Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Manajemen Keamanan Obat pada Penderita Hipertensi Anggreini, Yunita Dwi; Alfikrie, Fauzan; Kirana, Wahyu
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v0i0.171

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan komplikasi serius. Penyakit ini tidak bisa diobati namun dapat dikendalikan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan manajemen keamanan obat pada penderita hipertensi. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan studi crossectional. Penelitian ini melibatkan populasi pasien hipertensi yang melakukukan kunjungan kesehatan ke UPT puskesmas Gang Sehat. Sebanyak 40 responden yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria yaitu pasien yang menderita hipertensi yang memeriksakan diri ke UPT Puskesmas Gang Sehat dan pasien yang menderita hipertensi pada grade I-II. Instrument penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang hipertensi dan kuesioner manajemen keamanaan obat hipertensi. Analisis data penelitian ini menggunkan uji chi-squere. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan penelitian ini menemukan bahwa 37,5 responden memiliki pengetahuan baik tentang hipertensi, 47,5 Persen memiliki pengetahuan cukup dan 15 Persen memiliki pengetahuan kurang tentang hipertensi. Ada hubungan pengetahuan dengan manajemen keamanan obat pada penderita hipertensi dengan nilai p yaitu 0,02. Kesimpulan: Pasien yang menderita hipertensi perlu memperhatikan manajemen keamanan obat. Obat hipertensi harus diminum secara teratur, sesuai jadwal dan pemeriksaan lanjutan sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.
Faktor Risiko yang Mempengaruhi Gangguan Jiwa Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Litaqia, Wulida
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v4i0.177

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius dan terbesar selain beberapa penyakit generatif karena jumlahnya yang terus mengalami peningkatan dan membutuhkan proses penyembuhan yang panjang seperti penyakit kronis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi gangguan jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan deskriptif analitik dengan metode case control. Sampel penelitian sebanyak 36 orang yang terdiri dari 18 ODGJ pada kelompok case dan 18 orang bukan gangguan jiwa yang berobat ke UPT Puskesmas Tanjung Hulu yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari kuesioner data demografi dan kuesioner faktor risiko gangguan jiwa, data selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa adalah faktor genetik (p=0,036, OR=10,818),trauma masa kecil (p=0,022, OR=5,500), stres (p=0,041, OR=5,000) dan pola asuh (p=0,022, OR=0,182), sedangkan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian gangguan jiwa adalah cacat kongenital (p=0,729, OR=1,273), cedera (p=0,427, OR=0,520), jasmaniah (p=0,554, OR=0,471), penyalahgunaan obat (p=0,701, OR=1,346), penyakit kronis (p=0,554, OR=2,125), hubungan keluarga (p=0,735, OR=0,739), struktur keluarga (p=0,311, OR=0,284), sistem nilai (p=0,503, OR=0,636), kepincangan antara keinginan dan kenyataan (p=0,701, OR=0,743), sosial ekonomi (p=0,632, OR=1,600) dan perpindahan keluarga (p=0,675, OR=1,429) tidak bermakna sebagai faktor risiko gangguan jiwa. Kesimpulan: Faktor risiko gangguan jiwa terdiri dari faktor biologis, psikologis dan sosiokultural. Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi gangguan jiwa dapat dimodifikasi untuk meminimalkan terjadinya gangguan jiwa.
Hubungan Spiritual Self-Care dengan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Yousriatin, Fajar; Anggreini, Yunita Dwi; Kirana, Wahyu
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v4i0.178

Abstract

Latar Belakang: Perubahan yang terjadi selama proses kehamilan menimbulkan kecemasan pada ibu hamil. Apabila tidak ditangani, maka akan berdampak terhadap kondisi ibu dan janin. Kecemasan dapat diatasi apabila ibu hamil memiliki mekanisme koping yang baik dengan cara meningkatkan spiritual self-care. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Metode: Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di UPT Puskesmas Kampung Dalam. Sebanyak 40 sampel ibu hamil trimester III dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berkunjung ke UPT Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur, ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner spiritual self-care practice dan kuesioner Zung self-rating anxiety scale yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil uji statistik dengan korelasi Kendall’s tau-b menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III dengan nilai p = 0,038 (p Kurang dari 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III. 
Pemberdayaan Keluarga melalui Pendekatan Komunikasi Terapeutik di Desa Temajuk Kabupaten Sambas Priyatnanto, Hendra; Yousriatin, Fajar; Anggreini, Yunita Dwi; Nurannisa, Nurannisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15631

