Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Batakarang

ANALISIS KERUSAKAN JALAN DI NDAJANG DESA LUNGAR TERHADAP ARUS LALU LINTAS MOCOK - RUTENG KABUPATEN MANGGARAI: ANALYSIS OF ROAD DAMAGE IN NDAJANG LUNGAR VILLAGES AGAINST MOCOK - RUTENG TRAFFIC FLOW MANGGARAI REGENCY ROUTE Arganisius Lampur; Harijono; Ketut Mahendra Kuswara
BATAKARANG Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.954 KB)

Abstract

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel. Kondisi jalan yang baik menjadikan pengguna jalan merasa nyaman dan aman setelah melewatinya. Selain itu kondisi jalan yang baik akan bisa berkontribusi pada daerah yang dilaluinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan dan tingkat kerusakan mengunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Diperlukan data survei di lapangan tentang jenis-jenis kerusakan, luas suatu kerusakan jalan dan dokumentasi gambar. Setelah data-data di atas diperoleh, maka selanjutnya dilakukan analisis tingkat kerusakan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) untuk mendapatkan nilai analisa hasil keputusan dengan metode PCI. Hasil survei jenis-jenis keruskan menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan di Ndajang Desa Lungar Kabupaten Manggarai. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan di Ndajang Desa Lungar Kabupaten Manggarai adalah Lubang (Pathole), Pelepasan butir (ravelling), Retak kulit buaya (Alligator cracking), Retak kotak-kotak (Block crack), Keriting (Corrugation). Jenis kerusakan dominan adalah Lubang (Photoles) dengan luas kerusakan adalah 66125,415 m² dengan presentase kerusakan yaitu 68,15 %. Menghasilkan nilai rata – rata nilai Pavement Condition Index (PCI) untuk seluruh unit sampel adalah 24,133 dengan Rating Very Poor. Jenis penanganan jalan tersebut adalah dengan adanya peningkatan jalan.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) DAN STRATEGI PENANGANANNYA PADA RUAS JALAN NGGELAK DESA MEOAIN KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO: ANALYSIS OF ROAD DAMAGE USING PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) METHOD AND HANDLING STRATEGIES ON THE NGGELAK ROAD SEGMENT, MEOAIN VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Erdin Ariel Prasetyo Mooy; Ketut Mahendra Kuswara; Hikmah
BATAKARANG Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.074 KB)

Abstract

Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat. Kondisi suatu jalan juga sangat mempengaruhi kelancaran transportasi yang sudah pasti berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan pengguna jalan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kondisi kerusakan jalanyang paling dominan dan nilai kondisi perkerasan jalan di ruas jalan Nggelak sehingga dapat menentukan cara penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode pavement condition index (PCI). Penelitian ini dilakukan di ruas jalan Nggelak Desa Meoain Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao. Hasil penelitian yaitu Nilai rata – rata PCI ruas Jalan Nggelak Desa Meoain Kabupaten Rote Ndao adalah 24,50dengan kondisi Sangat Buruk (very poor), dan terdapat 4 jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Nggelak Desa Meoain.Jenis kerusakannya adalah retak memanjang (longitudinal crack), retak kulit buaya (alligator crack), amblas (depression), dan lubang (photoles). Jenis kerusakan paling dominan adalah retak memanjang (longitudinal crack)dengan Panjang kerusakan adalah 793,50 m² dengan presentase kerusakan yaitu 55,84% dan retak kulit buaya (alligator crack) dengan panjang582,50 m² dengan presentase kerusakannya adalah 40,99%. Metode penanganan kerusakan pada jalan Nggelak adalah metode perbaikan P2 (peleburan aspal setempat), metode perbaikan P3 (pelapisan retakan), metodeperbaikan P4 (pengisian Retak), metode perbaikan P5 (penambalan lubang), metode perbaikan P6 (perataan). Untuk Peneliti selanjutnya perlu meningkatkan kembali penelitian yang ada dengan memperluas lokasi penelitian atau ruas jalan yang ada dan menggali lebih dalam mengenai kondisi kerusakan jalan.
KAJIAN DEBIT ALIRAN KALI LILIBA KOTA KUPANG, DI DAERAH SEMI-ARID MENGGUNAKAN ALAT APUNG DAN ALAT FLOW METER: STUDY OF THE LILIBA RIVER FLOW, KUPANG CITY, IN THE SEMI-ARID AREA USING A FLOATING EQUIPMENT AND A FLOW METER Elfridus Ngala; Paul G. Tamelan; Ketut Mahendra Kuswara
BATAKARANG Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar bagi seluruh kehidupan di muka bumi ini. Salah satu sumber air bagi kebutuhan manusia berasal dari air permukaan. Di Wilayah Kota Kupang, pemanfaatan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari berasal dari air tanah dan sedikit yang memanfaatkan air permukaan karena berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar debit air kali Liliba Kota Kupang pada wilayah DAS Hulu, DAS Tengah dan DAS Hilir berdasarkan hasil pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat flow meter dan alat pengapung. Berdasarkan hasil penelitian, debit rata–rata (Q) menggunakan alat Flow meter (DAS Hulu 0,643 L/det, DAS Tengah 1,623 L/det dan DAS Hilir 1,578 L/det). Dengan menggunakan metode Apung (DAS Hulu 0,799 L/det, DAS Tengah 1,705 L/det dan DAS Hilir 1,471 L/det). Rata-rata persentase kesesuaian antara metode pengukuran debit antara alat flow meter dan alat apung pada DAS Hulu adalah 80%, DAS Tengah 95% dan DAS Hilir 107%. Karakter debit aliran pada masing-masing bagian DAS dan kecepatan angin memungkinkan adanya perbedaan hasil pengukuran tersebut, yang secara rata-rata menunjukkan tingkat kesamaan 97%.