Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Gambaran Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Desa Karangkendal Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Riza Arisanty Latifah
Nursing Inside Community Vol. 3 No. 2 (2021): Nursing Inside Community
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia merupakan keadaan yang dialami oleh setiap orang, seseorang yang berusia ≥ 60 tahun. Seorang lansia akanmengalami perubahan-perubahan pada fungsi organ tubuh maupun fungsi kognitif, yang disebabkan oleh proses penuaan.Fungsi kognitif tersebut akan menjadikan lansia tidak dapat beraktivitas dengan baik, sehingga mengakibatkan semakinbertambahnya ketidakmampuan tubuh dalam melakukan berbagai hal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuigambaran fungsi kognitif lansia di Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Metode penelitian deskriptif, jumlah sampelpenelitian ini adalah 56 lansia dengan menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitianini adalah kuesioner SPMSQ (Short Portable Mental Status Questionaire). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansiayang mengalami kerusakan intelektual sedang yaitu terdapat 40 lansia atau dengan persentase 71,4%. Sedangkan lansiadengan kerusakan intelektual ringan terdapat 5 lansia dengan persentase 8,9% dan 11 lansia dengan kerusakan intelektualberat dengan persentase 19,6%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagian besar responden mengalami kerusakanintegritas sedang, dengan persentase 71,4% atau terdapat 40 lansia dari 56 lansia. Saran untuk ilmu keperawatan diharapkandapat memberikan terapi modalitas untuk lansia di Desa Karangkendal Kecamatan Kapetakan Kabupaten cirebon, agar dapatmeningkatkan fungsi intelektual lansia yang tinggal di daerah tersebut.
Factors that Cause Mental Health Problems in Covid-19 Nurses Riza Arisanty Latifah; Rully Annisa
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 2 (2021): Proceedings of the 2nd International Nursing and Health Sciences Universitas Muhammad
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.441 KB) | DOI: 10.30595/pshms.v2i.231

Abstract

Covid-19 is an infectious disease that is endemic in all countries in the world, including Indonesia. Nurses who are frontline health workers are significantly at risk of experiencing Covid-19 transmission. This causes several mental health problems such as anxiety, stress, insomnia, excessive fear and even depression. So researchers need to study further what factors can cause mental health problems in COVID-19 nurses. This research is quantitative research with a correlation approach. This research was conducted at Gunung Jati Hospital, Cirebon. The sample in the study amounted to 60 nurses. The sampling technique was purposive sampling, with inclusion and exclusion criteria determined by the researcher. Data collection techniques through google forms using the Self Reporting Questionnaire (SRQ). The statistical test used is the Chi-Square Test using SPSS. The results of this study indicate that there is a relationship between age (p=0.000); Gender (p= 0.003), marital status (p=0.002), on mental health problems for Covid-19 nurses. There is a relationship between age, gender, gender and marital status, with the mental health of COVID-19 nurses.
Analisis Beban Keluarga pada Anggota Keluarga yang Merawat Pasien Skizofrenia di RSUD Arjawinangun Riza Arisanty Latifah
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.91 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i3.71

Abstract

Pendahuluan. Skizofrenia merupakan salahsatu penyakit terbesar di dunia. Penyakit ini timbul dari beberapa penyebab dan sangat berdampak bagi pasien ataupun keluarga. Keluarga yang merawat penderita skizofrenia menjadi beban karena keluarga harus memantau aktivitas dan perkembangan penderita dirumah agar tidak terjadi kekambuhan sehingga keluarga dapat berperan dalam pencegahan kekambuhan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis beban keluarga pada anggota keluarga yang merawat pasin skizofrenia Metode. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik, populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia yang sedang menjalani rawat jalan di poliklinik RSUD Arjawinangun sebanyak 210. Sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 41. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen BAS (burden assessment schedule). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan, dari 41 responden yang mengalami tidak ada beban/ sedikit beban terdapat 3 orang, beban ringan-sedang 18 orang, beban sedang-berat 16 orang dan beban berat 4 orang. Kesimpulan. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini yaitu beban keluarga pada keluarga yang merawat pasien Skizofrenia di RSUD Arjawinangun sebagian besar dalam kategori beban ringan-sedang.
Hubungan Tingkat Keterpaparan Internet dengan Perkembangan Sosial Anak Usia Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Getasan Kec. Depok Kab. Cirebon Yolin Nesa Antika; Riza Arisanty Latifah
Indonesian Journal of Health Research Vol. 4 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.633 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v4i3.87

