Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Journal of Food Engineering

Pengaruh Kehalusan Bahan Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Kitosan Dari Limbah Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Rahma, Imas Nabila; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4686

Abstract

Maggot is the larva of the Black Soldier Fly (Hermetia illucens) which has a fairly high animal protein content and has the potential to be the main ingredient for chitosan because it contains chitin. The aim of this research is to determine the effect of material fineness on the physical and chemical characteristics of chitosan obtained from black soldier fly (Hermetia illucens) waste. Making chitosan from black soldier fly (Hermetia illucens) waste using samples of whole maggot casings and crushed maggot casings (60 mesh) is carried out through the stages of deproteination, demineralization, depigmentation and deacetylation. The test results show that the fineness of the material can influence the ash content, chitosan yield, and degree of deacetylation. The fineness of the material does not affect the water content. The sample with the best treatment, namely the maggot casing sample, was ground to a size of 60 mesh. The characteristics of BSF chitosan give a pH of 7, water content of 5.48% and 4.38%, ash content of 0.36% and 4.39%, yield content of 23.67% and 13.94%, and degree of deacetylation of 82 and 63,09.
Pembuatan dan Karakterisasi Edible Film dari Pati Jagung (Zea mays L.) Nur Aziza, Allifiyah Josi; Indrianti, Novita; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4691

Abstract

Tujuan penelitian dalam pembuatan dan karakterisasi edible film berbasis pati jagung (Zea mays L.) adalah untuk mengetahui karakteristik sifat fisik, mekanik, dan perlakuan terbaik. Dengan demikian, dapat mengetahui potensi edible film berbasis pati jagung (Zea mays L.) sebagai bahan pengemas makanan. Metode penelitian yang dilakukan adalah praktik kerja yang meliputi pengamatan dan pengujian seperti pengamatan visual dilakukan dengan panca indera, uji ketebalan, kadar air, dan water uptake. Setelah dilakukan pengujian tersebut akan dipilih salah satu perlakuan terbaik yang akan dilakukan pengujian lanjutan seperti kuat tarik, elongasi, water vapor transmission rate, water vapor permeability, dan uji gugus fungsi. Hasil yang didapatkan adalah dengan perlakuan masing-masing variasi pati dan gliserol menghasilkan karakteristik kimia dan fisik yang berbeda. Semakin tinggi konsentrasi pati dan gliserol menghasilkan edible film dengan ketebalan yang semakin tinggi, water uptake menurun, dan kadar air yang meningkat. Hasil perlakuan terbaik memperoleh kadar air sebesar 7,88%, ketebalan 0,026 mm, kuat tarik 16,86%, elongasi 3,22 MPa, WVTR 15,182 g/m2/jam, dan WVP 1,86E-11 g/m.s.Pa, dan peak 1644,57 adanya interaksi pati dan gliserol sebagai plasticizer.
Evaluasi Laju Pembengkakan Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dalam Berbagai Konsentrasi Etanol Wulandari, Fitri; Afifah, Nok; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 3 (2024): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i3.4726

Abstract

Porang yang termasuk dalam famili Araceae merupakan jenis tanaman umbi yang memiliki kandungan glukomanan yang sangat tinggi serta mempunyai potensi ekonomi dan prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Umbi porang umumnya dipasarkan dalam bentuk tepung porang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi etanol pada laju pembengkakan tepung porang. Laju pembengkakan tepung porang dalam pelarut etanol perlu dievaluasi untuk memahami mekanisme isolasi glukomanan dari tepung porang. Pengujian laju pembengkakan tepung porang menggunakan metode filtrasi dengan perlakukan variasi konsentrasi etanol 40%, 60%, 80%, 96%. Berdasarkan data hasil penelitian, semakin tinggi konsentrasi etanol yang digunakan, laju pembengkakan tepung porang semakin menurun. Laju pembengkakan tepung porang mencapai titik keseimbangan pada menit ke-30 dengan hasil nilai Se etanol 40%, 60%, 80%, dan 96% berturut-turut adalah 0,630 g/g ; 0,549 g/g ; 0,514 g/g ; 0,039 g/g. Konsentrasi etanol yang paling baik dalam meningkatkan laju pembengkakan tepung porang adalah etanol 40%.
Karakterisasi Edible Film Berbasis Tepung Glukomanan: Characterization of Glucomannan-based Edible Film Arisyida, Cindya Putri; Budiati, Titik; Sholichah, Enny
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 4 (2024): October
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i4.4729

