Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penilaian Organoleptik Produk Siomay Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis C.) Disubstitusi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Var Ayumurasaki) Dan Wortel (Daucus carota L.) Kasmawati, Kasmawati; Astati, Astati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 4, No 5 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.973 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v4i5.9403

Abstract

ABSTRACT The production of dumplings made from tuna fish (Euthynnus affinis C.), purple sweet cassava, and carrots aimed to provide a high nutritional alternative. The purpose of this study was to obtain the preferred taste, color, aroma, and texture of panelists. This study used a completely randomized design (CRD) with the factor of purple sweet cassava addition ranged from 10%, 20%, and 30%. The most preferred dumpling was the one with 10% purple sweet cassava addition with the average scores of taste, color, aroma, and texture that reached 3 (like), 3.13 (very like), 3.25 (very like), and 2.85 (like), respectively. Thus, it can be concluded that the addition of purple sweet cassava affected the quality of produced dumplings. Key words: Tuna fish, purple sweet cassava, carrots, dumplings. ABSTRAK Pengolahan siomay formulasi ikan tongkol (Euthynnus affinis C.), ubi jalar ungu dan wortel merupakan alternatif yang cukup baik dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Produk siomay ini diformulasi untuk menghasilkan satu jenis bahan makanan yang lengkap kandungan gizinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh rasa, warna, aroma dan tekstur yang lebih disukai panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yaitu penambahan ubi jalar ungu masing-masing 10 %, 20%, dan 30%. Skor penilaian pada produk siomay yang dihasilkan dengan nilai tertinggi terhadap rasa sebesar 3 (suka), warna 3,13 (sangat suka), aroma 3,25 (sangat suka) dan tekstur 2,85 (suka) terdapat pada perlakuan dengan penambahan ubi jalar ungu 10 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan ubi jalar ungu berpengaruh terhadap kualitas Siomay yang dihasilkan. Kata kunci: Ikan tongkol, ubi jalar ungu, wortel, siomay. PENDAHULUAN
Hubungan antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Remaja Astati, Astati; Hamid, Rimba; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 1, No 3 (2020): September
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v1i3.12766

Abstract

Kecanduan internet dapat diartikan sebagai sindrom yang ditandai oleh individu menghabiskan sejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online, Young (dalam Basri, 2014). Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Jika pengguna internet yang memiliki kontrol diri yang tinggi mampu mengatur penggunaan internet sehingga tidak tenggelam dalam internet, mampu menggunakan internet sesuai kebutuhan, mampu memadukan aktivitas online dengan aktivitas-aktivitas lain dalam kehidupannya dan tidak memerlukan internet sebagai tempat untuk melarikan diri dari masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja di SMPN 3 Bau-Bau. Subjek penelitian ini adalah 37 siswa di SMPN 3 Bau-Bau dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kontrol diri dan skala kecanduan internet. Hasil analisis korelasi Product Moment Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada remaja  (p=0,003<0,05) dan r = -0,469 yang artinya semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi kemungkinan kecanduan internet.Kata Kunci : Kontrol Diri, Kecanduan Internet
PENILAIAN ORGANOLEPTIK, KANDUNGAN PROKSIMAT, BESI (Fe), KOLESTEROL, DAN CEMARAN LOGAM PLUMBUM (Pb) NUGGET KERANG KALANDUE (Polymesoda erosa) B, Sukina; Astati, Astati; Ahmad, Ahmad; Imanuddin, Imanuddin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.682 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v6i3.2087

