This Author published in this journals
All Journal Jurnal SUBLIMAPSI
Marhan, Citra
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Konsep Diri dan Kenakalan Remaja pada Siswa Sekolah Menengah Atas Lamuanta, Putri Vebrini; Suarni, Waode; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.20868

Abstract

Kenakalan remaja adalah tindakan pelanggaran atau perbuatan menyimpang yang dilakukan remaja. Bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi yaitu membolos, merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, balapan liar, seks bebas, merusak fasilitas sekolah ataupun umum dan sebagainya. Kenakalan juga terjadi pada siswa SMA Oikumene Kendari, pelanggaran-pelanggaran yang sering dilakukan adalah membolos, merokok, merusak fasilitas sekolah dan sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Oikumene Kendari. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 80 siswa SMA Oikumene Kendari, yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala konsep diri dan skala kenakalan remaja. Teknik analisis data menggunakan formula korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 23.0. Koefisien korelasi Pearson sebesar -533 dengan nilai signifikansi 0,200. Nilai tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan kenakalan remaja pada siswa SMA Oikumene Kendari, sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Kontribusi Empati Terhadap Perilaku Altruisme Syahruddin, Anisa; Marhan, Citra; Abas, Muhammad
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21314

Abstract

Perilaku altruisme adalah tindakan atau bantuan yang dilakukan secara sukarela dengan mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi. Salah satu faktor terpenting terbentuknya perilaku altruisme adalah empati, seseorang yang memiliki empati akan menghasilkan motivasi altruis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peran empati terhadap perilaku altruisme pada anggota komunitas 1000 Guru Indonesia Bagian Timur. Populasi pada penelitian ini berjumlah 99 anggota komunitas, Subjek dalam penelitian dipilih menggunakan teknik total sampling. Dengan kriteria merupakan anggota komunitas 1000 Guru Indonesia bagian Timur, pernah mengikuti kegiatan komunitas 1000 Guru. Sampel pada penelitian ini berjumlah 99 orang anggota komunitas 1000 Guru Indonesia Bagian Timur, instrumen pada penelitian ini menggunakan skala empati dan skala altruisme yang disebar secara online dengan menggunakan google form. Jenis penelitian yaitu kuantitatif menggunakan desain penelitian Ex-Post Facto. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan terdapat peran signifikan empati terhadap perilaku altruisme. Nilai R Square sebesar 0,592 artinya sumbangan efektif empati terhadap perilaku altruisme sebesar 59,2%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat  disimpulkan terdapat peran empati terhadap perilaku altruisme.
Self-Compassion dan Psychological Well-Being Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi Aditya, Rajes; Sahidin, Latief; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Sublimapsi
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v3i1.21397

Abstract

Mahasiswa akhir sering kali mengalami banyak hambatan dan konflik karena tuntutan akademik termasuk yang berkaitan dengan proses penyusunan skripsi. Konflik yang tidak dapat diatasi akan menimbulkan emosi negatif yang dapat mempengaruhi psychological well-being mahasiswa akhir. Self-compassion merupakan salah satu variabel yang diduga mampu untuk membantu mahasiswa akhir dalam menyelesaikan konflik yang ditemui sehari-hari, sehingga dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan psychological well-being. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 100 orang dari 2638 populasi mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Metode pengumpulan data menggunakan skala self-compassion dan skala psychological well-being. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara self-compassion dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi.
Peran Perceived Supervisor Support Terhadap Employability Pada Karyawan Rasyidi, Achmad Agin; Abas, Muhammad; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.29742

Abstract

Karyawan harus memiliki karakteristik personal yang baik sehingga mempunyai kesempatan kerja dan harus dapat beradaptasi dengan perubahan, hal ini membutuhkan dukungan dari atasan. Perceived supervisor support memiliki peran yang penting dalam perkembangan individu dalam bekerja. Sedangkan, employability dapat dikembangkan lebih jauh, ketika karyawan diberikan kesempatan untuk belajar dalam program pengembangan karyawan, dan juga dengan diberikan pekerjaan-pekerjaan yang menantang sebagai media implementasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perceived supervisor support terhadap employability. Penelitian dilaksanakan di Ace Hardware Kendari dengan populasi berjumlah 59 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif korelasional. Data penelitian diukur dengan menggunakan skala perceived supervisor support dan employability. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,000, nilai ini lebih kecil dari 0,01. Hasil penelitian menunjukan terdapat peran perceived supervisor support yang sangat signifikan terhadap employability. Perceived supervisor support sebagai salah satu faktor internal memberikan sumbangan efektif sebesar 24% terhadap employability karyawan Ace Hardware Kendari.
Kepercayaan Diri Dengan Kemandirian Belajar Remaja Sjarifuddin, Muhammad Al Isra; Aspin, Aspin; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.43455

