Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Redesign Pitch Deck sebagai Media Presentasi Perusahaan blihape.id Faisal Akbar; Khikmah Susanti; Rukiah, Yayah
Darma Cendekia Vol. 4 No. 1 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i1.142

Abstract

Belihape.id salah satu perusahaan yang berkecimpung di dunia media digital, yang fokus memberikan informasi terkini mengenai teknologi gawai. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya alat presentasi yang efektif untuk menyampaikan nilai bisnis dan potensi pasar kepada calon pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, kebutuhan akan pitch deck yang komprehensif dan menarik menjadi sangat krusial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendesain ulang pitch deck dengan konsep yang baru ini dapat membuat Belihape.Id memperluas jangkauan target audience di seluruh wilayah Jakarta (khususnya) bahkan hingga seluruh Indonesia. Pitch deck adalah presentasi singkat yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang bisnis atau proyek kepada calon investor atau mitra (Sugiyono, 2019). Metode yang digunakan pada merancang ulang pitch deck untuk Belihape.id ini terbagi 3 tahapan yaitu tahap 1 perencanaan yang berisikan observasi, wawancara dan pengamatan, tahap 2 persiapan dimana tim mempersiapkan untuk merancang dengan membuat sketsa layout, tight tissue dan merancang. Tahap 3 adalah pelaksanaan dimana desain pitch deck yang baru dengan konsep baru telah selesai dan diserahkan pada Belihape.id. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ini menghasilkan bentuk desain ulang pitch deck perusahaan Belihape.id yang digunakan untuk menarik investor pada saat pitching.
PERANCANGAN FILM DOKUMENTER KECIMPRING SEBAGAI KOMODITAS UTAMA MASYARAKAT LEMBANG JAWA BARAT Dwisatrio, Muhammad Akbar; Rukiah, Yayah; Susanti, Khikmah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i1.10609

Abstract

Abstract The design of a documentary film kecimpring as the main commodity of the people of Lembang, West Java, as well as an effort to be able to provide understanding to the wider community and also to tourists who often visit the West Java area. The research method used is a descriptive qualitative analysis approach, because this study aims to obtain an authentic understanding in other words to understand the phenomenon of what is experienced by research subjects in a special natural context. This descriptive qualitative method is used to produce descriptive data in the form of words and writings on the medium of the kecimpring documentary film. The data obtained is the result of a search for literature studies in the form of books, journals, observations, and interviews with competent sources in their fields. With the data collected, it shows that kecimpring is one of the traditional snacks typical of West Java that must be preserved and preserved, and this kecimpring documentary is an effective medium for an introduction to history, how to make kecimpring, and how to preserve traditional snacks. typical of West Java.Keywords: Kecimpring, main commodity, traditional food, West Java Abstrak Perancangan film dokumenter Kecimpring sebagai komoditas utama masyarakat Lembang Jawa Barat, serta sebagai upaya untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas dan juga para turis yang sering kali berkunjung ke daerah Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analisis kualitatif deskriptif, karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman otentik dengan kata lain memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian pada konteks khusus yang alamiah. Metode kualitatif deskriptif ini digunakan untuk menghasilkan data secara deskriptif dalam bentuk kata-kata maupun tulisan mengenai media film dokumenter     kecimpring. Data yang didapat adalah hasil dari pencarian studi literatur berupa      buku, jurnal, observasi, dan wawancara dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Dengan data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kecimpring       adalah salah satu makanan ringan tradisional khas Jawa Barat yang wajib dijaga      dan dilestarikan keberadaannya dan film dokumenter kecimpring ini merupakan salah satu media yang efektif untuk pengenalan mengenai sejarah, bagaimana cara pembuatan kecimpring, dan cara untuk melestarikan makanan ringan tradisional khas Jawa Barat.Kata kunci: Kecimpring, komoditas utama, makanan tradisional, Jawa Barat 
Perancangan Buku Ilustrasi Entong Gendut dan Villa Nova sebagai Bagian Sejarah Wilayah Condet Ilham, Muhamad; Ranuhandoko, Ndaru; Susanti, Khikmah
Cipta Vol 2, No 1 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i1.2002