Abstract

Pendahuluan. Internet dimata anak-anak merupakan sesuatu yang abstrak, mereka belum memahami dampak positif dan negatif internet bagi kehidupan mereka sehari-hari. Penggunaan internet dalam waktu yang lama dapat menimbulkan efek negatif dalam perkembangan sosial anak, ditambah lagi sudah banyak anak sekolah dasar yang diberikan gadget oleh orang tua mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat keterpaparan internet dengan perkembangan sosial anak usia sekolah dasar di SD Negeri 1 Getasan Kec.Depok Kab.Cirebon. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 anak yang terdiri dari 20 anak kelas 4, 19 anak kelas 5, dan 18 anak kelas 6. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tingkat keterpaparan internet dan perkembangan sosial anak. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keterpaparan internet dengan perkembangan sosial anak usia sekolah dasar. terlihat dari nilai koefisien kolerasi sebesar -0,610 dengan p = 0,000 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,428 ini berarti variabel tingkat keterpaparan internet memberikan sumbangan efektif variabel perkembangan sosial anak usia sekolah dasar sebesar 42,8%. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keterpaparan internet dengan perkembangan sosial anak usia sekolah dasar. Diharapkan agar orang tua selalu memberikan arahan dan bimbingan untuk mengontrol anak dalam bermain internet agar meminimalisir dampak negatif internet.
Faktor – Faktor Psikologis Penyebab Perilaku Bullying Muhammad Chaidar; Riza Arisanty Latifah
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v2i3.99

Abstract

Bullying merupakan fenomena yang merugikan dan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis individu, terutama remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis yang menjadi penyebab perilaku bullying di kalangan remaja. Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bullying pada remaja melalui metode literature review dari beberapa jurnal terkait. Tinjauan pustaka mengenai definisi bullying, prevalensi, dan konsekuensi bullying digunakan sebagai landasan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan dalam kejadian bullying pada remaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang tidak aman, ketidakseimbangan kekuasaan, hubungan sosial yang buruk, serta faktor personal seperti tingkat agresivitas dan rendahnya keterampilan sosial merupakan faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya bullying. Implikasi dari temuan ini untuk pencegahan dan intervensi bullying pada remaja dibahas dalam konteks upaya membangun lingkungan yang aman dan mendukung bagi seluruh siswa.
The Effect of Homerton Covid Psychological Support (HCPS) in Overcoming Mental Health Problems in Covid-19 Health Workers Latifah, Riza Arisanty; Annisa, Rully
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3226

Abstract

Coronavirus Disease-19 (COVID-19) is an infectious disease that not only attacks patients, virus also attacks several health workers who often have direct contact with positive COVID-19 patients. RSD Gunung Jati is a government hospital that accepts and treats COVID-19 patients. This causes concern both for the health workers themselves and for other health workers who have worked in the same place. So that many health workers will experience problems, such as anxiety, stress, fatigue, fear and even insomnia. Mental health services in the UK have issued guidelines for meeting mental health needs, namely through Homerton Covid Psychological Support (HCPS). HCPS is a guideline designed as mental and psychological health support for COVID-19 health workers. The purpose of this study was to determine the effect of Homerton Covid Psychological Support in reducing mental health problems for COVID-19 health workers at Gunung Jati Hospital, Cirebon. The sample in this study amounted to 32. The design of this study was pre-experimental with one group pretest-posttest, namely this design revealed a causal relationship by involving one group of subjects. This study uses data analysis with statistical tests with the T-Test analysis method. The results of the Paired t-Test showed a p-value = 0.000 in the intervention group. The results of the Paired t-Test concluded that there were significant differences after treatment in the intervention group.
Comparison Of Loneliness Rates In Elderly People Living At Home And Elderly People Living In Nursing Homes In Cirebon City Arisanty Latifah, Riza; Sukati, Dewi Endang; Akbar, Rizaluddin
Jurnal Medisci Vol 2 No 1 (2024): Vol 2 No 1 August 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v2i1.375

Abstract

Loneliness is an emotional and mental condition characterized by a feeling of isolation and a lack of meaningful bonds with others, which will then be accompanied by a variety of negative  emotions such as anxiety, depression, dissatisfaction, self-blame and unhappiness. The loneliness felt by the elderly focuses more on the lack of contact and social role in the family, in society, and in the work environment. This study aims to identify the level of loneliness of the elderly who live in the house and who are lonely in the nursing home in Cirebon City. This study method is a comparative study method using a quantitative approach. In this study, the number of samples used was 33 samples from the elderly living in the nursing home and as many as 100 samples of the elderly living at home and meeting the exclusion and inclusion criteria that were in line with the study objectives. The sampling technique uses Simple Random Sampling. The research instrument used was  the University of California of Los Angeles (UCLA) Loneliness Scale questionnaire. The results of the analysis using  the Mann-Whitney  test showed a significant score (p=0.000 <0.05) providing evidence that there was a comparison of loneliness levels between the elderly living at home and in nursing homes. The conclusion that can be drawn in this study is that there is a comparison of loneliness levels in the elderly who live at home and in nursing homes. Researchers suggest investigating family function on the degree of loneliness for the elderly
Hubungan Tingkat Stres dengan Gejala Gastritis pada Remaja Latifah, Riza Arisanty; Hoirunnisa, Hoirunnisa
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.927-934

