Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Isi Sosial Media (Facebook) dalam Pemilihan Gubernur Maluku Periode 2019-2024 Alfredo, Ronald; Yustina Sopacua; Rikar sahetapy
Communicator Sphere Vol. 4 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v4i1.110

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana isi pesan Komunikasi Politik pada Sosial Media (Facebook) Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Gubernur Maluku Periode 2019-2024. maksud dan tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Bagaimana Analisis isi Pesan Dalam Sosial Media (Facebook) Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Gubernur Maluku. Bentuk penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan harapan pendekatan ini mampu mengungkapkan fakta dan informasi objektif dari berbagai pendapat guna memperkaya pemahaman yang menyeluruh tentang permasalahan dalam penelitian ini yaitu, bagaimana isi pesan Komunikasi Politik pada Sosial Media (Facebook) Dalam Menghadapi Pemilihan Umum Gubernur Maluku Periode 2019-2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam melakukan proses komunikasi politik pada Sosial media Facebook sangat berjalan baik. simpatisan dalam mempromosi Calon kandidat yang menjadi tolak ukur mereka dalam mencapai Kemenangan pada Pilgub 27 Juni 2018 dan realita pada Facebook pasangan No urut 3 mempunyai banyak Like tetapi hasilnya yang dicapai tidak sesuai dengan raelita yang terjadi pada akun Facebook yang di analisis serta komunikasi politik yang dilakukan di sosial media tidak menjamin dasar untuk mendapatkan suatu kemenangan yang mutlak dalam pemilihan umum.
Digital Revolution in Public Communication Management: A Review of Opportunities and Challenges for Maluku Regional Police Public Relations in the Digital Era Siregar, Kevin Chrisya; Sopacua, Yustina; Alfredo, Ronald
Baileo: Jurnal Sosial Humaniora Vol 1 No 3 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/baileofisipvol1iss3pp244-255

Abstract

This article examines the transformation of public communication management in the digital era, focusing on the case of the Maluku Regional Police (Polda Maluku). The study aims to explore both the opportunities and challenges brought about by digital developments in the field of public relations within law enforcement institutions. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis to understand the dynamics of communication practices in the digital context. The findings reveal that digital platforms—such as social media, online news portals, and mobile applications—present valuable opportunities to enhance transparency, foster community engagement, and strengthen public trust. However, several challenges also emerge, including the spread of misinformation, data privacy concerns, and the urgency of timely crisis communication. Organizational factors such as digital readiness, infrastructure availability, leadership orientation, and internal culture further influence the effectiveness of digital communication strategies. The novelty of this study lies in its contextual focus on Polda Maluku, offering a nuanced analysis that connects digital transformation with institutional capability and socio-cultural environments. This article contributes to the development of social and humanities scholarship by providing a critical lens to understand how public institutions navigate the complexities of digital communication. It recommends the advancement of infrastructure, digital literacy, and regulatory frameworks as key steps toward responsive and inclusive public communication in the digital era.
Realism, Representation, and Ideology: A Fiskean Semiotics of Toxic Masculinity in Indonesian Film Ramadhani, Angeli; Sopacua, Yustina; Alfredo, Ronald
Baileo: Jurnal Sosial Humaniora Vol 1 No 1 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/baileofisipvol1iss1pp67-82

Abstract

This article aims to describe the representation of toxic masculinity in the Indonesian film Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash through a semiotic analysis of the main character and selected scenes, employing John Fiske’s three-level coding model: the levels of reality, representation, and ideology. The analysis focuses on visual and narrative elements such as costume, behavior, cinematography, lighting, dialogue, and the actions of the protagonist, Ajo Kawir. The findings reveal that toxic masculinity is portrayed through 1980s-style modest clothing that symbolizes a duality of toughness and vulnerability, acts of violence as dominance over other men, and the refusal to fight women as a sign of patriarchal superiority. At the representation level, cinematographic techniques such as medium shots, close-ups, two-shots, and over-the-shoulder shots emphasize the emotional and violent dimensions of the character. Ideologically, the film articulates values of individualism, male dominance, and superiority, shaped by past trauma and patriarchal social structures. This study demonstrates that film serves not only as entertainment but also as a site for the production and reproduction of problematic gender ideologies. Its novelty lies in the application of Fiske’s semiotic approach to deconstruct toxic masculinity in contemporary Indonesian cinema.
Perilaku Konsumtif Pengguna Shopee oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu Politik Universitas Pattimura Lakuy, Fella; Sopacua, Yustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol3iss2pp551-572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor penyebab Perilaku Konsumtif Pengguna Shopee yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan 6 informan dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon yang menggunakan Platfrom Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif pengguna shopee dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal dalam keputusan pembelian konsumen. faktor internal seperti produk, harga, promosi, dan lokasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen, serta deskripsi produk yang menarik, harga yang terjangkau, dan promosi yang efektif seperti cashback dan diskon, mendorong perilaku konsumtif. Biaya ongkos kirim dan estimasi pengiriman yang cepat juga menjadi pertimbangan penting. Faktor eksternal meliputi kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis. Kebudayaan mempengaruhi preferensi konsumen melalui nilai dan norma yang dianut, sedangkan interaksi sosial dan pengaruh kelompok acuan serta keluarga berperan dalam membentuk keputusan pembelian. Faktor pribadi seperti usia, tahap siklus hidup, dan gaya hidup, serta faktor psikologis seperti motivasi, persepsi, dan pengalaman berbelanja juga mempengaruhi perilaku konsumtif. Kata kunci : pembelian keputusan; Perilaku konsumtif; toko online; faktor internal; faktor eksternal.
Komunikasi Ritual dalam Tradisi Aroha di Negeri Elfule Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan Sopacua, Yustina; Kissya, Vransisca
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol1iss1pp1-19

