Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Desain Tata Ruang Siniar sebagai Identitas Jenama: Perspektif Desain Komunikasi Visual Akbar, Faisal; Miswanti, Dini; Susanti, Khikmah; Putra, Rizki Saga; Hidayati, Atiek Nur
Cipta Vol 3, No 1 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v3i1.3176

Abstract

Artikel ini membahas siniar (podcast) tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian konten audio, tetapi juga sebagai identitas jenama yang kuat. Desain tata ruang siniar memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang sesuai dengan nilai-nilai dan karakteristik jenama, serta mendukung pengalaman audiens secara keseluruhan. Elemen-elemen desain seperti penataan furnitur, pencahayaan, pemilihan warna, dan elemen visual lainnya dapat digunakan untuk memperkuat citra jenama dan menciptakan konsistensi visual. Hasil perancangan desain ini menunjukkan bahwa desain tata ruang siniar yang dirancang dengan baik tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap identitas jenama yang lebih kuat dan berkesan.
Penerapan Metode Role Play Storytelling dengan Menggunakan Media Poster Pada Kemampuan Berbahasa Inggris Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Yohana, Fenti Mariska; Pratiwi, Heppy Atma; Susanti, Khikmah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 01 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i01.43

Abstract

Role play storytelling method is a method to mastery the lesson of studying with how to gaining your imagination and appreciation that do by the act as a living figures or inanimated objects. The students of SMPN 1 Bojonggede has learn in English langunge by this method and using the poster as a media to storytelling, because the media that they use is interesting, colorful, and by the figures, so the students can raise their imagination by this poster. Poster is a strong combination of design, blending color, and the intention to capture the attention for those who see it. In this globalization era, teachers must be creative to do teaching and learning activities, by this method learning activities are going to interesting. ABSTRAK Metode role play storytelling adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Para siswa SMPN 1 Bojonggede lebih mudah bercerita berbahasa Inggris dengan menggunakan media Poster, karena media yang digunakan menarik, berwarna, dan dengan gambar sehingga siswa mampu bermain dengan imajinasinya melalui media tersebut. Poster merupakan kombinasi yang kuat antara rancangan, paduan warna, pesan yang terkandung, serta maksud untuk menangkap perhatian orang yang melihatnya. Era globalisasi saat ini mengharuskan pengajar lebih kreatif dalam kegiatan belajar mengajar, karena dengan metode tersebut di harapkan kegiatan pembelajaran bermakna dan menyenangkan serta tidak membosankan, dengan metode dan penggunaan media tersebut diharapkan kemampuan bahasa anak tercapai dengan baik.
Analisis Pesan Visual pada Media Kampanye Luar Ruang Caleg 2019 Nurhablisyah, Nurhablisyah; Susanti, Khikmah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 02 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i02.49

Abstract

Campaign moment in Indonesia means every place near the road or meeting point was covered by legislative campaign’s banner (out of home media). In 2019, this campaign media was overloaded which could covered others belonging from different party. Not only roads, trees, home’s gate and wall was becoming a random target for placing the media. Another phenomenon that was caught by eyes was too many message attributes which applied into the media by using AIDA Model (attention, interest, desire, action), therefore riders and pedestrian could not see the meaning clearly. Those visual message consists of texts, illustration (photos), color, layout etc. This descriptive research is trying to analyze visual message in legislative out of home media campaign 2019 in East Jakarta and Depok. Analysis method is using out of home principals messages. The result of this research showed, mostly legislative candidates didn’t’ applied the ideals principals about out of home media characters. Designing message for out of home media should base on this principals; (1) out of home provide a very limited information space, therefor choose the most important message and conduct mission and vision,(2) pedestrian and riders don’t have enough time to read all the information, choose the readable and clear text, illustration and color, (3) the frequency and size of the media is also influence the attention, (4) media was not only to attract people but also to influence to people around it.
Fenomena BTS dalam Iklan "Tokopedia", Sebuah Tinjauan Citra Budaya Visual Nurhablisyah, Nurhablisyah; Susanti, Khikmah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 4 No. 01 (2020): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v4i01.52