Abstract

Edible film merupakan lapisan tipis untuk pengemas primer pada suatu produk makanan yang terdiri dari komponen yang dapat dimakan. Edible film memiliki fungsi sebagai penghambat masuknya udara, uap air, dan benda asing lainnya. Pembuatan edible film bertujuan untuk mendapatkan kemasan makanan yang dapat dikonsumsi langsung bersamaan dengan produk yang dikemas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi dan volume cetak yang terbaik untuk karakteristik edible film. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan edible film adalah tepung glukomanan. Penelitian ini melakukan pembuatan edible film berbasis glukomanan dengan variasi konsentrasi glukomanan 0,75% dan 1%, serta volume cetak 100 ml dan 120 ml. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa edible film yang dibuat dengan glukomanan 0,75% dan volume cetak 120 ml merupakan edible film yang lebih baik berdasarkan karakteristiknya, meliputi ketebalan 0,0056 mm, kuat tarik 28,31 MPa, water uptake 910%, WVTR 19,2 g/m2.h, dan WVP 8,9×10-9 g/mPa.s. Edible film yang diperoleh belum memenuhi standar JIS 1707 tentang edible packaging, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas edible film berbasis glukomanan.
Pengaruh Kehalusan Bahan Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Kitosan dari Limbah Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens): Effect of Material Fineness on the Physical and Chemical Characteristics on Chitosan from Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Waste Rahma, Imas Nabila; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 4 (2024): October
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i4.5006

Abstract

Maggot is the larva of the Black Soldier Fly (Hermetia illucens) which has a fairly high animal protein content and has the potential to be the main ingredient for chitosan because it contains chitin. The aim of this research is to determine the effect of material fineness on the physical and chemical characteristics of chitosan obtained from black soldier fly (Hermetia illucens) waste. Making chitosan from black soldier fly (Hermetia illucens) waste using samples of whole maggot casings and crushed maggot casings (60 mesh) is carried out through the stages of deproteination, demineralization, depigmentation and deacetylation. The test results show that the fineness of the material can influence the ash content, chitosan yield, and degree of deacetylation. The fineness of the material does not affect the water content. The sample with the best treatment, namely the maggot casing sample, was ground to a size of 60 mesh. The characteristics of BSF chitosan give a pH of 7, water content of 5.48% and 4.38%, ash content of 0.36% and 4.39%, yield content of 23.67% and 13.94%, and degree of deacetylation of 82 and 63,09.
Uji Efek Sitotoksisitas Pada Daun Tanaman Herbal Terhadap Sel Vero.: Cytotoxicity Effect Test and Sensory Characteristics of Herbal Plant Leaves on Normal Cells Afianda, Gabrielle Dwi; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): January
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i1.5308