Abstract

Artikel ini membahas tentang komunikasi ritual dalam tradisi Aroha di Desa Elfule Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan, Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mengungkapkan atau menggambarkan tentang Komunikasi Ritual Dalam Tradisi Aroha Di Desa Efule Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan. Penelitian ini delaksanakan di Desa Elfule Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selataan. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini adalah 5 orang. Pengabilan data primer dilakukan melalui wawancara dengan beberapa pihak atau informan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, obserfasi, dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Komunikasi Ritual Dalam Tradisi Aroha Di Desa Elfule Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan Masyarakat negeri elfule masih mematuhi aturan-aturan dari leluhur terdahulu sampai sekarang seperti orang-orang tertentu yang memiliki otoritas tertinggi dalam proses tradisi aroha berlangsung masih tetap terjaga hingga saat ini, Tidak seluruh masyarakat negeri elfule memahami tentang tata cara perayaan tradisi Aroha komunikasi ritual tradisi Aroha itu sendiri banyak masyarakat negeri yang tidak tahu tetapi semua hal itu hanya di ketahui oleh orang-orang khusus atau tertentu seperti Tokoh-Tokoh Adat Tokoh-Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat sedangkan anak-anak Adat sendiri bahkan sebagian besar ada yang belum memahami dan mengatahui semua hal itu.
Promosi Kartu Perdana By.U Oleh Perusahaan Telkomsel Dalam Menjangkau Pasar Anak Muda hasan, Muhammad; Sopacua S.Sos, Yustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol2iss1pp320-341

Abstract

Abstrak : Penelitian ini merupakan penelitian mix metode deskripsi kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dan bauran promosi yang dilakukan oleh perusahaan Telkomsel dalam mempromosikan kartu By.U dalam menjangkau pasar anak muda. Penelitian ini dilaksanakan di kantor Telkomsel Jakarta Pusat, namun dikarenakan pandemic Covid 19 menjadi melalui virtual menggunakan zoom. Pengambilan data primer dilakukan melalui dua cara yaitu wawancara dan kuesioner. Wawancara terhadap informan yang terlibat dalam mempromosikan kartu By.U dalam menjangkau pasar anak muda, Adapun informan adalah Ibu Evita Purnamasari selaku By.U creative branding evangelist. Dan kuesioner terhadap respon khalayak yang melihat dan kepuasan terhadap promosi yang dilakukan oleh perusahaan Telkomsel dalam memperkenalkan Kartu By.U, Ada 110 respondent dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Perusahaan Telkomsel dalam mempromosikan kartu By.U menggunakan strategi komunikasi dengan metode Agile yang dimana perusahaan telkomsel selalu literasi Bersama penggunanya yang notabenenya anak muda dalam mengembangkan produk yang dikembangkan sekarang, dan juga perusahaan Telkomsel menggunakan bauran promosi untuk menggaet para konsumennya dengan 4 bauran promosi yang telah dilakukan oleh perusahaan Telkomsel yaitu; periklanan (advertising), personal Selling, Publikasi, dan Pameran, penggunaan strategi promosi yang menarik dapat menarik perhatian para khalayak terkhususnya anak muda. Media yang digunakan oleh perusahaan Telkomsel dalam mempromosikan produknya terkhusus kartu perdana By.U adalah media sosial yang dimana penggunanya anak muda. Kata kunci: Strategi Komunikasi, Bauran Promosi, Branding
Personal Branding Beauty Vlogger (Studi Deskriptif pada Channel Youtube Tasya Farasya) Amier, Helmawati; Sopacua, Yustina; Alfredo, Ronald
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol2iss2pp384-392

Abstract

The purpose of this study is to describe how personal branding was built by Tasya Farasya though video on her Youtube channel. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe how the personal branding of a beauty vlogger Tasya Farasya through her youtube channel. And to find out what are the indicators needed to build personal branding based on what was stated by Peter Montaya. Primary data is done through video objects on Tasya Farasya’s youtube channel, which sees the number of viewers(viewers), likes (likes), and comments (comments) on several predetermined videos, while seconday data retrieval is done through several sources. Taken from online media related to Tasya Farasya’s youtube beauty vlogger channel. The results of this study found that the personal branding that was formed by Tasya Farasya through the content on her Youtube video channel was judged to be in accordance with eight predetermind indicators, namely specialization, personality, perseverance, good name, leadership, appearance, unity, and difference. It can be concluded that Tasya Farasya displays all the indicators of the formation of personal branding in the video content on her youtube channel so that she can maintain the personal branding she has created.
Strategi Humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Maluku Tenggara dalam Pengelolaan Informasi Publik Kilmanun, Febyyola Welmina; Sopacua, Yustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol3iss1pp518-538