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the organoleptic assessment of kalandue scallop nuggets with carrot substitution, then continued with the determination of iron content, cholesterol, food quality and food safety of kalandue mussel nuggets selected formula based on test parameters, proximate content, and lead contamination. This study used a completely randomized design (CRD) with four formulas, namely P1 (ratio of kalandue scallops and carrots 100:0), P2 (ratio of kalandue scallops and carrots 75:25), P3 (ratio of kalandue scallops and carrots 50:50), and P4 (ratio of kalandue mussels and carrots 25:75). Organoleptic assessment data were analyzed using non-parametric statistics with the Kruskal Wallis Hedonic test. The results show that the average score for the organoleptic assessment of kalandue scallop nuggets from all test parameters of the P2 formula was preferable to other formulas. Carrot substitution in making kalandue shellfish nuggets had no effect on the organoleptic assessment of all test variables. The results show that the moisture, carbohydrates, protein, fat, ash, crude fiber, Fe, and cholesterol contents were 49.38%, 31.41%, 13.25%, 4.89%, 0.96%, 0.09%, 12.59 mg/100g, and 2.78 mg/100g, respectively. In addition, no lead contamination was found. The conclusions of this research are: the P2 Formula was the best kalandue scallop nugget formula. It met the quality requirements of fish nuggets according to SNI 7758:2013 based on test parameters, proximate content, and lead contamination.  Keywords: kalandue scallop nuggets, organoleptic attributes, proximate, cholesterol, iron, lead contamination ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui penilaian organoleptik nugget kerang kalandue dengan substitusi wortel, kemudian dilanjutkan dengan penentuan kandungan besi, kolesterol, serta mutu dan keamanan nugget kerang kalandue formula terpilih berdasarkan parameter uji: kandungan proksimat, dan cemaran logam Plumbum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Empat formula, yaitu: P1 (perbandingan kerang kalandue dan wortel 100:0), P2 (perbandingan kerang kalandue dan wortel 75:25), P3 (perbandingan kerang kalandue dan wortel 50: 50), dan P4 (perbandingan kerang kalandue dan wortel 25: 75). Data penilaian organoleptik dianalisis dengan menggunakan statistik non-parametrik dengan uji Hedonik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor penilaian organoleptik nugget kerang kalandue dari semua parameter pengujian formula P2 lebih disukai dibanding formula lainnya. Substitusi wortel pada pembuatan nugget kerang kalandue tidak berpengaruh pada penilaian organoleptik semua variabel pengujian. Hasil pemeriksaan kandungan air, karbohidrat, protein, lemak, kadar abu, serat kasar, Fe, dan kolesterol masing-masing adalah 49,38%, 31,41%, 13,25%, 4,89%, 0,96%, 0,09%, 12,59 mg/100g, dan 2,78 mg/100g, serta tidak ditemukan cemaran logam Pb. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: Formula P2 merupakan formula nugget kerang kalandue terbaik, serta telah memenuhi persyaratan mutu nugget ikan menurut SNI 7758:2013, berdasarkan parameter uji: kandungan proksimat, dan cemaran logam Plumbum.Kata kunci: nugget kerang kalandue, penilaian organoleptik, kandungan proksimat, kolesterol, zat besi, cemaran logam Plumbum
PENGARUH PENGEMASAN VAKUM TERHADAP PERUBAHAN MIKROBIOLOGI, KADAR AIR DAN MUTU KIMIA PADA IKAN TUNA ASAP Astati, Astati; Gani, Kameria
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 6 (2023):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i6.46526

Abstract

Ikan tuna (Thunnus sp.) merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis tinggi yang paling banyak diminati pasar dalam maupun luar negeri. Peningkatan permintaan ini memang sangat kita harapkan, mengingat tingginya potensi hasil perikanan Indonesia. Yang menjadi masalah, produk ini dalam bentuk segar cepat mengalami kemunduran mutu. Oleh karena itu perlu upaya mempertahankan mutu dengan cara penanganan yang tepat agar ikan tetap sempurna segar atau dalam wujud olahan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh pengemasan vakum terhadap perubahan mikrobiologi, aktifitas air dan mutu kimia pada ikan tuna asap. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri 3 jenis perlakuan dan 3 kali pengulangan. Data di analisis menggunakan Analisys Of Varian (ANOVA) Hasil menunjukkan terdapat perubahan total bakteri pada ikan tuna asap dengan kemasan vakum mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya waktu.Perubahan aktifitas air pada ikan tuna asap dengan kemasan mengalami peningkatan presentase kadar air. Perubahan protein pada ikan tuna asap dengan kemasan vakum mengalami penurunan pada ketiga perlakuan.Perubahan lemak pada ikan tuna asap dengan kemasan vakum mengalami penurunan pada ketiga perlakuan.
Uji Hedonik Makanan Olahan Ikan Gabus dengan Penambahan Wortel sebagai Jus Astati, Astati; Dwi Nur Octaviani
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.725