Abstract

BTS (Bangtan Boys) was chosen as the brand ambassador for Tokopedia because it had delivered many achievements, one of which reached the top of the Billboard charts in 2018, becoming the only South Korean group to surpass the Beatles record, occupying the Top 200 Bilboard charts for 3 songs less than 1 year. The phenomenon of Korean artists who were asked to become ambassasor brands in the advertising industry in Indonesia in this study will be discussed from the perspective of visual cultural imagery. This research method is a qualitative descriptive analysis through the Image and Visual Culture approach using Image Theory, which explains the image has several parts: (1) Graphics, (2) Optics, (3) Perception, (4) Mental, (5) Verbal. The results of this study indicate that the positive image of BTS, which represents South Korean young people, who work hard, are successful and relatively far from scandalous. The use of graphics that are not too much, pastel colors, animated hearts, fountains, wings, fireworks, and so forth. This graphic gives the impression of cheerful, energetic, but still looks controlled. Optics, in this advertisement, young people are targets that have similarities with the character of BTS personnel. The perception to be raised is the big name of BTS, which has many fans and influences on product consumerism, and increasing transactions through the Tokopedia application on mobile. Mental decision-making in the audience is the working class, students from middle economic groups. Whereas at the verbal point, not too many verbal messages are spoken and written, but always mentioned the word "Tokopedia." For written verbal messages, the word "Tokopedia" always appears on the screen. Verbal is to emphasize that BTS fully recommends Tokopedia to be a place for online shopping. Abstrak BTS (Bangtan Boys) terpilih menjadi brand ambassador untuk Tokopedia karena sudah melahirkan banyak prestasi salah satunya berhasil mencapai puncak pada tangga lagu Billboard pada tahun 2018, menjadi satu-satunya grup asal Korea Selatan yang melampaui rekor The Beatles, dengan menduduki Top 200 tangga lagu Bilboard untuk 3 lagu kurang dari 1 tahun. Fenomena artis Korea yang didaulat menjadi brand ambassasor dalam industri iklan di Indonesia pada penelitian ini akan dibahas dari perspektif citra budaya visual. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif melalui pendekatan Citra dan Budaya Visual dengan menggunakan Teori Citra, yang menjelaskan citra memiliki beberapa bagian;(1) Grafis, (2) Optik, (3) Persepsi, (4) Mental, (5) Verbal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa citra positif yang dimiliki BTS yang menjadi representasi anak muda Korea Selatan, yang bekerja keras, sukses dan relatif jauh dari skandal. Penggunaan grafis yang tidak terlalu banyak, warna-warna pastel, animasi hati, air mancur, sayap, kembang api, dan lain sebagainya. Grafis ini memberikan kesan ceria, energik, namun tetap terlihat terkendali. Optik, dalam iklan ini, kaum muda merupakan target yang memiliki kemiripan dengan karakter personel BTS. Persepsi yang ingin diangkat adalah nama besar BTS, yang memiliki banyak fans dan pengaruh terhadap konsumerisme produk, dan meningkatkan transaksi melalui aplikasi Tokopedia di ponsel. Mental dalam pengambilan keputusan dari khalayak merupakan kelas pekerja, mahasiswa/pelajar dari kelompok ekonomi menengah. Sedangkan pada poin verbal, tidak terlalu banyak pesan verbal yang diucapkan dan tertulis, namun selalu ada kata “Tokopedia.” Untuk pesan verbal tertulis, kata “Tokopedia” selalu nampak pada layar. Verbal tersebut untuk menegaskan bahwa BTS menganjurkan sepenuhnya Tokopedia menjadi tempat untuk belanja online.
Pendampingan Perancangan Company Profile sebagai Brand Identity pada Yayasan Panti Nugraha Akbar, Faisal; Susanti, Khikmah; Cisara, Anugrah
Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i2.176

Abstract

Yayasan Panti Nugraha merupakan lembaga sosial yang aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, namun belum memiliki media komunikasi visual yang mampu merepresentasikan identitas lembaga secara profesional dan terstruktur. Permasalahan tersebut berdampak pada kurang optimalnya penyampaian informasi kepada mitra, donatur, dan pemangku kepentingan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mendampingi Yayasan Panti Nugraha dalam merancang company profile sebagai penguatan brand identity. Metode yang digunakan adalah pendekatan pendampingan partisipatif berbasis Desain Komunikasi Visual, yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, perumusan pesan, perancangan visual, serta evaluasi hasil bersama mitra. Proses pendampingan melibatkan pengurus inti yayasan secara aktif dalam penyusunan konten dan pengambilan keputusan desain. Hasil kegiatan menunjukkan terwujudnya company profile yang informatif, komunikatif, dan selaras dengan nilai serta karakter Yayasan Panti Nugraha. Selain menghasilkan luaran berupa company profile, kegiatan pengabdian juga meningkatkan pemahaman mitra terhadap pentingnya identitas visual dalam membangun citra, kredibilitas, dan kepercayaan publik. Dengan demikian, pendampingan yang dilakukan berkontribusi pada penguatan kapasitas kelembagaan serta kesiapan yayasan dalam menjalin kolaborasi berkelanjutan
Strategi Komunikasi pada Poster Film Cin(T)A sebagai Daya Tarik Khikmah Susanti; Duane Masaji Raharja
Jurnal Desain Vol 4, No 02 (2017): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.174 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v4i02.1151

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang sudah akrab dalam kehidupan masyarakat. Setelah tahun 2000 perkembangan perfilman di Indonesia mulai bangkit lagi. Film bergenre drama percintaan mendominasi, salah satunya, cin(T)a. Dalam dunia industri perfilman, poster merupakan bagian yang erat hubungannya dengan film. Dalam hal ini penulisan pada poster film cin(T)a menggunakan susunan huruf dan tanda baca yang berbeda dari biasanya. Ini yang akan menjadi pokok bahasan dalam artikel ini.
Eksperimen Perancangan Foto Ilustrasi Lema Bahasa Indonesia sebagai Bentuk Eksplorasi Kekayaan Bahasa Rezha Destiadi; Khikmah Susanti; Puji Anto
Jurnal Desain Vol 5, No 03 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.754 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i03.2410

Abstract

Salah satu ciri sebuah bahasa dikatakan maju dan berkembang adalah dari banyaknya penutur bahasa tersebut. Fenomena yang terjadi adalah banyak penutur bahasa yang menggunakan bahasa asing dalam berkomunikasi. Hal ini membuat bahasa asing yang berkembang, dan juga masyarakat tidak tahu tentang perkembangan kosa kata baru dalam bahasa sendiri (Indonesia), atau diistilahkan sebagai lema. Sosialisasi berupa bentuk Komunikasi visual merupakan inovasi yang harus dilakukan. Penelitian melalui medium fotografi sebagai elemen penjelas maksud dari Kosakata baru tersebut diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah dalam proses pemahaman para penutur.
Nilai Nasionalisme dalam Komik: Kajian Semiotika Komik Rengasdengklok Herliyana Rosalinda; Khikmah Susanti; Widya Nuriyanti
Jurnal Desain Vol 6, No 02 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.953 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i2.3010

Abstract