Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBUATAN FORMULASI PAKAN APUNG IKAN BERBAHAN BAKU LOKAL Nur Maulida Safitri; Aminin Aminin; Saidah Luthfiyah
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 3 No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v3i1.1404

Abstract

Pakan merupakan salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan akuakultur, terutama sebagai penyedia energi dalam metabolisme ikan. Namun, hingga saat ini pakan menyita 60-70% dari keseluruhan total biaya produksi, terutama sistem budidaya intensif sehingga perlu dilakukan formulasi pakan menggunakan bahan baku lokal sebagai alternatif yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan harga lebih terjangkau dari pakan komersial. Penelitian menggunakan tepung tulang ikan sebagai bahan utama, dengan penambahan tepung lainnya dan terbagi menjadi 4 perlakuan (P1, P2, P3 dan P4) dengan penambahan pakan pabrik sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dengan perlakuan P4 memiliki karakteristik fisis dan kimiawi terbaik, dengan daya rekat, daya apung dan daya tahan dalam air yang menyerupai ketahanan pakan pabrik. Keseluruhan perlakuan pakan memiliki total energi lebih dari 1 kkal / gram dengan konversi harga lebih murah >10% dibandingkan pakan buatan pabrik, sehingga dapat disimpulkan bahwa formulasi pakan lokal hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif pakan buatan komersial.
ANALISIS PENGGUNAAN LIMBAH ORGANIK YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BELUT SAWAH (Monopterus albus) Khusain Nuryadin; Andi Rahmad Rahim; Aminin Aminin
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 3 No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v3i1.1396

Abstract

sawah (monopterus albus) merupakan jenis ikan air tawar dari anggota Synbranchidae yang sangat potensial untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Dalam usaha budidaya khususnya pada proses pembesaran bibit, media memiliki peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan media terhadap pertumbuhan belut sawah (monopterus albus) dan juga untuk mengetahui kelangsungan hidupnya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Universitas Muhammadyah Gresik dari bulan Mei – Juni 2018. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu (A) : Media lumpur (kontrol) 100% , (B) Media lumpur 50% + jerami 50%, (C) Media lumpur 50% + pelepah pisang 50%, (D) Media lumpur 50% + ampas tahu 50%, (E) Media lumpur 25% + jerami 25% + pelepah pisang 25%+ ampas tahu 25%. Data pertumbuhan di analisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan belut. Perlakuan yang memberikan nilai tertinggi yaitu pada perlakuan E dengan penambahan media jerami, pelepah pisang, dan ampas tahu, sebesar 16,87gr. perlakuan dengan pertumbuhan terendah yaitu pada perlakuan A dengan media lumpur sawah dan air yaitu 8,20 gr.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK YANG DICAMPUR PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis aureus x niloticus) Baedlowi Baedlowi; Aminin Aminin
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 4 No 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jpp.v4i2.2457

Abstract

Saline tilapia (Oreochromis aureus x niloticus) is a superior strain that was released by the Indonesian Ministry of Marine Affairs and Fisheries in 2012. The advantages of saline tilapia are tolerance to high environmental temperatures and high immunity against disease attacks. The feed has an important role in the growth of tilapia and requires 60-70% of the production cost. However, the high price of feed can increase production costs and require cultivators to be more careful and have a good strategy in cultivation. One of the efforts to reduce the cost of feed is the application of probiotics with the right dose. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments and 1 control which was classified into; treatment K (without probiotics), Treatment A (5 ml/kg of feed), Treatment B (10 ml/kg of feed), Treatment C (15 ml/kg of feed). The research was carried out for 28 days, with the conclusion that the best results were obtained by treatment A (5 ml/kg of feed) with an absolute length of 3.28 cm, an absolute weight of 5.87 grams, SGR 0.21% /day, and SR 90%.
Studi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Silvofishery Kepiting Bakau di Area Mangrove Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik Nur Maulida Safitri; Aminin Aminin; Ummul Firmani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.5840

