Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Instrumen Evaluasi untuk Pengukuran Aspek Berpikir Kritis, Kreatif-Inovatif bagi Guru-guru SMA Negeri 4 Pandeglang Sobri Sobri; Tatu Hilaliyah; Imam Safi’i; Wahyu Saputra
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.289

Abstract

Berpikir kritis, kreatif-inovatif merupakan aspek utama dalam penyusunan instrumen evaluasi untuk pengukuran kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Namun demikian, banyak guru di SMA Negeri 4 Pandeglang yang belum mampu menyusun instrumen evaluasi dapat digunakan untuk mengukur serta mengembangkan aspek berpikir kritis, dan kreatif-inovatif siswa. Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan penyusunan penyusunan instrumen evaluasi untuk pengukuran aspek berpikir kritis dan kreatif-inovatif bagi Guru-Guru SMA Negeri 4 Pandeglang. Metode yang digunakan mengacu pada alur pedagogi genre, yaitu membangun konteks, menelaah model, mengonstruksi secara bersama-sama, dan mengonstruksi secara mandiri. Hasil pelatihan menunjukkan, bahwa kegiatan pelatihan yang telah dilangsungkan dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan para guru SMA Negeri 4 Pandengalang dalam menyusun instrumen evaluasi untuk pengukuran aspek berpikir kritis, kreatif- inovatif. Pelatihan ini dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan guru yang proefesional. Critical and creative-innovative thinking are the main aspects in the preparation of evaluation instruments for measuring students' higher-order thinking skills. However, many teachers at SMA Negeri 4 Pandeglang have not been able to develop evaluation instruments that can be used to measure and develop students' critical thinking and creative-innovative aspects. Writing this article is intended to describe the implementation of community service regarding training in the preparation of evaluation instruments for measuring aspects of critical and creative-innovative thinking for Teachers of SMA Negeri 4 Pandeglang. The method used refers to the flow of genre pedagogy, namely building contexts, studying models, constructing together, and constructing independently. The results of the training show that the training activities that have been held can improve the understanding and ability of Pandengalang 4 Public High School teachers in preparing evaluation instruments for measuring critical, creative-innovative thinking aspects. This training can contribute to the professional development of teachers.
Menumbuhkan Literasi Menuju Masyarakat Cerdas: Pengabdian untuk Peningkatan Kesadaran dan Kompetensi Literasi Imam Safi'i; Sobri Sobri; Maman Rukmana; Wini Tarmini
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5503

Abstract

Kompetensi literasi merupakan kompetensi esensial bagi setiap individu. Kemampuan literasi yang baik dapat mengarahkan individu untuk dapat berpikir secara lebih bijak, cermat, serta kreatif dan inovatif. Namun demikian, kompetensi literasi sebagian masyarakat pelajar di Kabupaten Lebak, Banten masih belum optimal. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi literasi masyarakat pelajar SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Lebak, Banten. Jumlah siswa tiap-tiap satuan pendidikan yang mengikuti kegiatan pendampingan literasi adalah sebanyak 20. Metode pendampingan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan cara melakukan observasi awal melalui kegiatan tes dan nontes. Kegiatan pelaksanaan dilakukan dengan cara memberikan pemahaman serta praktik literasi membaca dan menulis. Kegiatan monitoring dilakukan dengan cara memantau progres kompetensi para peserta dalam berliterasi membaca menulis. Kegiatan pendampingan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kemampuan para peserta dalam literasi reseptif dan produktif  pada masyarakat pelajar Kabupaten Lebak, Banten. Para peserta mampu merefleksikan hasil literasi reseptif dalam berbagai karya kreatif sebagai wujud dari kompetensi produktif.
Hubungan Penguasaan Kosakata dan Tata Bahasa Indonesia dengan Kemampuan Menulis Teks Naratif Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Kota Serang Hanny Maulida Mawaddah; Sobri Sobri; Ade Anggraini Kartika Devi
Jurnal Bahastra Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/bahastra.v10i2.12246

Abstract

This study addresses the persistent challenges faced by junior secondary school students in producing coherent narrative texts, which are closely associated with their mastery of vocabulary and grammatical competence in Indonesian. The research investigates the extent to which vocabulary mastery and Indonesian grammar proficiency are related to students’ narrative writing ability among seventh-grade students at SMP Negeri 5 Kota Serang. Employing a correlational research design, the study utilizes descriptive statistical analysis, prerequisite testing, and hypothesis testing to examine the relationships among variables. The findings reveal significant positive correlations between vocabulary mastery and narrative writing ability (r = 0.587 > 0.242), as well as between grammar mastery and narrative writing ability (r = 0.661 > 0.242). Furthermore, the combined contribution of vocabulary and grammar mastery to students’ narrative writing ability is substantial, with a coefficient of determination of 0.537, indicating that both variables jointly explain a considerable proportion of variance in writing performance. These results demonstrate that linguistic competence, particularly in vocabulary and grammar, plays a critical role in shaping students’ ability to construct effective narrative texts, reinforcing the argument that integrated language instruction is essential for improving writing outcomes.