Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Kepatuhan Syariah Terhadap Kinerja Maqashid Sharia Perfomance dengan Intellectual Capital Sebagai Variabel Moderasi Andriano, Ikbar; Pratama, Bima Cinintya; Pramono, Hadi; Mudjiyanti, Rina
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 7 No. 3 (2026): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v7i3.10955

Abstract

The performance of Islamic banks should not be assessed solely through financial indicators but also through their ability to realize ethical values and public welfare as reflected in the Maqashid Shariah framework. However, empirical studies that komprehensif eously examine the role of Intellectual Capital and Sharia Compliance in explaining Maqashid Shariah Performance (MSP) remain limited. This study aims to analyze the influence of key components of Intellectual Capital and the level of Sharia Compliance on the variation of MSP in Indonesian Islamic commercial banks. Using panel data from 2013–2023, the research employs a quantitative approach based on secondary data extracted from annual reports of Islamic banks. The findings indicate that human capital efficiency and structural capital contribute significantly to the achievement of Maqashid, while capital employed and sharia compliance do not exhibit meaningful effects. The moderation analysis further reveals that only the interaction between sharia compliance and structural capital strengthens MSP. These results highlight that the realization of Maqashid relies more on internal systems, human resource competence, and organizational structure rather than solely on formal compliance practices. This study contributes to the development of maqashid-based performance evaluation and provides practical implications for Islamic banks to enhance governance and internalization of sharia values.
FAKTOR PENERIMAAN E-WALLET PADA PEDAGANG: EXTENDED UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY Ardhana, Ghefira Putri; Fitriati, Azmi; Pratama, Bima Cinintya; Mudjiyanti, Rina
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2757

Abstract

A B S T R A KKemajuan teknologi di bidang fintech mendorong perubahan dalam penggunaan pembayaran non-tunai oleh masyarakat, terutama e-wallet yang semakin banyak digunakan dalam berbagai transaksi pada pedagang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi Continuous Intention pedagang di Indonesia dalam menggunakan e-wallet dengan menggunakan kerangka Extended UTAUT, mengingat kesenjangan antara adopsi awal dan penggunaan jangka panjang serta dominasi studi sebelumnya pada sisi konsumen. Penelitian ini menggunakan pengukuran kuantitatif dengan sampel yang digunakan 215 pedagang yang dipilih melalui metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan survei lapangan, kemudian dianalisis menggunakan PLS-SEM menggunakan aplikasi Smart PLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruk inti UTAUT serta konstruk tambahan berpengaruh terhadap Continuous Intention pedagang dalam menggunakan e-wallet, sehingga mengonfirmasi kemampuan kerangka Extended UTAUT dalam menjelaskan perilaku penggunaan berkelanjutan pada konteks pedagang. Model struktural memiliki daya jelaskan yang kuat (R Adjusted = 0,698), dengan Performance Expectancy sebagai variabel paling dominan. Temuan ini memberikan implikasi bagi penyedia e-wallet dan membuat pedagang meningkatkan keberlanjutan penggunaan e-wallet melalui penguatan manfaat kinerja, kemudahan penggunaan, dukungan teknis, layanan pelanggan online yang responsif, serta pemanfaatan efek jaringan pengguna guna mendukung kualitas pencatatan, pengendalian internal, dan pelaporan keuangan pedagang.A B S T R A C TTechnological advances in fintech have transformed non-cash payment practices, particularly through the increasing use of e-wallets in merchant transactions. This study examines the factors influencing Indonesian merchants continuous intention to use e-wallets by applying the Extended UTAUT framework, addressing the gap between initial adoption and long-term usage as well as the dominance of consumer-focused studies. Using a quantitative approach, data were collected from 215 merchants selected through non-probability sampling via questionnaires and field surveys, and analysed using PLS-SEM with SmartPLS 3. The findings indicate that both core UTAUT constructs and additional variables significantly influence merchants continuous intention to use e-wallets, confirming the relevance of the Extended UTAUT framework in the merchant context. The structural model demonstrates strong explanatory power (Adjusted R = 0.698), with Performance Expectancy identified as the most dominant factor. Practically, these results provide implications for e-wallet providers and merchants in enhancing sustainable usage by strengthening system performance, ease of use, technical support, responsive online customer service, and leveraging network effects to improve transaction recording, internal control, and financial reporting quality
Determinan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa: Pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi Aparatur, dan Partisipasi Masyarakat Pramono, Ziva Aqillah; Mudjiyanti, Rina; Wahyuni, Sri; Pandansari, Tiara
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer (JAKK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jakk.v9i1.27539

