Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Sikap Ibu Dengan Ketepatan Waktu Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Di Desa Sungai Jalau Wilayah Kerja Upt Puskesmas Sawah Mariani, Dina; Dewi Anggraini Harahap; M.Nizar Syarif Hamidi
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 1 No. 1 (2023): JHN: Journal of Health and Nursing, Mei 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v1i1.281

Abstract

Dalam menentukan keberhasilan pemberian imunisasi campak dapat dilihat dari cakupan imunisasi campak yang merata dan tinggi. Imunisasi campak harus dilakukan sesuai dengan aturan agar berfungsi dengan baik sehingga bekerja secara optimal, sedangkan imunisasi yang tidak tepat waktu tidak bekerja secara optimal sehingga menyebabkan KLBPD3I dan gagalnya pelaksanaan imunisasi secara merata. Tujuan dalam penelitian ini adalah hubungan sikap ibu dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi campak di Desa Sungai Jalau Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sawah. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 9–12 bulan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan sikap ibu dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi campak dengan p value 0,002 (<0,05). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan sebanyak 26 responden bersikap baik, dengan imunisasi tepat waktu 18 orang dan tidak tepat waktu 8 orang, sedangkan yang bersikap kurang baik sebanyak 12 orang dengan 11 orang tidak tepat waktu dan 1 orang tepat waktu. Dengan hasil penelitian ini, peneliti mengharapkan kepada sseluruh ibu dapat memberikan imunisasi  campak kepada anaknya sesuai dengan waktu yang dietentukan dan dapat memahami pentingnya imunisasi campak kepada anak–anaknya.
Study of potential energy at Sport Field Using PV Syst Sumarno, Radiktyo Nindyo; Mariani, Dina
Eksergi Vol. 22 No. 01 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v22i01.7202

Abstract

Escalating global power consumption requires an urgent shift toward renewable energy technologies. This study analyzes the potential of a solar power plant (PLTS) at the Sport Field of Universitas Muhammadiyah Semarang. The researchers utilized PVsyst software to simulate an off-grid system design with a capacity of 12.65 kWp. The simulation evaluated five tilt angle variations ranging from 15o to 35o using Neosun 550 Wp modules. The analysis identifies the 15o tilt angle as the most optimal configuration. This specific setup generates 18.603 MWh of electrical energy annually. The system records maximum production in August and minimum production in January. The research confirms the feasibility of implementing this off-grid system to support facility operations.
Pemberdayaan Komunitas UMKM Melalui Pengenalan Dan Sosialisasi Digitalisasi Sistem Perpajakan Coretax Di Kota Tegal Wibowo, Hari Tri; Marwati, Siti; Nugroho, Mahardian Mustiko; Rahmawati, Asmannisa; Qotrunnada, Nabila; Caunan, Marcos Lafu; Silitonga, Hari Tripanto; Damayanti, Dian Nala; Mariani, Dina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fpkjd146

Abstract

Implementasi Sistem Administrasi Pajak Inti (Coretax) oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah bagian dari upaya digitalisasi sistem perpajakan di Indonesia, yang memerlukan kesiapan dari para wajib pajak, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas UMKM di Kota Tegal dengan memperkenalkan dan mensosialisasikan digitalisasi sistem perpajakan Coretax, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perpajakan mereka. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan UMKM secara aktif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Desember 2025 dalam bentuk sosialisasi dan diskusi interaktif mengenai pentingnya pencatatan usaha serta penggunaan Coretax dalam administrasi perpajakan. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang sangat positif, dengan rata-rata kepuasan berada pada kategori tinggi, menandakan bahwa kegiatan ini bermanfaat, relevan, dan mudah dipahami. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman UMKM tentang digitalisasi perpajakan dan menjadi langkah awal dalam mendorong kepatuhan pajak. Ke depannya, kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan pendampingan teknis penggunaan Coretax secara berkelanjutan agar UMKM dapat mengimplementasikan sistem perpajakan digital secara optimal.
Taxpayer Perceptions of the Coretax System: A TAM–ISSM Approach Wibowo, Hari Tri; Mariani, Dina
Journal of Contemporary Accounting Volume 8 Issue 1, 2026
Publisher : Master in Accounting Program, Faculty of Business & Economics, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study seeks to examine taxpayer perceptions of the Coretax System utilizing the Technology Acceptance Model (TAM) and the Information Systems Success Model (ISSM). Employing a qualitative research approach, this investigation adopts a phenomenological method and conducts semi-structured interviews with 11 users of the Coretax system. The findings indicate that Coretax is perceived as user-friendly and advantageous in enhancing the efficiency of tax reporting and payment processes. The quality of the system, service, and information is generally regarded as satisfactory; however, technical challenges, limited outreach, and slow service responses persist. The primary impetus for utilizing Coretax is the regulatory mandate necessitating its use in tax assessments. While Coretax holds potential for improving tax compliance, this potential is not fully realized because of system instability. The conditions facilitating the Coretax system and governmental support are deemed adequate, albeit hindered by limited outreach and training provided by the government or the Directorate General of Taxes (DJP). The availability of technology did not significantly influence the utilization of the Coretax system. There is no resistance to change, as the Coretax system is perceived as more accessible and integrated, and a positive perception of its security.