Abstract

The Department of Communication and Informatics (Diskominfo) of Southeast Maluku Regency plays a crucial role in supporting local governance and development. They focus on ensuring easy access to information for the public, especially in areas with limited internet coverage or low literacy rates. Diskominfo employs various strategies, including social media, digital platforms, as well as subscription-based radio and television stations. They are also responsible for providing public information services through various online platforms and seven public service applications. The information management process involves stages of collection, clarification, documentation, and distribution with principles of accurate news writing. Despite efforts to improve information access and public services, Diskominfo still faces several challenges such as telecommunication network blank spots, limited infrastructure, and the public's lack of knowledge about government information. To address these challenges, strategic issues such as expanding networks in blank spot areas, enhancing monitoring and evaluation, implementing electronic-based public service systems, and improving human resource capacity must be considered. Diskominfo of Southeast Maluku Regency continues to strive to ensure relevant and accurate information is available to the public, with the hope of supporting the development and empowerment of all layers of society in the region. Keywords: Strategies, Information Management System, Online, Diskominfo.
Fenomena Perilaku Stalking pada Second Account Instagram di Kalangan Anak Muda Ambon Alkatiri, Muhammad Aqsha; Sopacua, Yustina
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss1pp32-44

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku stalking pada akun kedua Instagram, yang mana perilaku ini berupa memata-matai atau mencari tahu informasi melalui akun kedua instagram yang dimiliki oleh para pelakunya. Penelitian berangkat dari fakta lapangan, hasil observasi, dan pengalaman peneliti yang dibuktikan oleh penelitian-penelitian sebelumnya bahwa memang benar fenomena penggunaan akun kedua dan berbagai tujuannya, khususnya stalking, ada dan terjadi di kalangan orang-orang, khususnya anak muda zaman sekarang. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya motif dari para informan melakukan perilaku stalking pada second account Instagram yang mereka punya, melalui analisa terhadap pengakuan-pengakuan mereka dalam wawancara. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui para informan yakni mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pattimura, teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori ekologi media. Teori ini memiliki konsep dasar bahwa adanya hubungan timbal balik antara manusia dan media, yang mana manusia menciptakan media dan sebaliknya media memengaruhi manusia itu sendiri. Adapun tiga bagian dari ekologi yang dipakai dalam kasus ini yakni, struktur platform tentang bagaimanainstagram membantu informan melakukan perilaku ini dengan fitur-fitur yang disediakan, interaksi online yang menunjukkan bagaimana informan berkomunikasi dalam perilaku ini, dan juga budaya online tentang bagaimana lingkungan media di sekitar informan mendorong mereka untuk melakukan perilaku ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa motif para informan melakukan stalking akun orang lain pada second account Instagram yang mereka punya adalah untuk mendapatkan informasi dan hiburan dari hal tersebut, dibalik anonimitas akun yang mereka miliki, tentunya agar tidak diketahui. Berdasarkan hasil penelitian pula, media dan lingkungan yang ada di dalamnya juga turut membantu serta mendorong para informan dalam perilaku tersebut. Kontribusi dari artikel ini adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana dinamika penggunaan akun kedua instagram sebagai sarana perilaku stalking, serta bagaimana fitur-fitur media sosial dan budaya digital memengaruhi tindakan tersebut, khususnya di kalangan mahasiswa.
Memahami Penyebaran Berita Palsu di Ranah Digital Ambon: Dampak Sosial dan Keterbatasan Pendekatan Deteksi yang Ada Saat Ini Sopacua, Yustina; Afdhal, Afdhal; Rikar Sahetapi; Mae San Agustin Lustre
The Journal of Society and Media Vol. 9 No. 2 (2025): Digital Expression and Solidarity Media
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v9n2.p601-625

Abstract

The spread of fake news through online social networks poses global challenges, yet its dynamics in local media ecosystems — especially in peripheral regions like Ambon, Indonesia — remain understudied. This study explores the characteristics of fake news circulation in Ambon’s digital environment, its societal impacts, and the limitations of current AI-based detection approaches. Using a mixed-method design, the research analyzes fake news content on local social media platforms, conducts stakeholder interviews, and assesses the applicability of existing detection technologies in a local context. Findings reveal that fake news in Ambon often exploits cultural, religious, and political sensitivities, leading to social fragmentation and declining trust in legitimate media. Moreover, mainstream detection systems are ineffective locally due to linguistic, contextual, and infrastructural barriers. The study highlights the need for context-sensitive, community-driven detection frameworks and contributes new perspectives on misinformation governance in localized digital ecosystems