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan guna mengkaji dampak kepemimpinan, kompetensi aparatur desa, serta partisipasi masyarakat pada akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kecamatan Padamara.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei melalui pengumpulan data memakai kuesioner pada 65 responden yang terdiri atas aparatur desa dan ketua RT di 13 desa. Teknik sampel jenuh ialah teknik pengambilan sampel yang diterapkan pada analisis ini. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menjadi teknik analisi data yang diterapkan guna menguji validitas, reliabilitas, juga hubungan antar variabel penelitian.Originalitas/Novelty: Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian variabel kepemimpinan, kompetensi aparatur desa, serta partisipasi masyarakat pada satu model empiris akuntabilitas pengelolaan dana desa, khususnya pada wilayah yang memiliki riwayat permasalahan tata kelola.Hasil Penelitian: Temuan penelitian memperlihatkan bahwasanya kepemimpinan, kompetensi aparatur desa, serta partisipasi masyarakat memiliki dampak positif pada akuntabilitas pengelolaan dana desa di Kecamatan Padamara.Implikasi: Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan kepala desa, peningkatan kompetensi aparatur melalui pelatihan berkelanjutan, serta pengembangan mekanisme partisipasi masyarakat yang transparan dan terstruktur guna meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Research Objectives: This research aims to analyze the influence of leadership, village apparatus competence, and community participation on the accountability of village fund management in Padamara District.Research Method: This research employed a quantitative survey-based approach by collecting data through questionnaires administered to 65 respondents consisting of village officials and neighborhood unit heads across 13 villages using a saturated sampling technique. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to assess validity, reliability, and the relationships among variables.Originality/Novelty: The novelty of this research lies in integrating leadership, village apparatus competence, and community participation into a single empirical model of village fund management accountability, particularly in a region with a history of governance challenges.Research Results: The results indicate that leadership, village apparatus competence, and community participation have a positive effect on the accountability of village fund management.Implications: These findings imply that local governments should prioritize strengthening village leadership capacity, enhancing apparatus competence through continuous training programs, and establishing transparent and structured mechanisms for community participation to improve the accountability of village fund management. 
Faktor Determinasi Kinerja Keuangan: Studi Pada Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclical di BEI Periode 2022-2024 Elviani, Desvitra; Mudjiyanti, Rina; Santoso, Selamet Eko Budi; Pratama, Bima Cinintya; Wibowo, Hardiyanto
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v10i1.30029

Abstract

Latar Belakang: Kinerja keuangan perusahaan sektor consumer non-cyclical menunjukkan variasi selama periode 2022-2024, meskipun sektor ini dikenal relatif stabil. Perbedaan hasil penelitian sebelumnya mengenai efektivitas mekanisme tata kelola perusahaan dan praktik green accounting menunjukkan adanya hasil yang beragam, sehingga membuka ruang pengujian empiris lebih lanjut pada sektor ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, dewan direksi, green accounting, dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024.Metode Penelitian: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 46 perusahaan. Kinerja keuangan diukur menggunakan return on assets (ROA), sedangkan green accounting diproksikan melalui biaya lingkungan. Analisis dilakukan dengan regresi data panel menggunakan model Fixed Effect dan robust standard errors untuk mengatasi potensi heteroskedastisitas dan autokorelasi.Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan bahwa dewan direksi dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, kepemilikan institusional tidak berpengaruh, sedangkan green accounting berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan perusahaan.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Kebaruan penelitian ini terletak pada perluasan kerangka penelitian sebelumnya dengan menguji secara simultan berbagai mekanisme tata kelola perusahaan dan praktik green accounting pada sektor consumer non-cyclical Indonesia dalam periode pemulihan pascapandemi. Penelitian secara khusus memberikan kontribusi empiris baru mengenai implikasi awal praktik ESG terhadap kinerja keuangan pada sektor consumer non-cyclical yang relatif stabil.