Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TRACES OF SUFISM IN THE BUGIS LONTARA MANUSCRIPT Nurkhalis A. Ghaffar; Asriyah Asriyah; Baso Pallawagau
International Conference on Social and Islamic Studies Proceedings of the International Conference on Social and Islamic Studies (SIS) 2021
Publisher : International Conference on Social and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manuscripts are classical intellectual treasures that describe various aspects of people's lives in the past. The media for writing Nusantara manuscripts are various, including Bugis Lontara. This paper will explain the Bahrullāhūt manuscript which contains the teachings of Sufism. The problem studied is how to describe Bahrullāhūt? and what is the content of Bahrullāhūt?. The method used is the philological method with research lines, namely an inventory of manuscripts, descriptions of manuscripts, transliteration and translation of manuscripts and analysis of these manuscripts. Presentation of research results using descriptive analysis. The results showed that the Bahrullāhūt manuscript was a single manuscript (codex unicus) because it had no variants. The manuscript is written in lontara script in Bugis language which can still be read clearly. Bahrullāhūt discussed the concept of Nur Muhammad which became one of the themes in sufism teachings. Nur Muhammad is the source of the creation of all beings who have two essences, namely the nature of awalareng or wilayah and the nature of nubuwwah. The concept of Nur Muhammad in Bahrullāhūt has a theological basis from the Qur'an and Hadith.
Etnobotani Tumbuhan yang Digunakan Dalam Pengobatan Tradisional di Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan Nurlaila Sari; Baiq Farhatul Wahidah; Nurkhalis A Gaffar
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4677

Abstract

This research is a study of Ethnobotany Plants used in traditional medicine in Sinjai Regency South Sinjai Subdistrict of South Sulawesi with the aim to obtain the data how to obtain medical plants and ways of processing in traditional medicine conducted by sanro of South Sinjai. Further data collection is done by means of structured interviews, observation, documentation, and reference searches. Data from the research results are analyzed further qualitative descriptive according to the purpose of the research will be presented in the form of tables, photos or drawings. The results showed that there are 43 kinds of plants used in traditional medicine. Medicinal plants are grouped into three upon how to get IE grows wild as much as 33plants (76.74%), plants that are deliberately kept as many as 7 plants (16.27%) and are bought as many as 3 plants (6.97%). The way used sanro to cultivate the plant into a drug that is a) a drug that is eaten is eaten raw materials; b) a drug that is drunk: ingredients kneaded and then drink or boiled and then drink; c) use: pasted, and then where it chewed, smeared/scrub on the part of the sick/injured.
Pendampingan Kelompok Tani dalam Pengembangan Pangan Lokal Kaya Protein Binto’ Toeng (Cajanus Cajan) Potensial Pencegahan Stunting di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa Azriful Azriful; Nurkhalis A. Ghaffar; Rini Jusriani; Fatmawaty Mallapiang; Nildawati Nildawati
KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): JANUARY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3260.489 KB) | DOI: 10.24252/khidmah.v2i1.26876

Abstract

Pengembangan pangan lokal sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengolahan pangan lokal kaya protein binto’ toeng (cajanus cajan) potensial pencegahan stunting di Desa Rappoala Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa berbasis pendampingan kelompok tani. Pengabdian dilakukan melalui tahapan pembuatan tepung binto’ toeng, tahapan persiapan pelatihan, dan tahapan pelatihan pembuatan produk berupa putu binto’ toeng. Tahapan pembuatan tepung dimulai dengan perendaman binto’ toengselama 24 jam. Selanjutnya binto’ toengdi kukus selama ±15 menggunakan presto. Kemudian binto’ toengditiriskan dan dijemur di bawah sinar matahari. Binto’ toengdigiling hingga halus kemudian diayak. Tahapan persiapan pelatihan dilakukan dengan menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat putu binto’ toeng. Pelatihan ini diikuti oleh 10 petani wanita yang tergabung dalam kelompok tani desa Rappoala. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat untuk mengetahui cara penepungan binto’ toengdan potensinya dijadikan produk berupa kue. Minat masyarakat terkait penggunaan binto’ toenguntuk dibuat menjadi produk kue menjadi meningkat dengan adanya pelatihan pembuatan tepung dan pembuatan produk.
Kitab Nikattere’na Nabi SAW (Analisis Struktur dan Makna Wacana Keagamaan Makassar) Gaffar, Nurkhalis A.
PUSAKA Vol 6 No 2 (2018): Pusaka Jurnal Khazanah Keagamaan
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.669 KB) | DOI: 10.31969/pusaka.v6i2.56

