan Sumber Daya Material 1 poin, Kenyamanan dan Kesehatan Dalam Ruang 4 poin, dan Manajemen Lingkungan Bangunan 0 poin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa belum termasuk kedalam kriteria gedung perkantoran yang green berdasarkan Greenship.
Analisis Pengaruh Serbuk Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis) Sebagai Agregat Terhadap Kuat Tekan Campuran Beton Daliana Elvira; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.493

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan dan lain lainnya. Karna banyaknya limbah disekitar lingkungan penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau berasal dari Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingkan kuat tekan beton pada tiap variasi serbuk cangkang kerang terhadap agregat halus yaitu 0%, 5%,10% dan 15% dan mengetahui kuat tekan beton dengan campuran serbuk cangkang kerang hijau dari tiap variasi  campuran pada umur 14 hari dan 28 hari. Setelah penelitian didapatkan hasil bahwa; [1] kuat tekan beton umur 14 hari pada campuran beton campuran 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 12,00 Mpa,5% yaitu 12,34 Mpa,10% yaitu 11,88 Mpa dan 15% sebesar 12,17 Mpa. Sedangkan hasil rata-rata nilai kuat tekan beton umur 28 hari pada campuran beton 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 26,30 Mpa,5% yaitu 27,17 Mpa,10% yaitu 24,75 Mpa dan 15%  sebesar 26,53 Mpa. [2] kuat tekan beton tertinggi terjadi pada persentase campuran serbuk cangkang kerang 5% yaitu 27,17 Mpa dan persentasi terendah terjadi pada campuran serbuk cangkang kerang 10% yaitu 24,75%.
Tekla Structure Penerapan Building Information Modeling (BIM) Pada Gedung Kuliah Pascasarjana IAIN Langsa Menggunakan Software Tekla Structures Sigit Arrafi; Wan Alamsyah; Meilandy Purwandito
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.449

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di berbagai bidang, khususnya pada bidang konstruksi memberikan banyak manfaat pada pekerjaan konstruksi yang mempunyai tingkat kesulitan yang kompleks dalam proses pengerjaannya. Pada pelaksanaan Pembangunan Gedung Pascasarjana IAIN Langsa tidak menerapkan BIM pada pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan gedung kuliah pascasarjana IAIN Langsa dengan software BIM dalam bentuk 3D dan quantity take-off. Dalam penelitian ini Tekla Structures akan digunakan untuk membuat pemodelan gedung Pascasarjana IAIN Langsa. Hal pertama yang dilakukan ialah pembuatan grid, Setelah membuat grid dilanjutkan dengan pemodelan secara 3D. Pemodelan dimulai dari pondasi, sloof, balok dan kolom beserta pemodelan tulangannya. Dalam pemodelan software Tekla Structures dimensi, stadart material dan nilai kuat tekan beton dapat dipilih langsung dan disesuaikan dengan SNI. Penyaluran tulangan Gedung kuliah pascasarjana IAIN Langsa tidak sesuai dengan SRPMK dan SRPMM yang tertera diperaturan SNI 2847:2019, Namun penyaluran tulangan masih sesuai dengan standart SNI. Diperoleh perbandingan hasil Tekla Structures terhadap RAB sebesar 95,94% untuk beton dan 103,00% untuk pembesian. Penerapan konsep BIM pada software Tekla Structures menghasilkan perhitungan yang lebih akurat dan mempermudah perkerjaan sehingga lebih cepat sehingga menghemat waktu dan sumber daya manusia, serta dapat dipertanggung jawabkan dengan objek yang dimodelkan pada Tekla Structures.
Penilaian Kriteria Green Building Pada Gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa: Indonesia Balqist, Rafika; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.457

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pemanasan global menjadi salah satu penyebab dari kerusakan lingkungan dating dari bidang jasa konstruksi. Mengingat juga aspek pembangunan di Kota Langsa yang semakin meningkat dengan munculnya beberapa gedung bertingkat, salah satunya adalah gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa. Maka diperlukannya suatu tolok ukur dalam menerapkan konsep Green Building pada pembangunan tersebut. Pemilihan gedung ini didasari karena bangunan ini merupakan salah satu perkantoran yang digunakan sejak 2010 dengan luas keseluruhan bangunan 2.500 m2, terdiri dari 2 lantai, dan belum menggunakan standar kriteria green building pada perkantoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan perkantoran ini sudah menerapkan konsep green building berdasarkan standar Greenship, juga untuk mengetahui peringkat pada bangunan (platinum, gold, silver, atau tidak green). Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa memperoleh poin sebesar 30 poin dari poin maksimal 117 poin atau sebesar 25,64%, diantaranya adalah Tepat Guna Lahan 6 poin, Efisiensi Energi dan Konservasi 17 poin, Konservasi Air 2 poin, Siklus dan Sumber Daya Material 1 poin, Kenyamanan dan Kesehatan Dalam Ruang 4 poin, dan Manajemen Lingkungan Bangunan 0 poin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa belum termasuk kedalam kriteria gedung perkantoran yang green berdasarkan Greenship.
Analisis Pengaruh Serbuk Cangkang Kerang Hijau (Perna Viridis) Sebagai Agregat Terhadap Kuat Tekan Campuran Beton Daliana Elvira; Meilandy Purwandito; Irwansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i2.493

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan dan lain lainnya. Karna banyaknya limbah disekitar lingkungan penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang kerang hijau berasal dari Desa Serang Jaya Hilir Kecamatan Pematang Jaya Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingkan kuat tekan beton pada tiap variasi serbuk cangkang kerang terhadap agregat halus yaitu 0%, 5%,10% dan 15% dan mengetahui kuat tekan beton dengan campuran serbuk cangkang kerang hijau dari tiap variasi  campuran pada umur 14 hari dan 28 hari. Setelah penelitian didapatkan hasil bahwa; [1] kuat tekan beton umur 14 hari pada campuran beton campuran 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 12,00 Mpa,5% yaitu 12,34 Mpa,10% yaitu 11,88 Mpa dan 15% sebesar 12,17 Mpa. Sedangkan hasil rata-rata nilai kuat tekan beton umur 28 hari pada campuran beton 0% serbuk cangkang kerang hijau terhadap berat agregat halus yaitu 26,30 Mpa,5% yaitu 27,17 Mpa,10% yaitu 24,75 Mpa dan 15%  sebesar 26,53 Mpa. [2] kuat tekan beton tertinggi terjadi pada persentase campuran serbuk cangkang kerang 5% yaitu 27,17 Mpa dan persentasi terendah terjadi pada campuran serbuk cangkang kerang 10% yaitu 24,75%.