Abstract

Secara umum daun tanaman herbal dapat dimanfaatkan dengan berbagai cara, baik untuk kesehatan, kecantikan, hingga kebutuhan sehari-hari. Daun tanaman herbal juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan teh. Pusat Penelitian farmasi dan makanan mengembangkan metode berbasis sel normal (sel Vero) sebagai alat prediksi keberadaan senyawa toksik yang telah melalui uji toksisitas. Salah satu metode dalam penentuan derajat sitotoksisitas fitokimia yaitu uji MTT (methylthiazol-2-yl-2,5-diphenyltetrazolium bromide). Tujuan penentuan sitotoksisitas adalah untuk memperoleh informasi awal mengenai potensi toksisitas suatu senyawa. analisis data diperoleh dari perhitungan viabilitas sel (%) terhadap daun tanaman herbal. Penelitian yang dilakukan menggunakan variasi viabilitas sel daun tanaman herbal dengan variasi konsentrasi 15,625; 31,25; 62,5; 125; 250; 500; 1000 µg/ml. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak bahan aktif yang terkandung dalam sampel dan semakin besar kemampuannya dalam membunuh sel. Viabilitas sel tertinggi pada konsentrasi 15,625 µg/mL pada uji sitotoksisitas yang disebabkan oleh kombinasi faktor yang mendukung viabilitas sel. Sampel uji ditemukan tidak toksik bagi sel normal.
Karakteristik Profil Gelatinisasi Pasta Berbagai Varietas Tepung Sorgum Lokal di Indonesia: Characteristics of the Gelatinization Profile of Pasta from Various Local Sorghum Flour Types in Indonesia Rosidah, Mey; Indrianti, Novita; Budiati, Titik
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i2.5925

Abstract

Alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu yaitu dengan memanfaatkan biji sorgum untuk dikembangkan menjadi pengganti tepung terigu. Berbagai varietas sorgum yang ada seperti bioguma, super, eistimewa, dan ketan memiliki karakteristik yang berbeda – beda. Salah satunya dapat dilihat berdasarkan sifat profil gelatinisasi pasta. Sehingga, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai varietas terhadap profil gelatinisasi pasta tepung sorgum. Beberapa parameter hasil profil gelatinisasi pasta yang dianalisa dengan RVA (Rapid Visco Analyzer) didapatkan peak viscosity, setback viscosity, dan final viscosity pada masing – masing varietas tepung sorgum memiliki nilai yang berbeda nyata. Sementara, parameter breakdown viscosity dan pasting temperature pada varietas tepung sorgum memiliki hasil yang tidak berbeda nyata. Selanjutnya hasil kurva profil gelatinisasi diperoleh tepung sorgum varietas ketan tergolong tipe A, tepung sorgum varietas bioguma tergolong tipe B, sedangkan tepung sorgum varietas super dan eistimewa tergolong tipe B hingga tipe C.
Modifikasi Pati Beras Menggunakan Teknologi Cold Plasma Dielectric Barrier Discharge (DBD): Rice Starch Modification Using Cold Plasma Dielectric Barrier Discharge (DBD) Technology Munawaroh, Mutimatul; Ekafitri, Riyanti; Budiati, Titik
Journal of Food Engineering Vol. 4 No. 3 (2025): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v4i3.5977

Abstract

Pemanfaatan pati beras native memiliki keterbatasan dalam industri pangan karena tidak stabil terhadap perubahan suhu, kondisi asam, tidak larut dan mudah mengalami retrogradasi. sehingga perlu dilakukan modifikasi untuk meningkatkan sifat fungsional pati. Salah satu metode fisik untuk memodifikasi pati adalah teknologi cold plasma yang dihasilkan oleh reactor Dielectric Barrier Discharge (DBD). Dalam penelitian ini, modifikasi pati beras dilakukan menggunakan Dielectric Barrier Discharge (DBD) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa variasi tegangan (8 kV, 10 kV, 12 kV dan 14 kV) terhadap karakteristik pati beras. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air pati beras native dan termodifikasi berkisar antara 5,93-8,18%, kadar amilosa meningkat dari 22,36% menjadi 23,95-25,70%, water absorption index meningkat dari 1,20 g/g menjadi 1,25-1,77 g/g, oil absorption index meningkat dari 3,58 g/g menjadi 3,88-4,09 g/g, solubility meningkat dari 30,192 g/g menjadi 30,708-26,683 g/g dan swelling power cenderung menurun dari 14,783 g/g menjadi 12,506-12,704 g/g. Semua nilai tersebut dihitung dalam basis kering (%b/k). Pati beras termodifikasi yang dihasilkan memiliki peak viscosity, breakdown dan final viscosity cenderung meningkat serta setback dan pasting temperature yang cenderung menurun.