Abstract

The mangrove ecosystem is home to various coastal biota, including the mangrove crab (Scylla spp.). This crab is found practically in all coastal water overgrown with mangroves and can adapt well to high salinity. Banyuurip’s mangrove features environmental characteristics as well as a relatively large diversity of mangrove species, making it suitable for silvofishery farming. In this study, line transects and remote sensing analyses utilizing Landsat 8 satellite imagery were employed at 5 research sites using the ArcGIS v.9.0 and ENVI v.11.0 map processing appliations. The ImageJ program was used to determine the percentage of mangrove coverage data. The results revealed a dominance of Avicennia marina, Bruguiera cylindrica, Rhizopora stylosa, Rhizopora mucronata, Ceriops tagal, and Sonneratia alba mangroves scattered at least at two stations along the waters of Banyuurip Beach, where mangrove crabs preferred the leaf litter of these mangrove species. The percentage of coverage in the mangrove region at stations 1-5 is medium to tight, ranging from 23.56±8.75 – 68.14±7.77%. Stations 1-3 were found to be good for cultivating adult crabs, whereas stations 4-5 were found to be excellent for immature crabs. The amount of mangroves is expected to rise from 1249.578 Ha to 1546.215 Ha between 2018 and 2022. The overlay findings demostrate that there is potential mud crab cultivation using the silvofishery method, with the total area available for early stage development is 342.603 Ha.
DEMPLOT BUDIDAYA SPIRULINA SKALA SEMI MASSAL SEBAGAI PAKAN TAMBAHAN PADA IKAN KOI (Cyprinus rubrofuscus) DI PONDOK PESANTREN AL-MUNIROH, KECAMATAN UJUNGPANGKAH GRESIK Aminin Aminin; Nur Maulida Safitri; Hendra Setiawan Hariyanto; Nur Sa'diyah Nur Sa'diyah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i3.4136

Abstract

Pondok pesantren Al-Muniroh terletak di Kecamatan Ujungpangkah dan memiliki suatu kegiatan yang tergolong unik, yaitu pembudidayaan ikan koi. Namun Selama pemeliharaan 2-3 tahun, Koi yang dipelihara pertumbuhan cenderung lambat dengan warna yang kurang menarik, sehingga tidak memiliki nilai ekonomis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan warna ikan dapat dilakukan dengan pemberian pakan tambahan yang berasal dari Spirulina spp. Jenis alga cyanophyta ini dikenal memiliki karotenoid yang cukup tinggi sehingga diharapkan dapat memperbaiki warna ikan koi menjadi lebih cerah merata dalam waktu yang singkat. Melalui Program pengabdian kepada masyarakat internal yang dilaksanakan oleh program studi Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik para santri pondok akan mendapatkan pengetahuan cara budidaya spirulina secara lengkap. Kegiatan pertama adalah pemberian materi cara budidaya spirulina secara laboratorium, semmi massal dan massal. Kegiatan Kedua berupa Demplot Budidaya Spirulina Skala Semi Massal Sebagai Pakan Tambahan pada ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus. Kegiatan bertujuan dapat meningkatkan daya jual ikan koi milik pondok pesantren Al-Muniroh pada masyarakat lokal, terutama area Gresik Utara.
ALTERNATIF USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT HIJAU Caulerpa sp. DENGAN METODE LEPAS DASAR PADA MASYARAKAT PESISIR Andi Rahmad Rahim; Nur Maulida Safitri; Aminin Aminin; Sutrisno Adi Prayitno; Ummul Firmani; Dwi Retnaningtyas Utami; Wiharyanti Nur Lailiyah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 1 (2023): DedikasiMU Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i1.5419

Abstract

Desa Sungai Teluk, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, merupakan daerah pesisir di Pulau Bawean yang memiliki potensi wisata dan marikultur yang tinggi. Mayoritas masyarakat setempat mengandalkan sumberdaya di wilayah pesisir sebagai mata pencaharian, terutama sebagai pembudidaya lobster, nelayan, maupun penggerak wisata alam pesisir. Desa ini memiliki potensi budidaya komoditas perikanan cukup tinggi, salah satu diantaranya adalah rumput laut, yang merupakan produk bernilai ekonomis sebagai bahan baku industri farmasi-kosmetik yang sangat dibutuhkan di pasar global. Namun demikian, hingga saat ini, masyarakat Bawean masih memandang sebelah mata akan komoditas rumput laut ini. Masyarakat masih belum tahu manfaat hingga tata cara pembudidayaan rumput laut. Mereka masih mengambil langsung ke perairan dalam jumlah yang besar dengan harga murah. Jika hal ini dilakukan terus menerus dapat menyebabkan kelangkaan stok. Padahal, telah ditemukan berbagai cara pembudidayaan rumput laut untuk meningkatkan potensi komoditi tersebut sehingga menjadi komoditas penting untuk menopang tingkat perekonomian masyarakat. Hal ini didukung dengan pertimbangan kondisi perairan yang baik, teknologi budidaya yang mudah, waktu pemeliharaan relatif singkat, pasar global yang cukup tersedia, serta tawaran harga yang kompetitif. Metode yang digunakan yaitu FGD (Fokus grub diskusi) meningkatkan produksi dengan sistem lepas dasar, pengolahan pascapanen dan pemasaran hasil panen rumput laut bernilai jual tinggi.
DEMPLOT PENDEDERAN UDANG VANAME ( LITOPENAEUS VANNAMEI) DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK PADA KOLAM TERPAL SECARA INTENSIF DI KECAMATAN DUDUK SAMPEAN KABUPATEN GRESIK Aminin Aminin; Ummul Firmani; Muhammad Syaifullah
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 5 No 2 (2023): DedikasiMU Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v5i2.5664

