Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

NILAI SOSIAL DALAM NOVEL 172 DAYS KARYA NADZIRA SHAFA Nurjamil, Siti Aisah; Munir, Siruojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i1.15590

Abstract

Dalam sebuah karya sastra seperti novel, nilai-nilai sosial seringkali tercermin dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai sosial dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan metode kualitatif deskritif. Penerapan metode kualitatif ini bersifat deskritif yang berarti data yang dihasilkan berupa kata-kata dalam bentuk kutipan-kutipan. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa novel 172 Days karya Nadzira Shafa mengadung beberapa nilai sosial, antara lain: 1) nilai kasih sayang yang mencakup pengabdian,tolong-menolong, kekeluargaan, kesetiaan, kepedulian. 2) nilai tanggung jawab yang mencakup rasa memiliki, disiplin, empati. 3) nilai keserasian hidup yang mencakup, keadilan, toleransi, dan kerja sama.Kata Kunci: Nilai Sosial, Sosiologi Sastra, Novel 172 Days karya Nadzira Shafa
Ekofeminisme Dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala (Pengembangan Bahan Ajar Analisis Isi Novel) Hariandini, Erisna; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19274

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi nilai-nilai ekofeminisme yaitu representasi perempuan dan alam,eksploitasi terhadap perempuan dan alam,perlawanan terhadap eksploitasi,kritik terhadap patriarki,hubungan harmonis dengan alam,kesadaran ekologis dan gender.dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala, sekaligus merancang bahan ajar analisis isi novel untuk digunakan dalam pembelajaran sastra di jenjang pendidikan menengah atas Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan Berdasarkan temuan tersebut, disusun bahan ajar berupa modul pembelajaran yang menitikberatkan pada pendekatan ekofeminisme dalam analisis sastra. Modul ini dirancang agar sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan bertujuan membangun kesadaran siswa terhadap isu lingkungan dan kesetaraan gender melalui karya sastra. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan bahan ajar tematik yang relevan dengan permasalahan sosial dan ekologis masa kini
Nilai Pendidikan dalam Lagu Hindia Sebagai Alternatif Bahan Ajar Memahami Pesan Puisi Rizkyawati, Risya; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2025): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v9i2.19295

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam lirik lagu album Lagipula Hidup akan Berakhir karya Hindia serta potensinya sebagai pengembangan bahan ajar yang berkaitan dengan Capaian Pembelajaran memahami pesan yang disampaikan pada teks puisi. Penelitian ini mengambil sumber data primer dari album kedua Hindia yaitu lirik lagu dalam album Lagipula Hidup akan Berakhir karya Hindia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data telaah pustakaan, teknik triangulasi, dan teknik analisis. Hasil penelitian nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam lirik lagu album Lagipula Hidup akan Berakhir karya Hindia yaitu nilai pendidikan agama, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan estetika. Berdasarkan temuan tersebut, nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam lirik lagu album Lagipula Hidup akan Berakhir karya Hindia dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang dapat menarik minat  dalam memahami pesan yang disampaikan pada teks puisi serta terhubung dengan fenomena dan kehidupan nyata. Pemanfaatan media populer seperti lirik lagu dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap fenomena sosial dan keadaan yang nyata.Kata Kunci: Nilai pendidikan; Lirik lagu; Hindia; Pengembangan bahan ajar; Teks Puisi;
NILAI MORAL NOVEL KUKIRA KAU OBAT,TERNYATA PATAH HATI TERHEBAT KARYA ADE RIMA MIRANTI Sari, Dina Elsa; Munir, Sirodjul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20429

Abstract

AbstrakDina Elsa Sari, 2108210072, Nilai-Nilai Moral dalam Novel Kukira Kau Obat, Ternyata Patah Hati Terhebat Karya Ade Rima Miranti (Pengembangan Bahan Ajar Membaca Novel), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Kukira Kau Obat, Ternyata Patah Hati Terhebat karya Ade Rima Miranti serta mengkaji relevansinya sebagai bahan ajar sastra di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data. Data diperoleh melalui teknik studi pustaka, teknik analisis data dan teknik dokumentasi terhadap kutipan dalam novel yang mengandung nilai moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama nilai moral dalam novel ini, yaitu: (1) hubungan manusia dengan diri sendiri, seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab terhadap pilihan hidup; (2) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi rasa empati, kasih sayang, dan pengorbanan; serta (3) hubungan manusia dengan Tuhan, ditunjukkan melalui sikap berserah, doa, dan introspeksi spiritual. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui konflik batin tokoh utama, percakapan antar tokoh, dan alur cerita yang sarat makna. Berdasarkan hasil analisis, novel ini memiliki potensi tinggi sebagai pengembangan bahan ajar sastra karena mengandung pesan moral yang sesuai dengan tujuan pembelajaran Kurikulum Merdeka, yaitu capaian pembelajaran “Peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pandangan dari membaca berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi)” pada Fase F yang reflektif dan kontekstual.Kata kunci : Bahan ajar,nilai-nilai moral,novel.
ALIH WAHANA CERITA RAKYAT SITU LENGKONG PANJALU KEDALAM BENTUK NOVEL Vaujiyatul A, Siva; Herdiana, Herdiana; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19980

