Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Guru Ideal Menurut Imam Al-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Rahman, Abdul; Helmi, Taufik; Apriadi, Dwi
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol 2 No 1 (2024): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v2i1.976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang Guru Ideal dalam pandangan Imam Al-Ghazali dan Syekh Az-Zarnuji. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian tentang Guru Ideal dalam pandangan Imam Al-Ghazali dan Syekh Az-Zarnuji serta Kritik terhadap kondisi guru saat mengajar dapat disimpulkan sebagai berikut: Kriteria guru ideal menurut Syekh Az-Zarnuji adalah: 1. Alim, Berilmu / memiliki ilmu pengetahuan sama halnya dengan memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pedagogik. 2. Wara‟, Bersifat Wara’, berbudi pekerti luhur, bijaksana dan penyabar berarti telah memiliki salah satu standar kompetensi guru (kompetensi kepribadian). Bersifat Wara’, berbudi pekerti luhur, bijaksana dan penyabar berarti telah memiliki salah satu standar kompetensi guru (kompetensi kepribadian) yaitu Seorang guru yang memiliki kompetensi kepribadian. 3. Tua usianya. Berpengalaman/lebih tua dapat dikatakan telah memiliki kompetensi profesional dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Berpengalaman/lebih tua dapat dikatakan telah memiliki kompetensi profesional dan kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu Seorang guru yang berpengalaman tentu memiliki keahlian.
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN KELUARGA DENGAN PASIEN PERAWATAN PALIATIF DI RUMAH SAKIT X Melba, Restu Arahman; Apriadi, Dwi
Jurnal Mal el Hayat Vol. 1 No. 1 (2023): Januari
Publisher : STIKes Malahayati Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan paliatif merupakan pendekatan holistik yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa serta keluarganya. Peran keluarga sangat penting dalam proses perawatan ini, namun pengalaman mereka sering kali belum terdokumentasi secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dan pengalaman keluarga yang mendampingi pasien dalam perawatan paliatif di Rumah Sakit X. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan dalam studi ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 6 informan keluarga yang secara aktif terlibat dalam perawatan pasien. Analisis data menggunakan metode Colaizzi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari narasi peserta. Hasil penelitian ditemukan: (1) dinamika emosional keluarga selama proses perawatan, (2) kebutuhan informasi dan dukungan dari tenaga kesehatan, dan (3) makna spiritual dan penerimaan terhadap kondisi pasien. Temuan menunjukkan bahwa keluarga mengalami tekanan psikologis yang tinggi, namun juga membangun ketahanan melalui dukungan sosial dan keyakinan pribadi. Pengalaman keluarga dalam merawat pasien paliatif mencerminkan kompleksitas emosional dan spiritual yang memerlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Pendekatan berbasis empati dan dukungan psikososial menjadi elemen kunci dalam pelayanan paliatif yang komprehensif.
Effect of finger-holding technique on pain and anxiety in patients after Transurethral Resection of the Prostate (TURP): A quasi-experimental study Yanti S, Novi; Ashra, Fauzi; Apriadi, Dwi; Junios, Junios; Putra, Yuhendri; Liza, Fera
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.719

Abstract

Background: Patients undergoing Transurethral Resection of the Prostate frequently experience postoperative pain and anxiety during the early recovery phase. Non-pharmacological nursing interventions may help improve patient comfort and psychological stability during this period. Objective: This study aimed to examine the effect of the finger-holding technique on pain and anxiety among patients after Transurethral Resection of the Prostate. Methods: A quantitative quasi-experimental study with a nonequivalent control group design was conducted at Siti Fatimah Hospital Palembang from July to September 2025. Thirty-four postoperative patients were recruited using purposive sampling and divided into an intervention group (n=17) and a control group (n=17). The intervention group received the finger-holding relaxation technique twice daily for three days in addition to standard postoperative care, while the control group received standard care only. Pain intensity was measured using the Numeric Rating Scale, and anxiety levels were assessed using the Generalized Anxiety Disorder-7 scale. Data were analyzed using descriptive statistics and comparative tests with a significance level of p<0.05. Results: Both groups experienced reductions in pain and anxiety after the treatment period. The intervention group demonstrated a greater reduction in mean pain score from 6.47 to 2.06 compared with the control group, which decreased from 7.00 to 4.76. Anxiety scores in the intervention group decreased from 11.88 to 4.24, whereas the control group decreased from 11.53 to 7.18. Statistical analysis showed significant improvements in both groups, with a stronger effect observed in the intervention group. Conclusion: The finger-holding technique effectively reduces pain and anxiety in patients after Transurethral Resection of the Prostate and may serve as a simple complementary nursing intervention to improve postoperative comfort.