Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Buerger's disease: early detection to minimize progression Santosa, Agus; Ratri, Ritma; Surtiningsih, Surtiningsih
MEDISAINS Vol 20, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v20i3.14717

Abstract

Background: Delays in the diagnosis of Buerger's disease are common. Its rare cases and lack of information about risk factors and signs and symptoms of the disease are thought to be the causes. This study aims to report and discuss findings of delays in the diagnosis of Buerger's disease cases experienced by two patients over many years.Case presentation: we report two cases of male patients aged 58 and 60 with a long history of smoking at a young age. Both complained of the same symptoms: pain in the tips of the fingers and toes and unhealed wounds. They have suffered from them for years with a history of repeated treatments and got various diagnoses.Conclusion: A comprehensive medical history, supportive physical examination, and angiography diagnostic can prevent delays in diagnosing Buerger's disease and thus minimize disease progression.
Penerapan Kombinasi Kompres Dingin Daun Kubis Dan Back Rolling Massage Pada Ibu Nifas Untuk Memperlancar Poduksi Asi di Puskesmas Wanadadi 1 Banjarnegara solehah, Fita ayu; Dewi, Feti Kumala; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Kebidanan Nusantara
Publisher : CV. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/jkn.v2i2.108

Abstract

Cakupan pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Banjarnegara pada bayi usia 0-6 bulan tahun 2022 sebesar 73,9% meningkat dibanding tahun 2021 yaitu sebesar 70,84%. Salah  satu kondisi yang bisa di jumpai pada ibu nifas yaitu ASI yang tidak lancar yaitu di Salah satunya di Puskesmas Wanadadi 1. Sehingga perlu upaya untuk mengatasi masalah produksi ASI yang tidak lancar. Tujuan dari penelitian ini yaitu penerapan Kombinasi Kompres Dingin Daun Kubis dan Back Rolling Massage untuk memperlancar produksi ASI pada ibu nifas. Metode yang di lakukan yaitu studi kasus. Sempel yang di gunakan yaitu 5 responden ibu nifas yang ASInya tidak lancar. menggunakan metode literature review yang diambil dari artikel atau jurnal ilmiah tentang Pemberian Kombinasi Kompres Dingin Daun Kubis dan Back Rolling Massage.Teknik pengumpulan data melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi di lakukan selama 3 hari dengan skala nyeri dan pompa payudara selama 20 menit per hari, terapi kompres 2 kali/ hari selama 20-30 menit, Back Rolling Massage 2 kali/ hari selama 3-5 menit dan dokumentasi. Hasil yang di dapatkan setelah pemberian terapi mengalami penurunan tingkat sekala nyeri sebelum dan sesudah penerapan, sebelum di lakukan terapi ditemukan nilai rata-rata 6,60 pada kategori nyeri intens kuat dan setelah di lakukan terapi terjadi penurunan rata-rata 1,20 kategori nyeri sangat ringan sehingga hasil menunjukkan bahwa adanya penurunan sekala nyeri setelah di lakukan terapi. Rata-rata volume ASI 1,40 ml sebelum dilakukan terapi  dan 21,60 ml setelah di lakukan terapi sehingga terdapat peningkatan.
Vulva Hygiene Dan Konsumsi Telur Terhadap Laserasi Perineum Ibu Nifas Puskesmas Susukan 1 Banjarnegara lukita candra maharani; Dewi , Feti Kumala; Surtiningsih, Surtiningsih
An Idea Health Journal Vol 5 No 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i01.391

Abstract

Perineal laceration is a tear that occurs when a baby is born either spontaneously or by using tools or procedures. This tear occurs in almost all primiparas. Healing of laceration wounds is by implementing vulva hygiene and consuming chicken eggs. Birth data at the Susukan 1 Banjarnegara CommunityHealth Center, the number of births was 11 mothers gave birth and 6 of them received perineal lacerations, grade 2 lacerations, mothers complained of pain in the perineal area causing difficulties. defecation (defecation), fear of mobilization, and lack of knowledge which believes that culture is hereditary due to the myth of taboos for postpartum mothers who are not allowed to eat fishy food such as eggs. This method uses a subsidence scale instrument and a knowledge questionnaire, the number of respondents used is 5 respondents whoexperienced grade II perineal lacerations at the Susukan 1 Banjarnegara Community Health Center. The average perineal laceration of postpartum mothers was grade II as many as 5 respondents and the age of the five respondents was 20-33 years with the previous average condition of the woundas seen by the reeda score being 3, experiencing increased wound healing after the application of vulva hygiene and consumption of chicken eggs for 5 consecutive days became a score of 0 with an average decrease of 2.4 and the knowledge of the five respondents increased to good after the application of vulva hygiene and consumption of chicken eggs. The conclusion of this case study was that vulva hygiene and Consuming chicken eggs is effective in healingperineal lacerations
Kompres Dingin (Aloe Vera) dan Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Puskesmas Rakit 1 Islamiati, Shinta; Dewi, Feti Kumala; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.172

