Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tradisi Ne’e Uma Rana Sebagai Revitalisasi Nilai Kearifan Masyarakat Donggo aidin, aidin
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 1: April 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i1.150

Abstract

Orang Donggo menganggap mereka berasal dari daerah Swangga, suatu tempat yang terletak di suatu pegunungan yang tinggi dan terpencil, sehingga muncul tradisi yang diwariskan dari generasi kegenerasi yaitu ne,e Uma rana. Metodel penelitian yang di gunakan adalah kualitatif deskripsi,  metode pengumpulan data, obeservasi,wawancara dan dokumentasi  dan teknik analisa data menggunakan Data Reduction,  Data Display, Konklusif,  dan  teori simbolisme  Herbert Blumer. Hasil penelitian maka di lakukan ne,e Uma rana oleh pengantin wanita dengan tujuan menjaga agar keturunan tidak cacat, orang  tua  penganten  perempuan, berkunjung kerumah penganten laki-laki  dengan  membawa berbagai  makanan tradisional seperti, Kalempe, Kapore, Lawatu. Timbal balik dari penganten laki-laki tidak semestinya pada penganten perempuan membawakan makanan tradisional seperti timbu, oha santa, oha mina, tembe nggoli, tetapi bisa saja setahun dan dua tahun kapan saja ada. Kalau pengembalian oleh keluarga penganten laki-laki bisa berupa sapi,kambing kerbau dan emas sesuai yang dijanjiakan awal.
Gerakan Penolakan Masyarakat Terhadap Pertambangan Pasir Besi Di Kecamatan Wera Kabupaten Bima Tahaun 2018 Aidin, Aidin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i3.1254

Abstract

Gerakan Perlawanana Masyarakat Terhadap Pertambangan Pasir Besi Di Kecamatan Wera Kabupaten Bima”. Kabupaten Bima adalah salah satu Daerah yang kaya akan sumber daya alam, yang di mana sangat strategis dan luas apabila dikelola dan di perketat melalui aturan yang masif, maka kekayaan sumber daya alam adalah suatu aset yang harus dipergunakan sebagaimana mestinya, ada beberapa sektor yang bisa dikembangkan oleh Pemerintah Daerah, pertama pada sektor pertanian, sektor pertenakan, kelautan dan pertambangan dengan melihat potensi tersebut Pemerintah Daerah mengeluarkan Surat keputusan (SK) dengan  nomor. 188/2010, kepada PT. Jagad Mahesa karya, yang bergerak dibidang pertambangan pasir besi di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Penelitian ini mengkaji permasalahannya yang diidentifikasi. Bagaimanakah model gerakan masyarakat terhadap pertambangan pasir di Kecamatan Wera Kabupaten Bima Untuk menjawab permasalahan di atas peneliti menggunakan teori Resistensi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif diskriptif dengan instrumen penelitian yang digunakan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah beberapa tokoh masyarakat, Pemerintah Daerah, Pihak Pertambangan. Faktor bagi masyarakat kehadiran pertambangan tidak akan mampu merubah cara hidup masyarakat, justru akan membuat masyarakat semakin miskin. Pertambangan pasir besi yang ada di Kecamatan Wera belum bisa diterima oleh masyarakat, karena disebabkan oleh pemahaman masyarakat terhadap pertambangan masih kurang. 
EcoRevolusi Sungai: Education, Innovation, and Circular Economy Approaches to Address Flooding and Waste Issues in Wawonduru Village Julkifli, Julkifli; Ardiansyah, Ardiansyah; Aidin, Aidin
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9726

Abstract

Flooding and river pollution in Wawonduru Village, Woja District, Dompu Regency are primarily caused by low public awareness of waste management and the absence of an integrated waste sorting and management system. This condition motivated the implementation of a community service program entitled EcoRevolusi Sungai, which aims to enhance community capacity and participation in waste management based on circular economy principles and technological innovation. The program employed a participatory approach encompassing socialization activities, training, workshops, the provision of waste-sorting facilities, mentoring, and evaluation. The target groups included Karang Taruna ASWAD, the Wawonduru Student and Youth Association (KEMAP-W), and the surrounding community. The results indicate the availability of waste-sorting facilities in the form of Five-Category Waste Bins (T-5K), the implementation of the SIMAS SAKIKU Digital Waste Bank System, the utilization of organic waste composters, and an improvement in the knowledge and skills of partners in community-based waste management. Socialization and mentoring activities encouraged behavioral changes from indiscriminate waste disposal toward more responsible waste sorting and management practices. Furthermore, the role of youth organizations as managers of the waste bank and digital system was strengthened, leading to the establishment of a sustainable community-based waste management system that contributes to reducing environmental pollution and flood risks in Wawonduru Village. The EcoRevolusi Sungai program demonstrates potential as a community engagement model for village-level environmental management and flood risk reduction.
KESULITAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MASA COVID-19 PADA KELAS IV DI MIS MANDE KOTA BIMA Emi Ermawati; Umar Umar; Taman Firdaus; Aidin Aidin
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v5i2.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kesulitan guru dalam pembelajaran daring pada kelas IV masa Covid-19 di MIS Mande Kota Bima. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data para guru wali kelas dan kepala sekolah. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan tekni wawancara, observasi dan dokumenatsi objek penelitian. Analisis data penelitian diolah secara naratif meliputi tahap reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Hasil penetilitian menunjukan bahwa guru kelas IV di MIS Mande Kota Bima mengalami berbagai kesulitan ketika menerapkan pembelajaran daring, diantaranya fasilitas tidak memadai dalam proses pembelajaran daring, peserta didik kesulitan mempelajari dan memahami materi yang banyak dalam waktu yang relatif singkat. Adapun faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran yang dihadapi guru kelas IV di MIS Kota Bima seperti; kurangnya kuota internet sehingga pembelajaran daring tidak tercover dengan baik, peserta didik merasa jenuh selama pelajaran daring, peserta didik merasa sulit untuk mengakses internet, dan sebagian besar peserta tidak memiliki aplikasi WhatsApp sebagi penunjang pembelajaran daring. Selanjutnya untuk meminimalisir kesulitan yang dihadapi guru dalam pelaksaan pembelajaran daring pada kelas IV di MIS Mande Kota Bima, pihak sekolah dan guru melakukan beragaam upaya sederhana seperti membagun 5 TPA di setiap lingkungan agar bisa menjangkau peserta didik, melakukan kunjungan di berbagai rumah murid yang dapat di jangkau, dan membagikan kopian setiap mata pelajaran.
IMPLEMENTASI HAND PUPPET DALAM UPAYA MENGURANGI INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Aidin Aidin; Siama Siama
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 6 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v6i2.1121

