Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Menabung Sejak Dini di Panti Asuhan Parapattan : Pengabdian Samuel Horas Sarjana; Kuncoro Wibowo; Eduward Tony Sitorus; Ringkot P Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7091

Abstract

Panti Asuhan adalah suatu tempat yang memiliki kepedulian dan terpanggil untuk mempunyai rasa tanggung jawab kepada anak-anak yang berada di dalam keadaan tidak normal atau tidak layak disebabkan tidak memiliki orang tua, keluarga atau dapat juga dikarenakan ketidaksanggupan bahkan ketidakpedulian keluarga terhadap mereka. Panti Asuhan dibangun untuk memberikan pelayanan agar terwujud kesejahteraan sosial bagi anak terlantar tersebut dengan cara mengambil peran sebagai pengganti orang tua atau wali anak terlantar kemudian mencukupi kebutuhan fisik, mental dan juga sosial mereka. Bentuk layanan utama bagi anak-anak kurang beruntung tersebut adalah memberi pelayanan di bidang pendidikan. Melihat keadaan panti asuhan pada umumnya mudah ditemui minimnya literasi, pemahaman dan juga perlakuan pendidikan bagi para anak-anak penghuni panti asuhan. Masalah pendidikan seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah hak setiap warga negara, tertulis pada pasal 31 ayat 1,, yakni: Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Bahkan tujuan “Mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah merupakan salah satu dari empat tujuan utama negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alinea keempat. Begitu pentingnya arti pendidikan bagi negara Indonesia. Pendidikan juga berperan dalam pembentukan sikap maupun orientasi (pengenalan) anak terhadap kondisi belajar, membentuk perilaku, kebiasaan yang baik dan benar juga menambah pengetahuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan agar anak-anak penghuni Panti Asuhan Parapattan dapat memiliki kesadaran serta kebiasaan menabung, menyisihkan uang yang dimiliki untuk nantinya dapat digunakan bagi hal-hal yang lebih bernilai. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ditujukan kepada anak-anak penghuni Panti Asuhan Parapattan dari rentang jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) yang keseluruhannya berjumlah 36 anak. Dalam melakukan pelatihan dan pendidikan menabung sejak dini kepada anak-anak penghuni Panti Asuhan memakai metode penyuluhan dengan menerangkan dan menerapkan langsung melalui paparan narasi, juga contoh nyata cara menabung serta menjelaskan manfaat menabung yang semuanya itu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan juga kreativitas anak panti asuhan. Anak-anak penghuni Panti Asuhan Parapattan pada umumnya telah mampu membaca, menulis, maupun berhitung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunyai tujuan agar anak-anak penghuni Panti Asuhan Parapattan dapat memiliki kesadaran serta kebiasaan menabung, menyisihkan uang yang dimiliki untuk nantinya dapat digunakan untuk hal yang lebih bernilai. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini memperlihatkan antusiasme yang sangat tinggi dari anak-anak tersebut juga keikutsertaan yang total serta termotivasi untuk melakukan kebiasaan menabung demi masa depan yang cerah. Diharapkan kegiatan seperti ini sering dilaksanakan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak panti asuhan.
Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) in Indonesia: Regulatory Development, Implementation Challenges, and Organizational Readiness Framework Adrian Adrian; Oktavia Marpaung; Verdi Yasin; Kuncoro Wibowo
International Journal of Informatics, Economics, Management and Science Vol 5 No 2 (2026): IJIEMS (August 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/ijiems.v5i2.2550

Abstract

Reliable financial reporting is essential for investor confidence, corporate governance, and sustainable organizational performance. The increasing complexity of business operations and regulatory expectations has heightened the importance of Internal Control over Financial Reporting (ICoFR). Indonesia recently introduced a mandatory ICoFR framework through Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 15 of 2024 and the Minister of State-Owned Enterprises Decree No. SK-5/DKU.MBU/11/2024. This study examines the development of ICoFR regulations in Indonesia, identifies key implementation challenges, and proposes an Integrated Organizational Readiness Framework for Internal Control over Financial Reporting (IORF-ICoFR). Using an integrative literature review and regulatory analysis, the study synthesizes international governance frameworks, Indonesian regulations, and professional implementation guidance. The findings indicate that effective ICoFR implementation depends not only on regulatory compliance but also on organizational readiness, including governance, leadership commitment, human capital, business process maturity, technology governance, risk management integration, and continuous monitoring. The proposed framework provides a practical reference for organizations seeking to strengthen internal controls and enhance the reliability of financial reporting. This study contributes to the literature by integrating regulatory and organizational readiness perspectives within the Indonesian context and offers practical implications for regulators, financial institutions, state-owned enterprises, audit committees, internal auditors, and corporate management.