Abstract

ABSTRAK Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan. Melalui komunikasi yang baik, diharapkan segala informasi dan kebutuhan pasien dapat terpenuhi sehingga membantu dalam proses penyembuhan. Keluarga tentunya memiliki peran penting dalam merawat atau mendampingi anggota keluarga yang sakit, namun dilapangan menggambarkan banyak diantaranya keluarga dengan anggota keluarga yang sakit kurang mengetahui proses pengobatan dan perawatan yang dibutuhkan. Tujuan: pemberdayaan keluarga yaitu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam melakukan pencegahan maupun perawatan dengan cara optimalkan kemampuan komunikasi terapeutik antar anggota keluarga sebagai pilar kesehatan dalam keluarga. Metode: Pelaksanaan Kegiatan PKM dilakukan dengan metode edukasi selama 45 menit yang diikuti oleh 30 peserta. Untuk mengukur tingkat pengetahuan maka dilakukan pre dan post test. Hasil: hasil pengukuran sebelum edukasi dilakukan, pengetahuan peserta sebagian besar rendah (53,33%), kemudian diberikan edukasi tentang komunikasi terapeutik dan melakukan praktik cara melakukan komunikasi terapeutik, didapatkan hasil pengukuran pengetahuan sebagian besar tinggi yaitu 73,33%. Kesimpulan: Pemberian edukasi yang disertai dengan praktik atau simulasi dapat meningkatkan pengetahuan yang signifikan pada peserta. Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Keluarga, Pemberdayaan  ABSTRACT Therapeutic communication is communication that aims to speed up the healing process. Through good communication, it is hoped that all information and patient needs can be met, thereby helping in the healing process. The family certainly has an important role in caring for or accompanying sick family members, but in field it is clear that many families with sick family members do not know the treatment and care process needed. Family empowerment, namely increasing family knowledge and independence in carrying out prevention and treatment by optimizing therapeutic communication skills between family members as a pillar of health in the family. Implementation of community service activities was carried out using an educational method for 45 minutes, attended by 30 participants. To measure the level of knowledge, pre and post tests were carried out. The results of the measurements before the education was carried out, the knowledge of the participants was mostly low (53.33%), then they were given education about therapeutic communication and practicing how to carry out therapeutic communication, the knowledge measurement results were mostly high, namely 73.33%. Providing education accompanied by practice or simulation can significantly increase participants' knowledge.  Keywords: Therapeutic Communication, Family, Empowerment
Latihan Hipnosis Lima Jari untuk Mengurangi Kecemasan Pada Penderita Hipertensi Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Safitri, Dewin
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v1i2.17

Abstract

Pasien dengan hipertensi tidak hanya mengalami gangguan secara fisiologis, tetapi juga mengalami gangguan psikologis yang disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya pengobatan jangka panjang dan komplikasi dari penyakit hipertensi. Masalah psikologis yang seringkali dialami oleh pasien dengan hipertensi dan harus segera diatasi guna mencegah dampak yang lebih serius pada penderita hipertensi adalah ansietas. Kecemasan yang dialami penderita hipertensi dipicu oleh perasaan cemas dan khawatir dengan kondisi penyakitnya. Gejala kecemasan diantaranya mudah gelisah, susah tidur dan perasaan berdebar-debar. Salah satu upaya yang sudah terbukti dapat mengontrol kecemasan adalah dengan melakukan latihan hipnosis lima jari. Hipnosis lima jari bermanfaat dalam mengurangi tingkat kecemasan karena dengan bantuan imajinasi maka pasien akan membentuk bayangan yang akan diterima sebagai rangsangan oleh berbagai indra, sehingga dapat membuat pasien tidak fokus merasakan kecemasan. ketegangan otot dan ketidaknyamanan akan dikeluarkan dan menyebabkan tubuh menjadi rileks dan nyaman. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pasien hipertensi untuk mengatasi kecemasan dengan melakukan hypnosis lima jari. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dan latihan hipnosis lima jari. Terdapat perubahan tingkat kecemasan peserta setelah dilakukan latihan hipnosis lima jari. Sebelum dilakukan latihan hipnosis lima jari, sebagian besar peserta mengalami kecemasan sedang sebanyak 14 orang (70%). Setelah dilakukan latihan hipnosis lima jari Sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan sebanyak 13 orang (65%) dan tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Hipnosis lima jari merupakan salah satu teknik distraksi dengan cara menghipnosis diri sendiri yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan
Problem Focused Coping untuk Mengatasi Stres pada Caregiver Orang dengan Gangguan Jiwa di UPT Puskesmas Saigon Kota Pontianak Kirana, Wahyu; Anggreini, Yunita Dwi; Safitri, Dewin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i12.18442