Abstract

ABSTRAK : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan alih wahana cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu kedalam bentuk novel. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah folkor atau cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah teknik studi pustaka, teknik observasi dan wawancara yang dilakukan kepada narasumber. Teknik analisis data pada penelitian ini sebagai berikut. Teknik pertama adalah teknik reduksi data, selanjutnya adalah penyajian data serta yang terakhir adalah penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini merupakan alih wahana cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu dengan menggunakan teori alih wahana Damono, terdapat  2 pengurangan dan 30 penambahan meliputi 18 penambahan dari segi tokoh, dan 12 penamabahan dari segi lattar atau setting.Kata kunci : alih wahana, cerita rakyat Situ Lengkong Panjalu, novelAbstract : This study aims to describe the transfer of the Situ Lengkong Panjalu folklore into a novel. This study uses a qualitative descriptive method. The data source in this study is the Situ Lengkong Panjalu folklore. The data collection techniques used are library study techniques, observation techniques, and interviews conducted with informants. The data analysis techniques in this study are as follows. The first technique is the data reduction technique, then the data presentation and the last is drawing conclusions. The results of this study are the transfer of the Situ Lengkong Panjalu folklore using the Damono transfer theory, there are 2reductions and 30 additions including 18 additions in terms of characters, and 12 additions in terms of background or setting..Key words: folklore,novel, Situ Lengkong Panjalu folklore
NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM FILM BILA ESOK IBU TIADA KARYA NAGIGA NUR ARYATI (ALTERNATIF PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK FILM NARATIF) Fauziah, Fatia; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.19967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Nilai Moral dalam Film “Bila Esok Ibu Tiada” karya Nagiga Nur Aryati serta potensinya sebagai alternatif pengembangan bahan ajar menyimak film naratif. Film ini bercerita tentang seorang Ibu, Rahmi, yang berjuang keras membesarkan empat anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal. Di tengah tantangan ekonomi dan konflik keluarga, Ranika (anak sulung) bertindak otoriter, anak-anak yang lain yaitu Rania, Rangga, dan Hening semakin sibuk dengan kehidupan masing-masing, namun Rahmi tetap mencintai tanpa syarat. Film ini mengangkat tema penyesalan dan kesadaran akan pentingnya kehadiran ibu dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis pustaka, dokumentasi, dan analisis. Proses tersebut bertujuan untuk menganalisis nilai yang terdapat pada dialog, adegan dan latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung nilai moral seperti hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam, dan hubungan manusia dengan tuhannya. Berdasarkan temuan tersebut, film “Bila Esok Ibu Tiada” dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar alternatif yang cukup dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam pembelajaran menyimak film naratif dengan saksama untuk memahami alur cerita dan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya. Pemanfaatan media populer seperti film yang hangat dibicarakan dapat meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman siswa terhadap kemampuan menyimak dan memahami berbagai tipe teks aural hingga mampu menuliskan kembali teks aural atau audio visual.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA PADA NOVEL ANJING MENGEONG, KUCING MENGGONGGONG KARYA EKA KURNIAWAN Fauzieah, Melly Luthfi; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20052

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiologi sastra pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan mendeskripsikan bahan ajar yang berkaitan dengan kajian sosiologi sastra agar peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dari membaca teks fiksi di media cetak. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan analisis sosiologi sastra menggunakan teori Ian Watt pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan teori Ian Watt yang memfokuskan tiga aspek yaitu konteks sosial pengarang, sastra sebagai cerminan masyarakat dan fungsi sosial sastra. Konteks sosial pengarang diungkapkan tema, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa yang mencerminkan pengaruh sosial dan lingkungan terhadap pengarang dalam menulis cerita. Sastra sebagai cerminan masyarakat digambarkan melalui tema, tokoh, alur dan latar yang mencerminkan keadaan masyarakat pada novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong. Fungsi sosial sastra digambarkan melalui tema, amanat, tokoh dan latar sebagai perubahan dan pesan yang disampaikan penulis dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong.Kata Kunci: Sosiologi Sastra, novel.
PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL SESUK KARYAA TERE LIYE Sefianingsih, Dewi; Munir, Sirojul; Noviadi, Andri
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.20040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Psikologi Sastra Dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye dan mendeskripsikan hasil analisis Psikologi Sastra dalam Novel Sesuk untuk dijadikan bahan ajar yang sesuai dengan hasil penelitian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan Psikologi Sastra yang terdapat dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Penelitian ini menggambarkan pendekatan metode deskriptif kualitatif untuk mencapai tujuan. Novel Sesuk karya Tere Liye digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan tehnik studi pustaka, tehnik analisis, dan tehnik dokumentasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan adanya psikologi sastra dalam novel Sesuk karya Tere Liye dan dapat diterapkan sebagai alternatif pengembangan bahan ajar membaca teks novel. Aspek yang diteliti dalam penelitian ini mencakup id (khayalan) merupakan karakter tokoh berupaya memenuhi kepuasan insting dengan menciptakan khayalan, dimana tokoh berupaya menenangkan ketegangan insting serta memperoleh kepuasan dari dorongan biologis melalui imajinasi, ego (perantara) berupaya untuk mengambil keputusan mengenai insting yang akan dipuaskan dengan mempertimbangkan kenyataan, dimana karakter tokoh berusaha memulihkan ketegangan insting dan membantu biologi dengan mempertimbangkan situasi di lingkungan atau dunia luar yang diinginkan, dan super ego (hati) terkait dengan standar atau norma masyarakat mengenai moralitas, baik dan buruk, atau benar dan salah. Karakter tokoh ini menginternalisasi dan mengakui norma-norma sosial tersebut, dan tekanan pada individu untuk hidup sesuai dengan standar moral dan sosial yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Psikologi Sastra, Pengembangan Bahan Ajar