Abstract

Demplot pendederan udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada Kegiatan pengabdian masyarakat program studi budidaya perikanan bertujuan untuk deseminasi teknologi. Melalui program tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka kehidupan udang vaname (SR) yang dipelihara pada tambak tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wadak Kecamatan Duduk Kabupaten Gresik. Menurunnnya daya dukung lahan serta keseimbangan linkungan, mengakibatkan nilai angka kehidupan benih udang yang ditebar nilainya sangat rendah. Beberapa upaya telah dilakukan seperti penambahan input benih yang lebih banyak dari biasanya, akan tetapi hasil hasil panen udang tidak mengalami peningkatan, justru sebaliknya semakin meningkatkan biaya operasional produksi, akibatnya keuntungan yang didapatkan semakin sedikit. Teknologi bioflok merupakan teknologi yang dikembangkan dengan memadukan penanganan buangan limbah hasil budidaya dan mereduksi jumlah penggunaan air. Secara umum teknik ini memiliki kelebihan seperti biaya operasional yang lebih kecil dan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. Berdasarkan hasil demplot yang dilaksankan selama 4 minggu pada mitra bintang muda didapatkan bahwa benih udang vaname tingkat Survival rate (SR) sebesar 70 %. Tingginya nilai tersebut diduga karena kesiapan pakan alami yang tersedia secara optimal. Diperkirakan panen udang lebih cepat dari biasanya. Biasanya udang vaname dapat panen pada umur 3- 4 bulan, namun dengan menggunakan teknik bioflok pada kolam terpal yang pada proses penggelondongan dilakukan selama 1 bulan, udang vaname dapat dipanen Pada umur 1.5 – 2.5 bulan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS TAMBAK UDANG VANNAME (LITOPANAEUS VANNAMEI) SEMI INTENSIF DI TIGA PROVINSI DALAM PULAU JAWA Akhmad Salis Nifdhol Salis; Aminin; Farikhah
Techno-Fish Vol 7 No 1 (2023): TECHNO-FISH
Publisher : TECHNO-FISH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v7i1.6256

Abstract

Vannamei shrimp cultivation in Indonesia is currently the mainstay of the aquaculture sector and is a priority for aquaculture development in Indonesia to improve the national economy. Pond management in general in Indonesia, especially in Java, still needs better management planning. This can be seen from the many abandoned ponds due to crop failure. Even abandoned ponds on the island of Java reached 70%. This study used a quantitative method by collecting interview data and studying literature. Variables in this study include aquaculture (HR), technology, economic motives. The instrument used in this study was in the form of an interview sheet. and West Java p(T<=t) 0.2. Area of harvested land from Central Java and West Java Provinces with p=0.04 (<0.05). Yields from the provinces of East Java and Central Java with p=0.02 (<0.05). Area of harvested land from East Java and Central Java with p=0.04 (<0.05). Getting to the conclusion that there is a relationship between the area of harvested land and yields in the Provinces of East Java and West Java.
Histopathological Changes and Metallothionein Levels in Filopaludina javanica During Depuration Aminin Aminin; Diana Arfiati; Sri Andayani
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 6 No. 3 (2024): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v6i3.647

Abstract

The heavy metal lead has been reported to pollute waters along the Glagah River, Lamongan Regency, Indonesia. Lead contamination in all organs of the Tutut snail (Filopaludina javanica) was detected at 2.92 ± 0.5 ppm. Therefore, lead contamination can cause severe problems because lead can accidentally accumulate in the human body through the food chain. One effort to reduce risks related to food safety is Depuration. The research aimed to analyze the effect of Depuration using a flushing system on histopathological changes and metallothionein levels in all organs of the spotted snail (Filopaludina javanica). The research used a Completely Randomized Design with four treatments and three replications. Treatment includes flushing time (6 hours, 12 hours, 18 and 24 hours). The MT response was tested statistically using One Way Anova, while the histopathological analysis used a descriptive method by comparing before treatment and after flushing treatment for 24 hours, to determine metallothionein levels, the ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) method was used. The results showed tissue damage in edema, hyperplasia, and vacuolation. Tissue damage before and after Depuration was relatively the same and included in the low category, with damage ranging from (0-6.1%). Meanwhile, metallothionein analysis has not shown a significant decrease in levels. Metallothionein levels increased with the duration of flushing. Further checks showed that the media water used in flushing during Depuration contained Fe and Zn, which resulted in increased MT levels