Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Tipe Kepribadian dengan Pemilihan Karir Peserta Didik di Fase F SMA Negeri 2 Kota Solok Amalya, Mughni; Putri, Besti Nora Dwi; Adison, Joni
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2253

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya peserta didik yang bingung memilih karir masa depannya karena peserta didik terhambat oleh ekonomi keluarga, serta peserta didik belum mengenal karakter dirinya yang cocok dengan karir atau pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 260 orang peserta didik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket.Hasil penelitian tentang hubungan tipe kepribadian dengan pemilihan karir peserta didik fase F SMA Negeri 2 Kota Solok mengungkapkan bahwa: 1) Profil tipe kepribadian peserta didik berada pada kategori sedang. 2) Profil pemilihan karir peserta didik berada pada kategori rendah. 3) Terdapat hubungan tipe kepribadian dengan pemilihan karir peserta didik dengan korelasi sangat lemah. Penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar peserta didik dapat memilah pekerjaan atau karir yang akan diambilnya serta peserta didik nantinya dapat memiliki masa depan yang jelas.
Rancangan Model Layanan Bimbingan Karir Berbasis Identifikasi Minat Peserta Didik Kelas XI di SMAN 3 Padang Lubis, Vaira Oktasari; Nita, Rahma Wira; Putri, Besti Nora Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang kebingungan dalam minat karirnya, kebingungan dalam memilih jurusan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D). Populasi dari penelitian ini merupakan peserta didik di SMA N 3 Padang berjumlah 360 orang peserta didik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 108 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan instrument yang digunakan adalah angket. Analisis data yang digunakan teknik persentase. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan gambaran minat karir peserta didik 2) Merancang model layanan bimbingan karir berbasis identifikasi minat peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian tentang model layanan bimbingan karir berbasis identifikasi minat peserta didik dapat dilihat dari : 1) Minat karir peserta didik secara umum berada pada kategori sedang dengan persentase 58,33%. Rancangan program yang telah divalidasi, berada pada kategori ”Sangat Diterima”. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada Guru BK agar dapat menerapkan Rancangan Model Layanan Bimbingan Karir Berbasis Identifikasi Minat Peserta Didik Kelas XI di SMAN 3 Padang yang telah diupdate sesuai rekomendasi validator.
PROFIL PERENCANAAN KARIR PESERTA DIDIK DI SMA PGRI 4 PADANG Shifa, Asih; Triyono, Triyono; Putri, Besti Nora Dwi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41088

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena adanya permasalahan peserta didik yang belum mengetahui perencanaan karir setelah tamat SMA. Tujuan dari penelitian untuk: perencanaan karir dilihat dari konsep pemahaman karir peserta didik di SMA PGRI 4 Padang, perencanaan karir dilihat dari konsep informasi karir peserta didik di SMA PGRI 4 Padang, perencanaan karir dilihat dari konsep sikap peserta didik di SMA PGRI 4 Padang, perencanaan karir dilihat dari konsep perencanaan dan pengambilan keputusan karir peserta didik di SMA PGRI 4 Padang, perencanaan karir dilihat dari konsep keterampilan karir peserta didik di SMA PGRI 4 Padang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah peserta didik di SMA PGRI 4 Padang yang berjumlah 68 peserta didik. Teknik pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik total. Data dikumpulkan melalui angket perencanaan karir yang diuji validitasnya yaitu 0,368 dan uji reliabilitas 0,943. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya profil perencanaan karir peserta didik berada pada kategorti cukup tinggi. Penelitian ini bisa menjadi gambaran mengenai bagaimana pemilihan karir yang sesuai dengan keinginan peserta didik, berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada peserta didik yang akan lulus SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan karir pada peserta didik tergolong cukup tinggi dengan persentase 84%.
PROFIL MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DARI KELUARGA BROKEN HOME KELAS XII FASE F DI SMK NEGERI 4 SIJUNJUNG Nurhaliza , Desi; Usman, Citra Imelda; Putri, Besti Nora Dwi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42706

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara sebagai instrumen utama. Informan kunci terdiri dari dua peserta didik (GZ dan AD), sementara informan tambahan meliputi orang tua (MD, RN) dan guru BK (EP). Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dari keluarga broken home mengalami berbagai tantangan dalam ketekunan belajar. Mereka cenderung kesulitan fokus dalam mengerjakan tugas, memiliki ketahanan yang berbeda dalam menghadapi kesulitan, serta menunjukkan variasi dalam minat terhadap pemecahan masalah. Sebagian lebih nyaman bekerja mandiri, sementara yang lain memerlukan dukungan. Tugas rutin sering menurunkan semangat mereka, dan dalam mempertahankan pendapat, ada yang bersikeras sementara yang lain cenderung mengalah. Dalam menghadapi keyakinan pribadi dan kritik, beberapa tetap termotivasi, sedangkan yang lain mengalami kekecewaan tetapi tetap berusaha. Mereka juga memiliki perbedaan dalam mencari solusi, baik secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan ketekunan, disiplin, serta strategi belajar yang tepat untuk membantu peserta didik tetap fokus dan menghindari kebiasaan menunda tugas.
PROBLEMATIKA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN PERAN PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING (STUDI KUALITATIF DI SLB YAYASAN MITRA ANANDA) Astuti, May Dwi; Nita, Rahma Wira; Putri, Besti Nora Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6755

Abstract

This research is motivated by the various problems faced by children with special needs (ABK), particularly those with intellectual disabilities and autism, at the Autism Foundation Mitra Ananda Special Needs School (SLB), which include learning difficulties and barriers to social interaction. Initial observations indicated concentration problems, writing difficulties, poor conceptual understanding, and aggressive and isolating behavior. The focus of this research is to describe the learning and social problems experienced by ABK and to analyze the role of Guidance and Counseling (BK) services in addressing these issues. This study used a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with teachers and parents and direct observation of students. Data analysis utilized data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results indicate that ABK experience learning problems such as difficulty concentrating, slow writing, and poor mathematics comprehension. Socially, children with intellectual disabilities exhibit delayed responses but still desire to play, while children with autism tend to be solitary. The main findings revealed that although professional guidance and counseling services were not yet available, the role of guidance and counseling teachers was effectively carried out through praise, educational games, and decision-making guidance. It was concluded that the implementation of these non-professional guidance and counseling services was proven to help increase the independence, self-confidence, and social engagement of children with special needs at school. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai problematika yang dihadapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya tunagrahita dan autis, di SLB Yayasan Autis Mitra Ananda, yang mencakup kesulitan belajar dan hambatan interaksi sosial. Observasi awal menunjukkan adanya masalah konsentrasi, kesulitan menulis, pemahaman konsep yang rendah, serta perilaku agresif dan isolasi diri. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika belajar dan sosial yang dialami ABK, serta menganalisis peran pelayanan Bimbingan Konseling (BK) dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru dan orang tua serta observasi langsung terhadap siswa. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABK mengalami problematika belajar seperti sulit konsentrasi, lambat menulis, dan rendahnya pemahaman matematika. Secara sosial, anak tunagrahita menunjukkan respons lambat namun masih berkeinginan bermain, sedangkan anak autis cenderung menyendiri. Temuan utama mengungkap bahwa meskipun layanan BK profesional belum tersedia, perannya telah dijalankan secara efektif oleh guru pendamping melalui pemberian pujian, permainan edukatif, dan bimbingan keputusan. Disimpulkan bahwa implementasi layanan BK non-profesional ini terbukti membantu meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, dan keterlibatan sosial ABK di sekolah.