Abstract

Penelitian ini membahas tentang manuskrip yang berisi tentang cerita Nabi bercukur versi bahasa Makassar beraksara Serang dengan judul Nikattere’na Nabi saw. Permasalahan dalam tulisan ini yaitu bagaimana struktur dan kandungan naskah. Hasil penelitian menunjukkan naskah tersebut dapat dibagi dalam tiga bagian yaitu pertama, kisah Nabi bercukur yang meliputi siapa yang mencukur, kapan waktu melakukannya, dan apa yang menjadi ikat kepala Nabi setelah rambutnya dipotong, kedua, berisi tentang manfaat yang akan diperoleh bagi siapa saja yang menyimpan, menyalin, dan membaca naskah NNS serta larangan untuk memberikannya kepada orang yang memiliki sifat tidak baik, ketiga, berisi teks-teks doa’doa yang menjadi penutup bagian akhir dari naskah tersebut. Kata Kunci: Naskah Keagamaan, Nikattere’na Nabi, Filologi
Surya Muhammadiyah di Tanah Kaili, 1932-1982 Andrayani, Utari; Abd. Rahim Yunus; Nurkhalis A. Ghaffar
JURNAL JAWI Vol 8 No 2 (2025): Islam, Social Dynamics, and Modernity
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202582834700

Abstract

Penelitian ini mengkaji Sejarah Muhammadiyah di Tanah Kaili pada tahun 1932-1982, dengan menggunakan metode sejarah. Artikel ini menggunakan pendekatan historis dan sosiologi. Pendekatan Historis digunakan untuk melacak sejarah dan perkembangan organisasi Muhammadiyah di Tanah Kaili, sedangkan pendekatan sosiologi digunakan untuk memahami serta mendalami keadaan sosial yang terjadi dalam lingkungan organisasi Muhammadiyah. Teknik pengumpulan data yaitu sumber lisan dan tulisan dengan dikategorikan pada sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menemukan dua hal, pertama organisasi Muhammadiyah berdiri di Tanah Kaili pada tahun 1932 di Kabupaten Donggala, menyusul di Wani pada tahun 1933 dan di Kota Palu pada tahun 1938 yang berstatus cabang Muhammadiyah. Setelah itu, berkembang menjadi pimpinan Wilayah Muhammadiyah pada tahun 1966 setelah para pengurus Muhammadiyah diketiga wilayah tersebut mengikuti Muktamar Muhammadiyah di Makassar. Kedua, persebaran Muhammadiyah ke berbagai daerah tidak mengalami kendala karena didukung oleh para tokoh-tokoh penting. Ketiga, setelah terbentuknya cabang-cabang hal ini menjadi mendorong pembentukan Muhammadiyah Sulawesi Tengah. Peran Muhammadiyah dalam peradaban Islam di Teluk Palu melalui pendirian sekolah hingga perguruan tinggi dengan tujuan menciptakan generasi bangsa yang cerdas, menyediakan tempat tinggal bagi anak yatim, membangun masjid sebagai pusat ibadah dan membina umat, serta menyebarkan dakwah Islam, oleh karena itu organisasi Muhammadiyah berhasil mengubah persepsi awal masyarakat yang sempat meragukan eksistensinya, menjadi organisasi Islam yang diterima dan mampu berkembang secara berkelanjutan hingga masa kini di Tanah Kaili.
Penguatan Literasi Bahasa Arab Santri: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kegiatan Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar Harisah, Afifuddin; Pallawagau, Baso; Nuur, Khaerun Nisa; Harjum, Mohamad; Saleh, Muhammad; Gaffar , Nurkhalis A.; Rahman, Anwar Abd.; Wahyudi, Awal
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v10i1.3045

Abstract

Arabic language education at the An Nahdlah Islamic Boarding School in Makassar faces challenges in improving the Arabic language literacy of students, particularly in speaking and writing skills. This community service program aims to strengthen Arabic literacy thru extracurricular activities based on direct practice and experience. The program implementation methods include interactive training, thematic discussions, the use of digital learning applications, and the strengthening of teaching methods for instructors. The evaluation results showed a significant improvement in the students' Arabic language skills, with 75% of the students feeling more confident in using Arabic after attending the training. Additionally, this program successfully created a supportive learning community, increased social interaction among students, and produced learning modules that can be used for Arabic language instruction in other pesantren. This program not only enhances Arabic language skills but also builds the character and self-confidence of the students as part of their identity.