Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Pembelajaran Daring Terhadap Penguasaan Konsep PAI (Pendidikan Agama Islam) Dan Karakter Kedisiplinan Siswa Nik Haryati; Moh. Miftahul Arifin; Ika Setiawati; Puji Asmaul Chusna; Hayumuti Hayumuti
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 7, No. 2 (April 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v7i2.2068

Abstract

Tujuan penelitiannya untuk mendeskripsikan dampak pembelajaran daring  terhadap penguasaan konsep PAI siswa  dan karakter kedisiplinan siswa di MTs Darul Falah Sumbergempol Tulungagung. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket digunakan untuk mengetahui kedisiplinan siswa dan tes untuk mengetahui pengetahuan konsep IPA. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif Menggunakan kurva normal ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep PAI siswa berada pada kategori sedang.  Kedisiplinan belajar siswa masuk dalam kategori tinggi. Hal ini karena    siswa berada pada kategori tinggi disebabkan  siswa menaati tata tertib sekolah, mempunyai waktu belajar yang teratur dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINGKING SKILLS (HOTS) DI MADRASAH IBTIDAIYAH Muhammad Rizal Rifa’i; Ika Setiawati
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuaan umum seseorang termasuk di dalam peningkatan penguasaan teori dan keterampilan, memutuskan dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan di dalam mencapai tujuannya, baik itu persoalan dalam dunia pendidikan ataupun kehidupan sehari-hari. Kalau pendidikan formal dalam suatu organisasi merupakan suatu proses pengembangan kemampuan kearah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) juga diterapkan oleh pemerintah menyusul masih rendahnya peringkat Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dibandingkan dengan negara lain, sehingga standar pendidikan baik dalam proses pembelajaran maupun penilain lebih ditingkatkan oleh pemerintah melalui kurikulum 2013.[1] Menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi proses kognitif dibedakan menjadi dua, yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi atau sering disebut dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS), dan keterampilan berpikir tingkat rendah Lower Order Thinking Skill (LOTS). Kemampuan berpikir tingkat rendah melibatkan kemampuan mengingat (C1), memahami (C2) dan menerapkan (C3) sementara dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi melibatkan analisis dan sintesis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta atau kreativitas (C6).[2] Ketika anak telah memiliki kemampuan berfikir tingkat tinggi yang dalam proses pembelajarannya menggunakan inquiry yang memancing ataupun merangsang pemikiran peserta didik agar lebih berkembang memunculkan kemampuan analisis, evaluasi dan mencipta pada diri anak. Kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi dapat digunakan oleh guru untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang berbasis HOTS juga dapat memberikan manfaat terhadap siswa yaitu meningkatkan prestasi, meningkatkan motivasi dan meningkatkan sikap positif. Kata Kunci : Kemampuan Higher Order Thingking Skills (HOTS), Model Pembelajaran Inquiry [1] Yoki Ariyana, dkk, Buku Pegangan Pembelajaran berorientasi pada keterampilan tingkat tinggi. Jakarta:Direktorat GTK,2018, 22. [2] R Arifin Nugroho.HOTS.Jakarta:PT Gramedia Widiasarana Indonesia,2018, 16.
Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Workshop Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Ekonomis di Sekolah SMAN 2 Malang: Penelitian Nuril Huda; Eko Wahyudi; Adi Suroso; Ramdhan Kurniawan; Ika Setiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1715

Abstract

Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan serius dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya di lingkungan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan peserta didik dalam mengelola sampah plastik melalui workshop daur ulang menjadi produk bernilai ekonomis di SMAN 2 Malang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, praktik langsung pembuatan produk, serta edukasi pemasaran sederhana kepada peserta didik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah plastik dan kewirausahaan berbasis lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata skor meningkat dari 56,2 menjadi 89,4. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam praktik pembuatan produk, seperti pot tanaman dan kerajinan dari sampah plastik, yang ditampilkan dalam mini exhibition di sekolah. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis lingkungan pada peserta melalui pengenalan konsep pemasaran produk daur ulang secara sederhana. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam kegiatan ini menjadi sarana penguatan pendidikan lingkungan berkelanjutan serta dapat menjadi model replikasi pada sekolah lain sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan demikian, workshop daur ulang sampah plastik ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan praktis, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik secara berkelanjutan.
Peran Guru Dalam Menangani Dampak Negatif Media Sosial Tiktok Pada Remaja Di Madrasah Aliyah Roudlotul Mutaalimin Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Ika Setiawati; Muhammad Rizal Rifa`i; Amit Dana Ikmah; Septyan Tenti Asih
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Ngaliman. Februari 2026
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v5i1.2307

Abstract

TikTok is an application designed for entertainment and allows users to record, edit, and upload videos to various social media platforms. This application is a contemporary music video social platform equipped with various interesting on-screen features such as stickers and filters. The TikTok application also has effects that users can use to create short videos to make their videos more interesting. Furthermore, the TikTok application also provides background music from various famous or popular artists. TikTok users are free to imagine according to their interests and share them with other friends and even around the world. The type of research used by the author is qualitative, employing a descriptive study approach. While data collection requires observation, interviews, and documentation methods. In analyzing the collected data, the researcher used qualitative descriptive analysis. From the results of this study, we conclude that: 1). Lack of direct interaction with people in the surrounding environment and lack of concern for people in the surrounding environment and students are exposed to a lot of useless, negative content on the TikTok application, which some people consider to be part of entertainment as a means of showing off to follow current trends so that many posts lower the morals of students due to the lack of guidance from those closest to them. 2). Efforts made by teachers of MA Roudlotul Mutaalimin appealed to and strictly limited the use of cellphones in the Islamic boarding school and at school. As for students from outside the Islamic boarding school or from the area around the madrasah, they were given restrictions on cellphone use at school. In addition, they were also given direction and guidance in the use of cellphones, especially in the use of the TikTok application.