Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Pembelajaran Discovery Learning Untuk Mahasiswa Disabilitas Tuna Daksa dan Grahita Ringan Herman Wijaya; Irwan Rahadi; Khirjan Nahdi; Eva Nurmayani; Aswasulasikin Aswasulasikin; Heri Kuswanto
Madaniya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.67

Abstract

Pembelajaran inklusi untuk peserta didik disabilitas merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menerapkan pembelajaran discovery learning pada mahasiswa disabilitas tuna daksa dan grahita ringan dalam proses pembelajaran terutama dalam pembelajaran kemampuan berbicara lanjut. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan jenis pengembangan Borg & Gall dengan menggunakan 7 tahapan yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk dan ujicoba serta finalisasi. Hasil dari penelitian ini adalah pendahuluan (rasionalisasi inovasi, model discovery learning, model pembelajaran, dan teori pendukungnya); model pembelajaran dengan pendekatan discovery learning (Kajian tentang pendekatan discovery learning dan komponen model pembelajaran); dan petunjuk pelaksanaan model pembelajaran problem learning (perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi) dilengkapi dengan video pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Selain itu juga proses pembelajarannya menghasilkan video pembelajaran sebagai oupput hasil kegiatan pembelajaran tersebut.
Weaving as Touristic Drive in Pringgasela; Motive and Philosophy Zaitun Zaitun; Hasan Basri; Muhammad Adi Junaidi; Muhammad Ramli; Irwan Rahadi; Muh Hilmi Pauzi
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 2 (2022): Management Science and Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.162 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i2.433

Abstract

Pringgasela inhabitants have been practising Weaving for ages. Most locals who participated are women dwellers in support of economic empowerment. This research intentionally investigates; 1) the profound history of weaving in Pringgasela, 2) equipment used for Weaving and dye materials, and 3) motifs and philosophy of Weaving. We, furthermore, deploy the qualitative as a research approach elaborating three main focuses of the study—direct observation and interviews are conducted to collect data from resources and documentation. Participants being selected are mostly citizens, business actors, government agencies in charge of developing tourism. The results show that most woven fabrics are traditional dyeing models and prefer synthetic dyes because they are more in demand by young people. Although the process of making today has been developed, natural material is still maintained for local preservation purposes. In support of local economic empowerment, Pringgasela inhabitants have practised weaving for ages. Various motifs are continuously introduced in which local wisdom is still a prominent attractive feature for buyers and visitors. Barriers to marketing in this article are presented.
Descriptive Statistics For Demographic Tourist Visits On New Religious Segment: Evidence From TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Tomb, Lombok Timur Irwan Rahadi; Muhammad Ali Sukran; Muhammad Adi Junaidi; Hasan Basri; Muhammad Ramli; Zaitun Zaitun; Yogi Birrul Walid Sugandi
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 2 (2022): Management Science and Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.92 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i2.467

Abstract

Tourist visits for religion in Indonesia already have their potent market. Tradition factors and religious diversity that thrive are why the potential religious segment is developed as a tourist attraction bringing economic benefits. This research then discussed the demography of visitors to the sacred tomb TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid in Lombok Timur regency for four months, from March to June 2020. We employ the case study of research at the tomb of TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, by only processing quantitative data, then described qualitatively. The data sources analysed were visitors from all West Nusa Tenggara province districts and outsiders. The findings concluded that tourists visiting the tomb of TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid experienced a positive trend despite the decline at the end of the month due to PSBB (covid large-scale social restriction). Most visits came from the Lombok Timur regency, where Sikur, Selong, and Masbagik districts were the most significant attributes of visits. Central Lombok and West Lombok are in the second position with the dominant number of visits. The origin of the minor visit comes from outside West Nusa Tenggara, and North Lombok regency, where the Bayan district is the area visited the most during the data collected.
The most popular tourist destinations in Lombok Timur by univariate and bivariate analysis methods Irwan Rahadi; Hasan Basri; Muhammad Adi Junaidi; Zaitun; Mugni; Dani Alfatwari
Jurnal Mantik Vol. 6 No. 3 (2022): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v6i3.2910

Abstract

This study aimed to determine the popularity of tourist destinations in Lombok Timur with three investigated categories; the destination for islands, nature, and beaches. We use descriptive statistical approaches with univariate and bivariate methods. A random survey using google forms was distributed to 196 respondents within a particular time. Some questions developed in the questionnaire were prepared to screen respondents' perspectives on the popularity of tourist destinations visited with the python programming tool analysis. The data collected contains information about gender presented in the range and age. In addition, the level of education, address, and motive of the visit is compiled to collect data regarding the three categories of visits; mountains/villages/forests, beaches, and Islands. Furthermore, the length of stay, why people visit, how much money is spent during the visit, and whom they visit are essential parts of data collection. Data analysis concluded that Sembalun is the natural tourism category most in demand by people than other destinations such as Loyok, Tete Batu, and Kembang Kuning. From the beach category, pink beaches are the favorite destinations, and Gili Kondo is a popularly visited island.
Wisata Makam, Sebuah Pergeseran Nilai-Nilai Religiusities, Dari Wisata Agama Menjadi Wisata Budaya (Animism): Case Study Makam Maulana Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Herman Supriadi; Irwan Rahadi; H. M. Mugni
Barista : Jurnal Kajian Bahasa dan Pariwisata Vol. 9 No. 2 (2022): December
Publisher : Unit Bahasa, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/barista.v9i02.629

Abstract

Kuatnya pengaruh budaya, menyebabkan terjadinya akulturasi budaya dengan agama. Sebagai akibat dari akulturasi ini maka terjadi pergeseran nilai agama yang seharusnya mengikuti aturan yang telah diajarkan oleh tuhan menjadi praktik-praktik kebudayaan yang dibuat oleh manusia. Hasil dari pergeseran ini membuat nilai dasar (motivasi) agama terutama dalam hal ini agama Islam menjadi berubah. Inilah yang menjadi tujuan dari penenlitian ini yaitu untuk mengetahui pergeseran nilai-nilai agama dalam praktik ritual wisata makam. Fokus pada penelitian ini adalah makam pahlawan nasional sekaligus seorang ulama kharismatik di pulau Lombok yaitu Maulana Syeikh Muhammad Zainuddin Abdul majdid. Dari kuesioner yang disebar, peneliti mendapatkan 157 respondents. Dari data yang sudah ditabulasikan didapatkan motivasi peziarah makam Maulana syeikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid terklasifikasi menjadi delapan kelompok. Delapan kelompok ini salah satunya adalah ritual tertentu (berobat) dimana sekitar 9 pengunjung atau 9.6% pengunjung dari keseluruhannya telah menyimpang dari ajaran agama Islam yang mengajarkan untuk meminta sepenuhnya kepada tuhan. Dengan demikian bisa kita mendapatkan simpulkan bahwa pemahaman masyarakat mengenai Islam belum kaffah (menyeluruh) sesuai dengan anjuran agama. Sehingga Perlu kiranya bagi para ulama atau sekolah sekolah yang kurikulumya agama untuk lebih meningkatkan peran mereka untuk berdakwah lebih massive lagi sehingga agama Islam bisa dipraktikkan sesuai dengan ajaran tuhan.