Abstract

Entong Gendut adalah salah satu pendekar yang berasal dari Condet yang dikenal dalam peristiwa perlawanannya terhadap penguasa tanah partikelir pada tahun 1916 di Villa Nova,  Kelurahan Kampung Tengah, wilayah partikelir Condet Balekambang, Jakarta. Di Villa Nova tersebut awal perlawanan rakyat Jakarta terhadap penguasa tanah partikelir, terutama pemilik Villa Nova yang bernama Nyonya Van der Vasse Rollinson. Namun, walaupun merupakan bagian dari sejarah bangkitnya rakyat dalam melawan penjajah di Jakarta, hanya sedikit artikel yang menginformasikan tentang perisitiwa perlawanan Entong Gendut dan Villa Nova di tahun 1916. Bahkan, tidak banyak masyarakat Jakarta yang mengetahui mengenai perjuangan yang menjadi bagian dari sejarah wilayah Condet ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media berupa buku ilustrasi mengenai sejarah Entong Gendut dan Villa Nova yang berlokasi di Condet Jakarta Timur. Dengan menggunakan gaya ilustrasi semirealis dan penggunaan warna Chroma untuk memberikan kesan suasana tempo dulu, diharapkan buku ilustrasi tentang Entong Gendut dan Villa Nova ini dapat menarik dan menumbuhkan minat generasi muda untuk mengetahui tentang sejarah yang ada di daerah Condet serta menjaga peninggalan yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya sejarah perjuangan rakyat di Jakarta.
Desain Tata Ruang Siniar sebagai Identitas Jenama: Perspektif Desain Komunikasi Visual Akbar, Faisal; Miswanti, Dini; Susanti, Khikmah; Putra, Rizki Saga; Hidayati, Atiek Nur
Cipta Vol 3, No 1 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v3i1.3176

Abstract

Artikel ini membahas siniar (podcast) tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian konten audio, tetapi juga sebagai identitas jenama yang kuat. Desain tata ruang siniar memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang sesuai dengan nilai-nilai dan karakteristik jenama, serta mendukung pengalaman audiens secara keseluruhan. Elemen-elemen desain seperti penataan furnitur, pencahayaan, pemilihan warna, dan elemen visual lainnya dapat digunakan untuk memperkuat citra jenama dan menciptakan konsistensi visual. Hasil perancangan desain ini menunjukkan bahwa desain tata ruang siniar yang dirancang dengan baik tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap identitas jenama yang lebih kuat dan berkesan.
Penerapan Metode Role Play Storytelling dengan Menggunakan Media Poster Pada Kemampuan Berbahasa Inggris Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Yohana, Fenti Mariska; Pratiwi, Heppy Atma; Susanti, Khikmah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 01 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i01.43

Abstract

Role play storytelling method is a method to mastery the lesson of studying with how to gaining your imagination and appreciation that do by the act as a living figures or inanimated objects. The students of SMPN 1 Bojonggede has learn in English langunge by this method and using the poster as a media to storytelling, because the media that they use is interesting, colorful, and by the figures, so the students can raise their imagination by this poster. Poster is a strong combination of design, blending color, and the intention to capture the attention for those who see it. In this globalization era, teachers must be creative to do teaching and learning activities, by this method learning activities are going to interesting. ABSTRAK Metode role play storytelling adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Para siswa SMPN 1 Bojonggede lebih mudah bercerita berbahasa Inggris dengan menggunakan media Poster, karena media yang digunakan menarik, berwarna, dan dengan gambar sehingga siswa mampu bermain dengan imajinasinya melalui media tersebut. Poster merupakan kombinasi yang kuat antara rancangan, paduan warna, pesan yang terkandung, serta maksud untuk menangkap perhatian orang yang melihatnya. Era globalisasi saat ini mengharuskan pengajar lebih kreatif dalam kegiatan belajar mengajar, karena dengan metode tersebut di harapkan kegiatan pembelajaran bermakna dan menyenangkan serta tidak membosankan, dengan metode dan penggunaan media tersebut diharapkan kemampuan bahasa anak tercapai dengan baik.
Analisis Pesan Visual pada Media Kampanye Luar Ruang Caleg 2019 Nurhablisyah, Nurhablisyah; Susanti, Khikmah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 02 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i02.49