Abstract

Remaja merupakan seseorang yang berada dalam fase peralihan Sehingga remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, salah satunya yaitu gastritis. Gastritis dapat terjadi pada remaja dipicu karena adanya stress. Hasil studi pendahulun di SMA Negeri 1 Karangwareng 7 dari siswa mengalami gejala gastritis dan 6 dari 10 siswa mengalami stress. Tujuan: studi ini memiliki tujuan yaitu untuk mengidentifikasi hubungan tingkat stres dengan gejala gastritis pada remaja di SMAN 1 Karangwareng. Metodologi: studi ini ialah suatu kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi memakai pendekatan cross sectional. Responden pada studi ini berjumlah 110 remaja yang pengambilan sampelnya menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner Percerived Stress Scale (PSS-10). Pengujian statistik pada studi ini memakai Uji Chi Square. Hasil: berdasarkan pada perolehan analisa bivariat tingkatan stres yang bergejala gastritis didapatkan perolehan skor p-value berjumlah 0,002 < 0,05, maka Ho dilakukan penolakan serta Ha mendapat penerimaan sehingga bisa diberi makna bahwa ada korelasi pada tingkat stres terhadap gejala gastritis pada remaja di SMAN 1 Karangwareng. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dan pola makan dengan gejala gastritis pada remaja di SMAN 1 Karangwareng Cirebon. 
The Effect of Progressive Muscle Relaxation Towards Reducing Anxiety in Seventh Grade Students in Facing Exams at Islamic Boarding School of Al-Ikhlas Female Kuningan Jawa Barat Rahmawati, Rika; Alfiani, Fitri; Arisanty Latifah, Riza
Jurnal Medisci Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 August 2023
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/medisci.v1i1.22

Abstract

Exams are one of the factors that affect the level of anxiety. The anxiety experienced by women higher than that of men, the reason is because the hormones possessed by women are faster in bringing out the side of empathy. One of them is facing an exam. Therefore, it is necessary to have an intervention to reduce anxiety, one of which is Progressive Muscle Relaxation therapy. This study aims to determine the effect of Progressive Muscle Relaxation to reduce anxiety levels in seventh grade students in facing exams. This quasi-experimental research uses a one group pretest-posttest design. The sample in this study amounted to 28 participants. The sampling technique used was total sampling. The research instrument using an anxiety questionnaire is the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). This questionnaire has been tested for validity and reliability with a coefficient value of Cronbach's Alpha 0.793 with a total of 14 items. The data were analyzed using the Wilcoxon test to determine the effect of Progressive Muscle Relaxation on reducing anxiety levels. The results showed that there was a significant decrease in the results of the pre and post anxiety level questionnaires with an average decreasing value of 14.50. And the obtained Wilcoxon test results 0.000 < 0.05, which means that there is an effect of giving progressive muscle relaxation therapy on anxiety in class VII students. Progressive Muscle Relaxation can reduce anxiety levels in female students in facing exams.
Faktor – Faktor Psikologis Penyebab Perilaku Bullying Muhammad Chaidar; Riza Arisanty Latifah
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 3 (2024): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v2i3.99

Abstract

Bullying merupakan fenomena yang merugikan dan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis individu, terutama remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor psikologis yang menjadi penyebab perilaku bullying di kalangan remaja. Studi ini menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bullying pada remaja melalui metode literature review dari beberapa jurnal terkait. Tinjauan pustaka mengenai definisi bullying, prevalensi, dan konsekuensi bullying digunakan sebagai landasan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan dalam kejadian bullying pada remaja. Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang tidak aman, ketidakseimbangan kekuasaan, hubungan sosial yang buruk, serta faktor personal seperti tingkat agresivitas dan rendahnya keterampilan sosial merupakan faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya bullying. Implikasi dari temuan ini untuk pencegahan dan intervensi bullying pada remaja dibahas dalam konteks upaya membangun lingkungan yang aman dan mendukung bagi seluruh siswa.