Abstract

Banyaknya kasus pada masa nifas salah satunya yang sering dijumpai yaitu permasalahan dalam pemberian ASI yang disebabkan bendungan ASI karena adanya penyempitan duktus laktiferi oleh kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna sehingga menyebabkan ASI kurang lancar, oleh karena itu untuk mengatasi pengeluaran ASI kurang lancar dapat dilakukan dengan penerapan kombinasi kompres dingin aloe vera dan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi kompres dingin dengan gel aloe vera dan pijat oksitosin dalam memperlancar produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Rakit 1. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka ibu nifas yang mengalami bendungan ASI, yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif dan meningkatkan risiko komplikasi seperti mastitis. Metode penelitian melibatkan lima responden ibu post partum yang mengalami produksi ASI kurang lancar dan nyeri payudara. Kombinasi terapi diterapkan selama empat hari, dengan kompres dingin aloe vera selama 10-15 menit dan pijat oksitosin selama 15-20 menit, dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri dari tingkat sedang menjadi tidak nyeri pada semua responden, serta peningkatan volume ASI dari rata-rata 0,4 ml menjadi 9 ml setelah terapi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kompres dingin aloe vera dan pijat oksitosin efektif dalam mengatasi masalah produksi ASI dan nyeri payudara pada ibu nifas. Penelitian ini memberikan solusi nonfarmakologis yang dapat diimplementasikan di fasilitas kesehatan untuk mendukung ibu menyusui.
STUDI KASUS EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI RIYAH, RIYAH; Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45411

Abstract

Kasus kematian ibu selama hamil salah satu penyebabnya merupakan hipertensi kehamilan. Kasus kematian ibu tahun 2023 di Kabupaten Banjarnegara adalah 15 kasus dengan 20% penyebabnya hipertensi kehamilan. Terdapat beberapa faktor resiko dari hipertensi kehamilan diantaranya primigravida, keluarga dengan riwayat preeklamsia, umur lebih dari 35 tahun, obesitas dan lain-lain. Tomat merupakan salah satu pilihan pengobatan non-farmakologi yang mampu mengatasi hipertensi. Terdapat banyak kandungan kalium yang berfungsi sebaga diuretik serta likopen sebagai antioksidan dalam tomat. Sehingga tujuan penelitian guna melihat efektivitas pemberian jus tomat terhadap ibu hamil dengan hipertensi sebagai upaya membantu menurunkan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menilai ketrampilan ibu hamil tentang pembuatan jus tomat sebelum dan sesudah pemberian edukasi, mengukur tekanan darah pre dan post ibu hamil dengan hipertensi sebelum dan sesudah diberikan terapi jus, menganjurkan ibu mengkonsumsi jus tomat sehari 1 kali selama 7 hari dengan dosis tomat 150 gram. Sampel penelitian minimal 5 responden ibu hamil hipertensi dengan pengukuran tekanan darah ≥140/90 mmHg di wilayah Puskesmas Pagedongan 1. Hasil yang didapatkan setelah mengkonsumsi jus tomat (solanum lycopersicum) 1 kali sehari selama 7 hari terdapat penurunan tekanan darah dengan rata-rata sistol 10-20 mmHg dan diastol 10-20 mmHg. Pemberian jus tomat (solanum lycopersicum) pada ibu hamil dengan hipertensi efektif membantu dalam penurunan tekanan darah rata-rata pada sistol 10-20 mmHg dan diastole 10-20 mmHg.
STUDI KASUS INTERVENSI KOMBINASI BIRTHING BALL DAN BREATHING RELAXATION TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN Servinah, Vivi; Surtiningsih, Surtiningsih; Rini, Susilo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46988

Abstract

Persalinan dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satu penyebabnya adalah nyeri. Nyeri merupakan hal yang pasti dirasakan oleh Ibu bersalin karena manifestasi dari adanya kontraksi atau pemendekan otot rahim, dilatasi dan penipisan serviks. Berdasarkan  Kasus Persalinan di Banjarnegara Tahun 2023 yaitu sebanyak 11.995 jiwa dan yang bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan sejumlah 11.902 jiwa, serta terdapat 55 kasus komplikasi pada persalinan. Kasus persalinan di Puskesmas Bawang I mencapai 380 kasus dengan rata-rata perbulan yaitu 31 kasus persalinan dan belum ada motode khusus untuk management nyeri persalinan, oleh karena itu penerapan terapi Birthing Ball dan Breathing Relaxation dapat mengurangi intensitas nyeri karena dapat merangsang syaraf tulang belakang sehingga mengeluarkan betaendhorphin yang merupakan hormon alami dalam tubuh untuk mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi kasus pemberian terapi birthing ball dan breathing relaxation pada ibu bersalinan Kala I sebagai upaya manajemen nyeri pada ibu menjelang persalinan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus di Puskesmas Bawang I. Sampel penelitian yaitu 5 responden pada Ibu bersalin. Teknik pengumpulan data menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi dan dokumentasi. Hasilnya adalah penggunaan terapi Birthing Ball Dan Breathing Relaxation dapat menurunkan tingkat nyeri pada ibu sebanyak 1-2 point dengan instrumen nyeri VANRS. Kesimpulannya Birthing Ball Dan Breathing Relaxation dapat membantu mengoptimalka penurunan tingkat nyeri pada Ibu bersalin kala I fase laten.
Eksplorasi Pengetahuan dan Sikap Masyarakat terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan: Tantangan dan Solusi Edukasi Reproduksi Yanti, Linda; Rini, Susilo; Surtiningsih, Surtiningsih
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.18285

Abstract

ABSTRACT Unintended pregnancy is a serious global health issue, with a high prevalence in developing countries, including Indonesia. This is often caused by limited access to reproductive health services, lack of sexual health education, and social and cultural norms that restrict discussions about contraception, posing health risks for mothers and children. Cross-sector collaboration is needed to improve education and access to contraceptive services. The aim of this study is to explore public knowledge and attitudes towards unintended pregnancy, focusing on reproductive education challenges and solutions. This descriptive study with a cross-sectional approach involved 150 respondents from Sumatra, Java, Bali, and West Nusa Tenggara. Data were collected online using random sampling techniques and analyzed. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Committee of Harapan Bangsa University under No.B.LPPM-UHB/765/07/2024. The results indicate that the majority of participants were women (94%) and within the productive age group (20-35 years) with higher educational backgrounds, most of whom were married. They showed a good level of knowledge (82%) and positive attitudes (96.7%) towards unintended pregnancy, reflecting broad inclusivity and social empathy within society. It can be concluded that society tends to have a positive attitude towards unintended pregnancy, consistent with previous studies showing that increased reproductive education and access to information contribute to greater social empathy, reduced stigma, and strengthened support for holistic reproductive health programs. Keywords: Knowledge, Attitudes, Unintended Pregnancy, Reproductive Health  ABSTRAK Kehamilan tidak diinginkan adalah isu kesehatan global yang serius, dengan prevalensi tinggi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan akses ke layanan kesehatan reproduksi, kurangnya edukasi kesehatan seksual, serta norma sosial dan budaya yang membatasi diskusi tentang kontrasepsi, sehingga menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan anak dan memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan edukasi dan akses layanan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini ntuk melakukan Eksplorasi pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap kehamilan tidak diinginkan: tantangan dan solusi edukasi reproduksi. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 150 responden dari Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Data dikumpulkan secara daring menggunakan teknik random sampling dan dianalisis. Lisensi etik telah didapatkan dari komite etik penelitian kesehatan Universitas harapan bangsa dengan No.B.LPPM-UHB/765/07/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan (94%) dan usia produktif (20-35 tahun) dengan pendidikan menengah ke atas mendominasi partisipasi, sebagian besar telah menikah, dan menunjukkan pengetahuan yang baik (82%) serta sikap positif (96.7%) terhadap kehamilan tidak diinginkan, mencerminkan inklusivitas dan empati sosial yang luas dalam masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat cenderung memiliki sikap positif terhadap kehamilan tidak diinginkan, selaras dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan edukasi reproduksi dan akses informasi berkontribusi pada empati sosial yang lebih besar, mengurangi stigma, dan memperkuat dukungan terhadap program kesehatan reproduksi yang holistik. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kehamilan Tidak Diinginkan, Kesehatan Reproduksi
PEMBERIAN SEDUHAN JAHE EMPRIT DAN AKUPRESUR TITIK SP4 PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM Afrilia, Linda; Yanti, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47894

Abstract

Emesis gravidarum sering terjadi pada ibu hamil, mulai dari mual muntah dengan tingkatan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data dari (WHO) World Health Organization pada tahun 2021, terdapat 12,5% jumlah kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil. Hasil survey di Puskesmas Pagedongan menunjukan terdapat 44 ibu hamil melakukan ANC dibulan juli 2024 dan terdapat 38 ibu hamil mengalami emesis gravidarum. Emesis gravidarum tersebut jika tidak diatasi dengan benar maka dapat mengakibatkan kasus patologis yaitu hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat mual muntah pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan terapi pemberian seduhan jahe emprit dan akupresure titik SP4 serta mengetahui keterampilan membuat seduhan jahe emprit serta melakukan akupresure titik SP4. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan instrument pengkajian Pregnancy-Unique Quantification Of Emesis/Nausea (PUQE) untuk menilai tingkat emesis. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari untuk masing masing responden dengan jumlah reponden 5 orang ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum dilaksanakan pada bulan Desember. Hasil studi kasus setelah dilakukan terapi pada ke lima responden terdapat 3 responden yang sudah tidak mengalami mual dan muntah pada hari ke7 serta 2 responden yang masih mengalami mual pada hari ke7. Dari hasil penelitian, didapatkan kelima responden mengalami penurunan mual muntah dengan jumlah dari skor 9 turun menjadi skor 0,8 serta jumlah penurunan pada seluruh responden mengalami penurunan dengan akumulasi skor 8,2. Dapat disimpulkan bahwa pemberian wedang jahe dan akupresure titik SP4 efektif untuk mengurangi tingkat mual muntah pada ibu hamil pada ibu hamil dan responden dapat melakukan prosedur treatment dengan sangat baik.
Kompres Dingin (Aloe Vera) dan Pijat Oksitosin Untuk Memperlancar Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Puskesmas Rakit 1 Islamiati, Shinta; Dewi, Feti Kumala; Surtiningsih, Surtiningsih
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.172

Abstract

Banyaknya kasus pada masa nifas salah satunya yang sering dijumpai yaitu permasalahan dalam pemberian ASI yang disebabkan bendungan ASI karena adanya penyempitan duktus laktiferi oleh kelenjar-kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna sehingga menyebabkan ASI kurang lancar, oleh karena itu untuk mengatasi pengeluaran ASI kurang lancar dapat dilakukan dengan penerapan kombinasi kompres dingin aloe vera dan pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi kompres dingin dengan gel aloe vera dan pijat oksitosin dalam memperlancar produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Rakit 1. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka ibu nifas yang mengalami bendungan ASI, yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif dan meningkatkan risiko komplikasi seperti mastitis. Metode penelitian melibatkan lima responden ibu post partum yang mengalami produksi ASI kurang lancar dan nyeri payudara. Kombinasi terapi diterapkan selama empat hari, dengan kompres dingin aloe vera selama 10-15 menit dan pijat oksitosin selama 15-20 menit, dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri dari tingkat sedang menjadi tidak nyeri pada semua responden, serta peningkatan volume ASI dari rata-rata 0,4 ml menjadi 9 ml setelah terapi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi kompres dingin aloe vera dan pijat oksitosin efektif dalam mengatasi masalah produksi ASI dan nyeri payudara pada ibu nifas. Penelitian ini memberikan solusi nonfarmakologis yang dapat diimplementasikan di fasilitas kesehatan untuk mendukung ibu menyusui.
Nutrisi Antenatal Sebagai Pilar Utama Pencegahan Stunting Melalui Edukasi Ibu Hamil Yanti, SST., M.Keb, Linda; Surtiningsih, Surtiningsih; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1405

Abstract

Stunting is a global health problem, including in Indonesia, caused by chronic malnutrition, recurrent infections, and inadequate stimulation during the first 1,000 days of life. Although the prevalence of stunting in Indonesia decreased from 24.4% in 2021 to 21.6% in 2022, it remains far from the national target of 14% by 2024. In Banyumas Regency, the prevalence has fluctuated, declining from 21.6% in 2021 to 16.6% in 2022, but rising again to 20.9% in 2023. The main contributing factors include limited maternal knowledge about optimal nutrition, low family income, and persistent pregnancy-related myths. The identified problem was the high prevalence of stunting and the absence of sufficient socialization or education programs for pregnant women regarding stunting prevention. The aim of this activity was to improve pregnant women’s knowledge about stunting prevention through the optimization of nutritional intake during pregnancy. The methods included the measurement of pre-pregnancy Body Mass Index (BMI), administration of a pretest questionnaire, delivery of health education on antenatal nutrition, stunting and its prevention, interactive discussions, and a posttest for evaluation. The program was attended by 28 pregnant women in Tamansari Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The results showed that 46.42% of participants had an underweight pre-pregnancy BMI. At baseline, most participants (82.14%) were categorized as having low knowledge, with an average score of 46.43. After the intervention, knowledge improved significantly, with 71.42% of participants categorized as having good knowledge, and the mean score increased to 79.64. In conclusion, antenatal nutrition education was proven effective in improving pregnant women’s knowledge and should be implemented continuously to support stunting prevention efforts from the early stages of pregnancy.