Abstract

Campaign moment in Indonesia means every place near the road or meeting point was covered by legislative campaign’s banner (out of home media). In 2019, this campaign media was overloaded which could covered others belonging from different party. Not only roads, trees, home’s gate and wall was becoming a random target for placing the media. Another phenomenon that was caught by eyes was too many message attributes which applied into the media by using AIDA Model (attention, interest, desire, action), therefore riders and pedestrian could not see the meaning clearly. Those visual message consists of texts, illustration (photos), color, layout etc. This descriptive research is trying to analyze visual message in legislative out of home media campaign 2019 in East Jakarta and Depok. Analysis method is using out of home principals messages. The result of this research showed, mostly legislative candidates didn’t’ applied the ideals principals about out of home media characters. Designing message for out of home media should base on this principals; (1) out of home provide a very limited information space, therefor choose the most important message and conduct mission and vision,(2) pedestrian and riders don’t have enough time to read all the information, choose the readable and clear text, illustration and color, (3) the frequency and size of the media is also influence the attention, (4) media was not only to attract people but also to influence to people around it.
Fenomena BTS dalam Iklan "Tokopedia", Sebuah Tinjauan Citra Budaya Visual Nurhablisyah, Nurhablisyah; Susanti, Khikmah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 4 No. 01 (2020): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v4i01.52

Abstract

BTS (Bangtan Boys) was chosen as the brand ambassador for Tokopedia because it had delivered many achievements, one of which reached the top of the Billboard charts in 2018, becoming the only South Korean group to surpass the Beatles record, occupying the Top 200 Bilboard charts for 3 songs less than 1 year. The phenomenon of Korean artists who were asked to become ambassasor brands in the advertising industry in Indonesia in this study will be discussed from the perspective of visual cultural imagery. This research method is a qualitative descriptive analysis through the Image and Visual Culture approach using Image Theory, which explains the image has several parts: (1) Graphics, (2) Optics, (3) Perception, (4) Mental, (5) Verbal. The results of this study indicate that the positive image of BTS, which represents South Korean young people, who work hard, are successful and relatively far from scandalous. The use of graphics that are not too much, pastel colors, animated hearts, fountains, wings, fireworks, and so forth. This graphic gives the impression of cheerful, energetic, but still looks controlled. Optics, in this advertisement, young people are targets that have similarities with the character of BTS personnel. The perception to be raised is the big name of BTS, which has many fans and influences on product consumerism, and increasing transactions through the Tokopedia application on mobile. Mental decision-making in the audience is the working class, students from middle economic groups. Whereas at the verbal point, not too many verbal messages are spoken and written, but always mentioned the word "Tokopedia." For written verbal messages, the word "Tokopedia" always appears on the screen. Verbal is to emphasize that BTS fully recommends Tokopedia to be a place for online shopping. Abstrak BTS (Bangtan Boys) terpilih menjadi brand ambassador untuk Tokopedia karena sudah melahirkan banyak prestasi salah satunya berhasil mencapai puncak pada tangga lagu Billboard pada tahun 2018, menjadi satu-satunya grup asal Korea Selatan yang melampaui rekor The Beatles, dengan menduduki Top 200 tangga lagu Bilboard untuk 3 lagu kurang dari 1 tahun. Fenomena artis Korea yang didaulat menjadi brand ambassasor dalam industri iklan di Indonesia pada penelitian ini akan dibahas dari perspektif citra budaya visual. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan Citra dan Budaya Visual dengan menggunakan Teori Citra, yang menjelaskan citra memiliki beberapa bagian;(1) Grafis, (2) Optik, (3) Persepsi, (4) Mental, (5) Verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra positif yang dimiliki BTS yang menjadi representasi anak muda Korea Selatan, yang bekerja keras, sukses dan relatif jauh dari skandal. Penggunaan grafis yang tidak terlalu banyak, warna-warna pastel, animasi hati, air mancur, sayap, kembang api, dan lain sebagainya. Grafis ini memberikan kesan ceria, energik, namun tetap terlihat terkendali. Optik, dalam iklan ini, kaum muda merupakan target yang memiliki kemiripan dengan karakter personel BTS. Persepsi yang ingin diangkat adalah nama besar BTS, yang memiliki banyak fans dan pengaruh terhadap konsumerisme produk, dan meningkatkan transaksi melalui aplikasi Tokopedia di ponsel. Mental dalam pengambilan keputusan dari khalayak merupakan kelas pekerja, mahasiswa/pelajar dari kelompok ekonomi menengah. Sedangkan pada poin verbal, tidak terlalu banyak pesan verbal yang diucapkan dan tertulis, namun selalu ada kata “Tokopedia.” Untuk pesan verbal tertulis, kata “Tokopedia” selalu nampak pada layar. Verbal tersebut untuk menegaskan bahwa BTS menganjurkan sepenuhnya Tokopedia menjadi tempat untuk belanja online.