Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Cegah Stunting Menuju Kelurahan Sehat Rahayu, Agustin; Surasno, Diah Merdekawati; Mansyur, Suryani; Andiani; Musiana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i1.86

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Kelurahan Rum Balibunga. Metode: dilakukan penyuluhan yang kemudian untuk melihat indikator keberhasilan yang dicapai maka, dalam penyuluhan ini menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Rerata nilai pengetahuan peserta tentang stunting mengalami peningkatan yaitu semula hasil pre-test sebesar 5,20 menjadi sebesar 7,60 saat post-test (p = 0.000).  Nilai pengetahuan ibu tentang stunting yang mengalami peningkatan menunjukan bahwa materi yang diberikan melalui penyuluhan dapat diterima dan dipahami dengan baik. Kesimpulan: kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting. Direkomendasikan kepada tenaga kesehatan untuk terus memberikan edukasi terkait stunting dan pencegahannya sehingga masyarakat dapat lebih berperan aktif dalam mencegah stunting pada anak. Kata Kunci: pengetahuan, penyuluhan, stunting ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutrition for a long time, thus causing growth retardation in children, namely the child's height is lower or shorter (dwarf) than the standard age. Objective: To increase knowledge about stunting in pregnant women and mothers with toddlers in Rum Balibunga Village Method: counseling with pre-test and post-test to see indicators of success achieved. Result: The average value of participants' knowledge about stunting increased, namely the pre-test result was 5.20 to 7.60 during the post-test (p=0.000). The value of the mother's knowledge about stunting which has increased shows that the material provided through counseling can be well received and understood. Conclusion: extension activities can increase knowledge about stunting prevention. It is recommended that health workers continue to provide education regarding stunting and its prevention so that the community can play a more active role in preventing stunting in children.   Keywords:  knowledge, counseling, stunting
The Relationship Between Nutritional Status And Quality Of Life In The elderly Social Rehabilitation Muslatubun, Amania; Surasno, Diah Merdekawati; Mansyur, Suryani
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i2.21167

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi lansia menjadi perhatian penting karena langsung mempengaruhi kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi dan hubungannya dengan kualitas hidup di kalangan lansia yang tinggal di panti rehabilitasi sosial Himo - Himo di Ternate. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitiah semua lansia yang tinggal di panti sosial rehabilitasi sosial pada tahun 2025 yang berjumlah 40 orang subjek sesuai teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan menggunakan kuisioner Mini Nutritional Assessment (MNA) untuk menganalisis permasalahan status gizi lansia, serta kuisioner WHOQL-BREF untuk mengukur kualitas hidup lansia. Analisis statistik menggunakan uji pearson chi-square dengan interval kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,5% lansia mengalami malnutrisi, sementara 37,5% memiliki status gizi normal. Kualitas hidup lansia kategori buruk pada 82,5% subjek, dan hanya 17,5% yang kualitas hidupnya baik. Uji pearson chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kualitas hidup (p=0,382). Kesimpulannya, status gizi dan kualitas hidup lansia di panti sosial tidak memiliki hubungan signifikan secara statistik. Disarankan agar pengelola panti dapat melakukan intervensi secara holistik dan terintegrasi utamanya melakukan pemeriksaan kesehatan, dan memberikan dukungan psikologis, sosial dan lingkungan yang nyaman bagi lansia. Kata kunci: Status gizi, kualitas hidup, rehabilitasi sosial, lansia