Abstract

Semenjak pandemi virus corona melanda, penggunaan smartphone pada anak menjadi hal yang lumrah saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, banyak sekali orang tua yang kesulitan membatasi frekuensi penggunaan smartphone pada anaknya. Peran orang tua sangat penting dalam mengelola penggunaan smartphone pada anak yang notabene masih dalam pendampingan orang dewasa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti peranan smartphone dengan media lain yang digemari anak. Salah satu media yang dapat diimplementasikan adalah "Hand Puppet". Penelitian ini berdasarkan urgensi penggunaan smartphone pada anak saat ini sulit dihindarkan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk membantu orang tua maupun pihak terkait dalam menanggulangi penggunaan smartphone berlebih pada anak di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan eksperimen dengan dua variabel yaitu variabel bebas (Independent Variable) adalah implementasi "hand puppet", dan variabel terikat (Dependent Variable) adalah "intensitas penggunaan smartphone". observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu: 1). Observasi yang dilakukan sebelum treatment. 2). Observasi yang dilakukan sesudah treatment. Observasi yang dilakukan sebelum treatment (Ol) disebut pre-test, dan observasi yang dilakukan sesudah treatment (O2) disebut post-test. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi hand puppet dapat mengurangi intensitas penggunaan smartphone pada anak usia sekolah dasar. Hasil tersebut sesuai dengan kelebihan dari media hand puppet itu sendiri antara lain; (1) Orang tua bisa memakai boneka atau boneka tangan untuk menyampaikan pesan. Sebab, anak akan mudah menangkap pesan dengan cara yang menyenangkan, (2) Mengajarkan anak untuk mendengar, ini penting karena anak yang bisa memberikan perhatian saat mendengar akan membantu dalam proses belajar di bangku sekolah (3) Meningkatkan kemampuan linguistik, mendengarkan cerita dengan alat peraga boneka membantu anak menambah kosa kata baru. Ini juga akan membantu anak dalam berkomunikasi dengan baik, (4) Lebih kreatif, pada saat anak bermain boneka atau boneka tangan maka mereka akan mengeluarkan ide-ide cerita sesuai dengan karakter yang dibentuk, hal ini merangsang otak anak untuk berpikir kreatif.
Analisis Teori Evolusi Charles Darwin dan Herbert Spencer dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Modern Aidin; Hen Ardiansyah
JPSL : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2026): JPSL: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Lingkungan
Publisher : STKIP Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori evolusi merupakan salah satu konsep penting dalam perkembangan ilmu pengetahuanmodern, baik dalam bidang biologi maupun ilmu sosial. Charles Darwin mengembangkan teorievolusi biologis melalui mekanisme seleksi alam yang menjelaskan perubahan makhluk hidupberdasarkan proses adaptasi terhadap lingkungan. Sementara itu, Herbert Spencer menerapkankonsep evolusi ke dalam kehidupan sosial masyarakat melalui teori evolusi sosial yangmenekankan perkembangan masyarakat dari bentuk sederhana menuju bentuk yang lebihkompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persamaan, perbedaan, serta relevansi teorievolusi Darwin dan Spencer dalam perspektif ilmu pengetahuan modern. Metode penelitian yangdigunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitismelalui pengkajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber akademik terkait teori evolusi. Hasilkajian menunjukkan bahwa teori Darwin memiliki dasar ilmiah yang kuat dan terus didukung olehperkembangan genetika, biologi molekuler, serta penelitian paleontologi modern. Di sisi lain, teorievolusi sosial Herbert Spencer memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sosiologi danteori perubahan sosial, meskipun beberapa konsepnya, seperti survival of the fittest dalam kontekssosial, mendapat kritik karena dianggap dapat menimbulkan ketimpangan sosial. Dalam perspektifilmu pengetahuan modern, kedua teori tersebut tetap memiliki pengaruh besar terhadapperkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam memahami proses perubahan, adaptasi, danperkembangan kehidupan maupun masyarakat.