Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penguatan Kader Tanggap Gizi dalam Upaya Meningkatkan Nafsu Makan Anak Melalui Pelatihan Pijat Komplementer Yanti, Linda; Adriyani, Fauziah Hanum Nur; Surtiningsih, Surtiningsih
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.23363

Abstract

Stunting masih merupakan permasalahan gizi yang signifikan pada kelompok balita di Kabupaten Banyumas, yang antara lain dipengaruhi oleh rendahnya nafsu makan anak serta keterbatasan kapasitas kader kesehatan dalam melaksanakan intervensi promotif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader tanggap gizi melalui pelatihan pijat komplementer sebagai bentuk intervensi nonfarmakologis dalam menstimulasi nafsu makan anak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung, yang disertai dengan pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 81 kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada nilai rata-rata pengetahuan kader, dari 46,55 menjadi 78,28, serta peningkatan keterampilan dari 59,97 menjadi 84,34. Pelatihan yang menerapkan pendekatan demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader dalam mengaplikasikan pijat komplementer secara tepat dan aman. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader melalui pelatihan pijat komplementer berbasis bukti dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kader, tetapi juga berdampak pada optimalisasi praktik promotif dan preventif gizi anak di masyarakat, sehingga berpotensi mendukung pencegahan stunting.
Hubungan Tekanan Darah & Lama Operasi Dengan Kejadian Hipotermi Pada Pasien Spinal Anestesi Di Rsi Purwokerto Kilbaren, Sulfani Fitri; Yudono, Danang Tri; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 3.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipotermi merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien pasca operasi, terutama pada pasien yang mendapatkan anestesi spinal. Hipotermi dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti gangguan hemodinamik, perdarahan, dan penyembuhan luka yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan darah dan lama operasi dengan kejadian hipotermi pada pasien spinal anestesi di RSI Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan kejadian hipotermi (p > 0,542), sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama operasi dengan kejadian hipotermi (p < 0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa lama operasi memiliki pengaruh terhadap kejadian hipotermi, sedangkan tekanan darah tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat anestesi, dalam memantau durasi operasi serta mempertahankan suhu tubuh pasien selama prosedur anestesi spinal agar mencegah terjadinya hipotermi intraoperatif.
STUDI KASUS PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA) UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Hergi Athallah, Sahda; Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.56182

Abstract

Ibu hamil rentan mengalami anemia salah satunya disebabkan oleh defisiensi nutrisi. Data survei bulan Juni 2024 di Puskesmas Banjarnegara, terdapat 21 ibu hamil mengalami anemia dikarenakan masih banyak ibu hamil yang tidak teratur mengonsumsi tablet Fe. Pemberian jus jambu biji belum pernah diterapkan di puskesmas, oleh karena itu penulis tertarik melaksanakan penelitian pemberian jus jambu biji merah untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, subyek penelitian ini adalah 5 ibu hamil TM I-III dengan anemia yang meminum tablet fe dan bersedia menjadi responden. Pemberian jus dilakukan dengan meminum sebanyak 250 ml/ hari selama 7 hari sebelum atau sesudah mengonsumsi tablet Fe. Alat ukur yang digunakan adalah Haemometer atau alat cek ukur Hb digital. Hasil penelitian dari pemberian jus jambu biji merah (Psidium guajava) selama 7 hari sebelum dilakukan intervensi pada pemeriksaan awal yaitu kadar HB setiap responden tergolong anemia ringan hingga sedang, sementara itu, setelah dilakukan intervensi kadar hemoglobin ibu meningkat rata – rata 1,44 g/dl. Walaupun ada satu ibu hamil yang tidak patuh minum jus jambu biji merah, hanya 3 kali dalam 7 hari, tetapi kadar hemoglobin ibu ada peningkatan 0,5 g/dl. Dapat disimpulkan bahwa jus jambu biji efektif meningkatkan kadar Hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia.
Gambaran Perbedaan Hemodinamik Non Invasif Pasien Operasi Bedah Dengan General Dan Regional Anestesi Di RSI Purwokerto Fernando, Marcel; Yudono, Danang Tri; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22483

Abstract

Perubahan hemodinamik yang tidak terkendali selama anestesi dapat menimbulkan risiko serius pada pasien bedah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan parameter hemodinamik non-invasif antara pasien bedah yang menjalani anestesi umum dan anestesi regional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Purwokerto. Sebanyak 150 pasien bedah dimasukkan menggunakan teknik purposive sampling. Mayoritas responden berusia 50–59 tahun (30,7%), sebagian besar perempuan (54%), dan diklasifikasikan sebagai status fisik ASA II (54,7%).Pada kelompok anestesi umum, tekanan darah sistolik/diastolik menurun dari 141/81 mmHg menjadi 118/68 mmHg. Denyut jantung menurun bertahap dari 90 bpm menjadi 85 bpm, frekuensi napas menurun dari 21 menjadi 19 x/menit, suhu tubuh sedikit turun dari 36,4°C menjadi 36,3°C, SpO₂ tetap stabil pada 99,2% hingga 99,1%, dan MAP menurun dari 100 mmHg menjadi 83 mmHg. Pada kelompok anestesi regional, tekanan darah menurun dari 142/83 mmHg menjadi 121/71 mmHg, denyut jantung menurun dari 85 bpm menjadi 61 bpm, frekuensi napas tetap stabil pada 21 hingga 20 x/menit, suhu tubuh tetap 36,3°C, SpO₂ tetap 99%, dan MAP menurun sedikit dari 100 mmHg menjadi 89 mmHg.Anestesi regional menunjukkan stabilitas hemodinamik yang lebih baik pada fase awal anestesi dibanding anestesi umum, terutama pada denyut jantung dan tekanan arteri rata-rata.