Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SOSIALISASI AKAD SYARIAH PADA UMKM DESA PANDAU Syaefulloh; Hidayat; Hamsal; Ariyanto, Sanusi; Ayudia, Fitrien
IJTIMA': JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ijtima.2025.25396

Abstract

Sosialisasi akad syariah pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa-desa seperti Pandau merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi keuangan syariah, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai Islam. Program sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti larangan riba, keadilan, dan pembagian keuntungan, serta untuk memperluas pemahaman pelaku UMKM tentang produk keuangan syariah yang dapat diakses untuk pengembangan usaha. Penelitian ini mengidentifikasi metode sosialisasi yang efektif, tantangan yang dihadapi, serta dampak yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Metode sosialisasi yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, pelatihan, dan pendampingan langsung, yang melibatkan tokoh agama, pemerintah desa, dan pelaku UMKM. Selain itu, penguatan literasi digital dan kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah juga menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan sosialisasi. Meskipun terdapat tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan infrastruktur, dan resistensi terhadap perubahan, sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman dan minat pelaku UMKM terhadap pembiayaan syariah, serta mendorong perubahan perilaku bisnis yang lebih sesuai dengan prinsip syariah. Dampak positif dari sosialisasi ini termasuk peningkatan akses pembiayaan syariah, perubahan praktik bisnis yang lebih etis, dan penguatan daya saing UMKM di pasar. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh pendekatan partisipatif, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan regulasi dan teknologi yang memadai.   The dissemination of Islamic finance agreements among micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in villages such as Pandau is a strategic step to improve Islamic financial literacy, expand access to financing, and encourage Islamic-based economic growth. This socialization program aims to introduce Islamic economic principles, such as the prohibition of usury, justice, and profit sharing, as well as to broaden MSME actors' understanding of Islamic financial products that can be accessed for business development. This study identifies effective outreach methods, challenges faced, and the impact of these activities. Outreach methods used include interactive lectures, discussions, training, and direct mentoring, involving religious leaders, village officials, and MSME actors. In addition, strengthening digital literacy and collaborating with Islamic financial institutions are also important strategies in expanding the outreach. Despite challenges such as low Islamic finance literacy, infrastructure limitations, and resistance to change, this outreach has succeeded in increasing MSME actors' understanding and interest in Islamic financing, as well as encouraging business behavior changes that are more in line with Islamic principles. The positive impacts of this outreach include increased access to Islamic financing, more ethical business practices, and strengthened MSME competitiveness in the market. The success of this program was greatly influenced by a participatory approach, cross-sector collaboration, and adequate regulatory and technological support.
Analisis Konsep dan Aplikasi Maqashid Syariah Dalam Pengelolaan Keuangan Syariah Masnur; Syaefulloh; Hidayat; Hamsal; Abdul Majid
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2025.vol8(2).26757

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesenjangan pengelolaan keuangan syariah di Indonesia, di mana kepatuhan formal menutupi tujuan substantif Maqāṣid Syarīʿah di tengah ekspansi perbankan Islam, fintech, zakat, dan wakaf, dengan masalah utama berupa implementasi fragmentaris, ketidakselarasan teori praktik, kekosongan pengukuran, serta defisiensi konteks lokal; tujuannya mencakup (1) Analisis konseptualisasi teoritis maqāṣid, (2) Evaluasi aplikasinya di lembaga Indonesia, dan (3) Penilaian pencapaian substantif melampaui kepatuhan fiqh formal, terbatas pada data sekunder literatur 2020–2025 (Jurnal Penelitian) tanpa primer empiris atau studi lapangan, sehingga mengabaikan dinamika pasca 2025 dan gejolak global. Metode library research kualitatif deskriptif-analitis melalui analisis tematik Braun dan Clarke (2006) mengungkap akar maqāṣid dari Al-Qur'an, Hadits, Al-Ghazali, dan Al-Syatibi sebagai kerangka hierarkis ḥifẓ yang diadaptasi untuk fintech/ESG, kebijakan BSI, inovasi UMKM, serta tata kelola BMT, meski hasil suboptimal akibat formalisme berlebih, inkonsistensi sektoral, defisit literasi/regulasi, dan tantangan institusional; rekomendasi meliputi indeks maqāṣid wajib OJK/DSN-MUI, literasi UIR-BSI bagi UMKM Riau, pedoman fintech ESG prioritas ḥifẓ al-nafs, kolaborasi BSI, fintech, zakat, serta studi panel longitudinal pasca reformasi.