Abstract

ABSTRACT With the increasing prevalence of mental disorders, more patients are being treated at home than in hospitals. This indirectly increases the burden on families as caregivers. Patients with mental illness have a high dependency on their families, making them vulnerable to stress due to long-term care.. This study aims to analyze the effect of problem focused coping to cope with stress in caregivers of people with mental disorders. The research design used was a quasy experiment with a pretest-posttest without control group approach. The population in this study were caregivers of people with mental disorders in the working area of UPT Puskesmas Saigon. A total of 32 caregivers of people with mental disorders were involved as research subjects. The instruments used consisted of instrument A (to measure age, education, employment, married status, relationship with the patient) and instrument B (to measure stress levels) using a questionnaire, namely the Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS). Data analysis consisted of univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using Wilcoxon Sign Rank test. There was a decrease in stress levels by 3 respondents with a p value of 0.001, which means that problem focused coping effectively reduces stress in families caring for people with mental disorders. Problem focused coping is effective in coping with stress in caregivers of people with mental disorders. Keywords: Problem Focused Coping, Stress, Caregiver, People With Mental Illness.  ABSTRAK Dengan meningkatnya prevalensi gangguan jiwa, lebih banyak pasien dirawat di rumah dibandingkan dengan mendapatkan perawatan di rumah sakit. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan beban keluarga sebagai pengasuh atau caregiver. Pasien gangguan jiwa memiliki ketergantungan yang tinggi kepada keluarga sehingga menyebabkan keluarga rentan mengalami stres akibat pengasuhan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh problem focused coping untuk mengatasi stres pada caregiver orang dengan gangguan jiwa. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan pendekatan pretest-posttest without control group. Populasi pada penelitian ini adalah caregiver orang dengan gangguan jiwa di wilayah kerja UPT Puskesmas Saigon. Sebanyak 32 caregiver orang dengan gangguan jiwa terlibat sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen A (untuk mengukur usia, pendidikan, pekerjaan, status menikah, hubungan dengan pasien) dan instrumen B (untuk mengukur tingkat stres) menggunakan kuesioner yaitu Depression, Anxiety, Stress Scale (DASS). Analisis data terdiri dari analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Terdapat penurunan tingkat stres sebanyak 3 responden dengan nilai p=0,001 yang berarti problem focused coping secara efektif mengurangi stres pada keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa. Problem focused coping efektif mengatasi stres pada caregiver orang dengan gangguan jiwa. Kata Kunci: Problem Focused Coping, Stres, Caregiver, Orang Dengan Gangguan Jiwa.
Efektivitas Model Psikoedukasi Terhadap Peningkatan Dukungan Keluarga Pada Pasien Skizofrenia: Studi Kuasi Eksperimental Kirana, Wahyu; Safitri, Dewin; Anggreini, Yunita Dwi
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25120

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a chronic psychotic disorder with a high risk of relapse, in which family support plays a crucial protective role. This study aimed to evaluate the effectiveness of a structured psychoeducation model in increasing family support as a relapse prevention measure in schizophrenia patients. The study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach without a control group. A total of 30 families of outpatients with schizophrenia at the West Kalimantan Provincial Mental Hospital were selected using a purposive sampling technique. The intervention consisted of a systematically developed psychoeducation model focusing on strengthening emotional, informational, instrumental, and reward support. Family support was measured using a questionnaire with proven validity and reliability with a Cronbach's Alpha of 0.935. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-rank test. The study showed a significant increase in family support after the intervention (p-value 0.05). These findings indicate that a structured psychoeducational model is effective in increasing family support as a relapse prevention measure in patients with schizophrenia. Keywords: Family Support, Psychoeducational Model, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis dengan risiko kekambuhan yang tinggi, di mana dukungan keluarga berperan sebagai faktor protektif penting.   Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model psikoedukasi terstruktur dalam meningkatkan dukungan keluarga sebagai upaya pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia.Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test without control group. Sebanyak 30 keluarga pasien skizofrenia rawat jalan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa model psikoedukasi yang dikembangkan secara sistematis dengan fokus pada penguatan dukungan emosional, informasional, instrumental dan penghargaan. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha = 0,935. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dukungan keluarga yang signifikan setelah intervensi (p value  0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa model psikoedukasi terstruktur efektif meningkatkan dukungan keluarga sebagai upaya pencegahan kekambuhan pada pasien skizofrenia. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Model Psikoedukasi, Skizofrenia.