Abstract

Saat yang paling sulit berada pada masa remaja pertengahan, karena saat masa remaja pertengahan banyak masalah yang dihadapi, salah satu masalah yang dihadapi yaitu kemandirian belajar remaja. Remaja pada usia antara 15 hingga 18 tahun berada pada masa pendidikan. Masa pendidikan salah satu bagian dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar remaja yaitu kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kemandirian belajar pada remaja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Stratified Random Sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 89 orang dari 390 populasi remaja di SMA Negeri 1 Kolaka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri dan skala kemandirian belajar. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Person’s Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dengan kemandirian belajar pada remaja kelas XI dengan nilai korelasi sebesar 0,438.
Konsep Diri terhadap Proaktif Koping pada Mahasiswa yang sedang Menyusun Skripsi Rahmad, La ode Alwahab; Abas, Muhammadd; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.42796

Abstract

Students with low proactive coping tend to be unable to overcome conflicts and obstacles that are encountered daily, including those related to academics such as skipping. On the contrary, students with high proactive coping tend to be able to overcome conflicts and obstacles that are encountered daily. Self-concept is one way to improve proactive coping. Therefore, this research was conducted with the aim of knowing the relationship between self-concept and proactive coping in students who are preparing their thesis. The sampling technique used cluster random sampling, so that a total sample of 100 people was obtained from 2,062 student populations who were preparing their thesis at the Faculty of Teaching and Education, Halu Oleo University. The data collection method uses a self-concept scale and a proactive coping scale. The data analysis technique uses the Pearson's Product Moment correlation method. The research results obtained showed that there was a positive relationship between self-concept and proactive coping in students who were preparing their thesis.
Regulasi Diri Dengan Perilaku Bullying Peserta Didik di SMK Negeri 4 Kendari Sukma, Melani; siregar, nani restati; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.44159

Abstract

Bullying adalah sebuah tindakan atau perilaku agresif dan negatif yang di lakukan seseorang untuk menyakiti orang lain dan mengganggu orang lain demi kepuasan tersendiri. Pembentukan regulasi diri sangat dibutuhkan bagi siswa yang termasuk dalam berperilaku bullying. Sedangkan Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan pikiran, perasaan dan tindakan untuk mencapai tujuan hidup. Regulasi diri sangat penting bagi siswa untuk mengontrol dan memotivasi dirinya dalam menghadapi situasi apapun yang ditemukan di sekolah agar dapat mencapai suatu tujuan yang dinginkan seperti melakukan proses belajar dengan menyenangkan dan berperilaku sesuai dengan peraturan norma dan sekolah. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa/I SMK Negeri 4 Kendari. Adapun lat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala bullying yang disusun menurut aspek-aspek Coloroso dan skala regulasi diri yang berdasarkan aspek-aspek Zimmerman disusun oleh peneliti menggunakan metode skala likert. Skala Bullying memiliki reliabilitas (rxy) = terdiri dari 34 aitem, sedangkan skala regulasi diri memiliki nilai reliabilitas (rxy) = dan terdiri dari 30 aitem. Analisa penelitian ini menggunakan korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil Analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara bullying dengan regulasi diri dengan nilai r = -0,435, dan signifikansi = 0,011. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Regulasi diri, maka semakin rendah Perilaku bullying
Antara Konsep Diri Dengan Interaksi Sosial Mahasiswa Yuniasih, Ni Luh Komang; Siregar, Nani Restati; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.43423

