Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Desa Jake Kelurahan Simpang Tiga Kuantan Singingi Terhadap Penggunaan Kain Pembungkus Furoshiki Sebagai Budaya Baru Melalui Pelatihan PkM Nasution, Yenny Aristia; Widiati, Sri Wahyu; Nimashita, Hana; Yohani, Adisthi Martha; Rahayuningtyas, Putri
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.826-831

Abstract

The activity of introducing furoshiki culture to the community is one of the efforts to preserve the environment. Furoshiki with high aesthetic value is expected to attract the attention of the community to use it as a substitute for plastic packaging. Through the Community Service (PkM) activity organized by the Japanese Language Education Study Program, FKIP, Riau University, an introduction to the history and culture of furoshiki, the practice of using furoshiki, and distributing questionnaires was carried out to determine the community's perception of the potential for accepting furoshiki as a new culture and habit in the local community. The target community was 50 members of the PKK of Jake Village, Simpang Tiga Village, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency, Riau Province. From the results of the questionnaire, 100% of participants agreed to practice the use of furoshiki, 98% of participants agreed to accept furoshiki as a new culture, 100% of participants agreed with the efforts and means of spreading furoshiki and 90% of participants were interested in furoshiki. Based on these results, it can be said that the community can accept furoshiki culture well to become part of everyday life. However, in order to achieve optimal sustainability, efforts are needed to introduce furoshiki culture more widely in society and to consistently get used to using furoshiki.
Penggunaan Ragam Bahasa Hormat dalam Anime Kumichou Musume to Sewagakari Zulkifli, Zulkifli; Aibonotika, Arza; Nasution, Yenny Aristia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2794

Abstract

Bahasa Jepang dikenal sebagai salah satu bahasa yang memiliki sistem tingkatan bahasa salah satunya ragam hormat (keigo) yang kompleks dan terstruktur. Ragam ini tidak hanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari namun juga dalam karya animasi seperti anime. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah anime berjudul Kumichou musume to sewagakari yang berjumlah 12 episode. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku atau artikel dengan tema serupa. Ditemukan sebanyak 29 data yang merupakan ragam hormat (keigo) dalam anime ini dengan klasifikasi sonkeigo (22 data), kenjougo (5 data) dan sonkeigo (2 data). Selanjtnya faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan keigo dalam anime ini adalah faktor hubungan sosial, keakraban, status sosial, keanggotaan kelompok, jenis kelamin, dan situasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap percakapan dalam anime kumichou no musume to sewagakari, disimpulkan bahwa ragam bahasa hormat sonkeigo, kenjougo, dan teineigo digunakan secara aktif oleh para tokoh untuk mencerminkan kesopanan, hierarki sosial, serta hubungan interpersonal yang khas dalam budaya Jepang.
Moral Bushido Integritas (GI) pada Tokoh Rengoku Kyoujuro dalam Anime Movie Kimetsu No Yaiba: Mugen Train Aulia, Nur; Aibonotika, Arza; Nasution, Yenny Aristia
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3270

Abstract

Bushido yang merupakan sebuah kode etik samurai Jepang terdiri dari tujuh nilai yaitu Gi (integritas), Yuu (keberaniaan), Jin (kemurahan hati), Rei (kesopanan), Makoto (kejujuran), Meiyo (kehormatan), Chugi (kesetiaan). Dari ketujuh nilai tersebut nilai Gi adalah nilai yang ditempatkan kedudukan yang paling utama. Penelitian ini mengambil data dari salah satu anime yang bertemakan samurai, yang berjudul anime movie Kimetsu No Yaiba: Mugen Train. Data diambil dari salah satu tokoh yaitu Rengoku Kyoujuro. Penelitian ini berusaha untuk memberikan pemahaman tentang nilai Gi yang ada pada tokoh Rengoku Kyoujuro. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat.