Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN Nurhakima Ritonga; Halimah Sakdiah Boru Gultom; Rahmi Nazliah
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v3i2.1948

Abstract

Tujuan peelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA melalui pendekatan ketereampilan proses menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang diaplikasi dari siklus 1 dan berakhir padas sisklus 2. Populasi pada penelitain ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pangkatan menggunakan tehnik proposive sample dengan jumlah sampel 35 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan pendekan keterempilan proses dari 64,8 meningkat menjadi 81, 7. Dapat disimpulkan bahawa kemampuan berpikir dalam pembelaran IPA mengalami Peningkatan  melalui kritis Keterampilan proses
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DENGAN HASIL BELAJAR SISWA TIPE SCRABLE KELAS Vlll SMP KUALUH SELATAN Siti Zahara Saragih; Lily Rohanita Hasibuan; Indah Fitria Rahma; Rahmi Nazliah; Khairul Azhar
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v8i1.3543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa hasil belajar dalam penerapan metode pembelajaran Make a match dengan metode Scramble pada materi Ekskresi Sistem. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen kelompok desain dengan desain kelompok eksperimen pretest-posttest design. Dalam kelas eksperimen I yang pembelajarannya menggunakan Make a match dengan metode skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,56 dan peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa adalah 90,04. Di kelas 2 eksperimental, yang diajarkan menggunakan dengan metode Scramble, skor rata-rata hasil belajar siswa hasil adalah 50,92 dan peningkatan skor rata-rata adalah 94.60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada siswa hasil belajar antara eksperimen 1kelas th dan eksperimental 2 kelas th.
Penanaman Bibit Pohon MPTS (Multi-Purpose Tree Species) Dalam Upaya Penghijauan Lingkungan Desa Sidingkat Kecamatan Padang Bolak Harahap, Fitra Syawal; Junita; Rahmadani Pane; Rahmi Nazliah; Rohana; Siti Zahara Saragih; Laili Habibah Pasaribu; Nur , Hikmah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13958

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran masyarakat melalui penanaman bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah berkurangnya tutupan vegetasi, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai tanaman bernilai guna ganda, serta rendahnya pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan terbuka secara optimal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif yang meliputi analisis kondisi awal desa, sosialisasi dan edukasi lingkungan, penanaman bibit MPTS, serta pemantauan dan evaluasi awal. Jenis tanaman MPTS yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian agroekologi dan potensi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan hidup bibit yang relatif tinggi serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penghijauan lingkungan. Selain memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan tutupan vegetasi dan kualitas lingkungan, kegiatan ini juga berpotensi mendukung penguatan ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan hasil tanaman MPTS di masa mendatang. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model penghijauan desa yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada wilayah perdesaan lain dengan karakteristik yang serupa.