Abstract

Konsep diri merupakan faktor penting dalam berinteraksi, konsep diri sebagai cermin bagi individu dalam memandang dirinya. Reaksi individu terhadap lingkungan dipengaruhi oleh konsep dirinya. Konsep diri merupakan bagian dari yang mempengaruhi setiap aspek pengalaman, baik itu pikiran, perasaan, persepsi maupun tingkah laku individu. Pembentukan konsep diri memudahkan interaksi sosial sehingga individu dapat mengantisipasi reaksi orang lain. Konsep diri menjadi salah satu faktor kurangnya interaksi sosial pada mahasiswa, sebab dalam berinteraksi dan bertingkah laku individu sedapat mungkin menyesuaikan dengan konsep dirinya. Oleh karena iu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial mahasiswa FKIP UHO dari luar Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 100 orang dari 1.276 populasi mahasiswa baru yang berasal dari luar Kota Kendari. Metode pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala interaksi sosial. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dan interaksi sosial pada mahasiswa baru FKIP UHO dari luar kota Kota Kendari.
KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KESIAPAN KERJA PADA SISWA SMKN 1 KENDARI Muhammad, Fadel; Siregar, Nani Restasi; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.43438

Abstract

Self-confidence is a personality in the form of belief in the abilities and skills possessed and manifested in daily behavior. Meanwhile, work readiness is a condition of harmony between physical, mental and experience abilities and a person's capacity to complete a job in accordance with certain provisions. The sample of this research is 97 students of SMKN 1 Kendari. The measuring instrument used in this study is the self-confidence scale and work readiness scale using the Likert scale method. The self-confidence scale has a reliability value (rxy) = 0.937 consisting of 18 items, while the work readiness scale has a reliability value (rxy) = 0.945. The analysis of this study uses the Pearson product moment correlation. Based on the results of the analysis, it was found that there is a positive relationship between self-confidence and work readiness with a value of r = 0.8622, with sig = 0.000. This shows that the higher the self-confidence, the higher the job readiness.
Kompoen Sikap Mahasiswi yang Aktif pada Organisasi Eksternal Kampus Rahmayana, Feby; Siregar, Nani Restati; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.40442

Abstract

Students who are active in external campus organizations are supported by the quality and services available in the organization. The desire of female students to be active in external campus organizations is influenced by the attitude component. The attitude component is a variable that is thought to be able to influence the attitude of female students to be active in external campus organizations. Therefore, this study was conducted with the aim of knowing the percentage value of the attitude component of female students who are active in external campus organizations and describing the percentage results. The sampling technique used cluster random sampling, so that a sample size of 57 female students was obtained from a population of 570 female students who were active in campus external organizations in Kendari city, Southeast Sulawesi Province. Data collection methods using cognitive, affective, and conative scales. Data analysis techniques in this study using descriptive analysis. Descriptive analysis explains the mean, standard deviation, and categorization of respondents. Categorization is intended to place respondents into groups whose positions are tiered according to a continuum based on the measured attributes. The results showed that the cognitive component obtained a value of 63%, which can then be categorized as moderate. The affective component obtained a value of 54%, this can be categorized as moderate. The conative component obtained a value of 49% which can then be categorized as moderate.Keywords: Attitude Component;Campus External Organizatio; StudentAbstrak: Mahasiswi yang aktif pada organisasi eksternal kampus karena didukung oleh kualitas dan pelayanan yang ada pada organisasi tersebut. Keinginan mahasiswi untuk aktif dalam organisasi eksternal kampus dipengaruhi oleh komponen sikap. Komponen sikap merupakan variabel yang diduga mampu mempengaruhi sikap mahasiswi untuk aktif pada organisasi eksternal kampus. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai peresentase komponen sikap mahasiswi yang aktif pada organisasi eksternal kampus dan mendeskripsikan hasil persentase tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 57 mahasiswi dari 570 populasi mahasiswi yang aktif pada organisasi eksternal kampus di kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode pengumpulan data menggunakan skala kognitif, afektif, dan konatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif menjelaskan rerata (mean), standar deviasi, dan kategorisasi responden. Pengkategorisasian dimaksudkan untuk menempatkan responden ke dalam kelompok-kelompok yang posisinya berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kognitif memperoleh nilai 63% selanjutnya dapat dikategorikan sedang. Komponen afektif memperoleh nilai 54% hal ini dapat dikategorikan sedang. Komponen konatif memperoleh nilai 49% selanjutnya dapat dikategorikan sedang.Kata Kunci: komponen sikap; mahasiswi; organisasi eksternal kampus