Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Seventeen Fans Weaving Parasocial Web through Media Multiplexity Swastika, Gabriela Laras Dewi; Njotoharsojo, Sasha Kurnia
Jurnal Visi Komunikasi Vol 24, No 01 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/visikom.v24i01.30789

Abstract

The South Korean entertainment industry, particularly K-Pop, uses social media to connect the idols to their fans worldwide. This strategy is also used by Seventeen. K Pop idols Seventeen through their agencies manage continuous interactions, making fans believe they are close and know their idol well. The use of platforms also emphasizes the media multiplexity to connect with their mediated parasocial interaction. This phenomenon raises the question of how fandom Carat, the group of fans of Seventeen, weaves the parasocial interaction on Seventeen’s Youtube and Weverse. This research investigates the parasocial interaction done by Carat on Seventeen's Youtube and Weverse and the web of media or known as media multiplexity which emerges within the activity of idolization. This research uses a quasi-qualitative approach. Data collection techniques used in this study are interviews and document study. Based on the results, we found that Carat became their identity presented in parasocial interactions. Carat conducted mediated parasocial interactions on Youtube and Weverse. Through the media multiplexity Carat created a sense of comfort and familiarity coming from repeated exposure to Seventeen’s media and content. The next finding is that Carat felt that they were not close to Seventeen if they didn’t actively weave and connect their parasocial interaction. 
Analisis Konten Produk Apple pada Video Youtube Mother Nature dalam Industri Teknologi Berkelanjutan Prakusya, Wildan Bima; Swastika, Gabriela Laras Dewi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9786

Abstract

Industri teknologi modern menghadapi tekanan untuk bertanggung jawab atas dampak lingkungan, seperti emisi karbon dan limbah elektronik. Sebagai respons, Apple Inc., perusahaan teknologi terkemuka, berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon pada 2030 di seluruh rantai pasok dan siklus hidup produknya. Salah satu upaya konkret Apple adalah melalui video Mother Nature di YouTube, yang menunjukkan komitmen keberlanjutan perusahaan sekaligus menjadi strategi komunikasi untuk meningkatkan kesadaran publik. Video ini menampilkan dialog kreatif antara eksekutif Apple dan karakter Mother Nature, memadukan pesan edukasi dengan pendekatan menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi keberlanjutan dalam video Mother Nature menggunakan metode analisis konten kuasi-kualitatif dari Kimberly A. Neuendorf. Fokus analisis mencakup elemen visual, simbol, narasi, dan teknik komunikasi yang digunakan Apple untuk menyampaikan pesan keberlanjutan. Selain itu, penelitian mengevaluasi efektivitas strategi ini dalam menyederhanakan informasi kompleks, seperti target netralitas karbon, menjadi format yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi ilmu komunikasi, khususnya komunikasi pemasaran digital dan keberlanjutan, serta panduan praktis bagi perusahaan lain dalam merancang strategi komunikasi yang efektif dan interaktif guna mendukung agenda keberlanjutan global.
Audience Reception Analysis of Feminism in Difficulty Being Woman Mata Najwa 2 Sekar Kedaton, Kirana Ratu; Dewi Swastika, Gabriela Laras
Al-MUNZIR Vol 17, No 1 (2024) : Mei 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v17i2.8804

Abstract

Social media exposure is impossible to avoid in this era and changes in communication behavior for individuals and groups to become more open and active. Based on Report data for 2023, there were 139 million YouTube users in Indonesia as of January 2023, which is estimated to increase to 81.82% of the population in 2026. This bombastic number is considered effective for spreading campaigns for women's rights and feelings through social media, which discusses stereotypes, gender equality, and feminism contained in Wati's 2022 research on Spreading Gender Equality Values Through YouTube. YouTube content that can accommodate it is "The Difficulty of Being a Woman Part 2" on the Najwa Shihab channel. Researchers want to find out how the media audience's reception of Najwa Shihab's content feminism using quasi-qualitative research method with reception analysis approach of the Stuart Hall encoding-decoding model and literature review. Observing and doing FGD with several informants who are included in the four Nightingale audience typologies namely audiences, media target audiences, and audiences with interactive experience. Researchers find that construction and media representation have a big impact on audience reception. The highest reception is on the difficulty being woman motion, meanwhile, the aged standard of woman married, the matters of beautifulness, and non idealistic reason of woman become leader is on negotiating. All informants refused the domestication and pregnancy plan charged to women. The audience as the people addressed is on opposite sides of every motion and the others give the diversity answers in each reading position.
PENGEMBANGAN PRODUK SAJADAH UNTUK SI KECIL: PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DI DESA BUNGURASIH, SIDOARJO Hartanto, Louisa Christine; Swastika, Gabriela Laras Dewi; Soelistyowati, Soelistyowati; Tanzil, Marini Yunita; Tahalele, Yoanita Kartika Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.27957

Abstract

Mendekati masa Ramadhan Tahun 2024, harga-harga pangan melonjak tinggi. Beberapa masyarakat mengakui mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan pokok dikarenakan harga yang tidak terjangkau hingga stok terbatas. Rata-rata pengalaman ini dialami oleh ibu-ibu rumah tangga yang mana penghasilan satu-satunya hanya berasal dari suami mereka. Mereka ingin membantu perekonomian keluarga di tengah situasi harga-harga pangan yang meningkat pesat, terutama mendekati Bulan Ramadhan. Permasalahan ini yang kemudian mendorong tim dosen dan mahasiswa Universitas Surabaya melakukan pemberdayaan pada ibu-ibu PKK di Desa Bungurasih, Sidoarjo. Desa yang terletak di perbatasan Kota Surabaya dan Sidoarjo ini memiliki keunikan tersendiri. Selain dikenal karena dekat dengan lokasi terminal terbesar di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Desa Bungurasih juga memiliki wisata religi Mbah Bungur. Situs wisata ini diharapkan dapat memberikan nilai khas untuk Desa Bungurasih, sehingga perlu diciptakan sebuah produk khas. Tema produk religi Islami dalam industri fesyen menjadi sebuah trend yang akhir-akhir ini ramai di masyarakat, terutama pada Bulan Ramadhan, pernak-pernik beribadah juga ikut ramai dicari. Maka produk yang dikembangkan untuk para ibu-ibu PKK Desa Bungurasih guna menjawab permasalahan tersebut adalah membuat sajadah untuk anak-anak. Bahan pembuatan sajadah anak ini adalah campuran komposisi dari kain baru sebagai dasar sajadah, dikombinasikan dengan berbagai kain perca sebagai penghias sajadah. Hiasan yang dimaksud dapat berupa berbagai bentuk seperti awan, kabah, bulan, dan lain sebagainya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, produk sajadah untuk si kecil berhasil menambah penghasilan dari masing-masing ibu rumah tangga untuk dapat mendukung perekonomian keluarga mereka. Selain itu, pemanfaatan kain perca sebagai salah satu limbah tekstil, diharapkan dapat turut mengurangi polusi pada lingkungan.
Critical Discourse Analysis dalam Catatan Minggu: Teks dan Praksis dalam Narasi Urban Swastika, Gabriela Laras Dewi; Esther, Jennifer
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.27276

Abstract

Hari Minggu melekat pada beberapa aktivitas dalam praktik keseharian, bila merujuk pada ritual keagamaan, hari Minggu identik dengan prosesi religi Kristen, sementara bila mengacu pada kalender pemerintah, sebagian besar masyarakat Indonesia sedang menikmati hari libur dari pekerjaan mereka di penghujung minggu. Dari sekian banyak aktivitas yang dioperasikan pada hari Minggu, penelitian ini memfokuskan pada praktik membaca surat kabar Minggu. Subyek dalam penelitian adalah Kompas Minggu, surat kabar akhir pekan yang tampil dengan wujud lebih stylish, berisikan topik-topik seputar budaya, masyarakat, gaya hidup, kehidupan urban, kebudayaan populer, kuliner, keluarga, dan seni. Penelitian ini secara khusus meneliti kolom dalam Kompas Minggu yang bertajuk Catatan Minggu. Peneliti mengambil tiga kolom dalam Catatan Minggu yang terbit pada 14 Juni 2015 berjudul Yogya-Magelang, lalu pada 28 Juni 2015 berjudul Padang-Bukittinggi, lalu kolom ketiga dengan judul Pada Setiap Sudut Kota New York yang diterbitkan pada 5 November 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah critical discourse analysis (CDA) atau analisis wacana kritis yang diutarakan oleh Teun A. Van Dijk. CDA Van Dijk menaruh landasan diskursus (discourse) pada tatanan sosiokognitif, di mana memiliki dua maksud. Maksud pertama bahwasanya diskursus berelasi pada proses tekstual yang berada dalam lingkup media massa, lalu maksud kedua, diskursus menyiratkan nilai-nilai, struktur sosial, praktik, bahkan relasi kuasa. Metode ini digunakan untuk mengupas rumusan masalah penelitian: bagaimana interplay antara teks dan praksis dalam narasi urban yang terkandung dalam kolom Catatan Minggu.