Abstract

Penelitian sebelumnya tentang pemanfaatan ikan gabus dapat digunakan untuk pengobatan dan peningkatan fungsi tubuh, seperti kolagen yang diekstraksi dari ikan gabus digunakan untuk luka bakar, dan olahan ikan gabus dengan bahan makanan lain mempengaruhi kadar hemoglobin, albumin serum, dan protein pada pasien HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio optimal olahan ikan gabus dengan penambahan wortel. Penelitian ini merupakan penelitian praeksperimen. Tahapan formulasi menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Perbandingan kombinasi dengan tiga kali pengulangan, dengan perbandingan ikan gabus: wortel adalah (123, 85%: 15%, 231, 80%: 20%, 321, 75%: 25%). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga September 2022. Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Haluoleo melakukan uji organoleptik dan analisis kandungan gizi. Tes hedonik diberikan kepada seluruh mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Tingkat 2. Metode analisis ANOVA digunakan dalam uji statistik. Rata-rata hasil uji hedonik pada semua parameter di atas 3,50 (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Parameter warna dalam ketegori agak disukai, aroma pada kategori disukai untuk produk F2, rasa pada kategori agak disukai, dan tekskur disukai pada produk F2. Aroma dan tekstur merupakan kategori yang paling disukai pada kelompok produk F2 (80%:20%).
Peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI melalui penyuluhan dan praktek pembuatan MP-ASI pada kelompok ibu: Pengabdian masyarakat di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara tahun 2024 Koro, Suriana; Petrus, Petrus; Fatmawati, Fatmawati; Ahmad, Ahmad; Astati, Astati; Gani, Kameriah; Kusumawati, Evi; Kasmawati, Kasmawati
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan penyuluhan tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang praktik pemberian MP-ASI yang tepat. Pengabmas dilaksanakan dengan melibatkan 30 ibu dengan berbagai latar belakang demografi di Desa Poni-poniki, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara. Metode penyuluhan dengan menggunakan strategi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi praktik langsung, serta evaluasi menggunakan prates dan pascates. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum kegiatan penyuluhan (prates), sebanyak 40% dari peserta memiliki pengetahuan baik tentang MP-ASI, sedangkan 30% memiliki pengetahuan cukup dan 30% lagi memiliki pengetahuan kurang. Setelah kegiatan penyuluhan (pascates), terjadi peningkatan yang signifikan dalam kategori pengetahuan baik menjadi 67.5%, sementara pengetahuan cukup menurun menjadi 20% dan pengetahuan kurang menjadi 12.5%. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kegiatan penyuluhan tentang MP-ASI secara signifikan meningkatkan pengetahuan ibu, terutama dalam hal pemahaman tentang pentingnya dan cara pemberian MP-ASI yang benar. Rekomendasi berdasarkan temuan ini adalah untuk terus mengimplementasikan kegiatan penyuluhan dengan pendekatan yang partisipatif dan interaktif, serta memperluas cakupan untuk mencapai lebih banyak ibu di komunitas dengan latar belakang demografi yang beragam.
Media Kartu Isi Piringku Meningkatkan Pengetahuan Anak Usia Sekolah tentang Gizi Seimbang: Penelitian Kuasi Eksperimen Kasmawati, Kasmawati; Gobel, Sri Yunanci V; Astati, Astati; Harikedua, Vera Tasentimbang
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 14 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v14i2.762

Abstract

Pemerintah telah merilis Pedoman Gizi Seimbang yang terus menerus dipromosikan untuk menurunkan dan menjaga status gizi masyarakat. Penambahan media promosi seperti "Tumpeng" dan "Piring Makanku" pada tanggal 27 Januari 2014 bertujuan untuk meningkatkan promosi kesehatan. Pemantauan kartu isi piringku (KARIPKU) dapat membantu dalam pengawasan pelaksanaan promosi tersebut. Penelitian Quasi Eksperimen dilakukan dengan desain one group pretest-posttest pada siswa kelas IV, V, dan VI SDN 01 Wawolemo, dengan total sampling sebanyak 38 orang. Seluruh responden diberikan kartu isi piringku sebagai media intervensi selama 1 bulan, dan tingkat kepatuhan subjek dalam menggunakan media tersebut dinilai pada makan siang dan makan malam. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil sebelum dan sesudah pemantauan kartu isi piringku (KARIPKU) terhadap tingkat pengetahuan anak usia sekolah, namun tidak ada perbedaan pada tingkat kepatuhan.
Optimizing Plantation Waste for Alternative Feed in Integrated Crop-Livestock System: A Case Study from Bulukumba, South Sulawesi Astati, Astati
Anoa: Journal of Animal Husbandry Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulukumba Regency holds significant potential for developing an integrated crop-livestock system through the utilization of plantation waste such as copra meal, coconut husk, cocoa pod husk, and clove leaves as alternative feed for ruminant livestock. This research employed a case study approach using qualitative methods, supported by secondary data and laboratory analysis of the nutritional content of the waste materials. The study also assessed the level of utilization by farmers and livestock keepers, as well as the challenges encountered in its application. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The findings revealed that the use of plantation waste as animal feed remains low due to limited technical knowledge, inadequate processing technology such as fermentation, and weak institutional support and extension services. In fact, utilizing this waste could reduce feed costs by up to 40% without compromising livestock performance. This research proposes a zero-waste-based integration model consisting of several stages: mapping the potential of local waste resources, providing technical training, establishing farmer group enterprises, and conducting continuous monitoring. Regional policies and institutional support are necessary to strengthen the implementation of this model in order to create a sustainable and environmentally friendly crop-livestock system in Bulukumba.